
Pembelajaran pertama pun sudah selasai dan bell istirahat pertama juga sudah berbunyi, keindahan waktu anak-anak di sekolah setelah saat pembelajaran matematika di kelas mereka lalu mereka semua pun beristirahat dan pergi ke kantin.
Jiva dan teman bertiga nya pun pergi menuju ke kantin.
"Meledak otak gue dah susah banget tadi, mana tadi disuruh ngejelasin di papan tulis pr yang kemarin, mana ngerti gue." keluh kesah Sisil di meja makan kantin.
"Lagian kemarin lu gue ajarin ga mau malah langsung nyalin aja." jawab Jiva.
"Kan lu juga udah tau mana mengerti si Sisil ini memahami pertanyaan soal tentang mtk."
"Makanya belajar pelan aja Sisil, pasti bisa kok."
"Udah Jiva.... aku sudah ingin belajar tetapi pelajaran mtk dia menjadi-jadi, terus aja bercabang rumus nya, ada akar kuadrat, faktorial, dan rumus lainnya, Udah cukup Jiv...., kita jangan bahas lagi"
"Nah udah dateng makanannya." ucap Sisil.
Mereka pun memakan makanan nya setelah mereka selesai makan mereka pun masuk kembali ke kelas, dan pembelajaran sudah di mulai lagi dan semua anak-anak di kelas memerhatikan apa yang guru terangkan di depan papan tulis, istirahat ke dua pun sudah berbunyi Jiva yang tak ingin ke kantin memilih ingin ke perpustakaan saja, dan Jiva berdua lagi dengan Nevan ke perpustakaan.
Tetapi pas tiba di perpustakaan Jiva terkejut melihat dan mendengar panggilan suara itu.
"Hai Aul..." Ucap Syarif pas berhadapan di depan pintu perpustakaan.
"Sya- syarif.. " Jawab Jiva dengan kaget.
"Udah dong liat nya jangan terlalu begitu, haha..."
"Eh.. lah... kok lu ada di sini ngapain?."
"Oh.. gue pindah sekolah ke indo, karena ga kuat sama temen-temen di London, hehe...."
"Kok.. bisa.."
"Gue yang malah kaget kita satu sekolah lagi..."
"Bentar tapi baju yang lu pakai bukan punya SMK."
"Oh iya... gue masuk yang SMA nya, oh kamu SMK."
Dalam hati Syarif. "(Et... gue salah masuk seharusnya di SMK.)"
"Iya gue SMK."
"Oh iya.. sekarang kita tingkatnya sama lho.. aku ngulang lagi kelasnya jadi kelas 1 lagi."
"Kok bisa begitu."
"Iya di suruh nya kayak gitu dari sekolahnya takut ga nyambung sama pelajaran kan aku belajarnya luar indo."
"Oh.."
"Oh ya kamu mau ke perpustakaan?."
"Iya.."
"Oh ini siapa cowok kamu?."
"Oh.. buka dia temen gue di kelas."
"Hallo, gue Syarif." Syarif mengangkat tangannya untuk saliman ke Nevan tetapi Nevan tidak menjabat tangannya ke Syarif.
"Gue Nevan." Nevan pun langsung meminta ijin ke Jiva buat ke kantin.
"Jiva.. kayaknya gue harus ke kantin mau ketemu Arsyha dulu." tetapi Jiva tidak ingin berduaan dengan Syarif Karena dia tidak dibolehkan lagi untuk dekat-dekat dengannya lalu dia ikut dengan Nevan.
__ADS_1
"Hai.. mau kemana gue juga mau beli minum."
"Eh.. gue ke kantin dulu ya, bye." Ucap Jiva sambil menghampiri Nevan.
"Nevan tunggu."
Dalam hati Syarif. "(Sialan tuh bocah siapa si tengil banget.)" Syarif pun mengkeramkan tangan, dia rasanya ingin memukul Nevan.
"Sabar rif... sabar.."
...----------------...
Jiva dan Nevan saat berjalan menuju ke kantin.
"Lu kenapa ngikutin gue."
"Lah lu kenapa jadinya ke kantin."
"Oh.. kan lu kenal cowok tadi kayak nya temen lama lu, jadi nya gue ga mau ganggu mungkin ingin berdua saja." Jawab Nevan sambil mengusap rambut belakangnya.
"Gila lu ya.. masa gue berduaan sama cowo.."
"Lah!!..lu anggep gue apa, ini lagi ngapain kalo ga berduaan sama cowo, apa gue bencong."
"Eh.. oh iya juga hehe... ga kok bukan gitu maksudnya." Jiva yang menyadari kesalahan omongannya langsung tersenyum ke arah muka Nevan.
"Hehe..Emang lucu." Ucap Nevan.
Nevan yang baru saja ingin ke arah wajah Jiva yang sedang tersenyum, lalu pipinya langsung memerah.
"(Cukup itu terlalu lucu.)" ucap Nevan di dalam hati yang melihat wajah Jiva.
"Udah buru ke kantin gc.." Nevan yang salting melihat wajah Jiva langsung terburu-buru jalannya.
"Tunggu... Kenapa jalannya cepet banget, Nevan...is..."
......................
"Lah.. kok kalian ke kantin." tanya Sisil terkaget melihat mereka berdua ada di kantin.
"Oh tadi ada..." sebelum Nevan memberitahu Jiva langsung memotong pembicaraannya.
"Tadi ada yang lupa, mau beli minuman gue haus banget."
"Oh begitu... yaudah pesan sana.. nanti keburu masuk istirahat ke dua cuman sebentar."
"Iya, oh ya van mau minum apa nanti gue yang bayar."
"Gausah gue bisa beli sendiri."
"Udah apa ga!!..." Jiva yang memaksa.
"Iya... ya seterah."
"Oke gue pesenin jus alpukat ya."
"Iya..." setelah selesai mereka kembali ke kelas lagi dan belajar kembali.
......................
Bell pulang pun sudah berdering waktunya anak sekolah kembali ke rumahnya masing-masing.
"Sisil.. jangan lupa!!..." Ucap Nevan sambil membereskan buku di dalam tasnya.
__ADS_1
"Iye.."
"Ayok keluar bareng, jiva..."
"Iya sebentar mau masukin buku dulu." lalu mereka berdua turun dari tangga bersamaan, sisil yang sudah di jemput oleh supirnya dan Jiva sudah di jemput dengan kakaknya, setelah itu mereka memasuki mobilnya masing-masing tetapi kakak Jiva menanyakan sesuatu kepada Jiva.
"Jiva... Abang ga salah liat, apa emang salah, tadi Abang liat dari dalem mobil ada si Syarif dia pulang bawa motor terus dia kayaknya pakai seragam kayak anak sekolahan kamu."
"Iya Abang bener.. Syarif sekolah di situ juga."
"Apa!!!... " kakak Jiva langsung terkejut mendengar jawaban Jiva itu, sampai-sampai ingin menabrak mobil yang ada di depannya.
"Abang awas!... didepan ada mobil." dan abangnya langsung rem mendadak dan membuat badan mereka berdua maju ke depan.
"Apa kok bisa... "
"Udah ah ceritanya di rumah aja, jangan di sini nanti bikin kecelakaan aja, tadi hampir aja mau nabrak."
"Yaudah.. maaf tadi Abang kaget, kamu harus cerita ya."
"Iya... tapi ceritanya di kamar aku aja jangan di luar nanti mama marah lagi sama aku karna ketemu sama Syarif lagi."
"Iya... iya."
"Terus Abang jangan cepu, awas aja cepu, aku ga mau makan lagi."
"Iya ga bakal... Abang juga ga mau kamu kena marah lagi sama mama, kemarin Abang ga tau kalau mama bisa sampai semarah itu sama kamu, oh iya kok bisa mama sampai bentak kamu kayak kemarin."
"Aku kemarin nge-belain Syarif terus karena emang dia gatau apa-apa soal itu kan kak."
"Bukannya udah tau ya.."
"Haha.. lupa aku ga denger jelas kalian berdua kemarin cuman teriakan mama aja ke kamu, kamu udah tau keluarga kita ga suka sama keluarga Sanjaya masih aja ngebela Syarif."
"Tapi bang emang dia ga tau apa-apa."
"Pantes mama bentak kamu keras kepala banget ngebelanya."
"Hm.." Jiva langsung mengkerut dahi nya.
Sesampai di rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam..."
"Loh.. ada papa.." Jiva yang terkejut melihat papanya ada di rumah langsung melepaskan tasnya dan memeluk papanya.
"Hai sayang... apa kabar.." sahut papa Jiva.
"Alhamdulillah baik pah.. papa gimana baik-baik aja kan?." Jiva yang masih diperlukan papa nya karena dia sangat rindu dengan papanya.
"Alhamdulillah.. Alhamdulillah papa juga baik.."
"Papa kemana aja udah sebulan loh... ga ada di rumah."
"Maaf sayang... papa ada urusan yang harus papa benarkan.., oh iya kamu udah makan?."
"Belum..."
"Malam ini papa mau ajak kalian ke restoran yang udah lama kita ga ke sana mau ga?."
"Mau...."
__ADS_1
"Yaudah kamu istirahat aja dulu nanti jam tujuh baru kita ke sana."
"Iya siap pah..." Jiva pun masuk ke kamarnya.