Chef Tampan Pemikat Hati

Chef Tampan Pemikat Hati
Chapter XXVIII (Agusta Wimala)


__ADS_3

Dear Mas Manis alias Chef Agusta Wimala.


Denyut nadi yang mendetak dari jantung ini


Tak lagi beraturan seperti biasanya


Yang ku rasa semua mulai berbeda


Karna di setiap langkahku, ku utarakan namamu


Dan tiap kali aku berhenti, ku bayangkan wajahmu


Tak pernah lepas hayalku mengikat seluruh tubuh ini


Agar tidak meninggalkanmu


Karna di seluruh jiwa dan ragaku, telah kuukir indah namamu.


Yang pada saat itu pula, membuat lengkung senyum di bibirku


Seandainya kamu tau


Hidupku ini hanyalah sebatas rindu padamu


Mungkin saja kamu kan menoleh padaku


Dan membuka jalan menuju hatimu?


Namun inilah aku


Yang tak mampu berkata untuk menjelaskan isi hatiku


Gimana Mas udah baca novelku sampe ending? Terus gimana puisi di halaman ini? Cakep kan? Perlu kamu tahu novel dan puisi ini mewakili perasaanku ke kamu. Aku juga tahu ini terlalu cepat aku menyatakannya padamu. Aku hanya tak ingin terlambat. Terlambat sedikit saja, berakhir penyesalan seumur hidup. Kamu diambil cewek lain. Aku tak kan bisa rela jika hal itu terjadi.


Aku tak ingin minta kemewahan apa pun darimu. Aku hanya meminta kamu bertahan di sisiku dengan menjadi kekasih halalku sampai maut memisahkan kita. Mas, kita ke KUA yuk! Aku tunggu jawabanmu ya.


Salam cinta,


Kinta Adriana Agatha

__ADS_1


Deg!


Jantung saya seakan berhenti berdetak. Pertama kalinya ada wanita yang menyatakan cinta ke saya. Ini membuat bingung. Saya harus jawab apa? Memang, saya mengagumi Tatha, namun rasa kagum tak selamanya berubah jadi cinta. Sudah ada wanita yang lebih dulu mengisi relung hati saya dan itu bukan Tatha.


Sayangnya, saya tak tahu wanita itu juga mencintai saya atau tidak. Pepatah mengatakan, lebih baik dicintai daripada mencintai. Apakah itu tanda sebaiknya saya menerima cinta Tatha saja?


Ting!


Di tengah kebimbangan dan kegalauan saya, muncul BBM dari orang tak dikenal. Terlebih isi BBM-nya membuat dahiku berkerut berkali-kali lipat.


Hello, Chef Agusta Wimala. Lo lagi nyari Yoga Pratama? Gue punya informasi penting tentang keberadaan Yoga dan mengapa Yoga kabur dari lo. Kalau lo mau informasi itu, transfer dulu uang 500 ribu ke atm BNI 0381263748 atas nama Rafi Izam.


  Alah, paling Cuma orang iseng yang sekadar ingin memeras saya. Terlintas balik mengerjai dia. Jari-jari saya menari lincah di keypad smartphone untuk mengetik balasan BBM untuknya.


Kamu siapa? Kamu aja lum tentu kenal Yoga, jadi jangan sok tahu tentang keberadaan Yoga. Saya tak akan mempan diperas oleh orang asing.


Ting!


Muncul lagi balasan darinya. Dia mengirim foto Yoga Pratama lagi makan mengenakan sarung. Foto darinya meyakinkan saya bahwa dia bukan sekadar iseng memeras saya. Dia memang benar-benar tahu keberadaan Yoga. Setelah saya pikir-pikir tak ada salahnya mengirimkan uang 500 ribu untuknya. Kalaupun dia berbohong hitung-hitung beramal. Tuhan pasti akan mengganti rezeki saya lebih banyak.


Saya menggeser-geser menu smartphone, pilihan tertuju pada aplikasi internet banking. Ya, saya ingin mengirim uang 500 ribu ke ATM orang misterius baru saja BBM saya. Tak sampai 5 menit, layar smartphone tertulis transaksi pengiriman sukses. Langsung saja saya screenshot. Lalu kirim bukti screenshot tersebut ke BBM orang misterius itu.


Selang dua menit muncul huruf R warna hijau di samping pesan BBM yang saya kirimkan untuknya. 


Ting!


Dia membalas pesan BBM saya dengan mengirimkan rekaman suara. Klik play.


“Tadi Adeena yang datang, sekarang Anda. Duh, Rafi emang ember banget jadi orang.” Dia mengacak rambut frustrasi.


 Saya mencium gelagatnya hebdak menutup pintu. Syaa tahan tangannya. “Tunggu! Ada yang mau aku bicarain penting!” 


“Oke. Tapi cuma lima menit, nggak lebih.”


“Kamu kenapa tiba-tiba mengundundurkan diri jadi manager saya? Saya ada salah sama kamu atau gajimu kurang? Kalau iya, tolong kasih tau saya. Jangan tiba-tiba ngilang.” 


“Busyet, kalo nanya itu satu-satu. Jangan kayak gerbong kereta api.”


“Kan kamu cuma ngasih aku waktu bicara lima menit. Jadi aku sengaja memberondongi dia dengan berbagai pertanyaan, biar hemat waktu. Buruan jawab pertanyaanku!”

__ADS_1


 “Saya nggak sengaja liat Anda suap-suapan mesra dengan wanita yang saya cintai di Lesehan Cipto Roso.” 


 “Jadi orang yang kamu cintai itu Kinta Adriana Agatha?”


“Jauh sebelum aku bertemu Tatha di Jogja tivi, aku sudah jatuh cinta padanya. Dia sosok wanita yang hebat. Sifatnya yang blak-blakan tanpa jaga image, walaupun udah terkenal dia tetap rajin memotivasi banyak orang.”


Jleb!


Jantung saya seolah berhenti berdetak untuk kedua kalinya. Oh, Tuhan, kenapa saya tak pernah peka terhadap perasaan Yoga? Pantas saja dia tiba-tiba pergi tanpa pamit, dia pasti merasa dikhianati dan tersaingi. Saya sangat berterima kasih pada orang misterius yang sudah sudi memberitahu tentang Yoga. Secara tak langsung dia membantu saya memberikan jawaban atas penyataan cinta Agatha.


"Udah kan ngomongnya? Waktu lima menit udah abis. Silakan pulang."


"Bentar, Yog ... saya belum selesai bicara sama kamu."


Dia masuk ke rumah Rafi. Lalu ...


Brak!


Dengan sadis membanting pintu. Saya pasrah dan melangkah lunglai menuju mobil.


Dalam mobil, tanpa menunda waktu, saya mengirimkan pesan untuk Tatha via line.


Hello, Tatha. Saya sudah menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaanmu kemarin. Jika kamu ingin tahu jawabanku, temui aku di Lesehan Cipto Roso jam sembilan pagi.Jangan lupa ajak Adeena Sasikirana Arundati. Saya ingin dia jadi saksi atas jawaban saya. Sampai jumpa besok.


Begitu terkirim, saya beralih ke email mengirimkan pesan untuk Yoga. Saya yakin Cuma email yang masih diaktifkan Yoga.


Dear Yoga


Sekarang saya tahu kenapa kamu tiba-tiba resign jadi manager saya dan menghilang tanpa jejak. Maafkan saya yang terlalu sibuk, sampai-sampai tak pernah peka terhadap perasaanmu.


 Lagian kenapa kamu tak pernah cerita ke aku bahwa kamu suka sama Tatha? Padahal kita sudah bersama sejak enam tahun lalu loh. Saya sudah menganggapmu seperti saudara kandung sendiri. Aku yakin kamu punya alasan sendiri kenapa kamu menutupi hal itu dariku.


Apa pun alasanmu, aku janji besok akan mengembalikan kebahagiaan yang layak kamu dapatkan. Temui aku di Lesehan Cipto Roso jam sembilan pagi. Sampai jumpa besok.


By :


Agusta Wimala


Lega rasanya sudah berhasil menemukan solusi atau kegalauan saya. Tinggal selangkah lagi semua akan berakhir indah. Yoga akan kembali menjadi manager saya dan saya akan menyatakan cinta ke wanita idaman saya. Sungguh, tak sabar menanti hari esok. Setelah itu saya tancap gas melajukan mobil untuk pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2