Cerita SMA&SMK

Cerita SMA&SMK
PENGALIHAN SAHAM PERUSAHAAN


__ADS_3

......................


"Ayok naik tunggu apa lagi.." Suara Syarif yang memanggil Jiva yang sedang menunggu di halte karena Syarif ada kegiatan dulu di sekolah.


"oh udah ada di sini, oke." Jawab Jiva lalu ia bangun dari tempat duduknya, dan Jiva pun langsung menaiki motor Syarif, lalu mereka berdua pun berjalan.


"Maaf ya tadi jadi nunggu aku, tadi disuruh dulu sama pa bambang buat beres-beres aula sebentar." ucap Syarif sambil mengendarai motornya.


"oh.. gapapa kak." saut Jiva.


"hm.. aul kamu laper ga?." Syarif yang menanyakan kepada Jiva sambil mengarahkan kaca spion motornya ke arah wajah Jiva yang berada di belakang.


"hm.. la-laper si tapi nanti aku langsung makan di rumah." Jiva yang menyadari hal itu menjawab dengan gugup.


"mau ga makan dulu di deket-deket sini."


"gausah kak.. makasih nanti aku makan di rumah aja."


"Gapapa sekalian aku mau ngomong sesuatu sama kamu."


"ngomong sesuatu apa."


"Iya nanti ngomongnya ditempat makan aja gak enak kalo dimotor."


"oh.. yaudah.." Jiva yang mengiyakan saja untuk makan berdua.


...----------------...


Lalu mereka berdua pun pergi ke suatu tempat makan dan duduk berdua, tempat itu tidak terlalu ramai jadi mereka berdua bisa berbicara dengan tenang.


"kamu mau pesen apa, pilih aja nanti aku yang bayar kok." Syarif sambil menawarkan menu makanan yang ingin mereka makan.


"hm.. nasi goreng aja deh."


"minumnya?."

__ADS_1


"orange jus."


"oke.., mbak saya pesen nasgornya dua sama orange jusnya dua juga." Syarif berbicara dengan pelayanan restoran itu, lalu pelayan itu menjawab.


"oke baik nanti saya antar, itu saja."


"iya.. itu aja." pelayanan itu pun pergi meninggalkan mereka untuk mengambilkan pesanannya.


"hm.. kak tadi mau ngomong apa?." Jiva yang penasaran karena tiba-tiba Syarif mau mengatakan sesuatu kepadanya.


"oh iya.. nanti aja kalo kita udah selesai makan." Jawab Syarif.


"oh oke."


...----------------...


Beberapa menit kemudian mereka yang sedang memainkan handphonenya, lalu makanan yang di pesan telah tiba lalu mereka makan bersama, dan mereka berdua sudah selesai makan.


"Aduh.. hpnya mati." handphone Jiva yang tiba-tiba saja mati karena baterainya habis.


"Mau di cas dulu?." Syarif menawarkan kepada Jiva untuk mencari tempat charger.


"Serius gapapa?."


"Iya gapapa kok."


"Aul.. jadi aku mau jujur sama kamu sebenarnya aku udah lama suka sama kamu."


"Apa.. " Jiva kaget tiba-tiba Syarif mengatakan itu langsung ke dirinya.


"iya.. jadi kamu mau ga jadi pacar aku." Syarif yang langsung mencurahkan isi hatinya sambil memenggang tangan Jiva yang ada di meja, tetapi Jiva langsung melepaskan pegangan tangan Syarif dan langsung berkata.


"hm.. tapi kak, kak Lidia suka sama kakak."


"kan dia yang suka sama aku tapi aku ga."

__ADS_1


"Tapi kak.. "


"Ga ada tapi lagi, aku cuman mau nya kamu Aul.., aku sukanya sama kamu." Syarif memegang tangan Jiva lagi.


"hm.." masih bingung.


"Gimana.. kamu terima gak, kalau ga juga gapapa kamu bebas memilih kok."


"aku sebenarnya juga udah lama suka sama kakak." menjawab sambil kepala menunduk.


"Jadi..." penasaran.


"iya aku mau.." menegakkan kembali kepalanya.


"yes.. makasih.." Syarif pun bahagia mendengar jawaban dari Jiva yang menerimanya, tapi mereka berdua tidak langsung pulang ke rumah ia ingin pergi ke suatu tempat, Syarif ingin membelikan sesuatu untuk Jiva, yaitu boneka bear berwarna pink dan coklat, setelah itu mereka langsung pulang karena sudah mulai senja, Jiva yang teringat kalau dia pulang ke rumah terlalu telat.


"assalamualaikum." ucap Jiva yang sudah membuka pintu rumahnya.


"waalaikumsalam, Aul.. kamu kemana ajan kamu, bikin orang cemas aja, dihubungi juga ga bisa." suara kakaknya yang bertanya.


"hehe.. baterai aku lowbet."


"habis kemana aja emang."


"kemana aja boleh."


"Aul... mau kemana jawab dulu." Jiva yang langsung pergi ke kamarnya untuk tidak ketahuan habis pergi dengan Syarif dan hadiah yang di terima dari Syarif dia sembunyikan didalam tasnya, supaya tidak di tanyakan oleh kakak nya.


Di dalam rumah tidak ada orang tua mereka, orang tua mereka sedang melakukan pengambilan alih saham dari perusahaan lain karena saham yang di punyai keluarga Angga (yaitu keluarga Jiva) dirampas oleh keluarga Sanjaya (keluarga Syarif), Mama Jiva yang ikut bersama papanya untuk menemaninya dia tahu semua kalau Sanjaya bermain licik supaya mereka menang dalam pengambilan hak saham yang berada di kota bandung.


"Kami sudah melihat semua hasil buktinya dan selamat saham ini didapatkan oleh perusahaan Sanjaya." pembicara pengadilan pengalihan alih saham sudah berbicara untuk memutuskan pemilihan hak tersebut, tetapi yang mendapat saham itu dari keluarga Sanjaya karena proposal yang dibawa oleh Angga tidak sesuai dengan perintah agar mendapatkan hak saham itu.


"Apa.., kenapa!." Sahut Angga terkejut dengan perkataan itu.


"Kamu ingin bermain-main dengan saya, kamu membawa proposal kosong?."

__ADS_1


"Apa!, ga mungkin proposal nya kosong." ucap Angga dengan nada yang keras.


Sanjaya yang hanya tersenyum licik di suatu sudut tempat duduk dengan santai.


__ADS_2