
Selamat datang di karya kedua author,, semoga kalian menyukainya 🤗🤗
.
.
Jangan lupa dukung dengan memberi like,, koment atau pun ⚘ dan ☕
.
.
🌻🌻🌻🌻
Kini Dira dan Arshaka telah sampai ditempat angkringan paklek blangkon,, angkringan yang menjual beraneka macam makanan khas jogjakarta seperti sego kucing, kopi joss, gudeg nangka, krecek, bacem tahu tempe serta jeroan lainnya.
pic. by pinterest
Dira sangat menyukai makan disini,, angkringan ini terletak di parkiran ruko pertokoaan tempat nya sangat bersih dan ramai dikunjungi oleh banyak pelanggan yang merindukan jogja. Seperti dirinya ketika ia merindukan sang ibu dan sedang tak memiliki banyak waktu untuk mengunjunginya maka ia akan kesini hanya untuk melepas kangen akan jogja dan sang ibu.
Berbeda dengan Arshaka walaupun lama tinggal di indonesia dia tidak terlalu menyukai makanan indonesia mungkin lidah bulenya masih menempel pada diri pria itu gimana tidak sedari kecil ia tinggal di california. Ditambah ia seorang yang sangat pemilih dalam hal makanan.
Meja Dira telah dipenuhi beraneka ragam makanan yang menjadi pilihannya seperti sego kucing, krecek, tempe bacem dan gudeg belum lagi aneka jeroan yang memenuhi piring rotan itu,, sedangkan Arshaka ia hanya memesan sego kucing dan bacem tempe tahu cukup hanya itu yang bisa jadi pilihannya dan tak lupa air putih hangat wajib baginya.
"Jadi,, apa yang bisa lu jelasin ke gue?" Tanya Dira dengan mulut penuh makanan. "Seminggu hilang tidak ada kabar ? Janji mau jemput gue dibandara ga datang,, sampe gue nunggu lumutan tau gitu gue minta daddy jemput? Dan satu lagi mending tuh hp lu jual aja,, percuma punya hp tapi gak dimanfaatin muu-baa-ziir " ucap Dira dengan kesal.
Yang ditanya tak langsung menjawab, ia hanya menatap Dira dengan tersenyum dan menggelengkan kepala.
Melihat sahabatnya yang memilih memandangnya sambil tersenyum tanpa menjawab rentetan pertanyaannya. Dira mendengus kesal " gue tau apa yang lu pikirin,, lu mau bilang gue cerewet kan" ucap Dira sambil memakan setusuk sate telur puyuh.
"Mau kapan lu jawab pertanyaan gue tadi?" Tanya Dira kesal.
Arsha akhirnya menyerah ia tau bahwa sahabatnya itu memiliki sifat kepo yang akut dan semua orang terdekat Dira tau akan hal itu,, dia tak akan pernah berhenti bertanya sampai rasa penasarannya itu hilang.
"Oke.. oke.. gue minta maaf sama lu" ujar Arshaka sambil tersenyum
"Minta maaf,, coba lu jelasin kesalahan lu apa sampe lu minta maaf,, baru gue mau maafin" ucap Dira ketus
"Gue minta maaf karna ingkar ga nepati janji gue buat jemput lu tempo hari dan gue minta maaf karna seminggu kemarin gue ngilang gak ada kabar,, puas lo..!!" Ucap Arshaka
"Lalu?" Tanya Dira ia belum puas akan jawaban sahabatnya itu dan Arshaka pun tau akan hal itu.
__ADS_1
"Minggu kemarin gue ke singapura bokap gue sakit ditengah tengah meeting jadi gue handle semua kerjaannya sangking sibuknya gue lupa hubungin lu" jelas Arshaka
"Lalu bagaimana sekarang keadaan papah?" Tanya Dira cemas. Dira memang memanggil ayah Arshaka dengan sebutan papa sama seperti Arshaka memanggil ayahnya dan begitu pula sebaliknya Arshaka memanggil ayah Dira Daddy sangking dekatnya mereka.
"Udah lu ga perlu cemas bokap cuma kecapean aja kok,, sebulan kemarin ia sibuk dengan pembangunan resortnya di Bali dan Lombok yang kerjasama dengan perusahaan jepang,, untung aja meetingnya di singapura bukan di tokyo" jelas Arshaka agar sahabatnya tenang.
Dira hanya mengangguk. Ia ingat sahabatnya pernah bercerita tentang proyek itu, dan Arshaka juga terlibat dibagian konstruksi bangunannya dan mereka bekerja sama dengan pengusaha jepang dan ingin membuat resort yang bertema jepang dan mendatangkan arsiteknya langsung dari sana.
"Maaf karna bokap sakit,, gue jadi handle kerjaannya dan gak punya waktu luang sama lu,, tapi gue usahain selalu ada buat lu dan gak akan ngilang ngilang lagi" terang Arshaka
"Seminggu tanpa lu,, gue hampa hidup gue sepii ga ada yang bawelin gue tau" lanjutnya lagi sambil mencubit hidung Dira. Yang dicubit hanya mendengus kesal.
"Oh yaa dir,, sorry ya gue ngajak teman gue kesini" ucap Arshaka karna dia tau Dira tak suka waktu berdua mereka diganggu apalagi dengan orang yang belum ia kenal.
"Hah,, harus sekarang juga memang? Penting banget gitu?" Tanya Dira kesal merasa waktu berduanya diganggu. Padahal ia ingin bercerita banyak dengan sahabatnya.
" Dia partner kerja aku nantinya,, namanya Akira Kobayasi dia orang jepang dan anehnya lancar berbahasa jepang" ucap Arshaka
Tak lama hp berlogo apel digigit milik Arshaka berbunyi. "Tunggu sebentar yaa panjang umur dia nelpon?" Katanya kepada Dira
📞👦 iyaa hallo kamu dimana ??
📞👱........
"Sorry,," ucap Arshaka pada dira
"Lu tenang aja dia orangnya asyik kok,, santun lagi" ucap Arshaka sambil memperbaiki letak kaca matanya dan dira hanya mendengua sebal.
"Nah itu orangnya" ucap Arshaka kepada dira saat ia melihat sosok Akira
"Haii Akiraa,, disini " panggil Arshaka. Dan Akira pun melangkah kearahnya.
"Hallo Shaka apa kabarmu? Senang bertemu dengan mu kembali?" Sapa Akira.
"Kabar baik" jawab Arshaka sambil memeluk Akira. Lalu memperkenalkan nya pada dira.
"Akiraa,, is my friend dia Dira" kata Arshaka memperkenalkan dira.
"Saya Akira" ucapnya sambil mengulurkan tangan dan tersenyum ramah kepada dira. Lalu dira balas menjabat tangannya "Dira" ucapnya
"Apa saya mengganggu kalian?" Tanya Akira
"Oh tidak,, tidak sama sekali" ucap Dira
__ADS_1
Arshaka dan Akira pun akhirnya terlibat obrolan panjang mengenai proyek mereka,, sementara Dira memperhatika Akira dengan seksama. Pria itu masih muda seusia dengan Arshaka sepertinya, tubuhnya kurus tinggi,, rambutnya berwarna hitam,, kulitnya sawo matang lebih mirip orang indonesia dibanding kebanyakan orang jepang pada umumnya,, mata nya bulat tidak sipit seperti orang jepang pada umumnya,, mungkin jika orang pertama melihatnya dia malah mirip orang indonesia. Namun ada sesuatu yang menganggu Dira ketika melihat wajah pria itu,, tapi apa?? Dira berfikir keras dengan mengerutkan kening. Sepertinya wajahnya tak asing, Dira yakin dia baru pertama kali bertemu dengan pria itu tapi kenapa rasanya ia telah kenal lama, batinnya. Dira sangat penasaran,, tidak ia tidak boleh merasa penasaran karna ia akan terus menerus kepikiran,, "Sial" umpat Dira kenapa dia sangat penasaran sama Akira.
"Oh ya kamu belum pesan makanan?" Ucap Dira memotong obrolan mereka.
"Astaga saya lupa menawarkan kamu makanan atau minuman?" Ucap Arshaka penasaran.
"Tak usah merasa bersalah dan kaku seperti itu" ucap Akira melihat raut wajah Arshaka.
"Kau mau pesan apa?" Tawar Dira
"Boleh dipilihkan saja,, yang menurutmu enak,, karna saya buka seorang pemilih dalam makanan dan suka mencoba hal baru?" Ucap Akira pada Dira
"Hmm,, aku suka itu kau bisa jadi temanku karna tak ribet seperti dia" ucap dira sambil menunjuk sahabatnya dan yang ditunjuk hanya tertawa. Lalu ia memilih makanan untuk Akira.
"Kau harus mencoba gudeg dan krecek itu sangat enak,, apalagi jika kau mencobanya langsung di jogja" terang Dira mempromosikan
"Jogja.. yogyakarta" ucap Akira antusias
"Yaa betul,, apa kau pernah kesana?" Tanya Dira penasaran
"yaa saya sering kesana untuk menyelesaikan beberapa urusan,, namun tak sempat wisata kuliner" jawab Akira
"Aku akan menemani mu wisata kuliner disana kapan kapan ?" Kata Dira
"Benarkah" tanya Akira antusias
"Tentu,, nanti kita atur jawal nya" ucap dira.
"Maaf Dira apa kesibukkanmu ?" Tanya Dira
"Aku cuma pengangguran" jawab Dira asal
"Bohong,, dia adalah disainer ternama disini,, dira punya butik dan juga dia jadi penyiar radio disela sela waktu kosongnya" terang Arshaka.
"Oh yaa dira diradio lu punya acara membacakan surat pembaca yaa kalau ga salah?" Tanya Arshaka
"Iyaa,, itu acaranya kharisma" jawab Dira acuh
"Tuh akira,, kamu kirim saja email ke acara itu,, nanti bisa minta alamatnya ke dia,, siapa tau wanita itu juga menjadi pendengar radio itu" ucap Arshaka
"Apa itu?" Tanya dira penasaran
"Tak penting,, shaka hanya melebih lebihkan" ucap Akira.
__ADS_1
Akhirnya Akira pamit terlebih dulu karna ada acara lainnya. Sedangkan Dira dan Arshaka melanjutkan acara mereka tentu itu atas paksaan Dira.