
"Apa tadi aku salah ngomong ya sama dia?." ucap Fatan.
Kemudian Jiva dan Nevan kembali ke kelas mereka. "Kita ga mau ke kantin dulu gitu, beli minum?."
"Ga males ke bawah." Jiva menjawab pertanyaan Nevan sambil membuka buku di tempat duduknya.
"Oh yaudah gue mau beli minum dulu."
"Iya." sahut Jiva.
Kemudian Nevan pergi ke kantin dan sambil berjalan dia berbicara sendiri di dalam hati mempertanyakan apa yang terjadi sama Jiva barusan.
"Tadi Jiva kok sampai tarik tangan gue ya, kayaknya dia ada masalah sama cowo itu, apa ada hubungan diantara mereka, tapi ga boleh Jiva harus punya gue." Ucap Nevan di dalam hati.
"Bu mau minuman jus dua rasa alpukat dibungkus ya."
"Iya sebentar."jawab ibu kantin.
Nevan memesankan Jiva minuman jus alpukat, dia tau kalau Jiva menyukai jus alpukat karena setiap dia beli minuman di kantin bersama-sama pasti dia memesan jus alpukat.
Lalu setelah Nevan membelikan minumannya dia langsung menghampiri Jiva yang sedang duduk sendiri di bangku kelasnya.
"Nih buat lu." kata Nevan sambil menaruhkan jus itu dimeja Jiva.
"Apa ini..." Jawab Jiva.
"Udah minum aja."
"Hm...yaudah makasih." Jiva tersenyum ke arah Nevan, dan Jiva pun langsung meminumnya.
"sama-sama."(manis banget).
Fatan yang menghampiri kelas Jiva lalu ingin mengobrol dengan Jiva, tetapi Fatan melihat mereka sedang akrab satu sama lain.
"Apa-apaan itu dia langsung menerima pemberian dari orang lain?." Ucap Fatan didalam hati, dan langsung meninggalkan kelas Jiva karena melihat kejadian itu, sesampai dikelas Fatan bertanya kembali di dalam hati.
"Kenapa tadi, dia akrab banget apa mereka punya hubungan khusus, sampai di perpustakaan aja Jiva menarik tangan cowok itu. Ga itu ga boleh." Dahi Fatan pun langsung mengkerut karena sedang memikirkan masalah itu.
"Hai...Fatan kenapa ada masalah apa, sampai-sampai muka lu begitu, kemarin lu pulang senyum-senyum sendiri sekarang dikelas muka lu ga di enakin ada masalah apa sih gila lu ya, nanti deh gue kasih tau bunda buat masukin lu ke RSJ, hahaha....." Ucap Athan sambil tertawa.
"Lu seharusnya yang harus di rukiyah biar setan yang ada di diri lu keluar semua." jawab Fatan agak ngegas.
"Wah... santai-santai bang, gue tau itu si tanda-tanda gejala orang yang lagi jatuh cinta, benerkan kata gue?."
"Apaan sih."
"Udahlah ngaku aja, emang siapa cewek nya biar gue bantuin caranya biar bisa dapetin dia, gue kan ahlinya, percaya sama gue kan gue Abang lu, hahaha...."
"Apaan sih udahlah ga jelas banget lu..."
Fatan pun menutup kepalanya dengan tasnya dia tidak ingin mendengar omongan dia.
Bell istirahat kedua pun sudah berbunyi.
"Ayok Jiva... kita ke kantin lu juga belum makan kan dari jam istirahat pertama."
__ADS_1
Suara Sisil yang membujuk Jiva.
"Ga sil... gue ga laper... lu aja sana ke kantin..." Jiva tetap saja masih menolaknya.
"ih ayok, kenapa si ga mau ke kantin."
"Gapapa males aja turun tangga."
"Oh... pasti gegara gue kan jadi trauma, hm... yaudah gue sendiri aja."
"Eh...nggak bukan itu maksudnya." Jiva pun langsung mengikuti Sisil dan setelah itu.
"Kan ini.. maksudnya, gue pasti ketemu dia gue harus apa didepan dia." Jiva berbicara di dalam hati.
"Eh hai..." Suara Fatan menyapa.
"Eh kak Fatan ya?."
"Eh iya, kamu Sisil kan."
"Hehe... iya."
"Kalian mau kemana?."
"Oh kita mau ke kantin kalau kakak mau kemana." Jiva hanya terdiam tidak bisa berkata-kata, dan dua anak cowo itu pun juga terdiam.
Dalam hati Jiva "Centilnya mulai lagi ya allah, ini gw harus gimana, ga bisa ngomong kayak ada lem di mulut gue."
"Oh mau ke kantin, aku boleh ikut ga sama kalian ke kantin, sekalian aku tadi belum makan."
"Kenapa lu ajak si Sisil....., dia mah ga bisa diajak kompromi." dalam hati Jiva.
"Eh Jiva... ayok kenapa diem aja di situ." Sisil yang menyadari Jiva terdiam ditempat.
"Eh..iya."
Senyum yang palsu, karena dia tersadar sedang diliatin mereka berlima, setelah sesampai di kantin mereka semua memesan dan menunggu di meja kantin.
Suasa di meja itu menjadi cukup canggung karena tidak ada yang berbicara, tetapi Sisil mencari suasana agar tidak canggung.
"Eh... Arsyha lu udah nonton anime x ini belum?."
"Yang mana..." tanya Arsyha.
"Ini loh.. kan yang gue udah kirimin link yang di chating was."
"Oh itu yang kemarin, belum selesai si tinggal dua episode lagi."
"Apa lu juga suka anime itu...." Tanya Jiva yang terkejut.
"Haha... iya dia wibu banget, buktinya kan anime itu ada dua puluh limaan episode terus sekarang katanya tinggal dua doang, GG si lu bang, hahaha."
"Eh ga gitu... tergantung mood aja kalo animenya seru pasti ditonton terus."
"Oh gitu... iya itu malah emang beneran wibu, kalau orang yang belum tau pasti ga milih-milih, langsung di tonton aja."
__ADS_1
"Bukan gitu aelah..." Muka Arsyha yang memanyun karena dia diledekin, slalam hati Arsyha "(itu karena lu yang suruh nonton jadi gue suka sama animenya.)"
"Hahahaha...." mereka berempat menertawakan Arsyha.
"Dari kemarin Arsyha mulu parah yang kena lawakan ya, hahaha...." sahut Nevan sambil tertawa.
"Gara-gara lu si van... sampai sisil bisa ngelawak kayak begitu ke gue." dan mereka pun tertawa dan setelah itu mereka memakan makanan yang mereka pesan di kantin
………………………
Bell masuk sudah kembali berbunyi, dan akhir pembelajaran pun sudah selesai, semua anak sekolah pun segera pulang.
"Jiva kamu masih belum dijemput?, ayok bareng sama aku aja." Suara Fatan mengajak pulang Jiva.
"Oh gausah kak, nanti Abang mau kesini sebentar lagi sampai kok, oh itu dia... aku duluan ya kak, Jiva yang langsung menghampiri kakaknya yang ada di mobil.
"Kenapa lama banget si." Jiva bertanya sambil membuka pintu mobilnya.
"Oh tadi macet banget...." Jawab kakak Jiva.
"Oh, makanya pakai motor aja biar cepet."
"Ga ah nanti gue item."
"Najong dah cowok gitu amat."
"Oh iya, tadi cowok itu kakak kelas kemarin yang nganterin kamu kan, ganteng juga di lihat-lihat."
"Apaan sih bang...., Abang demen ya ama dia yaudah bang ambil aja gapapa kok."
"Apa sih Jiva kan aku cuman kasih tau kamu kalau dia ganteng, bilangin mama nih ya kalau kamu nyuruh aku buat ngegay."
"Hahaha... bilang aja mana percaya mama sama kamu."
"Oh gitu ya sekarang...."
"Lagian Abang duluan yang ngeledekin aku."
"Iya deh... karena Abang mu ini baik kamu mau makan di m'dontl ga, nanti aku yang bayarin."
"Apa!... coba sini aku cek dulu jidatnya panas ga." Jiva kaget mendengar kakaknya mengajak dia makan.
"Apa sih, aneh aja mau ga nih kalau ga mau yaudah kita pulang aja."
"Eh... iya mau tapi bener nih ga ada maksud ada uang dibalik nyogok."
"is..iyaa....bener, yaudah kalau ga percaya mah gapapa kita langsung pulang aja."
"Eh iya... ga bercanda doang.... ayok makan, aku juga lapar...."
"Iye." dan mereka berdua pun sudah sampai di sana dan duduk di bangku yang sudah di pesan mereka.
Tetapi ada seseorang yang lewat mengejutkan Jiva yang teringat dengan masa lalu nya.
"Hah...itukan si...."
__ADS_1