Cerita SMA&SMK

Cerita SMA&SMK
TIDAK MENJAGA PRIVASI


__ADS_3

"Jiva lu udah selesai pr pjok nya." tanya Sisil yang berada di kelas.


"Oh... udah kok kenapa.. mau liat sebentar.." jawab Jiva.


"Ga.. perasaan buruk mulu mentang-mentang gue ga pernah ngerjain pr terus, gue udah ngerjain kok Jiva."


"Oh bagus... kalo begitu, terus kenapa nanya ke gue.., oh.. tau pasti anuin gue ngerjain apa ga ya kan."


"Nah itu tau..."


"Ga kok.. sil.. sekarang gue bakal fokus lagi buat belajar."


"Nah.. gitu dong... itu baru namanya Jiva."


"Iya lah dia begitu juga ngerti mtk ga kayak lu." Ucap Nevan.


"Apa sih lu jalangkung nyaut aja."


"Haha... apa jalangkung."


"Iya tuh.. dia kan jalangkung datang ga di undang pulang pun ga di antar."


"Haha... bisa ae Sisil..."


"Dari pada lu nenek gayung marah-marah mulu."


"Wah parah Jiva gue di katain nenek-nenek, hajar Jiva hajar pakai jurus kungfu lu."


"Ga ah kotorin tangan gue aja."


"Haha... lu di anggep kotoran."


"Ga bukan itu maksudnya Sisil." Jiva pun langsung mencubit tangan Sisil.


"Aww... sakit..."


"Lagian... asal aja ngomong nya."


"Hahaha.. maaf kan bercanda lagi dia ngatain gue duluan nenek." dia langsung melototin Nevan.


"Udah gausah melotot kayak gitu tambah mirip." Ucap Nevan.


"Apa lu bilang..." Sisil langsung memukul badan Nevan.


"Aaa... sakit sil."


"Siapa suruh..."


"Udah jangan berantem mulu nanti jodoh lu." ucap Jiva yang melihat mereka berantem.


"ih... iuw.... najis.... Jiva!!!..."


"najis... amit-amit."


"Hah jodoh." Jiva yang terkaget dengan ucapan nya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa Jiva?..." Sisil langsung bertanya.


"Oh gue pen cerita." ucap Jiva.


"Cerita apa, cerita aja." Jawab Sisil.


"Jadi tuh kemarin malem minggu gue sekeluarga di ajak sama papa pergi ke restoran yang dulu langganan kita."


"Hah papa lu udah pulang?."


"Iya dari hari sabtu."


"Terus-terus."


"Kan pas itu udah sampai di restorannya eh tiba-tiba masa ada keluarga kak Fatan ternyata ayahnya sama papa gue dia temen kecilnya."


"What!!!.., mereka kenal?"


"Iya sil..., terus papa sempet mau ngejodohin aku sama kak Fatan , tapi ayahnya Fatan bilang kalo emang ga mau gapapa kamu berhak memilih, terus mereka berdua ketawa."


"apa... kamu mau di jodohin sama Fatan?..., really..."


"Iya... si... gue kaget banget tiba-tiba didepan gue itu kak Fatan."


"Hahaha.... itu si pasti jadi."


"Jadi apaan..." Jiva mengerutkan keningnya.


"Hahaha... ga, ga." Nevan pun yang mendengarkannya langsung menghadap ke depan dan berbaring di tangannya yang dilipat di meja.


"Oh hai.. tumben lu jam segini baru Dateng." ucap Sisil.


"Iya tadi macet biasa."


"Oh..."


"Eh Nevan kenapa, sakit?." Tanya Arsyha yang sedang melihat Nevan tiduran di meja.


"Gapapa gue ngantuk aja." Jawab Nevan yang mendengar pertanyaan Arsyha.


"Oh kirain kenapa." setelah itu mereka berdua pun mengikuti pelajaran yang sudah di mulai, beberapa jam kemudian, bell istirahat pertama sudah berbunyi lalu anak sekolah ber jajan dan beristirahat.


"Nevan lu ga mau ke kantin." Ucap Arsyha.


"Ga lu aja." Nevan menjawab dia yang sedang berbaring menggunakan tasnya di meja sambil mainkan hp nya


"Nevan ayok ke kantin." Ucap Jiva.


"Ga."


"Udah biarin aja ayok ke kantin gue udah laper." ucap Sisil sambil menarik tangan Jiva, mereka pun sampai ke kantin, dan sudah memesan makanan dan minuman nya.


"Nevan kenapa si.." tanya Jiva yang kebingungan.


"Paling dia cemburu." sahut Sisil.

__ADS_1


"Hah.. apa cemburu?." -terkejut -


"Iya emang lu ga ngerasa, dasar ga peka jadi cewe."


Dalam hati Arsyha "(Lu juga sama aja dodol)."


"Gimana maksudnya." Jiva yang masih saja bertanya karena kebingungan mendengar apa yang di maksud Sisil.


"Dia itu suka sama lu Jiva..."


"Apa dia suka sama gue?."


"Iya..."


"Kok dia ga bilang sama gue... kenapa ngomong nya sama lu."


"Dia belum ngomong langsung sama gue kalo dia tuh suka sama lu, tapi dia tuh selalu kepo tentang lu, pernasaran banget sama masalah lu yang kemarin tiba-tiba sakit, sampai nanyain gue terus, yaudah gue ceritain aja lu sakit gara-gara ketemu mantan lu, eh.." Sisil yang menyadari bahwa dia sedang keceplosan langsung menutup mulutnya.


"Apa!!...sil.. lu cerita semuanya sama dia?."


"Iya.. maaf."


"Sisil..." dengan rasa marah Jiva pun langsung pergi dari kantin.


"Jiva mau kemana..." ucap Sisil, tapi tidak dijawab.


"Lu si lagian privasi orang di umbar-umbar." saut Arsyha .


"Apa sih ga di umbar-umbar temen lu aja yang maksa, kepo banget hidupnya."


"Yaudah lu ga mau nyamperin Jiva.."


"Gapapa kok biarin aja ntar dia tenang sendiri, kalau gue bujuk terus malah dia bakal kesel sama gue, dia juga tau siapa salah makanya dia ga terlalu marah ke gue."


"Terus maksud lu Nevan yang salah?."


"Iya.. gitu lah."


"Lu mau kemana?." Sisil yang menahan tangan nya Arsyha untuk duduk kembali.


"Gue pengen ngeliat temen gue nanti habis dimakan sama temen lu."


"Ga bakal mungkin semarah-marahnya Jiva ga sampai mukul paling di ocehin mulu sama dia."


"Oh gitu ya.."


"Iya lah gue temen dari bayi sama dia."


"Gila sekarang udah berapa taun."


"Mungkin lima belas taun."


"Mantep sih."


"Tapi kita harus ke Jiva sekarang... bukan masalah Nevan yang kenapa-kenapa, masalah nya ke Jiva."

__ADS_1


"Hah maksudnya apaan Jiva yang kenapa-kenapa?." dan mereka berdua pun tidak jadi makan dan menyuruh makanannya dihabiskan ke anak lain yang ada dikantin.


__ADS_2