CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
6. Dira si Miss Penasaran


__ADS_3

Selamat datang di karya kedua author,, semoga kalian menyukainya πŸ€—πŸ€—


.


.


Jangan lupa juga baca karya pertama author "JODOH PILIHAN KAKEK ITU MUSUHKU"


.


.


Jangan lupa dukung dengan memberi like,, koment atau pun ⚘ dan β˜•


.


.


🌻🌻🌻🌻


Setelah cerita berakhir,, Dira masih memikirkan sosok Akayashi. Siapa pria itu pikirnnya.


Aka--yashi ,, Aka--yashi ucapnya berulang ulang,, "Akira Kobayashi "


"Apa mungkin itu Akira Kobayashi"pikirnya.


Dira masih terus mikirkannya ia makin penasaran,, apa mungkin itu Akira. Ia benar benar sangat penasaran dengan laki laki itu. Sampai detik ini dia masih belum menemukan jawaban atas rasa penasarannya terhadap Akira diawal pertemuan mereka dan bermaksud melupakan hal itu sebelum ia menjadi gila memikirkan jawaban atas rasa penasarannya tapi ini apa malah bertambah lagi rasa penasarannya.


"Aaarrgggh" teriak Dira membuat Ob yang memang tinggal di kantornya terkejut dan menghampiri dirinya.


"Mbak,, mbak dira baik baik saja kan" tanya nya


"Iyaa aku baik baik saja" jawab Dira.


"Gue harus telepon Shaka nie gak bisa nunggu besok,, bisa bisa gue ga tidur semalaman karna penasaran" gumam Dira


Dira pun meraih ponselnya dan menyentuh angka 3 di ponselnya yang langsung menghubungkan dengan nomer Arshaka.


πŸ“žπŸ‘© hallo shaka


πŸ“žπŸ‘±iyaa diraa,, baru aja gue mau nelpon lu,, ada apa lu nelpon gue


πŸ“žπŸ‘© lah lu ngapa tadi mau nelpon gue


πŸ“žπŸ‘± gue cuma mau ngasih tau kalau besok gue gak bisa makan siang bareng lu


πŸ“žπŸ‘©kenapa?? Mau kencan sama cewek yang mana lagi lu


πŸ“žπŸ‘± apaan sih lu curigaan mulu,, besok gue mesti ke Bali liat proyek yang mau jalan.


πŸ“žπŸ‘© berapa lama ?


πŸ“žπŸ‘± 4 hari paling cepet,, lamanya seminggu,, napa lu


πŸ“žπŸ‘© sepii gue gak ada lu 😣😣


πŸ“žπŸ‘± yaelah lu makanya cari cowok,, btw ada apa lu tadi telpon gue ?


πŸ“žπŸ‘© oh yaa gue lupa,, gue mau tanya temen lu si Akira dia jadi kirim surat ke Radio?


πŸ“žπŸ‘± kenapa lu kepo amat ?


πŸ“žπŸ‘© iih tinggal jawab aja napa,, lu tau gue penasaran banget


πŸ“žπŸ‘± gue gak tau sejak ketemu waktu itu sama lu gue belum ketemu lagi soalna dia besoknya langsung ke jepang,, katanya mau ngurusin sisa kerjaannya sebelum fokus sama proyek ini


πŸ“žπŸ‘© ooh,, lu tau ga dia mau cerita apa?


πŸ“žπŸ‘± iih kepo amat lu


πŸ“žπŸ‘© dah tau gue gampang penasaran,, jawab dong supaya gue bisa tidur ni malam,, sekarang gue tidur di butik nih


πŸ“žπŸ‘± yaa ampun Diraa,, kurang kurangin dikit napa sifat penasaran lu? Yang gue tau dia terpikat sama cewek indonesia yang dia sendiri ga tau siapa namanya


πŸ“žπŸ‘© kok bisa ??

__ADS_1


πŸ“žπŸ‘± mana gue tau?? Dia ketemu ga sengaja sama tuh cewek di bandara setau gue


πŸ“žπŸ‘© kok sama kaya cerita yang barusan disiarin sih


πŸ“žπŸ‘± gtw gue,, udah ah gue ngantuk besok gue penerbangan pagi,, lu tiduur jangan kepoan


🌻🌻🌻🌻


3 hari sudah Dira lewati tanpa Arshaka,, ia harus menahan rasa penasaran selama 3 hari pula,,


"Aaaargh,, kenapa makin penasaran gue,, sial kaya nya si Shaka sengaja gak angkat atau nelpon gue nie " batin Dira


Tak lama ponsel Dira berdering,, ia berharap jika itu Shaka,, bergegas ia mengambil ponsel dan langsung mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelpon


πŸ“žπŸ‘¨ hallo Dira


πŸ“žπŸ‘© papah (jawab dira terkejut)


πŸ“žπŸ‘¨ iyaa ini papah sayang,, kamu lagi nunggu telpon siapa memangnya,, kecewa gitu tau papah yang telpon


πŸ“žπŸ‘© Dira kira si Shaka pah


πŸ“žπŸ‘¨ ooh,, sayang kamu bisa jemput papah dikantor gak,, mobil papah mogok dan masuk bengkel deh


πŸ“žπŸ‘© aah papah ada butuhnya telpon dira,, minta tolong pake mobil kantor aja lah pah


πŸ“žπŸ‘¨ papah sekalian ingin makan siang bareng kamu sayang,, sudah lama kan kita gak makan bareng


πŸ“žπŸ‘© tumben,, emang kemana tuh ani aniannya papah


πŸ“žπŸ‘¨ sudah aah cepat papah tunggu kamu yaa sayang.


Dira menghela napas panjang "yaa sebaiknya gue ketemu papah dari pada gue sendirkan kepikiran mulu tuh si Akira".


Akhirnya Dira bergegas pergi menemui papahnya.


🌻🌻🌻🌻


5 hari sudah Dira menjalani harinya tanpa Arshaka,, ia merasa sepi dan rindu dengan sahabatnya. Dira melihat jam sudah waktunya makan siang,, ia pun bergegas pergi makan siang karna hari dia ada jawal siaran pukul 2 siang nanti.


Ia memilih kafe yang menyediakan makanan sederhana dan siap saji,, Dira masuk kedalam kafe tersebut dan memilih meja kosong di pojok dan memandang sekeliling mencari pelayan. Ia mengangkat tangan ketika melihat salah seorang pelayan ternyata pelayan tersebut sedang mengantarkan pesanan ke meja yang tengah di duduki seorang lelaki,, mata Dira pun mengerejap melihat laki laki itu,, ia berfikir apa dia salah liat,, apa benar yang dilihatnya itu adalah Akira


Karna sibuk mengamati Akira disebrang sana,, Dira tak menyadari kehadiran pelayan disampingnya yang menanyai pesanannya.


"Maaf,, saya pesannya nanti saja,, saya mau menyapa teman saya dulu" ucap Dira pada pelayan itu sambil menunjuk ke arah Akira dan beranjak dari bangkunya.


"Permisi" kata Dira ragu ragu pasalnya dia takut Akira lupa pada dirinya.


Laki laki itu mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan bingung "yaa" jawabnya


Dira tersenyum ketika Akira menatapnya "Akira Kobayashi, bukan?" Tanya Dira


"Benar saya" jawab Akira dengan wajah datarnya,, membuat Dira hampir ragu meneruskan percakapannya.


"Hmm,, masih inget saya?" Tanya Dira hati hati karna melihat wajah datar Akira ia takut lelaki itu tak mengenali dirinya.


Akira masih berfikir untuk mengenali siapa wanita itu sepertinya ia pernah bertemu tapi dimana pikirnya.


Melihat Akira masih diam,, Dira berkata lagi "pasti kau kenal dengan Arshaka bukan? Seminggu lalu kita pernah bertemu diangkringan saya teman Arshaka"


"Ooh yaa Dira saya ingat kamu,, maaf tadi sedikit lupa" ucap Akira "apa kabar kamu?" Tanya Akira sambil mengulurkan tangannya pada Dira.


"Aku baik baik saja" jawab Dira sambil menerima uluran tangan Akira. Ia merasa lega karna Akira mengenalinya.


"Dimana Shaka?" Tanya Akira yang melihat Dira seorang diri.


"Dia lagi di Bali sudah seminggu" jawab Dira.


"Kamu makan siang sendirian? Atau sedang menunggu seseorang?" Tanya Dira


"Iyaa aku sendirian,, bagaimana dengan kamu?" Tanya Akira


"Sama" jawab Dira "hmm.. boleh gabung?" Tanya Dira


"Tentu saja boleh" jawab Akira sambil menarik kursi didepannya.

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Dira,, ia benar benar tidak ingin makan sendirian.


"Aku baru saja datang,, lalu aku melihat kamu jadi kupikir untuk menyapa mu karna waktu itu kita tak berbicara banyak".


"Tidak apa apa" jawab Akira sambil mengangkat tangan memanggil pelayanan untuk Dira.


"Oh yaa kata Arshaka kemarin kamu pulang ke jepang yaa"


"Iyaa mengerjakan sedikit pekerjaan sebelum aku memulai pekerjaan ku disini dan baru saya kemarin aku kembali"


"Oh ya, ada yang ingin ku tanyakan?" Kata Dira teringat surat yang kemarin dibacakan si radio yang membuat dirinya penasaran. "Hmmm,, apa kamu menulis surat ke statiun Radio kami,, seperti yang di sarankan Shaka?"


Akira megangkat alisnya "kalian sudah menerimanny?"


Dira terkejut lalu tertawa "sudah kuduga kalau Akayashi itu kamu"


"Bukan hanya diterima tapi sudah dibacakan" ucap Dira


"Oh yaa" kali ini Akira terkejut.


"Maaf aku tidak pandai merangkai cerita,, cerita yang konyol bukan?"


Dira menggelengkan kepala "tidak itu cerita yang menarik".


Pelayan datang membawa pesanan Dira,, "terima kasih" ucap nya pada pelayanan itu dan menyantap makan siangnya


"Apa kamu yang membacakan surat saya?" Tanya Akir


"Ooh bukan,, itu acara temanku,, aku cuma mendengarkannya"


"Dira apa kamu senang dengan pekerjaan mu sebagai penyiar?"


"Yaa tentu,, dan menurut Shaka itu pekerjaan yang paling cocok dengan ku dari pada seorang disainer menurutnya aku cerewet"


"Aku setuju dengan Shaka,, kau memang cerewet" ujar Akira


"Dasaar" ujar Dira


"Lalu bagaimana dengan gadis itu?" Tanya Dira penasaran


"Tidak bagaimana mana" ucap Akira


"Kamu gak ada niat mencarinya?" Tanya Dira penasaran


"Tidak,, jika jodoh kita pasti dipertemukan dan ketika aku bertemu kembali dengannya aku akan mengajaknya berkenalan" jelas Akira


"Huuh" dengus Dira


"Kayanya kamu penasaran banget sama cerita saya?"


"Kamu tau,, aku memang mudah penasaran,, dan kalau kata orang terdekatku aku bisa gila dan berbahaya kalau sedang penasaran dan kau juga harus tau gegara suratmu itu selama 5 hari aku terus penasaran dengan nama Akayashi itu karna menurutku itu kamu tapi aku tak tau harus bertanya pada siapa ,, tapi aku bersyukur hari ini aku bertemu dengan mu dan terjawab sudah rasa penasaranku,, aaaah akhirnya aku bisa tidur nyenyak " ucap Diraa menjelaskan


Akira hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Dira,, jauh dari bayangannga. Dan mereka terlibat obrollan yang menyenangkan,, bagi Dira Akira teman ngobrol yang seru dan dia juga bisa menjadi teman diskusi yang mengasikkan dan begitu pula sebaliknya.


Dira melihat jam dipergelanga tangannya "astaga aku sampai lupa waktu sangking serunya bicara sama kamu,, aku harus pergi sebentar lagi waktu siaranku" ucap Dira bersiap pergi


"Oh dira" seru Akira yang membuat Dira kembali duduk "iyaa ada apa?" Tanyanya


"Hmm,, besok kan weekend apa ada rencana?" Tanya Akira "aku berencana keliling jakarta sebelum aku memulai pekerjaan ku senin besok,, apa kamu bersedia menemani ku?"


"Baiklah aku mau" jawab Dira


"Terima kasih,, besok jam 10 pagi kita ketemu lagi disini" kata Akira


"Oke" kata Dira tanpa berfikir lagi dan bergegas pergi.


Ditengah perjalanan menuju statiun radio,, Dira berfikir "tadi dia bilang jam berapa ya?" Lalu ia terbelalak "jam 10 pagi?besok? Yaa ampun besok kan Sabtu kenapa gue setuju janjian jam 10 pagi? Yaa Tuhan.


.


.


🌟🌟🌟🌟


Dukung terus karya Author yaa.. πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2