Cerita SMA&SMK

Cerita SMA&SMK
JIVA SANGAT KERAS KEPALA


__ADS_3

"Gapapa kok Sil..." Jiva menjawab.


"Gapapa gimana lu sampe pingsan begitu."


"Iya sil... gapapa.., lu ga bilang ke mama gue kan kalo gue sakit."


"Oh iya belum... mau gue telponin biar sekalian lu ijin pulang duluan."


"Ga-ga apaan si... ga perlu gue juga udah sehat udah di jagain sama Nevan, makasih ya...." Jiva pun tersenyum ke arah muka nevan.


"(Apa ini jantung gue berdetak kencang, jangan sampai Jiva mendengar detak jantung gue.)" Ucap Nevan di dalam hati.


"Iya sama-sama." Nevan langsung membalikan badannya ke arah meja guru untuk tidak terlihat wajahnya sedang memerah dan tidak ingin melihat wajah Jiva yang sangat manis ketika tersenyum yang berhadapan dengan dirinya, dia sekarang menjadi salah tingkah.


"Oh yaudah.. gue juga berterimakasih karna lu udah mau membantu sahabat gue."


"Iye.." sahut Nevan.


"Apa-apaan ini nada bicaranya sama gue kayak begitu beda banget kalo Jiva yang ngomong ama lu di manis- manisin, iuww... " Nevan tidak menjawab dan dia langsung memainkan hp nya.


"Oh ya Jiva... lu kenapa ada masalah apa, sekarang pas udah pindah sekolah jadi berubah drastis, dulunya yang selalu curhat kalo apa-apa ke gue sekarang ga, cerita aja nanti gue pasti bantu lu Jiva...."


"Hm.. gapapa kok sil."


"Gapapa... nanti cerita aja ya.. gue nanti pulang sekolah mau main ke rumah lu ya."


"Yaudah main aja."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bell pulang pun sudah berbunyi.


Seperti biasa Jiva dijemput kakaknya, tetapi sekarang Sisil ingin bermain ke rumah Jiva.


"Kak Sisil.. mau main.." Ucap Jiva memberitahu kakaknya.


"Oh yaudah ayo masuk..."


Dan mereka berdua masuk ke dalam mobil mereka duduk di belakang sopir, tetapi di tengah jalan Jiva menghentikan mobilnya karena ingin ke supermarket untuk beli jajanan lalu kakaknya mengiyakan dan mermarkir mobilnya, Sisil dan kakaknya yang disuruh menunggu di dalam mobil saja sama Jiva dan Jiva pergi ke supermarket sendiri lalu membeli makanan dan minuman yang ingin dia beli, tetapi pas di mobil kakaknya Jiva sempat mengobrol dengan Sisil di dalam mobil.


"Hm.. sil.."


"Iya kenapa kak."


"Kamu boleh ga nginep aja di rumah, Jiva kayaknya butuh temen deh." kakanya Jiva meminta Sisil menginap.


"Oh boleh kak bisa kok tapi aku boleh ke rumah dulu ga mau ngambil baju sekolah besok sekalian ganti baju."


"Oh iya yaudah, kamu nanti bilang ya ke Jiva kalo mau nginep, jangan bilang aku ya yang nyuruh kamu buat nginep."


"Iya kak siap."


"Makasih.."


"sama-sama kak."


Jiva pun sudah kembali ke mobil.

__ADS_1


"Jiva aku mau nginep boleh ga?."


"Lah kok tiba-tiba mau nginep kenapa, apa disuruh Abang."


Dalam hati kakaknya kaget dia bicara sendiri "(Insting dia selalu bener terus kayak mamanya.)"


"Ga-gapapa kok aku mau aja."


"Yeu.. gue mulu."


"Oh yaudah kalau begitu aku juga seneng kamu mau nginep." Jiva pun tersenyum.


"Tapi aku mau pulang dulu mau ganti baju sekalian bawa salinan buat sekolah nanti."


"Nah iya... bang nanti ke rumah Sisil dulu ya..."


"Siap tuan putri..."


"Apa sih malu.. kek bocah"


"Hahaha..." kakaknya pun tertawa dan Sisil tersenyum, sehabis dari rumah Sisil mereka pun lanjut pulang kerumah Jiva.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, eh ada Sisil..."


Sisil dan Jiva mencium tangan mama Jiva.


"Eh Tante gimana kabarnya?."


"Alhamdulillah sama Tante."


"Mah.. Sisil nginep di sini boleh kan."


"Oh boleh dong masa ga boleh...biar Jiva ada temannya di rumah."


"Hehe... makasih Tante."


"Yaudah kalian masuk kamar dulu nanti mama siap kan makanan."


"Ga usah mah aku udah beli makanan, nanti aja pas makan malam."


"Oh yaudah kalau begitu." dan mereka berdua langsung ke kamar, lalu Jiva mengganti pakaian nya di kamar mandi di kamarnya dan Sisil menunggu di sofa kamar sambil menonton televisi yang ada di dalam kamar Jiva, selesai Jiva mengganti baju mereka makan makanan supermaket yang sudah di seduh sama Jiva di dapur.


"Makasih." Sisil.


"Iya."


"Ayok sekarang cerita dong Jiva..." Sisil yang sangat ingin mengetahui kenapa Jiva tiba-tiba sakit.


"Hm... jadi begini..." Jiva menerangkan masalahnya satu persatu.


"Apa ada Syarif!!.."


"Hei ustt.. Jangan kencang-kencang nanti mama denger, dia ga suka kalo ada yang bicara tentang keluarga Sanjaya."


"Oh maaf-maaf aku kaget banget dia ada di indo bukannya dia lagi di London."

__ADS_1


"Iya kemarin aku juga sempet berpikiran seperti itu."


"Aneh..."


"Aneh kayak gimana... maksudnya."


"Iya aneh tiba-tiba dia ke indo kan seharusnya ini awal masuk ke naikan kelas di sana."


"Oh iya..., kok aku baru sempet kepikiran ke sana, tapi Abang juga kok dia ada libur di kampusnya."


"Oh iya juga sih.... tapi udah deh liat aja nanti, oh iya aku mau tanya ke lu soal tadi bisa sampai sakit kenapa."


"Hm.. kemarin habis di omelin mama karna gue nge-belain Syarif terus, tapi segitu nya mama marah sama gue, terus kemarin gue ngambek ga mau makan jadi maag gw kambuh."


"Mama lu ga salah lu yang masih keras kepala kalo dibilang ga boleh deket lagi sama dia, kan lu udah tau keluarga mereka licik sampai papa lu hampir jatuh perusahaan nya."


"Tapi kan dia ga ikut campur terus dia ga tau."


"Kan... gimana lu ga di bentak mama lu, lu ngeyel di bilangin, dia anaknya Sanjaya dia juga makan uang nya."


"Tapi kan..."


"Stop Jiva..., pusing ngeladenin lu, udah makan aja dah gue." dan Jiva dan Sisil pun makan makanannya hingga habis.


Lalu setelah itu mereka mengerjakan pr yang di kasih tau Sisil karena Jiva tidak mengikuti pelajarannya tetapi yang mengisi pr nya Jiva karena mata pelajarannya matematika dia ga bisa.


Makan malam pun sudah tiba, lalu mereka berempat makan makanan yang sudah dibuat mamanya Jiva di meja makan.


"Terimakasih Tante makanannya selalu enak..." Sisil berterima kasih karena sudah di masakin.


"Hehe... makanya kamu sering nginep aja di sini nanti Tante bikinin makanan terus." jawab mama Jiva dengan senyuman.


"Hehe.. iya Tante..." setelah selesai semua kembali ke kamarnya masing-masing dan makanannya di rapikan dengan bibi.


"Loh... bibi udah pulang." Tanya Jiva yang terkejut.


"Iya non Aul... bibi udah selesai."


"Bibi ke kampung kenapa, kan aku kan kangen."


"Hehe... bibi mau jengukin anak bibi di rumah ga ada yang jagain."


"Kenapa ga di bawa aja ke sini bi..."


"Gapapa ga perlu kok anak bibi udah di jaga sama pamannya."


"Emang sekarang umurnya berapa bi."


"Oh Nino baru berumur empat tahun non."


"is... kasian bibi, besok bawa aja ya kesini, ya kan mah... kita juga ada kamar di luar rumah yang ga dipakai... jadi bisa buat main Nino ya namanya."


"Iya bi... bawa aja ke sini."


"Oh iya baik nyonya terimakasih.. makasih non.."


Jiva pun tersenyum dan mereka berempat kembali ke kamarnya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2