
Di SMK Bakti Insani.
Jiva yang berlari menuju ke kelas untuk mencari Nevan, dengan terburu-buru sebelum itu dia bertabrakan dengan Fatan.
"Oh maaf.."
"Iya.. gapapa.. kamu gapapa..."
"Iya gapapa, oh kak Fatan."
"Eh Jiva..., semalem jangan di masukin ya omongan ayah ke kamu."
"Oh.. gapapa sama papa aku juga ngeledekin aku, dia cuman bercanda doang kok tenang aja."
"Hahaha.. iya bercanda."
"Oh... yaudah kak aku mau ke kelas dulu ada urusan penting yang harus aku jalanin."
(mudah-mudahan kenyataan) dalam hati Fatan.
"Oh iya.. yaudah, kamu hati-hati jangan terlalu terburu-buru nanti kamu tertabrak lagi sama seseorang, apa lagi kalo kamu nabrak Athan pasti berbahaya, hahaha..."
"Oh iya kak... bener, hehehe.." Jiva pun tersenyum, lalu meninggalkan Fatan begitu saja.
"dia buru-buru banget sampai ga ngucapin salam, dah lah mungkin saja penting banget jadi lupa, sumpah dari kemarin ga bisa lupain dia, malem itu dia cantik banget, ya allah." ucap Fatan di dalam hati sambil berjalan menuju ke kantin.
Setelah Jiva sampai di kelas dia langsung menarik tangan Nevan yang masih saja di meja sambil memegang handphonenya, dan dia di lihat oleh Jiva sedang melihat postingan foto dirinya di instgrom di akun Jiva, Jiva yang tidak memperdulikan nya langsung menarik tangan nya saja untuk keluar dari kelas lalu mencari tempat yang sepi.
"Nevan.."
__ADS_1
"Eh, ada apa." Nevan yang langsung menutup hpnya.
"Ayok ikut gue."
"Mau kemana..."
"Eh.. ada apa sih cerita dulu." Jiva tidak memperdulikan dan langsung menarik nya untuk ke ruangan yang lebih sepi dari jangkauan orang-orang.
...----------------...
Setelah sampai di tempat yang sepi.
"m-maksud lu apa mau cari tau tentang gue dari Sisil, Sisil ga bakal cerita kalau dia ga dipaksa sama lu, buat apa maksudnya jawab!!!.." ucap dengan suara terengah-engah karena kelelahan berlari dan manarik tangan Nevan untuk membawanya ke tempat lain.
"Oh.. lu udah tau.."
"Jawab gausah basa basi."
"Buru!!!...."
"Oke, oke jadi..."
"Apa buru..."
"Ya gue tuh khawatir sama lu tiba-tiba aja lu sakit.... makanya gue nanya Sisil."
"Terus kenapa nanya juga soal mantan gue emang ada urusannya sama lu!..."
"Ada lah, liat dia bikin lu sakit kemarin, masa gue diem aja."
__ADS_1
"Lah lu siapa ga ada urusan nya sama lu."
"Ada..."
"Sampai kepo lagi sama kehidupan gue gue bakal.."
"bakal apa..."
"Mau lu apa sih ga jelas banget tiba-tiba kepo sama gue."
"Hm.. " Nevan menghadap ke belakang.
"ngadep ke sini jangan nge belakangin gue." Nevan pun langsung menghadap ke Jiva dan mendorong Jiva ke tembok dan menekuk kan lalu mengepal tangannya di samping wajah jiva, posisi wajah mereka sangat dekat.
"Jangan main-main sama Nevan, Nevan kalo udah sayang sama satu wanita pasti akan menjaganya." Nevan yang berbicara di depan wajah Jiva.
"Apaan si lu gila ya..." Jiva yang langsung ingin menghindar karena risih di perlakuan seperti itu dengan Nevan tetapi Nevan menghalangkan dengan tangan satunya lagi.
"Iya... gue udah gila.. gila karena lu... lu bilang mau gue apa?." Nevan langsung mendekati kupingnya Jiva.
"Gue maunya lu." membisikan ke telinga Jiva dengan suara pelan tetapi mendalam.
-Deggg.-
Suara jantung Jiva ingin berhenti, tetapi ada seseorang yang menghampirinya dia adalah Fatan, Fatan yang langsung memukul Nevan tanpa pengetahuan terlebih dahulu karena ia melihat Jiva yang sedang disandra dengan nevan, Fatan yang tadinya tidak jadi pergi ke kantin karena dia khawatir dengan Jiva yang terburu-buru, dan ternyata kekhawatiran nya itu benar.
Sisil dan Arsyha yang tiba-tiba ada di sana langsung menghampiri Jiva yang sedang merasakan serangan panik, lalu Arsyha yang sedang berusaha untuk memisahkan mereka berdua karena sedang berkelahi.
Kebisingan pun menjadi memanas, membuat semua orang menghampiri mereka, lalu kembaran nya Fatan pun menghampiri keramaian itu, dia yang melihat kalau adik nya sedang berkelahi langsung memisahkan mereka, setelah itu mereka berdua memasuki ruang BK untuk mempertanggung jawabkan kejadian itu.
__ADS_1
lalu Jiva yang tiba-tiba penyakit lamanya kembali lagi, dia sesak nafas dan Jiva memegang dadanya karena kesakitan, lalu Arsyha dan Sisil segera membawanya ke ruang UKS sekolah.