Cerita SMA&SMK

Cerita SMA&SMK
KAMPUS JESZKI


__ADS_3

Universitas Indonesia Jakarta


Jeszki yang sudah mulai masuk ke kampusnya, mulai dari setengah sebelas siang sampai sore menjelang magrib dia berada di kampus, karena itu dia tidak bisa menjemput Jiva.


Jam pelajaran ingin di mulai, tetapi hampir semua anak cowok yang ada di kelas berkerumun di tempat duduk jeszki, dosen belum datang ke kelas jadi ini kesempatan untuk berkerumun.


"Jesz.. gue minta nomer was adek lu Napa, gue udah ngechat juga."


"Iya bagi nomernya jesz."


"Iya-iya mau juga."


Suara teman sekelas yang meminta nomer Jiva ke jeszki.


"Inget umur kalian." saut jeszki.


"Yailah.. gue beda empat tahun doang."


"Lah.. gue tiga tahun."


"Sama-sama gue juga cuman tiga tahun."


Mereka tetap kekeh untuk meminta nomer Jiva, namun saja tiba-tiba ada dosen yang memasuki kelas dan berbicara,


"Ada apa ini.. kalian berkerumun dan berisik." ucap dosen itu yang bernada tinggi untuk membubarkan kerumunan, lalu mereka semua bubar dan duduk di bangkunya masing-masing.


Setelah itu mereka semua pun belajar yang sedang di ajarkan oleh dosen itu didepan kelas, beberapa jam kemudian bell istirahat pertama sudah berbunyi seluruh mahasiswa di persilahkan untuk beristirahat selama satu setengah jam memang jam istirahat nya cukup lama agar mereka semua bisa melakukan hal yang di luar pelajaran untuk belajar sendiri.


Jeszki yang sedang asik menikmati bakso yang ada didekat kampusnya itu, tetapi ada seseorang yang menghampiri tempat duduknya dan berbicara langsung dengan jeszki.


"Jesz... gue denger lu punya adek, terus dia cantik banget, gue denger dari semua temen sekelas gue, keknya adik lu lagi viral di kampus ini, kenapa lu ga cerita kalo lu punya adik sih?." Dia adalah Dion, dia kakak kelas tingkatannya di kampus tetapi dia sudah menjadi teman lamanya jeszki, atau teman lama per geng pembalap mobil liar.

__ADS_1


"Terus." saut jeszki.


"Iya anu..."


"Inget umur bro.."


"Yaelah, adik lu udah masuk SMK kan ga jauh-jauh amat umurnya lah sma gue, paling beda lima tahun doang."


"Anjer.. lima tahun doang, gue aja kakaknya cuman beda empat tahun,emang lu mau gue jadi kakak ipar lu."


"Iya mau aja kakak ipar ku sayang."


"Najis.. gue dah, huek..." jeszki yang sedang jijik di panggil sayang dengan Dion.


"Hahaha... yaudah mana nomer nya."


"Apaan lu, makan aja tuh bakso, gue pen ke perpus aja, males ngeladenin orang kek lu."


"Seterah siapa?, seterah gue."


"Haha.., yaudah gue juga mau ikut ke perpus."


"Apa lu mau ikut ke perpus buat apa."


"Haha... biar dikatain kutu buku juga, kalo orang dikatain kutu buku pasti dia kemungkinan besar orangnya pinter, jadi gue juga mau dikatain pinter doang sih, haha..."


"Beg*, emang nih anak, dasar penyakit ain."


"Haha.. sekalian gue juga mau minta nomer ade lu mana."


"Ogah."

__ADS_1


mereka berdua pun pergi menuju ke perpustakaan, sebelum sampai di perpustakaan mereka di cegat dulu sama seseorang yaitu teman sekelas jeszki yang sedang ingin meminta nomer Jiva ke jeszki, tetap saja jeszki tidak mau nomer adiknya di sebar-sebar.


"Hai.. jeszki gue bagi napa nomernya.."


"Iya gue juga... gue udah ngechat di aplikasi was lu juga, malahan ga dibales."


Ada dua pria teman sekelas jeszki yang sedang meminta nomer Jiva ke jeszki.


"Emang se cakep apa sih adiknya gue belom pernah ngeliat." Dion yang penasaran dengan adiknya jeszki.


"Oh iya.. gue punya fotonya, gue sempet foto dia diam-diam pas acara semalam, nih." salah satu pria itu menyodorkan ponselnya ke Dion untuk memperlihatkan wajah Jiva.


"Wah iya jesz... adek lu cakep banget ternyata.. gue juga dong mau nomernya dong."


"Mana coba gue mau liat." Jeszki yang langsung menarik ponsel pria itu yang sedang di pegang oleh Dion, dia ingin menghapus foto adiknya yang ada di ponsel pria itu.


"Apa-apaan lo kok di hapus." Pria yang mempunyai ponsel itu kesal.


"Seharusnya gue yang tanya ke lo, maksud lo foto sembarangan."


"Yaelah.. cuman foto doang."


"Lu ga ada ijinnya emang sopan kayak gitu."


"Ribet banget lu, lebay banget cuman jadi kakaknya doang." Pria itu sebal dan ingin meninggalkan jeszki, sebelum meninggalkan jeszki menariknya baju pria itu.


"Apa lo bilang!!." Jeszki yang sangat marah dan satu tonjokan melayang ke wajah pria itu.


"Tenang jeszki..." Dion yang memisahkan mereka berdua, dan si jeszki berjalan pergi untuk meninggalkan pria itu lalu Jeszki tidak jadi ke perpustakaan tetapi dia ingin ke kelas saja.


"Makanya jaga omongan lu, jangan buat dia marah, ini masih mending satu tonjokan doang, lu belum tau aja marahnya dia gimana, apalagi soal keluarganya pasti habis hidup lu." ucap Dion yang sedang menasehati mereka berdua untuk tidak mengusik Jeszki kalau sedang marah, lalu dia pun pergi meninggalkan mereka berdua dan ingin menyusul Jeszki.

__ADS_1


__ADS_2