CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
9. Kekesalan Dira


__ADS_3

Terima kasih sudah berkenan mampir di karya ke dua authour,, authour akan mengajak pembaca semua ke dunia Nadira dan Akira 😉


.


.


Jangan lupa baca juga karya pertama Author "JODOH PILIHAN KAKEKKU ITU MUSUHKU"


.


.


Dan janga lupa dukung terus author agar tetap berkarya bisa like,, kirim ⚘ atau ☕.. dan juga koment yaa 😉🤗


.


.


🌻🌻🌻🌻


Arshaka telah sampai diresto xx di jalan Bangka. Dira heran ketika melihat sahabatnya duduk seorang diri.


"Mana Akira?" Tanya Dira sambil melihat sekeliling resto tersebut sambil mencari Akira.


Arshaka yang mendengar seseorang bertanya padanya lalu menutup buku menu yang sedari tadi ia lihat. "Maaf dia tidak jadi ikut karna sedang banyak kerjaan katanya" jawab Shaka pada Dira.


Mendengar jawaban "Akira tidak jadi datang" membuatnya menghentikan kegiatanya melihat sekeliling lalu ia memfokuskan diri pada sahabatnya itu.


"Sudah pesan?" Tanya Dira pada Shaka


"Belum, aku menunggu mu" jawab shaka sambil memberikan buku menu pada Dira.

__ADS_1


"Tumben lu ga sibuk,, biasanya gak ada waktu makan siang bareng gue?" Tanya Dira sambil sibuk menulis pesanannya


"Benarnya gue juga sama sibuknya kaya si Akira tapi dia lebih sibuk karena proyek resort itu apalagi dia kan baru gabung di tengah proyek yang telah jalan,, jadi dia harus menyesuaikan ritme kerja kami,, dari kemarin juga gue belum ketemu sama tuh orang"


Dira sedikit kecewa memang karna Akira tak jadi datang, sebenarnya ia sangat ingin bertemu pria jepang itu,, banyak hal dalam diri pria itu membuatnya penasaran apalagi tentang surat itu,, Dira sungguh sangat ingin terseyum kala mendengar surat yang pria itu kirim,, kapan yaa ia dapat bertemu lagi pria itu??


"Woii ngapa lu senyum senyum sendiri"? Seru Shaka membuyarkan lamunan Dira akan Akira


Dira langsung terkejut mendengar seruan itu " ooh gak apa apa?? Ngapain lu bahas Akira kan gue tanya tumben lu ga sibuk?" Tanya nya lagi


"Sibuk ?" Tanya Shaka pura pura bloon


"Iyaa sibuk sama cewe cewean lu yang mirip orang orangan sawah itu" sarkas Dira


Mengingat wanita yang disebut Dira,, ia jadi ingat Angelica wanita yang ditemuinya ketika dia berada di bali dan satu penerbangan pula dengannya. Akhirnya mereka berkenalan dan berlanjut kencan itu yang menyebabkan sahabatnya bete karna dirinya selain sibuk dengan pekerjaan juga sibuk pedekate dengan Angelica.


"Lu jangan ngomong gitu,, dia itu keturunan bule jadi wajar rambutnya pirang" ujar Shaka membela gebetannya


"No way!! Jangan coba coba lu kenalin gue sama cabe cabean lu itu semua" jelas Dira.


"Bisa kah kita makan siang dengan tenang ga usah bahas yang bikin gue emosi" ujar Dira kesal


Shaka mengerti karna Dira paling tidak suka jika dirinya mengenalkan wanita wanita yang dekat dengannya entah mengapa sahabatnya itu selalu saja marah.


"Okee baiklah,, kita tunggu pesanan kita" ucap Shaka mengalah. Tak lama ponselnya pun berdering..


"Tunggu sebentar," ucap Shaka pada Dira sambil merogoh saku celananya dan seketika wajahnya langsung ceriah melihat nama yang tertera di layar ponsel tersebut.


Dira yang melihat perubahan raut wajah sahabatnya itu langsung berfirasat buruk,, pasti Shaka menerima telpon dari orang orangan sawah itu,, pasti dia sangat yakin,,


Shaka buru buru menganggakat panggilan tersebut. " hallo Angel apa kabar mu,,,?

__ADS_1


",,,,,,,,"


"Oh ya kamu telah di jakarta" seru Shaka antusias


",,,,,,,"


"Oh tentu,, aku sedang tidak sibuk dan kebetulan belum makan siang"


",,,,,,"


"Baiklah,, sampai jumpa" tutup Shaka pada panggilan itu.


Dira pun langsung membelalakan matanya "apa katanya tadi?? Ada waktu?? Sekarang?? Dira pun menarik napas panjangnya dan berkata "jangan katakan" ucapnya


Shaka menatap Dira bersalah,, dan Dira balik menatap tajam sahabatnya itu.


"Maafkan gue dir,, gue harus pergi" ucapnya namun dira tak menanggapinya


"Angel baru saja balik ke jakarta dan dia ngajak gue makan siang,, jadi maaf gue harus pergi" ucapnya


"Tapi bukannya kita juga lagi makan siang dan itu makan mu juga sudah datang" ucap Dira kesal


"Maaf gue harus pergi,, lain kali gue teraktir lu yaa" ucap Shaka tanpa bersalah sama Dira


"Byee" ucap Shaka


Dira nyaris tak percaya melihat sahabatnya bangkit dan kursinya dan melambai lalu keluar. Ia tak bisa melakukan apa apa sangking terkejut akibat ulah sahabatnya itu.


"Apa itu artinya? Shaka meninggalkannya dan memilihi wanita yang belum ada sebulan ini ia kenal,, sakit itu yang dirasakan nya kini,, Dira selalu mendapatkan perhatian penuh dari Shaka dan Shaka sendiri yang pernah berkata begitu jika Dira adalah wanita nomer satu baginya tak ada yang lain. Dira tau jika Shaka menganggapnya hanya teman baik mungkin juga adik baginya,, itu tidak masalah baginya.


Dira memang mempunyai sifat blak blakan,, tapi dia tidak suka terang terangan terhadap lelaki akan perasaannya,, selama ini Dira telah menunjukka rasanya pada Shaka,, tapi lelaki itu tidak peka,, mungkin karna menganggap dia adik jadi,, Dira bisa berbuat apa. Hanya sepertinya ini saja ia sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2