CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
10. Pengobat kekesalan Dira


__ADS_3

Terima kasih masih mengikuti kisah Nadira dan Akira,, hingga bab 10 😉😉


.


.


Jangan lupa kasih dukungan buat author biar semangat up nya bisa like,, kasih ⚘ ataupun ☕.. dan kalian bisa berinteraksi via komen saya author


.


.


🌻🌻🌻🌻


Kini Dira telah sampai di butiknya kembali,, kekesalan masih jelas terlihatdi wajah cantik nya tak ada Dira yang ceria itu yang dilihat anak buahnya.


"Maaf bu,, ada nyonya Cassandra dan putrinya dibawah" ucap asisten Dira yang bernama Nanda.


Hari ini Dira ada janji dengan pelanggan setianya yaitu nyonya Cassandra istri seorang menteri di negeri ini juga anaknya yang bernama Bianca,, karna dalam 3 bulan kedepan Bianca akan melangsungkan pernikahanya dan hari ini mereka datang untuk meeting baju pengantin yang ingin Bianca kenakan. Bianca pasalnya tertarik dengan racangan gaun yang Dira buat saat pernikahan sahabatnya kemarin.


"Suruh mereka ke sini saja " ujar Dira pada asistennya itu.


Cukup lama Dira melakukan meeting dengan klaennya itu,, menentukkan keinginan sang mempelai wanita yang menurutnya sedikit ribet,, untunglah dirinya dapat meredam emosinya agar tetap waras. Namun ketika mereka menemukan kata sepakat dan klien nya itu pergi Dira menarik napas nya sedikit lega.


"Nan,, saya pulang duluan yaa,, saya titip butik" ucap Dira seraya merapihkan meja kerjanya dari lembaran lembaran kertas disainnya.


"Tumben bu,, masih sore udah balik?" Tanya Nanda penasaran pasalnya seorang dira itu workholick,, dia tidak akan keluar jam kantor kurang dari jam 5 kecuali ada jadwal siaran radio.


"Aku lagi pusing banget hari ini,, mood aku lagi jelek" ucap Dira bergegas pergi.


🌻🌻🌻🌻


Taman Kota


Disini lah sekarang Dira berada ditaman kota,, sore hari taman ini begitu ramai dengan hiruk pikuk masyarakat entah itu olahraga,, jalan santai,, mengobrol,, menemani anak anak mereka bermain sambil menikmati jajanan gerobakan atau seperti dirinya yang duduk sendiri melihat sekitar menghilangkan rasa kesalnya pada sahabatnya itu,, hingga sore hari Arshaka tidak pula menghubunginya,, apa dia sudak tak penting lagi pagi pria itu??.


Tak berapa lama lamunan Dira dibuyarkan oleh bunyi dering ponselnya,, ia tak segera mengangkat panggilan tersebut sengaja mengabaikannya,, karna dia pikir pasti itu shaka,, yang akan merayunya dan meminta maaf,, jangan harap dirinya akan luluh dengan permintaan maafnya,, cukup sakit hatinya ditinggalkan sendiri seperti tadi. Namun hingga panggilan ke 4 kali ponsel itu terua berdering,, membuatnya risih apalagi dengan tatapan sekitarnya yang merasa terganggu dengan bunyi ponselnya,, mau tak mau dia merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya.


Tara menyerenyit kala melihat nomer tak dikenalnya yang saat ini menghubunginya,, nomer siapa?? Pikirnya,, lalu ia pun mengangkatnya.


☎👩 "hallo"


☎👦 "hallo Dira chan,, ku harap aku tidak mengganggu mu?"


Senyum Dira langsung mengembang kala mendengar suara itu,, suara yang ia kenal.


☎👦 "hii Dira chan apa kau masih disana" Akira bingung karna Dira tak menjawab pertanyaannya.


☎👩 "ehh,, yaa Akira aku masih mendengarkan mu, bagaimana kau bisa tahu nomer telpon ku".


☎👦 "tadi aku melewati butik mu dan kata staff mu kau telah pulang,, jadi aku sekalian minta nomer ponsel mu,, kamu tidak marah kan"

__ADS_1


☎👩 " ooh aku tentu saja tidak marah,, dan maaf aku hari ini pulang terlebih dahulu biasa sedang tidak mood bekerja"


☎👦 "syukurlaah jika kau tak marah aku meminta nomer ponsel mu"


☎👩" ada apa kau datang mencari ku akira?"


☎👦"aku hanya ingin meminta maaf padamu karna aku tidak bisa ikut makan siang tadi bersama Shaka"


Dira tetiba mengingat kembali kekesalannya pada sahabatnya itu ketika akira menyebut nama Shaka. Dira pun menghenbuskan nafas beratnya dan terdengar diujang telpon sana.


☎👩 "tidak apa apa,, lagian tadi kita ga jadi makan siang,, karna Shaka ada janji dadakan" suara Dira terdengar kesal


☎👦 "kedengarannya kamu sedang kesal Dira chan?"


☎👩"issh,, aku tidak kesal" dusta Dira


☎👦" ooh baiklah Dira,, tadinya aku akan mengajak kalian makan malam bersama menebus ingkar janji ku tadi siang,, tapi sayangnya pas aku telpon Shaka dia tidak bisa"


☎👩 "jelaslah dia tidak bisa,, dia sibuk dengan orang orangan sawahnya"


☎👦" siapa itu orang orangan sawah Dira Chan"


☎👩 "sudahlah lupakan saja itu,, jangan hiraukan si shaka,, aku bisa menemanimu makan malam kok"


☎👦 "sungguh Dira chan"


☎👩 "iyaa jika kau mau makan berdua dengan ku"


☎👩 " dimana?"


☎👦 "bagaimana di apartemenku,, aku akan memasak udon dan kimchi"


☎👩" kamu bisa masak akira?"


☎👦"tentu saja dan teman temanku di jepang sangat menyukai masakan ku semoga kau juga Dira Chan"


☎👩"baiklah aku akan datang,, share lokasi mu"


☎👦" nanti sesampai dirumah aku akan share lokasinya,, sekarang aku masih diluar sedang di hypermart xx akan berbelanja bahan makanan,, "


☎👩 "apa kau sedang di sana,, tunggu aku segera kesana karna posisiku dekat dengan posisi mu,, jangan kemana mana"


🌻🌻🌻🌻


"Woww kau sungguh benar benar bisa memasak Akira?"


Kini Dira dan Akira tengah menyantap udon dan kimchi buatan Akira,, sedangkan Dira dihanya menjadi mandor nya saja. Setelah tadi menemani Akira berbelanja mereka langsung ke apartemen Akira dan mengeksekusi langsung bahan bahan yang tadi telah dibeli.


"Apa sekarang kamu percaya aku bisa memasak?" Tanya Akira pada Dira


"Yaa aku sekarang percaya dan juga sangat kenyang,, Arigatau Gozaimasu?" Ucap Dira

__ADS_1


"Iie Douitashimashite" ucap Akira.


Mereka kini telah selesai makan dan tengah duduk santai di balkon apartemen Akira sambil menikmati secangkir teh matcha dengan pemandangan lampu lampu gedung kota jakarta.


"Boleh aku bertanya?" Tanya Dira ragu


"Yaa tentu Dira Chan"


"Tadi aku melihat foto wanita cantik diatas meja kerjamu, foto siapa itu?" Tanya Dira pasalnya ketika Akira sibuk didapur tadi tanpa sengaja dirinya melihat foto dimeja gambar Akira.


Mendengar pertanyaan Dira,, Akira langsung tercekat pasalnya ia lupa telah meletakkan foto itu di meja kerjanya.


"Itu foto mendiang okaa-san sewaktu muda" jawab Akira. Melihat Dira bingung akan jawabnya Akira pun tertawa kecil.


"Okaa-san itu ibu Dira Chan" jawab akira menjelaskan.


"Ooh,, maaf kalau boleh tau kapan beliau tiada" jiwa kepo Dira muncul


Dengan perlahan Akira bangkit dari duduknya dan mengambil foto ibunya tadi dan mengamati nya dengan perasaan campur aduk. "Dia pergi sudah 3 tahun yang lalu,, karna kanker" ucap Akira berat.


"Maafkan aku telah membuatmu ingat hal itu" kata Dira menyesal.


"Tidak apa apa Dira chan" ucap Akira sambil mengusap lembut rambut Dira


Deg,, entah mengapa sentuhan itu membuat Dira nyaman dan hangat.


"Oh Dira chan bagaimana dengan keluarga mu sendiri?" Tanya Akira


"Yaa seperti yang kau tau papa dan bunda ku telah bercerai sejak aku Smp,, bunda ku memilih tinggal di yogyakarta bersama keluarga nenekku,, sedangkan papa memilih di jakarta dan aku sejak SMA memilih tinggal bersama papaku,, yang membuatku heran adalah telah lama bercerai tapi mereka tak saling menikah lagi, aneh bukan" cerita Dira panjang lebar.


Entah mengapa Dira begitu gampangnya menceritakan kehidupannya pada pria yang baru sebulan lebih ia kenal,, entah perasaan apa yang dia rasakan saat ini nyaman, hangat dan percaya pada pria itu.


"Maaf aku sudah bayak cerita tentang keluarga ku" ucap Dira yang tersadar jika dirinya telah banyak bicara.


"Tak masalah Dira chan,, pertemuan selanjutnya aku gantian yang akan bercerita pada mu tentang diri ku" ujar Akira.


"Baiklah aku tunggu cerita mu" ujar Dira dengan antusias.


"Sudah malam Dira chan,, aku akan mengantarmu pulang" ucap Akira.


"Tak perlu Akira,, aku membawa mobil kok" jawab Dira


"Tak masalah aku mengantarmu dan nanti aku akan pulang naik taxi" ucap Akira yang telah memegang kuncil mobil Dira "Ayoo" ajaknya


"Baiklah" Dira pun mengekor Akira.


Kini mereka sudah sampai di depan Apartemen Dira,,


"Masuklah" ujar Akira pada Dira


"Aku akan masuk ketika taxi mu sudah datang" ucap Dira yang ingin menemani Akira. Tak lama taxi pun datang dan membawa akira pergi.

__ADS_1


Rasa apa yang kini Dira rasakan,, baru pertama kali ada seorang pria yang memperlakukannya manis lebih manis dari Shaka memperlakukannya,, perlakuan manis Akira bahkan menghapus kekesalannya hari ini.


__ADS_2