
"Jiva.." Suara kakaknya yang cukup keras memanggil Jiva yang ada di kamarnya.
"Eh.. dia tidur."
"Eh Abang.."
"Lah bangun.. udah tidur aja."
"Ga.. gapapa aku udah tidur lama."
"Oh.. yaudah, eh dia tidur di sini."
"Iya dia ketiduran.. lama juga dia tidurnya, mirip banget kaya Abang kalo lagi tidur kebo."
"Heh..."
"Hahaha..."
"Mm..." suara Nino yang terbangun karena ada suara yang berisik.
"Yah Abang si Nino bangun kan."
"Lah... yang ketawa siapa."
"Udah kamu tidur lagi ya Nino.." sambil mengelus kepala Nino.
"Ga aku udah ga ngantuk.." Jawab Nino yang sambil mengucek-ucek matanya.
"Oh.. yaudah.., oh iya tadi mobilannya udah dikasih ibu kamu."
"Yauda atu(aku) mau ke ibu dulu, maacih.. kaka chantik (cantik).."
"Heh... kecil-kecil udah bisa ngegombal.. mana udah tau cantik yang mana."
"Hahaha..." Jiva tertawa.
Lalu Nino berlari untuk pergi ke ibu nya.
"Hai... Nino jangan lari-lari nanti jatuh jalan biasa aja."
"Iya.. kak ga jadi lali.. (lari)."
"Haha..." Jiva yang tertawa karena Jiva mendengar suara cadelnya Nino.
......................
Lalu Nino sudah bersama ibu nya di rumah yang di samping rumah Jiva.
"Kamu udah bilang makasih sama kakak Aul..." Tanya ibunya Nino ke Nino.
"udah bu.. cepetan aku ga sabal.. (sabar) mainin mobilannya."
"Iya ini ibu bukain "
"Wah... bagus.. banget..."
"Ini pasti mahal banget."
"Iya mahal.. tapi kaka chantik itu ga mau aku beli yang yang mulah.. (murah)."
"Yaudah.. ini rezeki kamu sayang." ibu Nino langsung mencium kepala Nino.
"Yaudah ibu lanjut kerja dulu ya... kamu main dulu di sini anteng aja jangan kemana-mana." ucap ibu Nino yang ingin melanjutkan pekerjaannya.
"Iya ibu ati-ati ya."
"Iya sayang."
...****************...
"Pinter banget Nino." ucap kakaknya.
"iya emang dia pinter banget sampai aku tadi kaget dia tau harga duit di toko online yang mahal sama murah yang mana."
__ADS_1
"Serius..."
"Iya..."
"Yaudah ini Abang bawain sesuatu buat kamu karena kamu ga ikut, padahal tadi ke mall loh... kamu ga ikut sayang banget."
"Apa... ke mall is.. parah banget ga bilang duluan, kirain aku kesorum mobil doang."
"Udah gapapa Abang bawain kamu hadiah kok, Abang kan baik banget sama adiknya."
"Apa itu..., wah sepatu sama tas.. lah... bukannya ini tas yang keluaran baru, ini tasnya cuman beberapa doang yang di jual..., terus ini juga sepatunya bukannya mahal banget..."
"Iya.. kan Abang kamu baik banget."
"Paling yang bayar papah..."
"Eh... tapi kan aku yang membujuk papa buat beliin."
"Iya... deh Abang baik banget.... makasih.." Jiva pun tersenyum.
di dalam hati kakaknya Jiva "(gila si... gue punya adik cantik banget kayak gitu)."
"Oh ya kamu katanya mau teraktir aku ke strbuk."
"Oh iya..., tapi bukannya semalem malam minggunya."
"Oh iya lupa... ternyata minggu malem nya, terus kebetulan papa ngajakin kita makan malam."
"Oh.. begitu, oh.. iya bang tau ga semalem itu orang nya yang nolongin aku."
"Apa dia orang nya, oh iya Abang sekarang baru inget wajahnya pas liat di sekolahan kamu, bener kan ganteng banget dia, haha..."
"Apa si bang..."
"Papa mau jodohin kamu loh... sama dia masa kamu ga mau sih..."
"Abang aja sana yang di jodohin sama dia."
"Heh.. apa kata kamu, sini." kakaknya langsung menarik tangannya dan menggelitik leher Jiva.
"Tapi boong wle..." Jiva pun lari keluar kamar, lalu Kakaknya ikut keluar kamar.
"Aul... udah sana siap-siap.." panggil kakaknya.
"Aku mau makan dulu..."
"Kan nanti makan di sana."
"oh.. iya..., yaudah aku mau mandi dulu, Abang juga mandi lagi bau tau."
"Iye..." dan mereka pun bersiap-siap, lalu berpamitan ke orang tua mereka.
"Kalian mau kemana?." tanya papa yang sedang duduk di sofa.
"Ini Abang mau di traktir karena..." sebelum dilanjutkan Jiva bicara sudah duluan di tutup mulutnya sama kakaknya.
"Hm.. aku mau di traktir Aul karna udah di beliin tas sama sepatu tadi."
"Bener Jiva."
"ih bau banget tangannya... hm iya pah." Jiva menjawab sambil tersenyum.
"Oh yaudah hati-hati, oh ini papa tambahin buat jajan."
"Ini ga kebanyakan pah..."
"Ga bawa aja, habisin aja sekalian kalo mau."
"Makasih pah." Ucap mereka berdua dan tersenyum lalu berpamitan dengan papa nya setelah itu mereka pun pergi ke sana.
...----------------...
Sesampai di sana mereka berdua duduk dan berkumpul di tempat yang sudah di booking dengan temannya.
__ADS_1
"Wah ini siapa jeszki?."
"Wah iya siapa dia cantik banget."
"Pacar lu jesz?." Pertanyaan temannya jeszki menanyakan soal Jiva untuk jeszki - kakak Jiva -.
"Oh bukan ini adik gue..." sahut jeszki.
"Oh adik lu... cantik banget gila.."
"Iya lah.. lu liat aja jeszki aja ganteng."
"Iya juga si.." para teman jeszki yang sedang berbicara.
"Eh hai hallo.. gue rian temennya kakak lu."
temannya jeszki yang ingin berkenalan dan mengulurkan tangannya ke arah Jiva, tetapi dihalang tangannya oleh teman lainnya jeszki.
"Jangan mau bergaul sama dia cewenya banyak, biasa buaya."
"Eh.. ust..."
"Oh... hai hallo aku Jiva.." Jiva menjawab langsung tersenyum.
"manis banget senyumannya." Ucap salah satu teman cowoknya jeszki.
"Boleh minta nomer was nya ga?."
"Apa si diem bikin adiknya jeszki ga nyaman aja." Ucap seseorang cewek yang menghentikan percakapan nya.
"Tau emang gue dari tadi diem aja belum aja nanti kena." ucap jeszki yang kesal karena adiknya di godain terus.
"Hahaha... santuy."
"Yaudah ayo dimakan udah di siapin." dan mereka pun makan makanan nya, beberapa jam kemudian acaranya sudah selesai mereka semua pun pulang.
"Ga lagi gue mau di ajak lu begini.." ucap Jiva yang sedang duduk di mobil.
"Gue juga ga lagi ngajak lu, lu kenapa si harus cakep.... liat aplikasi was gue rame banget.. yang mintain no lu." sahut jeszki.
"Kok jadi gue yang salah."
"Emang.."
"Yeu.."
......................
Setelah beberapa menit berkemudi mereka sudah sampai di rumah.
"Kamu kenapa Jiva..." tanya papa nya yang bertemu saat jalan di ruang tamu.
"Papa masa temen-temen nya Abang pada genit semua, mereka bilang aku cantik terus sama minta no was aku terus."
"Kan memang anak perempuan papa satu ini cantik banget."
"ih... papa... aku ga mau lagi di ajak dia buat ngumpul sama temennya lagi." lalu Jiva pergi menuju kamarnya.
"Haha.. anak itu.., tapi bukannya tadi dia bilang traktir doang, eh mungkin sekalian ketemu temennya jeszki."
Dan kakaknya pun bertemu yang mengoceh sendiri .
Ting..Ting...Ting.. suara notifikasi handphone.
"Ugh...Ga bakal lagi aku ngajak dia." ucap kakaknya Jiva yang sedang melihat hp nya sambil berjalan.
"Hei.. jesz ada apa?."
"Ini pah liat.. aplikasi was aku pada minta no was nya si Aul mulu..." lalu kakak nya langsung pergi menuju kamarnya.
"Hahaha.. ga adik ga Abang sama aja masih ke kanak-kanak kan, eh.. emang dia kan anak aku, hahaha..." papa nya Jiva pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Ke esokkan pagi nya Jiva berangkat kembali ke sekolah karena sudah hari senin, dia yang diantarkan dengan kakaknya tetapi sudah tidak bisa di jemput dengan kakaknya, karena kakaknya sudah masuk di kampusnya.
Setelah sampai di sekolah Jiva pun menuju ke kelasnya.