
Lalu Jiva menerimanya, dan mereka berdua pun pulang bersama, tetapi di tengah perjalanan.
"Kamu mau es krim ga?." Ucap Fatan.
"Ah ga usah, ga mau."
Jawab Jiva yang kaget tiba-tiba Fatan menawarkan es krim ke dirinya, tetapi Fatan tidak memperdulikannya dan langsung memarkir motor di tempat es krim itu.
"Udah kamu pilih aja yang mana."
"Gausah kak bener deh."
"Udah aku aja yang milih mau rasa apa."
"Stowbery."
Jiva menjawab karena dia ga bisa menolaknya, dan mereka berdua langsung pulang kerumahnya Jiva.
"Hm... makasih kak udah mau anterin, mau masuk dulu ga."
"Oh maaf gausah aku mau pulang aja langsung."
"Oh yaudah makasih, hati-hati dijalan."
"Iya sama-sama aku pulang dulu."
Jiva langsung buru-buru masuk kerumah setelah motor Fatan pergi tetapi.
"Eh cil tadi siapa?." kakak Jiva yang habis memarkirkan mobilnya.
"Hm... oh itu kakak kelas."
"Kok bisa dia mau anterin kamu..., oh apa itu es krim?." Kakak Jiva bertanya dan langsung melihat yang ada di tangan Jiva lalu mengambilnya.
"Is apaan si bang sini itu punya aku." Jiva menjawab kesal karena es krimnya diambil.
"Ga ini buat ku saja soalnya rasa stowbery kesukaan ku."
"Ga apaan sih sini Abang...."
Kakak Jiva yang langsung berlari ke dalam rumah dan di tegur mama mereka.
"Kenapa kalian kejar-kejaran."
"Itu mah es krim punya aku diambil Abang." Jiva mengadu ke mamanya.
"Dasar tukang ngadu." Jawab abangnya sambil dia berhenti.
"Aku cuman mau minta sedikit doang mah."
"Abang... itu punya adik kamu ga boleh begitu."
"Kan aku juga minta sedikit mah...., lagi juga bukan dia yang beli, dia dibeliin sama cowoknya, haha...."
__ADS_1
"Apa... emang bener Jiva kamu punya cowok?."
"Ga mah Abang bohong, itu dikasih Kakak kelas yang kemarin nolongin aku dia sekalian ngaterin aku pulang tadi gara-gara Abang ga mau jemput aku."
"Apa-apaan ga mau jemputkan aku udah ngechat kamu ada tugas di kuliah jaddi ga bisa jemput."
"Wle..." Jiva yang jail memeletkan lidahnya.
"Apa tadi ada kakak kelas itu?, kenapa kamu ga ajak masuk kerumah." ucap Mama.
"Udah mah tadi aku tawarin tapi dia ga mau masuk katanya mau langsung pulang kerumah, terus katanya juga dia bilang terima kasih masakan mama enak."
"Oh yaudah gapapa."
"Mama.... es krim aku."
"Abang..."
"Nih dah tuh." kakak Jiva langsung memberikan es krimnya ke Jiva karena dia bingung apa yang dimaksud mereka berdua.
"Aul... tadi pada ngomong apa sih kok Abang ga tau." kakak Jiva bertanya sambil menuju kasur Jiva yang sedang mau menyantap es krim itu.
"Ah... ga ada apa-apa."
"Jawab....kalau ga aku ambil es krimnya ya."
"Iya...aku kasih tau, kemarin tuh pas hari pertama aku masuk ada insiden kecil aku hampir mau jatuh dari tangga tapi ada kakak kelas yang nolongin aku, jadi aku ga jatuh dari tangga terus tadi itu orangnya dan mama mau mengajak makan malam sama dia tapi aku ga mau pasti dia sibuk terus mama kebesokannya memberikan bekal makanan untuk dia terus aku di suruh kasih ke dia. Dah gitu doang kok." Jiva yang memberi tahu ceritanya.
"Oh begitu..., tapi kenapa cowok itu kasih kamu es krim?."
"Ga mungkin kebetulan, cowok kalo kasih kamu barang apa lagi es krim pasti ada sesuatu yang disembunyikan."
"Udah apaan sih, udah ah... sana keluar aku mau makan es krimnya sama mau ganti baju." Jiva yang langsung mengusir kakaknya sambil mendorong untuk ke luar dari pintu kamarnya dan sampai mengunci kamarnya.
"Aul... buka aku juga mau es krim nya sedikit." suara kakaknya yang sambil mengetuk pintu kamar Jiva, Jiva membuka pintu dan mengasih sesuatu ke kakaknya.
"Nih goceng... sana jangan ganggu." Jiva langsung menguncikan kembali pintunya dan langsung berbaring ke kasurnya.
"Ah... apa ini, apa yang dimaksud Abang bener ga ya, ada sesuatu yang disembunyikan sama dia tapi apa?."
"Is apaan juga si mikirin yang ga penting, mending cobain es krimnya."
"Kan mencair aku taruh dulu deh di flezer biar beku."
Dan Jiva mengganti baju terlebih dahulu lalu menaruhkan Es krimnya di dalam kulkas, lalu dia menunggunya di meja makan supaya tidak dimakan sama kakak nya, sambil menunggu dia memainkan hp nya, dia sedang memberikan pesan ke seseorang.
CHATING WAS
Sisil°><°: Apa dia ngaterin kamu sampai kamu di kasih es krim?😱.
Jiva : Iya sil....
Sisil°><°: Kok bisa gitu ya...
__ADS_1
Jiva : Nah kan lu aja bingung.
Sisil°><°: Kayaknya ada sesuatu deh.
Jiva : Sesuatu apaan si, kok sama jawabannya sama Abang.
Sisil°><°: Oh iya kan. kayaknya sih ya dia suka sama lu Jiva😲.
Jiva : Is apaan sih ngawur aja😑.
Sisil°><°: Bener jiva...kan lu cantik mana ada sih cowok yang ga suka sama lu sksk😂.
Jiva : Apaan si sil... udah ah jadi gitu ngomongnya😐.
Sisil°><°: "wkwkwk, yaudah nanti kita lihat saja kedepannya gimana, selamat ya Jiva🥳.
Jiva tidak menjawab pesan Sisil dan langsung mematikan handphone nya, lalu dia mengambil eskrim itu di kulkas karena sepertinya sudah membeku.
Dan Jiva pun memakan es krim itu.
"Hemm...enak eskrim nya." Jiva yang sedang menikmati makan es krimnya dikamar.
Keesokan paginya seperti biasa masuk sekolah untuk belajar dan juga istirahat pertama, Jiva tidak ingin ke kantin dia ingin ke perpustakaan tapi Sisil yang sangat membenci bau perpustakaan yang membuat dia sangat mengantuk, ia tidak ingin pergi ke perpustakaan tapi dia mengajak Arsyha untuk ke kantin bersama, lalu Jiva di antarakan dengan Nevan yang ingin juga ke perpustakaan.
Tetapi saat di sana mereka berdua sedang mencari buku untuk dibaca tidak sengaja Jiva bertemu dengan Fatan yang sedang mencari buku juga.
"Eh... Jiva." Ucap seseorang.
"Oh... kan Fatan." sahut Jiva.
"Iya, kamu suka ke perpustakaan?."
"Mungkin suka."
"Oh kalau begitu kita sama."
"Hm...iya."
"Oh dia siapa pacar kamu?."
"Oh ga.... bukan dia teman sekelas aku kita lagi cari materi yang diajarkan barusan."
"Iya bukan kita teman sekelas aja."
"Oh maaf kirain aku ada hubungan."
"Oh yaudah kak aku duluan ya aku udah dapet bukunya." Jiva yang menjawab dan tidak sengaja Jiva memegang tangan Nevan untuk menarik ke kasir peminjaman, sesampai di sana.
"Oh maaf aku ga sengaja." Ucap Jiva yang terkejut melihat dia memegang tangan Nevan.
"Oh gapapa, lama-lama juga gapapa." Nevan menjawab reflek.
"Ah maksudnya?."
__ADS_1
"Ah.. ga ada, gapapa." Jiva hanya mengiyakan omongannya karena dia baru sadar kenapa dia langsung gugup dan meninggalkan Fatan di sana.
"Kok dia menghindar dari aku?." ucap Fatan