CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
Bab.22 Tentang Ramalan itu


__ADS_3

Haii.. readers tersayang maafkan autor yang tertidur panjang dalam melanjutkan cerita ini. Karena beberpa bulan belakangan ini autor sedang menghadapi musibah, ibunda dari author meninggal dunia, setaun autor tidak menenggoknya dan hingga meninggal pun author tidak bisa disampingnya. Akibat Pademi yang mengharuskan kita semua PPKM. Mohon doanya untuk ibunda author.


.


.


Sekarang autor akan mulai melanjutkan lagi cerita kisa Dira dan Akira.. semoga kalian tetap setia dengan karya author ya..


.


Bab.22 Tentang Ramalan itu


Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan makan siang kini Dira dan Akira sedang berada di lawang sewu, yaa mereka memutuskan jalan-jalan di sekitar lawang sewu yang tak jauh dari hotel tempat mereka menginap, setelah tadi mereka makan siang di sekitar simpang lima.


“Akira apa kah kamu tau ini adalah tempat yang sangat seram, banyak cerita mistis didalamnya?’’ ujar Dira


“mistis semacam hantu begitu?’’ tanya Akira yang sibuk dengan kamera SLR nya mengambil banyak objek disana salah satunya Dira lah yang menjadi objek menariknya, diam-diam ia mengambil banyak pose candid wanita itu.

__ADS_1


“yaa begitulah, dan tempat ini terkenal dengan keseramannya” jawab Dira. “apa kamu tidak merasakannya, bulu kunduk ku saja sudah pada berdiri gini padahal hanya diluarnya saja kita berdiri” ucapnya lagi, yaa pada dasarnya Dira cewek penakut apalagi sekarang dia berada ditempat yang menurut banyak orang menakutkan.


“apa kamu percaya Dira-chan?’’ Akira bertanya pada Dira dengan tersenyum


“iya aku percaya, karena gedung ini menyimpan banyak sejarah perjuangan bangsa indonesia yang dulu di jajah oleh Belanda dan negara mu? Dan lagi pula banyak yang telah menyaksikan penampakannya mereka seperti kuntilanak dan noni Belanda” jelas Dira


“ yaa aku tau dulu negara ku pernah menjajah negara mu, namun kita kita telah damaikan’’. Jawab Akira serius. “dan apa kamu tau Dira-chan setiap gedung itu pasti ada penunggunya, dan kita hidup saling berdampingan dengan mereka tidak usah takut yaa, apa kamu mau coba masuk kedalamnya Dira-chan?’’ tawar Akira


“ooh tidak terima kasih, aku akan menunggu mu di taman itu’’ Dira pun langsung berjalan meninggalkan Akira


“baiklah Dira-chan, tunggu aku disana karena aku masih ingin melihat-lihat disini” teriak Akira


Akira yang telah selesai berkeliling kini mencari keberadaan Dira, wanita yang entah mengapa sejak pertama kali bertemu membuatnya nyaman dengan keceriaan dan kecerewatannya, padahal dirinya termasuk orang yang sangat pendiam. Dan akhirnya ia menemukan wanita itu sedang duduk melamun entah apa yang sedang dipikirkannya, terlihat begitu berat Akira pun bergegas menghampirinya.


“Hai Dira-chan apa yang sedang kamu fikirkan?” tanya Akira, yang membuat Dira tersentak kaget dari lamunannya.


“kamu Akira membuatku kaget saja” jawab Dira dengan ekspresi kesalnya lalu ia kembali menerawang menatap langit yang biru

__ADS_1


“sepertinya kamu sedang berfikir berat apa yang kamu fikirkan’’ tanya Akira kembali


“ooh aku tidak sedang memikirkan apa-apa’’ dusta Dira


“kamu tak pandai berbohong Dira-chan raut wajahmu menggambarkan jika kamu sedang memikirkan sesuatu’’ tuduh Akira


Dira pun menarik napas panjang dan menghembuskan kembali dengan berat “baiklah, kau benar Akira, aku sedang memikirkan maksud dari ramalan nenek tua itu tadi” ucap Dira yang akhirnya menceritakan ke gundahan hatinya.


“sudah ku duga miss. Penasaran ini memikirkan ramalan itu, sudahlah Dira-chan tak usah kamu fikirkan. Kita hidup didunia ini sudah digariskan oleh yang tuhan, jadi kita tinggal jalani saja sebaik-baiknya” ucap Akira bijak


“tapi aku penasaran mengapa dia bilang aku dan kamu ditakdirkan dari masa lalu?’’


“kamu tau kan diri yang pernah aku ceritakan pada mu dulu, yang membuatku menginjakkan kaki di indonesia karena amanah alm. Ibu ku, jika beliau tidak memberikan amanah itu mungkin aku tidak akan pernah datang ke indonesia dan tidak mungkin mengenalmu” jelas Akira yang menjelaskan secara logika”


“ooh ya mungkin begitu ya, tapii..?


“sudah Dira-chan tak usah kamu pikirkan, ayok kita harus segera kembali ke hotel dan bergegas ke bandara jika kita tak mau ketinggalan pesawat” ucap Akira yang memotong omongan Dira.

__ADS_1


“yaa ampun aku lupa,, aku kita harus segera cek out”


__ADS_2