
Saat malam mulai turun di komplek perumahan yang sunyi ini, angin berdesir dengan dingin di antara pohon-pohon yang menjulang tinggi. Keheningan hanya terganggu oleh gemuruh langkah kaki yang langka dari penduduk komplek yang jarang keluar rumah pada jam-jam sepi seperti ini.
Di salah satu rumah yang tertutup rapat, seorang pria bernama Daniel duduk di ruang tamu dengan ketegangan yang mendalam. Ia baru saja menerima paket misterius hari ini. Paket itu datang tanpa pengirim yang jelas, hanya alamat rumahnya yang tertera dengan jelas. Isinya berupa sebuah lukisan tua yang terbungkus rapi dengan kertas pembungkus cokelat tua.
Lukisan itu memiliki aura yang menyeramkan. Gambar di atas kanvas terlihat seperti pemandangan rumah yang tampak persis seperti rumah Daniel. Namun, ada sesuatu yang salah. Di lukisan itu, rumahnya tenggelam dalam kegelapan, dengan langit malam yang penuh bintang berwarna merah darah. Di depan rumahnya, ada sesosok bayangan besar yang tak terlihat dengan jelas, tapi memberikan kesan ancaman yang mengerikan.
Daniel merasa tidak enak. Ia merogoh kertas pembungkusnya dan mulai membaca secarik catatan yang diletakkan di atas lukisan itu. Tulisan tangan yang tidak dikenal memberitahunya bahwa lukisan itu adalah "Pemandangan dari Dunia Lain." Daniel merasa semakin bingung.
Ketika ia memandang lukisan tersebut lebih dekat, ia menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dengan gambar tersebut. Di samping rumahnya, ada goresan-goresan merah yang mengalir seperti darah, seolah-olah lukisan itu hidup dan bernapas dengan sendirinya. Ia mengusap goresan-goresan itu, tetapi darah semu itu hanya menyebar lebih jauh.
Saat Daniel mencoba untuk menjauhkan pandangannya dari lukisan, ia merasa seperti lukisan itu memanggilnya. Ia merasa terjebak dalam pandangan yang mencekam dari gambar itu. Ketakutan mulai merayap ke dalam pikirannya.
Malam itu, Daniel kesulitan tidur. Lukisan itu ditempatkan di ruang tamu, tetapi setiap kali ia menutup mata, gambar mengerikan dari lukisan itu terus bermain di pikirannya. Dia merasa seperti ada sesuatu yang mengintainya di luar jendela.
Keesokan pagi, ketika matahari mulai bersinar, Daniel memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang lukisan itu. Ia mengambil potongan kertas dengan alamat pengiriman dan mencoba mencari informasi tentang pengirim atau sejarah lukisan itu. Namun, upayanya sia-sia. Tidak ada catatan tentang pengiriman atau asal-usul lukisan tersebut.
Selama beberapa hari berikutnya, kejadian aneh terus terjadi. Ketika ia berjalan melewati lukisan itu, ia merasa seperti mata bayangan yang tak terlihat pada gambar itu mengikuti geraknya. Suara desiran angin dan langkah kaki di malam hari semakin menjadi-jadi, meskipun tidak ada orang lain yang terlihat di sekitar.
Keadaan semakin memburuk ketika Daniel mulai mengalami mimpi buruk setiap malam. Di dalam mimpi-mimpi itu, ia merasa seperti terperangkap dalam lukisan itu, berada di dalam rumah yang tenggelam dalam kegelapan dengan bayangan mengerikan yang mendekatinya. Keringat dingin mengalir dari tubuhnya setiap kali ia terbangun.
__ADS_1
Takut dan bingung, Daniel mencoba untuk menghubungi seorang ahli parapsikologi yang ia temui dalam acara televisi. Ahli itu setuju untuk datang ke rumahnya untuk menyelidiki lukisan misterius itu. Setelah melihat lukisan, ahli parapsikologi tersebut mengernyitkan kening.
"Ada sesuatu yang sangat aneh tentang lukisan ini," katanya. "Ini mungkin merupakan portal antara dunia kita dan dunia lain."
Dia menjelaskan bahwa lukisan itu mungkin merupakan sarana yang digunakan oleh entitas supernatural untuk berkomunikasi atau mengganggu dunia manusia. Ahli parapsikologi itu kemudian memutuskan untuk melakukan sesi meditasi di dekat lukisan, dalam upaya untuk memahami lebih jauh apa yang terjadi.
Selama sesi meditasi, suasana menjadi semakin menyeramkan. Cahaya lampu seakan mati, dan ruangan di sekitar lukisan menjadi gelap. Ahli parapsikologi terus berkonsentrasi, mencoba untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh entitas di dalam lukisan.
Tiba-tiba, bayangan yang terlihat di lukisan mulai bergerak. Itu merangkak keluar dari lukisan dan menuju ahli parapsikologi. Daniel hanya bisa menonton dalam ketakutan saat bayangan itu semakin mendekat. Ahli parapsikologi tampak terhipnotis oleh entitas tersebut, dan kemudian, dengan satu gerakan tiba-tiba, entitas itu masuk ke dalam tubuh ahli tersebut.
Entitas jahat itu telah berhasil menguasai tubuh ahli parapsikologi. Mata ahli itu berubah menjadi merah, dan senyum jahat terukir di wajahnya. Dia berbicara dengan suara yang tidak manusiawi, mengklaim bahwa kini tubuhnya adalah wadah yang sempurna untuk entitas itu.
Beberapa hari berlalu, dan ahli parapsikologi yang telah diambil alih oleh entitas jahat itu mulai menunjukkan tanda-tanda perilaku yang semakin aneh. Ia mulai menghabiskan waktu di dekat lukisan itu sepanjang hari, berbicara dengan entitas di dalamnya. Lukisan itu seakan menjadi jendela ke dunia lain yang hanya dapat dilihat oleh ahli parapsikologi tersebut.
Daniel yang semakin cemas, mencoba mencari pertolongan. Ia menghubungi seorang ahli okultisme yang ia temui di sebuah seminar beberapa tahun yang lalu. Ahli okultisme tersebut menyetujui untuk datang ke rumah Daniel dan membantu menghadapi entitas jahat yang telah menguasai ahli parapsikologi.
Kedatangan ahli okultisme tersebut disambut dengan ketegangan. Mereka tahu bahwa konfrontasi dengan entitas jahat itu tidak akan mudah, dan risikonya besar. Ahli okultisme tersebut mulai memeriksa lukisan dan ruang di sekitarnya. Ia mencoba berkomunikasi dengan entitas jahat itu dengan bahasa kuno yang hanya dimengerti oleh entitas tersebut.
Namun, entitas jahat itu hanya menggelengkan kepala dengan sombong. Ia merasa tidak ada yang bisa mengalahkannya. Ia mengejek ahli okultisme tersebut, mengungkapkan bahwa ia telah menjadi satu dengan tubuh ahli parapsikologi dan tidak akan pernah dilepaskan.
__ADS_1
Situasi semakin tegang. Entitas jahat tersebut mulai menunjukkan kekuatannya. Lampu-lampu di dalam rumah mulai berkedip-kedip tanpa alasan, benda-benda terbang tanpa diketahui. Ahli okultisme tersebut berusaha mengucapkan mantra-mantra kuno untuk memisahkan entitas jahat itu dari tubuh ahli parapsikologi.
Ketika mantra-mantra tersebut terucap, entitas jahat itu mengerang dan menunjukkan tanda-tanda terpisah dari tubuh ahli parapsikologi. Tapi entitas tersebut tidak akan menyerah begitu saja. Ia melancarkan serangan balasan, melemparkan benda-benda di sekitarnya dengan kekuatan supranatural.
Pertempuran antara ahli okultisme dan entitas jahat itu menjadi semakin sengit. Lukisan di dinding seakan hidup, dengan gambar-gambar mengerikan yang bergerak dan berubah. Suara-suara aneh menggema di seluruh ruangan, dan angin dingin yang tiba-tiba muncul membuat suasana semakin menakutkan.
Daniel yang masih terjebak dalam ketakutan, mencoba mencari cara untuk membantu. Ia melihat di sekitarnya dan menemukan botol cat merah tua yang tersisa dari pekerjaan lukisannya beberapa waktu lalu. Dengan putus asa, ia meraih botol cat tersebut dan menuangkannya ke atas lukisan itu.
Cat merah tua itu mengalir turun dan mengenai lukisan dengan berceceran seperti darah. Entitas jahat itu terlihat terkejut dan berteriak dengan keras. Ahli okultisme melihat peluang ini dan mengucapkan mantra terakhir dengan penuh kekuatan. Entitas jahat itu mulai terpisah dari tubuh ahli parapsikologi.
Ketika entitas jahat itu hampir terlepas, ahli okultisme dan Daniel bekerja sama untuk menutup lukisan tersebut dengan kain tebal. Entitas tersebut terjebak dalam lukisan yang sekarang terbungkus rapat, dan kain tersebut diikat erat.
Entitas jahat itu mengerang dalam keputusasaan, tetapi kekuatannya semakin melemah. Ahli okultisme meneriakkan kata-kata terakhir dan meminta entitas tersebut untuk pergi ke dunia lain yang seharusnya menjadi tempatnya. Dengan jeritan yang mengerikan, entitas itu menghilang bersamaan dengan lukisan yang terbungkus kain.
Saat semua kembali normal, ahli parapsikologi yang telah diambil alih oleh entitas jahat itu terjatuh pingsan. Tubuhnya tampak lemah, tetapi ia telah terbebas dari pengaruh jahat. Daniel merasa lega, meskipun ia tahu bahwa pengalaman mengerikan ini akan membekas dalam ingatannya selamanya.
Ahli okultisme yang berhasil membantu mereka, menjelaskan bahwa lukisan tersebut adalah pintu gerbang antara dunia manusia dan dunia lain. Entitas jahat itu telah terjebak dalam lukisan selama berabad-abad, dan ia harus ditenangkan dan dipulangkan ke dunianya yang sebenarnya.
Malam itu, mereka membakar lukisan tersebut dengan upacara khusus, meyakinkan bahwa entitas jahat itu kembali ke dunia lainnya. Daniel dan ahli parapsikologi yang telah pulih dari pengaruh entitas jahat itu bersyukur bahwa mereka berhasil mengusir kejahatan dari rumah mereka.
__ADS_1
Mereka sepakat untuk tidak pernah membuka pintu untuk entitas semacam itu lagi dan belajar dari pengalaman yang menakutkan ini. Rumah di komplek perumahan yang sunyi itu akhirnya menjadi tempat yang tenang dan aman, tanpa bayangan mengerikan yang mengintai dari dunia lain.