Cerita SMA&SMK

Cerita SMA&SMK
TERPUKA DENGAN WAJAH JIVA


__ADS_3

Dan Jiva pun tidur bersama kakaknya di kamar, mama mereka membuka pintu kamar Jiva dan melihat mereka yang sudah tertidur lalu menutup kembali pintunya.


………………………


Ke esokan pagi nya Jiva seperti biasa bangun pagi.


"Maafin mama soal kemarin." mama Jiva yang meminta maaf kepada Jiva di meja makan untuk sarapan.


"Iya gapapa mah." Jawab Jiva.


"Mah.. papa pulang kapan?." Jiva yang menanyakan itu kepada mamanya.


"Gatau, kata papa dia masih banyak pekerjaan nya di sana jadi belum bisa pulang kerumah."


"Oh.. yaudah, aku udah selesai makannya, terimakasih mah, aku mau berangkat dulu."


"Yaudah mah aku berangkat.., assalamualaikum." Jiva mencium tangan mamanya dan langsung pergi keluar memakai sepatu nya lalu diantar oleh kakaknya ke sekolah.


………………………


Sesampai di sekolah. lalu Jiva langsung masuk kelas.


"Hai.. " sapaan dari Nevan untuk jiva yang sedang duduk di bangku depan.


"hi.. " Jiva membalas sapaan Nevan dan langsung duduk di bangkunya tepatnya ada dibelakang bangku Nevan.


"Lu udah kerjain pr fisika?."


"Ah.. emang ada pr ya.. gue belum ngerjain."


Jiva menjawab sambil mukanya lemas.


"Mau liat punya gue ga?." Nevan menawarkan contekan ke Jiva.


"Gausah gapapa biarin."


"Serius buru, keburu gurunya dateng."


"Ga, ga mau." Jiva tetap kekeh dan menyilangkan tangan lalu kepala jiva diatas tangannya.


Nevan berbicara di dalam hati. "(Dia kenapa... ga biasanya kayak gitu, apa ada masalah dia sama Fatan, Oh ya... kemarin kan gue sempet liat dia lagi kayak ngobrol bareng di luar gerbang tapi dia ngejauh dari Fatan, terus Jiva langsung masuk ke mobil.)"


"Eh.. Jiva..." Suara Sisil yang memanggil Jiva di samping tempat duduk Jiva.


"Jiva... lu udah ngerjain pr belum gue mau liat dong... semalem gue ketiduran."


"Jiva.. "


"Nih liat punya gue aja.. " Jawab Nevan sambil memberikan bukunya ke Sisil.


"Oh.. boleh sini terimakasih, kok baik si..."


"Iya lah gue emang baik dan rajin ga kayak lu, haha... "


"Yeu... gue sebenernya rajin tapi kalo gue mau pasti bisa, gue nya aja ga mau apa lagi fisika, pusing banget dah gue up, angkat tangan."


"Nah.. makanya lu ketiduran, itu alasan yang sangat di maksud diakal buat lu, haha.."


"Udah ah gue buru-buru mau nyatet pr nya, keburu gurunya dateng."


Dan Sisil pun menyalin buku Nevan, dia belum menyadari kalau Jiva sedang tidak enak badan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian.


"Sekarang kalian kumpulkan pr kalian di meja bapak,Siapa yang tidak mengerjakan silahkan maju kedepan." Jiva pun maju ke depan, tetapi Nevan yang sudah mengerjakan juga ikut maju ke depan, dia melihat Jiva yang berdiri sendiri di depan papan tulis.


"Lah Nevan kenapa dia juga maju ke depan." Ucap Sisil.


"Ust.." Nevan memberikan aba-aba ke Sisil agar dia tidak memberi tahu dan Sisil mengetahuinya.


"Kenapa kalian berdua tidak mengerjakan?." Guru itu bertanya.


"Maaf pak saya lupa."


"Terus kamu Jiva.. kenapa kamu juga ikut-ikutan ga ngerjain pr, bapak tahu kamu anak rajin tapi kenapa kamu sekarang melanggarnya?."


"Maaf pa."


"Oke, sesuai janji bapak kemarin, yang tidak mengerjakan pr akan di hukum berdiri di depan pintu dan tidak boleh mengikuti pelajaran bapak."


"Siap pak.. "


"Heh.. kenapa kamu semangat banget dihukum."


"Hahaha..." teman sekelasnya pun tertawa hanya Jiva yang terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Ust.. diam semuanya." Guru itu menenangkan keadaan dikelas.


"Yaudah kalian silakan pergi dari kelas."


Lalu mereka berdua pun pergi meninggalkan kelas dan mengikuti perkataan gurunya.


"Hei... jangan lupa tangan di kuping terus kaki diangkat satu, jangan diturun kan kalau belum pelajaran bapak selesai."


"Hahaha...." kelas pun tertawa lagi.


"Hei... siapa suruh kalian tertawa, diam." dan anak yang ada di kelas mengikuti pembelajarannya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah berdiri di luar.


"Kalo cape turunin aja kaki nya." ucap Nevan yang melihat Jiva sangat lemas.


"Hei.. denger ga sih." tiba-tiba tangan Nevan menyetuh kening Jiva.


"Gila... Lo panas banget, ayok ke UKS."


"Ga perlu." tetapi Jiva pun terjatuh dan berusaha di tangkap oleh Nevan, dan kini berada di pelukan Nevan.


"Kan.. "


"Pak! bapak..." ucap Nevan untuk memanggil gurunya di dalam kelas.


"Ada apa sih teriak-teriak." gurunya pun langsung keluar dan membuka pintunya untuk melihat Nevan yang memanggil nya.


"Pak Jiva pinsan, dia panas banget badan nya."


Bapak guru yang langsung panik lalu pegang kening Jiva yang sangat panas lalu dia menyuruhkan Nevan untuk membawanya ke UKS.


"Kamu bener mau sendiri yang ngangkat Jiva."


"Iya pak gapapa aku bisa sendiri."


"Yaudah hati-hati."

__ADS_1


Nevan pun membawa Jiva ke UKS.


"Untung lu ringan, eh..masih sempetnya lu cantik banget si... lagi begini ga ngerti lagi, ngidam apa si Mak lu." nevan yang sedang menggendong Jiva yang terpukau dengan wajahnya.


Sesampai di UKS Nevan langsung membaringkan tubuhnya di kasur lalu di periksa oleh petugas UKS.


"Gimana keadaan nya dia sakit apa."


"Dia gapapa kemungkinan dia hanya maag nya kambuh sama kecapean aja, Ini juga udah di pasang inpus jadi nanti dia bisa lebih segaran badannya, nanti kalo sudah bangun tolong kasih dia ini makan ini sama suruh minum obatnya ya."


"Oh oke.. terimakasih sus."


"Iya sama-sama." susternya pun pergi meninggalkan kamar rawat siswa, dan Nevan tidak ada hentinya memandang wajah Jiva dan membenarkan rambut Jiva.


Beberapa menit kemudian Jiva pun terbangun.


"Gue ada dimana?." tanya Jiva sambil membangunkan badannya di kasur.


"Tenang lu ada di UKS."


"Kok di UKS kan gue bilang gamau."


"Gimana ga mau si lu udah pingsan begitu.. gila ya masa ga di bawa ke UKS."


"Kan bisa di kelas aja."


"Keras kepala banget si ni anak, gimana mau di kelas kalo lu nya pingsan."


"Biarin, oh iya ini jam berapa?."


"Jam sepuluh."


"Apa!!!..., lama banget...., ayok gue udah bangun kita ke kelas kok lu ga ke kelas aja." Jiva panik dan langsung ingin melepas impusan yang ada di tangannya tetapi di tahan oleh Nevan.


"Hei.. jangan... gapapa tunggu dulu lu makan sama minum obat ini dulu... baru kita ke kelas."


"Ga mau ayok kita ke kelas aja."


"Udah sekarang jangan keras kepala.. lakuin aja dulu kalo lu sakit lagi siapa yang repot..."


"Yaudah gausah di tolongin aja apa suss..."


Nevan memotong pembicaraan nya.


"Makan!..." Nevan teriak dan membuat Jiva kaget.


"Ma- maaf gue ga sengaja, lu tuh harus sayang sama diri lu sendiri gimana mau sayang ke orang lain diri sendiri aja ga bisa di jaga."


Jiva pun terdiam dia mengingat ke jadian kemarin yang di bentak mama nya kemarin lalu mengeluarkan air matanya.


"Eh kok nangis.. maaf gue ga sengaja, tabok- tabok mulut gue." Nevan panik yang melihat air mata Jiva mengalir.


"Kamu makanya jangan kayak gini aku kan khawatir." Nevan yang ke ceplosan langsung melotot, lalu Jiva teringat sesuatu yang di ucapkan sama Nevan, dulu Syarif pernah mengatakan hal yang sama seperti Nevan yang mengkhawatirkan Jiva saat sakit karena mereka tidak di restuin hubungannya dengan orang tua mereka.


"Ayo buka mulutnya makan sesuap aja."


Nevan yang merasa malu sudah berkata seperti itu, dan Jiva pun menuruti untuk makan dan meminum obatnya, setelah itu mereka kembali ke kelas.


"Jiva kamu gapapa, tadi aku udah ke UKS tapi ga boleh masuk." ucap Sisil yang sangat cemas.


(Eh hai... semuanya terimakasih sudah membacanya sejauh ini ><... ga nyanka udah bab ke 10 aja... jangan lupa episode selanjutnya yaa...)😻🎉

__ADS_1


__ADS_2