
"Kenapa kalian berdua berantem, kamu juga Fatan bapak ga percaya kamu bisa berantem mukul adik kelas kamu sendiri." guru BK bertanya kepada Fatan dan Nevan.
"Maaf pak.." ucap Fatan tapi tidak menjawab kenapa mereka bisa bertengkar karena ingin menjaga reputasi Jiva.
"Oke.. saya maafkan untuk kali ini, dan kamu Nevan kamu masih baru disini jangan membuat ulah nanti bapak bisa bikin kamu skor, untuk kali ini aja bapak akan memaafkan kalian berdua, sekarang kalian boleh masuk ke kelas masing-masing." lalu mereka berdua keluar dari ruang BK.
"Kamu punya panik attack ya Jiva?.." Jiva yang di tanyakan oleh suster yang ada di UKS.
"Iya.. sus.. Jiva punya serangan panik tapi udah dua tahun ini ga kambuh, ga tau kenapa dia kambuh lagi." Sisil yang menjawab karena Jiva tidak menjawab.
"Oh begitu.. yaudah kalian berdua masuk ke kelas langsung aja, Jiva udah gapapa koh, oh iya ini ada beberapa obat, nanti tolong kamu kasih ke Jiva ya.."
"Oh iya baik sus... terimakasih..."
"sama-sama." lalu mereka berdua pun pergi ke kelasnya masing-masing.
......................
Setelah jam pelajaran berakhir dan seluruh murid pulang.
"Jiva.. dari tadi ga mau ngomong kenapa bisa penyakit itu kambuh lagi, ayok ngomong aja sama aku..." ucap Sisil bertanya kepada Jiva yang masih saja diam.
"Oh... iya dari tadi si Nevan selama pelajaran dia ga ada di kelas ya, kemana dia bukan nya tadi dia berantem, apa dia cabut duluan." Sisil bertanya sambil menengok ke arah sudut kelas satu persatu lalu membereskan tasnya untuk pergi pulang.
"Jiva... ayok pulang." setelah itu mereka berdua keluar dari kelas dan Jiva yang tidak lagi di jemput oleh kakaknya dia menunggu taxi online datang.
"Jiva kamu mau kemana.. oh iya Abang kamu ga jemput kamu ya, dia udah masuk kampus, ayok pulang sama aku aja sekalian aku mau ke rumah kamu." tanya Sisil yang bertanya lagi ke Jiva.
__ADS_1
"Gausah aku bisa pulang sendiri, lagi juga udah di pesen taxi nya." Jiva menjawab.
"Ga bisa... ayok masuk, ntar gue aja kasih duitke taxi onlinenya tapi lu barengnya sama gue aja, gue ga mau ninggalin lu lagi begitu." Sisil yang langsung membuka pintu dan menunggu taxi online itu datang, langsung saja Sisil memberikan uang itu ke taxi online, lalu mereka pun pulang bersama.
...----------------...
Setelah beberapa saat kemudian mereka kembali ke rumah Jiva.
"Semua orang pada kemana?."
"Mama lagi pergi sama papa, jadi ga ada orang di sini cuman ada bibi sama.."
"Eh.., siapa ini, wah.... lucu banget." Belum sempat di jawab Jiva Nino datang menghampiri Jiva dan memeluk kaki nya.
"Eh.. hai.. coba kamu kenalan sama Kaka ini."
"Allo.. nama aku Nino." ucap Nino yang memperkenalkan diri nya dengan berbicara cadel nya."
"ih... gemes banget... hallo juga Nino aku Sisil." Sisil yang reflek langsung mencubit pipi nya terlalu gemas.
"adu.. tatit(sakit) kaka.. " saut Nino yang merasa kesakitan.
"Sisil." Jiva pun berbicara.
"Eh hehe.. maaf aku gemes banget sama kamu."
"Kaka Aul tantik (cantik).. ayok main mobilan tama atu.."
__ADS_1
"Apa.. cantik.., dia udah tau cewek yang cantik yang mana."
"Hahaha..., dia emang pinter." Jiva menjawab sambil tertawa.
"Nino.. kalo aku gimana aku cantik juga ga."
"Hm..., kaka tuga tantik (juga cantik) tapi tantikan(cantikan) kaka Aul.."
"Mmm.. iya emang si.. dia cantik banget, kamu pinter banget." Jiva yang tersenyum mendengar percakapan mereka berdua.
"udah ah ayok kita main mobilannya, oh ya mobilan nya kamu taruh dimana?."
"oh iya.. atu (aku) lupa tadi main nya di lumah (rumah), Kaka tulunin(turunin) aku dulu, aku mau nambil mobilannya di lumah." dan Nino pun mengambil mainan nya.
"Itu siapa Jiva?."
"Itu anak bibi, panjang cerita nya."
"Oh yaudah.. "
...----------------...
Beberapa menit kemudian mereka menunggu di sofa.
"kaka ayuk main maaf atu lama." saut Nino yang sudah ada di sofa ruang tamu sambil memegang mobilan di kedua tangannya.
"Oh ga kok Nino.., ayok mainnya di kamar aku aja."
__ADS_1
"Otee..(oke)."