CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
Bab. 23 Sahabat yang Kini Kembali


__ADS_3

Happy reading.. 😊😊


.


.


🌺🌺🌺


Dira kini ini berada dibutiknya, sudah dua hari lalu dia kembali dari Semarang kini ia sedang sibuk menyelesaikan gaun pesanan klainnya itu, dan sangking sibuknya dia pun sampai cuti dari siaran radionya karena begitu banyak pesanan dari beberapa klain, Dira patut bersyukur karena masih banyak pelanggannya yang masih mempercayakan butiknya untuk membuat gaun mereka, jadi karena itu ia harus semangat untuk menyelesaikan nya dan memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, karena butik ini adalah impiannya. Karena kesibukkannya ia pun sudah lama tak berjumpa dengan Akira.


“Mbak udah jam 12 siang nih, mau makan siang apa?” tanya Sari asissten Dira dari balik pintu ruang kerjanya.


“ya ampun sudah jam 12 siang ya” ujar Dira yang tidak sadar akan waktu jika sedang bekerja


“istirahat dulu lah mbak, nanti sakit mau aku pesenin makan atau mbak mau keluar makan siang?” tanya Sari lagi


“kamu mau makan apa Sar?” tanya Dira


“aku mau makan diluar mbak sama Huda” jawab sari, ya sari sudah janji dengan tunangannya untuk makan siang bersama


“ooh gitu, aku mau delivery ajah kalau begitu males keluar”

__ADS_1


“mau aku pesenin di resto biasa atau bagaimana mbak?”


“gak usah nanti aku pesan sendiri, gih sana kamu pergi pasti Huda sudah nunggu kan”


“hehe iya mbak, dia udah nunggu dari tadi, tapi aku khawatir sama mbak Dira takut gak sempet makan siang” jelas Sari, ia sangat khawatir sama boss nya itu pasalnya Dira suka lupa waktu jika bekerja.


“ya ampun kamu Sar, tenang saja nanti mbak pesen kok, gih sana pergi buruan” jawab Dira sambil bangkit dari kursinya dan mengusir asistennya itu.


Selepas kepergian asistennya itu Dira sedikit merelaksasikan tubuhnya di sofa besar yang ada di sudut ruangan sambil memandang keluar melihat lalu lalang kendaraan yang melintas,


“udah lama yaa berarti aku gak ketemu Akira semenjak kepulangan kita dari Semarang, apakabar anak itu” gumamnya. Tak lama ponsel Dira pun berbunyi ia pun bergegas mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja kerjanya.


Nama Arshaka terpangpang dilayar ponsel Dira. “huh aku hampir lupa punya sahabat dia, rupanya dia masih ingat aku” gerutu Dira pasalnya dia sangat kesal pada sahabatnya itu karena sekarang Shaka sangat sibuk dan tak ada waktu untuknya jangankan untuk bertemu untuk menelpon saja dia tak sempat.


📱Shaka : “hallo Dira sedang apa kamu?”


📱Dira : “masih ingat kamu dengan aku?’’


📱Shaka : “tentu lah aku selalu ingat gadis cerewet dan miss.kepo ini?”


📱Dira : “sudahlah jangan basa basi, ada apa?”

__ADS_1


📱Shaka : “ aku ingin mengajakmu makan siang”


📱Dira : “tak usah aku sudah makan siang”


📱Shaka : “you seriously”


📱Dira : “yah aku serius” jawab Dira yang berbohong karena ia merasa kesal dengan sahabatnya itu.


“tapi aku rasa kamu berbohong” ucap Shaka diujung pintu ruang kerja Dira sambil menenteng makanan yang ia bawa. Karena sebelumnya ia menelpon butik dan menanyakan keberadaan gadis itu, dan mendapatkan info jika Dira belum makan siang jadinya dia segera meluncur ke butik itu dan membawa makan siang sembari menebus kesalahan dia pada sahabatnya.


Dira yang mendengar suara Shaka dan mencium bau Pizza serta KFC langsung menoleh kearah sumber suara dan bau itu dengan posisi masih menempelkan possel ditelinganya padahal ponsel tersebut sudah lama terputus.


“mau apa kamu kesini, aku bilang sudah makan” dusta Dira karena masih kesal dengan sahabatnya. Tak lama kemudian bunyi perutnya tak bisa berbohong membuat Dira sedikit malu


“yakin ga mau enak nih, yaudah aku numpang makan aja disini bolehkan” ucap Shaka mengalihkan suasana karena dia tau Dira pasti malu dan akan tambah marah jika dia meledeknya apalagi dengan kondisi dia yang sedang lapar.


Shaka pun membuka makanan yang ia bawa di meja diruang kerja Dira. Wangi makanan sangat menggoda Dira, mau tak mau dia mendekati sahabatnya itu.


“jahaaat” ucap Dira sambil memukul lengan dan dada bidang Shaka. Namun pria itu hanya diam saja membiarkan Dira meluapkan kekesalannya, salah dia juga tidak menghubungi gadis itu.


“sudah?” tanya Shaka yang melihat Dira berhenti memukul, dan Dira pun mengangguk.

__ADS_1


“yasudah kita makan dulu, karena marah juga perlu energi”.


__ADS_2