
"Jiva..." Ucap Sisil sambil menyentuh pundak Jiva untuk menyadarkannya yang sedang melamun.
"Oh iya...kenapa." Jiva pun tersadar.
"Kan..."
"Hehe... Maaf tadi nanya apa?."
"Sudahlah lupakan saja ayok makan."
"Hm... mau nyicipin makanan mama ku ga Sil?."
"Ah... boleh...., masakan mama mu enak banget."
"Silakan, oh ya kalian berdua kalo mau ambil makan saja."
"Wah.. enak banget." Ucap Nevan yang sangat menyukai masakan mamanya.
"Iya lah siapa dulu yang bikin, mama Jiva." Sisil menjawab.
"Haha... tapi emang si, nanti aku kabarin mama biar kita bisa makan bareng dirumah." Ucap Jiva sambil tertawa.
"Wah... asik... boleh banget." Sisil menjawab tersenyum.
Dan beberapa jam kemudian.
Bell pulang sudah berbunyi. dan semua anak sekolah sudah berpulang.
"Aul..." Suara seseorang yang memanggil dari dalam mobil.
"Oh iya..." Jiva pun pergi menghampirinya dan masuk ke mobil.
"Kak kan aku tadi ada tugas kerja kelompok nah terus ada temen-temen aku mau ke rumah buat ngerjain tugasnya."
"Oh iya kah kapan mau ke rumahnya."
"Nanti setelah mereka pulang terus ganti baju dulu."
"Oh oke... tapi emang mereka udah tau rumahnya dimana."
"Aku tadi udah kasih share lokasi rumah terus katanya dia tau ko jalannya dimana, yaudah makanya aku pulang duluan."
"Oh... emang ada beberapa orang?."
"Ada Sisil sama dua anak cowo."
"Oh... ada Sisil juga bagus lah."
"Emang kenapa kalo ada Sisil."
Jiva meledeki kakaknya karena dia tau kalau sepertinya dia menyukai nya dan sambil senyum-senyum memperhatikan kakaknya yang sedang menyetir di sampingnya.
"Ga...apaan sih." Kakak Jiva menjawab dengan gugup sambil menengok sebentar ke arah muka Jiva yang sedang melihatnya.
"Ciee..."
"Aul!!!..." Kakaknya pun kesal karena dia di ledekin dengan adiknya.
"Hahaha..." Jiva tertawa terbahak-bahak karena melihat muka kakaknya yang memerah.
Setelah sesampai di rumah, Jiva langsung berganti baju dan membereskan kamarnya karena nanti mereka akan mengerjakan di kamar Jiva.
Beberapa jam kemudian.
"Assalamualaikum Jiva..." Seseorang memencet bell rumah dan memanggil nama Jiva diluar gerbang rumahnya.
"Oh waalaikumsalam Sisil ayok masuk..."
"Hai..." Suara dua orang anak cowo yang memanggil seseorang yang sedang menduduki sepeda motor nya, Jiva pun terkejut.
"Oh kalian ayok sini."
__ADS_1
Mereka bertiga pun masuk berbarengan.
"Assalamualaikum." Ucap mereka bertiga sambil melepaskan sepatu mereka dan memasuki rumah Jiva.
"Waalaikumsalam." Jiva pun langsung menjawab.
"Oh iya kalian tunggu dikamar gue dulu, Sisil lu tau kan kamarnya dimana." Ucap Jiva.
"Oh iya tau..., sini..." mereka bertiga pun berjalan menuju kamar Jiva.
Setelah itu Jiva pergi ke dapur untuk mengambilkan cemilan untuk mereka.
"Maaf gue cuman bisa kasih kalian cemilan, ternyata Mama lagi pergi sama Abang barusan ada hal yang penting."
"Oh gapapa Jiva gausah repot-repot, ini aja kita numpang buat ngerjain bareng udah bersyukur." Jawab Sisil dengan senyuman.
"Hm... yaudah ayok diminum dulu es nya, terus juga ini cuman bisa ngasih minuman soda, bibi juga lagi pulang kampung jadi ga bisa buat minuman yang lain."
"Iya gapapa Jiva."
Lalu mereka pun mengerjakan tugasnya.
Setelah itu.
Satu jam kemudian.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab Jiva.
"oh.. mama udah pulang, katanya mama pulangnya lama." Tanya Jiva.
"Oh iya.. tadi pekerjaannya di undur besok."
"Apa pekerjaan?."
"Maksud Mama pekerjaan buat pembagian sedekahnya diundur besok karena belum terkumpul semua, jadi mama pulang sekarang. Dan kamu juga bilang ke mama kalau ada teman kamu kesini kan, mereka masih ada disini kan?." Ucap mama Jiva.
"Yaudah kalau begitu mereka masih bisa kan ada disini."
"Hm... mungkin masih."
"Yaudah kebetulan banget kata kamu teman kamu mau dimasakin masakan mama bukan?."
"Iya mereka mau di masakin yang mama bikin, yaudah nanti aku coba buat ngomong ke mereka." Jiva menjawab.
Percakapan yang dimulai karena Jiva sedang mengambil air ke dapur dan bertemu mamanya di depan pintu ruang tamu.
"Oh yaudah."
"Kakak dimana mah..."
"Kakak lagi markir mobil."
"Oh yaudah aku mau ke temen-temen aku dulu."
"Iya."
Setelah itu Jiva pergi ke kamarnya.
"Hei... kalian masih mau tunggu lama ga soalnya mama udah pulang terus mau masakin kita makanan buat nanti malem." Jiva bertanya.
Lalu mereka bertiga menjawab hal yang sama.
"Aku sih biisa..." Sisil.
"Bisa aja si." Nevan.
"Sampai jam berapa?." Arsyha.
"Ga lama ko cuman makan malem abis itu selesai." Jiva menjawab.
__ADS_1
"Oh yaudah."
Mereka pun menunggu dikamar sambil melanjutkan menyelesaikan tugasnya, lalu tugas yang mereka kerjakan sudah selesai dan mereka semua dipanggil untuk turun ke meja makan.
Lalu mereka semua menikmati makanan yang di buat oleh mamanya Jiva, setelah itu makan malam pun sudah selesai Jiva mengantarkan mereka ke depan gerbang.
"Oke makasih banyak atas makanannya." Sisil.
"Makasih ya jiv... buat makan malam nya" Nevan.
"Makasih." Arsyha.
"Sama-sama hati-hati ya di jalan." Jiva menjawab sambil tersenyum.
Dan Sisil yang sudah dijemput lalu mereka berdua juga menaikkan motornya masing-masing pun sudah pulang lalu Jiva pun masuk rumah dari gerbang pintu yang tadinya dia sedang mengantarkan pulang temannya.
Keesokan paginya.
"Sekian presentasi kami berdua waalaikumsalam wr.wb."
Ucap Jiva yang sedang menyelesaikan presentasi nya serta tepuk tangan yang diberikan untuk mereka yang mempresentasikan didepan kelas, setelah itu presentasi yang dibuat kelompok Sisil dan juga di berikan tepuk tangan oleh teman sekelasnya dan guru yang ada di sana.
Bell istirahat pertama sudah berbunyi dan mereka juga sudah menyelesaikan semua presentasinya, mereka ber empat ke kantin bersama lagi. Lalu ada hal yang lucu yang diceritakan nevan.
"Tau ga... kemarin malem si Arsyha pulang nyusruk ke got." Ucap Nevan sambil tertawa.
"Haha..., terus gimana tapi gapapa kan." sahut Sisil sambil tertawa.
Jiva hanya tersenyum.
"Is... dikasih tau dong... gapapa si cuman kaki sedikit lecet, lagian tadi ada kucing asal lewat aja dari pada kucingnya kenapa-kenapa mending gue yang jatuh." Jawab Arsyha.
"Hahahaha... itu bagus." Sisil tertawa puas.
Jiva yang tidak sengaja tersenyum lalu menghadap ke muka nevan, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Apa mereka berdua ada hubungan?." ucap seseorang itu.
Dan Jiva sempat melihat orang itu dari kejauhan yang melihat ke mejanya dan orang itu menyadari kalau Jiva sedang melihatnya lalu dia langsung pergi.
"Kak Fatan." Ucap Jiva suara pelan.
"Hah kenapa, ada kak Fatan." Jawab Sisil.
"Ah... ga, denger aja lu."
Dan mereka pun melanjutkan makan yang sudah ada di mejanya.
Bell masuk kelas pun sudah berbunyi. Dan anak sekolah pun kembali ke kelas mereka masing-masing, dan beberapa jam kemudian bell pulang sudah berbunyi.
"abang ga bisa jemput aku, kenapa juga dia baru ngabarinnya sekarang, yaudahlah mau gimana lagi, pesan ojek online aja." Ucap Jiva yang sedang berbicara sendiri dengan hp nya ditangan dan menunggu di luar gerbang sekolah.
"Jiva..." Suara pria yang memanggil Jiva sambil memakai motor.
"Oh kak Fatan."
"Iya ini aku mau kembalikan tempat makan yang kamu kasih kemarin, makasih ya makanannya enak banget."
"Oh iya kak, sama-sama."
"Oh iya...kamu lagi nunggu siapa?."
"Oh... ini aku mau pesen ojek online."
"Emangnya kamu ga dijemput?."
"Ga, Abang aku lagi ada urusan dikampusnya makanya dia ga bisa jemput aku disekolah."
"Oh...begitu yaudah ayo bareng sama aku aja kalau begitu."
"Ah... ga perlu kak aku juga bisa pulang sendiri naik ojek online."
__ADS_1
"Udah ayok... naik aja."