
Setelah selesai semuanya mereka berpamitan satu sama lain dan keluar bareng-bareng dari restoran tersebut. Lalu mereka memasuki mobilnya masing-masing dan pergi menuju ke rumah.
Sebelum masuk ke mobil.
"Kamu ga mau mampir dulu kerumah kami?." ucap papanya Jiva yang berada di depan pintu restoran itu untuk menunggu mobilnya di antar kedepan pintu dengan kakaknya Jiva.
"Oh... kapan-kapan aja kita main ke rumah kalian.. ini udah ke larut malam." Ayahnya Fatan menjawab dan sambil menunggu Fatan menjemput di depan pintu juga.
"Haha... bener juga ga nyangka udah jam segini." sahut papa Jiva sambil melihat ke jam tangannya.
"Iya."
setelah menunggu beberapa menit mereka pun masuk ke dalam mobilnya yang sudah datang dan berpamitan satu sama lain.
......................
Setelah sampai di rumah semua keluarga Jiva masuk ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat untuk kegiatan esok harinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari pun telah tiba meereka semua langsung sarapan pagi dimeja makan yang sudah di masakan oleh bibi dan mama jiva.
"Ibu.. bikinin aku cucuu (susu)."
"Sebentar ya sayang abis ini ibu bikinin."
"ih... lucu..., itu Nino kan bi.."
"Iya non... Nino salim sama kakak aul." dan Nino pun bersalaman dengan Jiva.
"ih... kamu lucu banget.. gembul banget pipinya pengen aku gigit." ucap Jiva sambil memegang pipi Nino yang menggemaskan, orang tua Jiva dan kakak nya cuman tersenyum melihat Jiva lagi bersama Nino.
"kamu mau makan ga sama kami." Jiva pun mengangkat Nino ke pangkuannya.
"Gausah non... nanti bibi bikinin dia makan sendiri." tetapi tangan mama Jiva mengangkat bertanda tidak apa-apa Nino makan bareng.
"Gapapa bi... dia makan sama kami dulu sebentar." Jawab Jiva.
"Oh yaudah.. bibi mau ke dapur dulu."
"Iya bi..."
"ih.. kamu lucu banget... kamu namanya Nino kan." Jiva yang bertanya sambil memegang pipi gembul nya Nino.
"iya nino..." jawab Nino yang masih cadel saat berbicara.
"kamu mau punya adik Jiva...." tanya papa nya yang masih memperhatikan mereka berdua.
"Hm.. gimana ya." jawab Jiva yang masih memikir.
"Ga!!... udah satu aja cukup pah...dia aja selalu nyusahin aku." kakak Jiva menjawab.
"Haha..." papa Jiva tertawa.
"Gapapa si bang biar rame rumah kita..." sahut Jiva.
"Apa-apaan rame, biar buat Abang setress iya"
"Hahaha..." papa Jiva hanya tertawa melihat mereka berdua berbicara.
"Gimana mah.. mau dede lagi?.. " Tanya papa ke mama.
"Papa...." sahut mama.
"Hahaha...."
__ADS_1
"Ga udah cukup dua aja..." mama menjawab lagi.
"Yaudah gapapa kan sekarang juga udah ada Nino ya kan Nino." Jawab Jiva masih sambil memegang pipi Nino.
"Iya ada nino..." Nino menjawab.
"Hahaha...." mereka berempat pun tertawa mendengar jawaban Nino dan Nino juga tertawa.
"Pinter banget deh Nino..." sahut Jiva.
Lalu mereka melanjutkan makannya Jiva yang menyuapkan makanan ke Nino.
"Enak ga Nino.."
"Enak..." dan Jiva pun tersenyum.
"Oh iya bang kamu mau mobil baru kan..." tanya papa ke kakak Jiva.
"Iya mau..." sahut kakaknya.
"Yaudah... nanti kita ke sorum mobil."
"Iya.. pah.. "
"Jiva kamu mau ikut ga.."
"Ga ah.. mending aku di rumah main bareng sama Nino." Jiva menjawab.
"Yaudah... kalo begitu.. mama sama papa mau anterin kakak ya kamu di rumah aja jangan kemana-mana."
"Iya pah... ga."
"Yaudah sana bang siap-siap dulu ganti bajunya... kebiasaan banget mandi nya siang terus."
"Tau pah... masa dia nganterin aku ke sekolah aja ga mandi..."
"Wle..."
"Iya pah... aku mandi dulu ini..." dan mereka pun siap-siap buat pergi ke sorum mobil, lalu Jiva yang masih bersama Nino mengajak dia ke kamarnya mereka berdua sedang memainkan tab nya.
Setelah itu mereka bertiga pergi, Jiva yang masih bermain sama Nino.
"Yah.. Nino aku ga punya mobil-mobilan, kamu mau mobil-mobilan ga." Jiva bertanya ke Nino.
"mau..." sahut Nino.
"Yaudah... ayok kita pesen online aja."
"tapi kaka... atu(aku) ga ada uangnya."
"Ga kok nanti aku aja yang beliin."
"asik...."
"kamu mau yang mana pilih aja..."
"ini aja... mulah(murah)." Nino yang menjawab Jiva tidak bisa berbicara 'r'.
"ih... kok kamu pinter banget udah tau harganya."
"iya... ibu yang ngajalin aku.."
"hehe.. kamu pinter dehh... tapi gausah itu jelek biar aku yang cariin, ini kamu suka ga?."
"tuka(suka) tapi itu mahal..."
__ADS_1
"gapapa Nino, yaudah aku pesen yang ini aja ya, oh sekalian ini yang pakai remote biar bisa jalan sendiri."
"emang gapapa kaka.. beliin atu(aku) mobil-mobilan yang banyak ini."
"gapapa emang siapa ada yang ngelarangnya."
"yaudah.. aku mau... yey." Nino yang senang sambil bertepuk tangan dia menggemaskan.
"Oke... aku pesen sekarang ya.. hm.. aku pesen instan aja biar datengnya cepet..." Nino yang masih memegang tab Jiva dan bermain mobil-mobilan di aplikasi game.
...----------------...
Dan beberapa jam kemudian.
"Permisi paket.." bibi yang mendengar langsung membuka gerbang pintunya.
"Apa benar ini rumahnya Anindira Jivaulia angga?." tukang paket itu bertanya ke bibi.
"Iya benar itu majikan saya."
"Oh yaudah saya titip ke anda saja ya, sebentar saya mau ambil foto dulu."
"Iya." dan bibi itu pergi menuju ke kamar Jiva untuk memberikan paketnya.
"Permisi non Aul... ini ada paket.." bibi yang memanggil sambil mengetuk kamar Jiva.
"Oh sebentar bi..." Jiva yang menyadari kalau bibi memanggil dan membuka pintunya.
"Ini non.. ada paket punya non kan."
"Eh iya udah dateng... makasih bi"
"maaf non.. Nino ada di kamar."
"Oh iya ada kok bi.. dia ke tiduran di kamar aku."
"Ketiduran... yaudah bibi mau ambil dia buat masuk ke kamarnya aja."
"Gausah bi... dia tidur aja dikamar aku biar aku ada temennya."
"Tapi emang gapapa non..."
"Gapapa bi... tenang aja... Nino aman kok sama aku..."
"Bukan masalah aman nya non, takutnya non Aul.. di gangguin sama Nino."
"Ga kok.. bi... dia pinter... ga sama sekali gangguin aku."
"oh yaudah kalau begitu saya permisi dulu ya non." bibi yang ingin meninggalkan Jiva tetapi Jiva ingin memberikan paket itu.
"Oh iya ini paketnya aku kasih ke bibi aja.. ini buat Nino."
"Apa.."
"Iya ini ada sedikit mainan buat nemenin Nino, aku ga punya mainan buat anak cowok jadinya aku beli online aja terus yang punya Abang juga pasti udah di buang kali sama mama dari lama."
"Ga perlu repot-repot non... ya ampun sampai dibeliin mainan."
"Gapapa bi.. ga boleh nolak rezeki.. ini rezeki Nino karena dia soleh."
"Aamiin.. terimakasih banyak ya non Aul.., semenjak non nyuruh bibi bawa Nino ke sini, bibi jadi ga terlalu cemas lagi soal Nino di kampung, karena bapak nya udah meninggal setahun yang lalu." bibi meneteskan mata.
"Ya Allah. bi.... kenapa bibi ga bilang.. pantes aja bibi pulang kampung terus..., udah bibi jangan nangis ya, Nino aman kok di sini."
"Eh... iya non terimakasih... yaudah bibi mau balik dulu ke dapur."
__ADS_1
"Iya bi..."
"permisi." bibi pun kembali lagi ke bawah dan Jiva yang langsung memeluk Nino sampai-sampai ikut tertidur, beberapa jam kemudian papa, mama, kakak Jiva pun sudah kembali ke rumah, kakaknya yang menghampiri kamar Jiva untuk memberikan hadiah buatnya karena dia ga ikut.