CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
Bab. 20 (hari terakhir di jogja)


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼


Setelah kemarin seharian mereka habiskan untuk berjalan jalan ke candi borobudur,, pantai kukup dan berakhir makan malam di bukit bintang pathuk,, kini mereka berencana menghabiskan waktu untuk berjalan jalan di kota jogja nya saja. Dan juga akira berencana akan berkunjung ke rumah ibunya dira. Kemarin sebelum kembali ke hotel dira telah mengirim alamat rumah bundanya ke no whatapps akira,, dan kini akira akan kerumah dira dengan diantar mobil dari hotel.


Akira sampai dikediaman ibu nya dira,, rumah dengan gaya jaman dulu yang asri dengan halaman yang luas dan banyak terdapat tanaman yang membuat sejuk tak lupa ukiran pintu rumah yang terbuat dari kayu jati dan bangku depan berupa bongkahan kayu yang sangat indah. Akira pun memencet bell yang terdapat di tembok pagar rumah itu,, setelah beberapa kali memencet bell keluar lah seorang Wanit paruh baya membukakan pagar untuk nya.


"permisi,, apakah benar ini rumah ibunda Dira? "tanya akira sopan


" nggeh den,, ini rumah ibunya mbak diraa,, aden temennya mbak dira yang dari jepang itu yaa?


" tanya si mbok dan akira menganggukkan kepalanya tanda membenarkan ucap si mbok,,


"marii masuk sudah ditunggu sama ibu dan mbak dira" ajak mbok dab membawa akira memasuki kediaman ibunda dira.


"silahkan duduk den,, saya panggilkan ibu dan mbak dira dulu" pamit si mbok untuk memanggil majikannnya dan menyiapkan minuman. Akira melihat sekeliling ruang tamu itu ia melihat bayak sekali foto foto yang terpajang disana baik di dinding maupun dimeja,, dan ia melihat salah satu foto dimana seorang Pria menggendong seorang anak wanita,, ia merasa familiar dengan wajah pria itu tapi dimana pikirnya. Pikirannya pun buyar setelah kedatangan dira didekatnya


"akhirnya sampai juga kamu di rumah bundaku? "seruu dira "selamat datang" ucapnya lagi,, akira hanya tersenyum melihat tingkah dira.


Tak lama seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan ayu,, parasnya mirip dengan dira menghampiri mereka dengan senyuman yang sangat hangat. " sudah datang toh tamunya sayang" ucapnya. Dan akira pun segera menghampiri ibunda dira untuk memperkenalkan diri. Ibunda almira pun mengajak akira untuk makan walaupun ia tau belum waktunya makan siang,, tapi ia mengajak akira untuk mencicipi masakkannya karna dira telah menyuruh akira agar tidak sarapan makanan berat karena akan mengajaknya makan bersama bundanya. Jadilah kini mereka sekarang sedang menikmati masakkan bundanya dira yang khusus dimasak untuk menyambut akira,, menu khas jogja seperti gudeg nangka,, krecek,, bacem telur dan tempe,, ayam serundeng serta paru goreng tersaji diatas meja makan,, mereka semua makan sambil diselingi obrollan.


"dulu papa nya dira juga pernah ke jepang 4 atau 5 bulan gitu beliau menetap disana sebelum akhirnya disuruh pulang oleh kakeknya dira" ujar bunda almira ditengah tengah obrolan mereka


"serius bun,, papa pernah tinggal di jepang,, kok aku ga tau sih? " tanya dira karna dia baru saja mengetahui jika sang papa pernah tinggal di negara matahari terbit itu.

__ADS_1


"yaa jelas kamu ga tau,, kamu di aja belum tau ada dimana" jawab bunda almira sambil terkekeh


"maksud bunda? " tanya dira tak mengerti dengan jawaban sang bunda.


"iyaa bunda aja belum menikah waktu itu sama papa kamu,, gimana kamu bisa tau sih mbak" jelas sang bunda,, yang membuat akira dan dira tertawa.


"oh yaa akira,, kamu lancar sekali berbahasa indonesia apa kamu khusus belajar nak? " tanya bunda penasaran


" iya bun,, mendiang ibu saya menyuruh saya mempelajari bahasa indonesia sejak kecil sebelum menyuruh saya agar bisa berbahasa inggris,, entah mengapa dulu juga saya heran,, ternyata semua terjawab sudah ketika beliau telah tiada,, dan ternyata saya sekarang kerja diindonesia" ujar akira yang menutupi alasan sebenarnya ia disuruh belajar bahasa indonesia oleh sang ibu,, dan dira mengerti hal itu.


"doa orang tua terutama ibu itu ampuh nak,, terbukti kan sekarang kamu bisa bekerja diindonesia karena lancar berbahasa indonesia" ucap sang bunda.


Setelah selesai makan bersama dira pun berpamitan pada sang bunda untuk mengajak akira berkeliling jogja,, karena ini hari terakhir mereka di jogja dan akira ingin membeli beberapa buah tangan untuk ayah dan sahabatnya di jepang. Tujuan mereka kini adalah pasar bringharjo.


"menurutmu apa yang cocok? " akira kembali bertanya


"batik mungkin,, yaa batik kamu bisa memberikan ayahmu pakaian batik karena batik ciri khas indonesia" saran dira " dan untuk temanmu juga bisa kamu belikan batik juga"


"baiklah pilihkan aku batik untuk mereka dan untukku juga,, hmm dan untuk sahabatku kukira ukurannya sama dengan tubuhmu" jelas akira. Mendengar perkataan akira akan sahabat nya yang dira kira seorang pria ternyata salah,, entah mengapa membuat dira merasa tak enak hatinya.


"diraa kamu kenapa? " tanya akira yang melihat ekspersi dira yang berubah


"ooh gak apa apa,, kukira sahabatmu itu pria? " tanya dira datar menutupi rasa tak suka dihatinya

__ADS_1


"dia seorang wanita namanya naomi,, dia tetangga flat aku dia orangnya seperti kamu dira ceria dan cerewet,, aku jadi kangen dengannya" ucap akira karena dirinya benar benar kangen dengan tetangganya itu yang selalu dia repotkan untunglah ada dira kini yang sedikit banyak menghiburnya ketika diindonesia.


Dira yang mendengar akira menyebut kata "Kangen" pada sahabatnya itu entah mengapa hatinya makin gak suka,, dan dira mencoba menepis semua rasa itu,, dan ia sibuk memilihkan batik untuk mereka,, kemeja batik couple namun berbeda warna untuk akira dan ayahnya,, dress batik untuk naomi tak lupa beberapa aksesoris gelang gelang cantik untuknya. Setelah selesai berkeliling berbelanja dipasar bringharjo,, dira mengajak akira ke kedai ice cream dan gelato yang cukup terkenal di jogja.


Kini mereka telah tiba di Artemy,, Italian Gelato & Ice Cream,, sebuah cafe yang menyajikan sesuai namanya gelato dan ice cream,, juga berbagai varian olahan es cream lainnya seperti crepes atau pancake yang disajikan dengan satu atau dua scoop ice cream yang bisa dipilih sendiri rasanya. Dira sangat menyukai tempat ini khususnya ice cream dan gelato yang dijual disini ia selalu menyempatkan diri berkunjung ketempat itu setiap pulang ke jogja.


Dira memilih meja dipaling sudut ditempat itu yang agak sedikit sepi dan sangat cozy. Lalu ia memesan chocolate ice cream untuk topping crepes yang ia pesan. Sedangkan akira memilih pancake dengan topping ice cream rasa strowberry diatasnya. Mereka masih diam hingga pramusaji menghidangkan pesanan mereka.


"akira boleh aku tanya sesuatu? " ucap dira ragu setelah pramusaji tersebut pergi dari meja mereka.


"tentu,, apa yang ingin kamu tanyakan dira??" tanya akira. Melihat dira masih terdiam membuat akira kembali bertanya "aku tau dira apa yang sedang kamu pikirkan,, aku tau kau orang yang sangat penasaran seperti katamu dan Arshaka benarkan?? Akan aku beritahu kamu agar tidak penasaran,, naomi itu hanya sahabat bagi aku tak lebih" ucap akira seakan akan ia tau apa yang dipikirkan gadis didepannya itu.


Deg,, dira tak menyangka akira tau apa yang ingin dia tanyakan,, dira hanya diam pura pura tak peduli,, ia memutar otak untuk bertanya sesuatu agar akira berfikir apa yang ia ucapkan itu benar yang akan dirinya tanyakan. " buu.. bukan itu yang akan aku tanyakan akira,, aku tak peduli naomi itu siapanya kamu" dusta dira


"jadi apa yang ingin kamu tanyakan? " tanya akira,, dirinya tak mau mendesak gadis itu mengakui bahwa perkataannya benar,, cukup baginya mengetahui bagaiman dira


"hmm.. Aku tak bisa pulang bersama mu besok pagi" ucap dira


"kenapa dira? " tanyanya


Dira pun menghela napasnya lalu ia memanyunkan bibirnya dengan kedua tangan diatas meja menupu kepalanya. "ada klaen ku yang sedang di semarang,, dia meminta ku menemuinya untuk membahas desain pakaian yang akan dikenakan keluarga besarnya,, karena keluarga besar sang wanita orang semarang" ucap dira


"jadi aku pulang sendiri,, baiklah" jawab akira setelah mendengar alasan dira. Sebenarnya dira ingin meminta akira menemaninya ke semarang dan pulang bareng ke jakarta nantinya,, tapi dira tak bisa mengatakannya karena dia tau bahwa pekerjaan akira pasti sangat banyak.

__ADS_1


Hari terakhir akira di jogja mereka isi dengan berjalan jalan disekitaran hotel dan jalan malioboro tak lupa malam harinya dira menemati janjinya dahulu sewaktu pertama kali bertemu dengan akira dimana dia akan mengajaknya ke sebuah angkringan yang cukup terkenal dengan menu kopi joss nya,, dimana kopi disajikan dengan arang didalamnya,, mereka berdua menghabiskan malam terakhirnya.


__ADS_2