
Suatu malam yang gelap gulita, di sebuah desa terpencil yang dikelilingi oleh hutan lebat, terdapat sebuah rumah tua yang sudah lama ditinggalkan. Rumah itu adalah bekas tempat tinggal keluarga Bartok. Konon, keluarga Bartok pernah menjadi orang terhormat di desa itu. Mereka dikenal sebagai pemburu yang mahir dan memiliki pengetahuan yang luas tentang hutan tersebut. Namun, satu peristiwa mengerikan telah menghantui keluarga Bartok dan membuat rumah mereka terlupakan selama beberapa generasi.
Kisah ini dimulai pada malam yang dingin dan berkabut. Angin sepoi-sepoi hutan berdesir melalui pepohonan raksasa, menciptakan suara gemerisik yang menyeramkan. Pada malam itu, seorang petani bernama Jakob melintasi hutan untuk mencari kayu bakar. Sepanjang perjalanan, ia merasa ada sesuatu yang mengintai di balik bayang-bayang pepohonan. Suara cekikikan halus dan langkah kaki yang tidak jelas terdengar di belakangnya.
Jakob berhenti sejenak dan menoleh ke belakang, tetapi tak ada yang terlihat. Namun, ketika ia melanjutkan langkahnya, ia melihat sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding. Di tengah hutan yang gelap, terlihat sebuah keranda kayu tua yang diletakkan di atas rerumputan. Keranda itu tampak usang, dan tanpa sebab yang jelas, ia merasa terpanggil untuk mendekatinya.
Dengan hati-hati, Jakob mendekati keranda itu. Ia mengintip ke dalam, dan apa yang ditemukannya membuatnya terkesiap. Di dalam keranda, ia melihat wajah seorang wanita muda yang pucat dan cantik. Matanya terpejam, dan tubuhnya terbujur kaku. Pakaian yang dikenakannya tampak kuno dan berdebu.
Jakob merasa ngeri. Ia tahu bahwa keranda itu adalah tempat pemakaman, tetapi bagaimana keranda itu bisa muncul di tengah hutan? Ia segera berlari pulang ke desa dan menceritakan penemuan anehnya kepada tetangganya.
Masyarakat desa menjadi resah mendengar kisah Jakob, dan kabar tentang keranda misterius itu menyebar dengan cepat. Sejumlah orang mulai menyelidiki keberadaan keranda itu, mencoba mengungkap misteri di baliknya. Namun, setiap orang yang mencoba membuka keranda itu merasa terhalang oleh kekuatan yang tak terlihat. Beberapa bahkan mengalami mimpi buruk setelah mencoba membuka keranda itu.
Malam berikutnya, ketika matahari perlahan tenggelam di balik puncak bukit, warga desa berkumpul di sekitar keranda misterius yang masih terletak di tengah hutan yang menakutkan. Mereka merasa tertantang oleh misteri ini dan ingin tahu apa yang tersembunyi di dalam keranda tersebut. Beberapa membawa obor, yang membakar terang di tengah kegelapan yang tiba-tiba terasa lebih mencekam.
__ADS_1
Sejumlah pria kuat mencoba membuka keranda itu. Dengan usaha bersama, mereka memasang palu dan linggis untuk memisahkan tutup keranda dari bagian bawahnya. Namun, saat palu pertama kali mengenai kayu keranda, terdengar suara aneh yang menggetarkan hati mereka. Seolah-olah ada ribuan bisikan lembut yang mengelilingi mereka, dan angin berhembus dengan keras, memadamkan obor-obor mereka.
Sebelum mereka sempat mengambil nafas, terdengar suara teriakan histeris dari salah seorang yang mencoba membuka keranda. Orang itu jatuh ke tanah dengan mata penuh ketakutan. Ia bercerita bahwa saat ia menyentuh keranda, ia merasakan getaran dingin yang membuatnya merinding. Ia kemudian melihat bayangan-bayangan menyeramkan yang berkeliaran di sekitarnya, dan mereka mencoba meraihnya.
Mimpi buruk yang dialami oleh orang-orang yang mencoba membuka keranda itu semakin membingungkan warga desa. Beberapa melaporkan mimpi tentang hutan yang gelap dan teror yang tidak terlukiskan, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka melihat sosok-sosok bayangan yang misterius dan tak dapat diidentifikasi. Semua mimpi itu membuat mereka merasa seperti diawasi dan terancam.
Pertemuan malam itu membuat warga desa semakin berhati-hati. Mereka mulai merasa bahwa keranda itu mungkin memiliki kekuatan yang lebih besar daripada yang mereka bayangkan. Mereka tidak tahu harus berbuat apa dan menjadi semakin waspada terhadap hutan yang sebelumnya dianggap sebagai tempat perlindungan.
Namun, di balik ketegangan yang semakin meningkat di desa, ada seseorang yang menjadi terobsesi dengan keranda itu. Namanya adalah Elias Bartok, seorang pria tua yang pernah tinggal di desa itu. Ia adalah keturunan terakhir dari keluarga Bartok yang dulunya dihormati di desa tersebut.
Penghuni hutan dan makhluk gaib yang melindunginya menjadi marah. Mereka memperingatkan keluarga Bartok bahwa pengetahuan terlarang itu harus dikembalikan ke dalam keranda khusus yang diciptakan oleh entitas gaib, atau ada konsekuensi mengerikan yang akan mereka hadapi.
Tetapi keluarga Bartok mengabaikan peringatan itu, mereka terlalu tergila-gila dengan pengetahuan yang mereka temukan. Mereka memutuskan untuk menyegel pengetahuan itu dalam keranda khusus, yang merupakan hasil dari perjanjian kuno dengan entitas gaib. Isabella adalah anggota keluarga Bartok yang terpilih untuk menjaga keranda tersebut hingga ada anggota keluarga yang layak untuk membukanya dan mengambil pengetahuan itu.
__ADS_1
Ketika Elias Bartok mendengar tentang keranda misterius yang ditemukan di hutan, ia merasa bahwa inilah saatnya untuk mengungkapkan rahasia keluarganya yang telah lama terkunci. Ia tahu bahwa tugas itu harus menjadi tanggung jawabnya, meskipun ini adalah tugas yang sangat berat dan penuh risiko.
Malam berikutnya, Elias Bartok pergi ke hutan sendirian. Ia membawa dengan dia pengetahuan yang ia warisi dari keluarganya, yang telah ia pelajari selama bertahun-tahun. Dia merasa bahwa hanya dengan pengetahuan ini, ia akan mampu menghadapi entitas gaib yang melindungi keranda itu.
Saat ia mencapai tempat di mana keranda itu berada, bulan terang menerangi hutan. Elias berlutut di depan keranda dan mengucapkan mantra kuno yang dia pelajari dari buku-buku keluarganya. Suara mantra tersebut bergema di seluruh hutan, dan angin berhembus lebih keras.
Ketika ia mencoba membuka keranda, sebuah cahaya biru muncul dari dalamnya. Suara gemuruh menggema dan pohon-pohon di sekitarnya bergetar. Elias merasa seperti ada sebuah kekuatan yang besar sedang bergerak dan ia harus bertahan dengan keras untuk membuka keranda tersebut.
Akhirnya, dengan usaha yang luar biasa, Elias berhasil membuka keranda itu. Saat penutupnya terangkat, sebuah gelombang cahaya biru yang intens keluar dari dalamnya. Cahaya itu membentuk pola-pola aneh yang berputar di udara, seperti tanda-tanda kuno yang ditemukan dalam buku keluarganya.
Namun, ketika Elias memegang pengetahuan terlarang yang ada di dalam keranda, ia merasakan beban yang luar biasa. Pengetahuan ini memberinya wawasan tentang hal-hal yang tidak seharusnya diketahui oleh manusia. Ia tahu bahwa dengan kekuatan ini, ia harus berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan keluarga Bartok.
Saat Elias menyadari konsekuensi dari pengetahuan ini, ia melihat entitas gaib yang menjaga keranda mulai mereda. Mereka merasa bahwa tugas mereka telah selesai, dan keranda tersebut telah diberikan kepada yang berhak menggunakannya.
__ADS_1
Elias segera meninggalkan hutan dan kembali ke desa. Ketika ia berbicara kepada warga desa tentang apa yang ia temukan dan konsekuensinya, mereka menjadi semakin takjub pada keberaniannya. Mereka menyadari bahwa Elias Bartok adalah satu-satunya orang yang layak untuk membuka keranda tersebut dan mengambil pengetahuan terlarang yang ada di dalamnya.
Sejak malam itu, keranda itu kembali lenyap, menghilang dari hutan yang gelap. Isabella akhirnya mendapatkan kedamaian yang selama ini ia cari, sementara Elias Bartok memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk menjaga pengetahuan terlarang itu, agar tidak jatuh ke tangan yang salah.