Cerita SMA&SMK

Cerita SMA&SMK
TIBA-TIBA DI CUEKIN DENGAN FATAN


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ke esokan pagi nya mereka semua terbangun dan bersiap-siap untuk beraktivitas kembali, mereka semua sarapan pagi yang sudah di siapkan lalu Jiva dan Sisil pergi ke sekolah yang di antar dengan kakaknya Jiva, beberapa menit kemudian sudah sampai di sekolah dan mereka berdua melihat ada Fatan yang membawa motor melewati Jiva dan Sisil di depan gerbang sekolah lalu mereka berdua juga masuk ke gerbang sekolah setelah berpamitan dengan kakak Jiva setelah itu mereka berdua bertemu di parkiran.


"Eh hai kak Fatan..." Ucap Sisil yang menyapa Fatan.


Fatan dia hanya menengok ke arah Sisil sambil langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"Lah.. dia kenapa, eh.. apa gue salah ya itu bukan Fatan tapi kembarannya."


"Ga bener dia Kak Fatan itu motornya sama yang pernah nganterin gue pulang."


"Lah terus itu apa, kita di cuekin sama dia."


"Kita lu aja kali, yang nyapa dia gue si enggak." jawab Jiva sambil berjalan menuju ke kelas.


"Eh.. tunggu... tapi kan sama aja, dia kok jadi gitu..."


"Ga tau sil..., udah ayok kita ke kelas aja. "


"is..." dan mereka pun masuk ke kelas.


"Gimana lu udah ngerjain belum pr mtk, ntar kena hukuman lagi gue juga yang harus ikutan." Ucap Nevan menanyakan Jiva yang sudah duduk di bangkunya.


"Dih.. siapa suruh mau aja ikut-ikutan kena hukuman." Jawab Jiva.


"Bukannya terima kasih karena sudah ditemenin sama cowo ganteng sejagat raya kayak gue, terus gue juga baik banget udah ngebawa lu ke UKS."


"iuw.... alay banget.... dah ah gue mau ke kamar mandi dulu, masih lama kan setengah jam lagi pelajarannya baru di mulai." ucap Jiva yang langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju toilet.


"Jiva... ikut..."


"Jangan lu ada urusan dulu ama gue..." Nevan menahan tangan Sisil.


"Jangan pegang-pegang." sisil yang melepaskan tangannya yang sedang di pegang.


"Yaudah..., sekarang ceritain kenapa dia kemarin sampai sakit kayak begitu."


"Oh... kepo..., dah ah gue pengen ke kamar mandi juga kebelet...." Sisil yang tiba-tiba ingin ke toilet.


"Cerita dulu..."


"Nih simpen nomer chating was gue, ntar lu chat gue aja jangan disini takut ke tauan sama Jiva, buru.... gue beneran kebelet cok." Sisil yang memberikan nomernya dan berbicara bisik-bisik di kuping Nevan.


"Oh oke.. udah, bener ya lu bakal cerita semuanya..."


"Iye... udah gue kebelet..." Sisil pun langsung meninggalkan Nevan dan menuju ke toilet.


Setelah beberapa menit di toilet Jiva selesai ke toilet dan dia menunggu Sisil di cermin kamar mandi.


"Sil.. tadi kenapa Nevan kayaknya serius dia mau tau sesuatu."


"Oh itu gapapa ko.. ga penting juga." Jawab Sisil.


Sisil yang berbicara di dalam hati.


"(Sialan emang tuh anak gue harus gimana, Jiva curigaan mulu, tapi dia emang bener terus kalo soal tebak menebak.)"

__ADS_1


"Yaudah.... ayok kita ke kelas aja udah jam segini." Sisil yang meng'eles, Sisil pun langsung pergi dari toilet itu sampai dia menabrak seseorang.


"Sisil... tunggu..."


Brak!...


"Aduh.."


Suara Sisil yang jatuh ke lantai.


"Sisil!!..." Jiva yang memanggil khawatir Sisil jatuh.


"Sisil... kamu ga apa-apa." sahut Jiva khawatir Sisil jatuh.


"Kalau jalan tuh liat-liat dong!.." Ucap seorang pria itu.


"Maaf.. temen saya kurang hati-hati." ucap Jiva.


"Oh kalian, jadi kalian berdua lagi.. gue udah bersyukur udah berapa hari ga ngeliat lu berdua kirain udah di keluarin malah ketemu di sini buat ulah lagi."


"Athan!!..." Suara bentak Fatan dari kejauhan, Fatan yang buru-buru membantu mereka berdua untuk bangun.


"Lu ngapain bantuin mereka sih..."


"Lu seharusnya bukannya bantuin malah marah... ga jelas kayak begitu." dan mereka pun terbangun.


"Sil kamu gapapa?."


"Iya gapapa kok kak."


"Minta maaf ga!..."


Athan pun langsung pergi meninggalkan mereka.


"Sisil... maafin Athan ya."


"Iya.. gapapa kok kak, aku yang salah tadi ga liat jalan, jangan marahin kak Athan dia ga salah." Jawab Sisil.


"Iya ga kok.. paling aku nasehatin dia biar gausah pake bentak-bentak kayak gitu sama kalian, yaudah aku ke Athan dulu ya." Fatan pun langsung pergi ingin menghampiri Athan.


...----------------...


Lalu Sisil dan Jiva masuk ke kelas.


"Lah lu kenapa sil..." Tanya Nevan yang melihat Sisil lagi di gandeng tangannya sama Jiva.


"Gapapa." Jawab Sisil yang sudah dibangku.


"Oh yaudah.. ga perduli juga."


"Apa!!.., oke ga bakal gue kasih tau ini juga gara-gara lu.. "


"Lah kok gue..."


"Oh iya sil... dia mau apa sama lu..."


"Hm yaudah gue jujur deh.. jadi gini dia tuh mau..."

__ADS_1


Tetapi nevan tidak ingin membiarkan dia memberitahu dia menginjak kaki Sisil.


"Aw..."


"Oh jadi gini tadi mau minta nomer Sisil... tapi dia ga mau kasih tau.."


"Emang nya buat apa.. "


"Mau nonton anime juga biar jadi wibu, haha..."


"Apa itu bener sil..."


"Hm...Oh iya..." Sisil yang kesakitan kakinya di injak dengan Nevan, setelah menjawab kakinya pun tidak di injak lagi.


"Oh yaudah.., tapi kenapa tadi sampai segitunya ngehindar dari gue?. "


"Oh itu... gue malu nomer gue mau di pintain ama orang jelek plus ke pedean kayak gitu."


"Oh... gitu kirain ada masalah apa..."


"Hehe..."


"Sial banget si ketemu sama Athan tadi, padahal gue udah berdoa biar ga ketemu dia lagi di hidup gue, untung ada Fatan jadi ga perpanjang bisa-bisa kita di kasih hukuman sama dia."


"Iya betul banget sih sil... tapi lu liat ga ada yang aneh kenapa Fatan ga ngeliat gue tatapan dia sama sekali fokusnya sama lu doang padahal gue juga di samping lu."


"Oh iya juga gue liat dia ngeliat ke gue doang, mungkin dia khawatir nya ke gue, aww... soswet... apa lagi dia tadi nolongin gue buat bangun."


"Udah deh sil... gausah ke pedean.."


"Ceilahh... Jiva cemburu.. ni."


"Apaan sih sil..." Si Jiva melotot ke arah Sisil.


"Apa sih melotot- melotot..., itu ga membuat seorang Sisil takut karena yang ngepelototin cewe cantik kayak lu."


"Sisil.." Jiva yang sambil mencubit paha Sisil.


"Emang dia cantik ga kayak lu jelek." Ucap Nevan sambil membalikan badannya ke depan setelah mendengar cerita mereka berdua.


"Eh... ngomong apa lu dia juga cantik karena ngikutin gue tau..." Sisil menjawab.


"Apaan sih Sisil cantik juga, ga kayak lu yang jelek." Jiva pun menjawab juga.


"Gue ngebela lu juga."


"dengan cara ngehina sahabat gue?."


"Aw... cocwittt aku di bela sama Jiva"


"Ada apa sih berisik banget kalian nih.." Ucap Arsyha yang sedang tidur di meja bersamping dengan Nevan.


"Heh... diam tidur aja." ucap mereka bertiga berbarengan.


"Eh!!.. gue nanya baik-baik, gue lagi tidur..., gimana mau tidur lu aja pada berisik."


"Iya juga.." Ucap Sisil.

__ADS_1


"Hahaha..." mereka bertiga tertawa.


Jam pelajaran sudah datang mereka semua mengerjakan pelajaran yang di suruh oleh guru mereka.


__ADS_2