
πΌπΌπΌπΌ
"akiraa,, kamu gak apa apa? " taya dira
Akira Khobayashi tak perlu mencari kaca untuk melihat keadaannya sekarang,, karna ia yakin wajahnya kini sudah pucat pasi dan sedikit berantakan penampilannya. Dan ia kehilangan kemampuan berfikirnya sementara itu semua karna ulah gadis periang itu,, kini akira merasakan jantungnya berpacu kencang, kepalanya berputar putar dan perutnya mual belum lagi kakinya yang sangat lemas menopang tubuhnya kini yaa lagi lagi itu karna gadis periang itu.
Bagaimana bisa?? Mungkin para readers berfikir demikian. Karna menurut kalian Nadira yang kalian kenal atau biasa dipanggil dira itu gadis yang anggun jangan salah dia memiliki sifat bar bar dan menyukai tantangan.
ππ Flasback π
Kini mereka telah sampai di Dufan (Dunia Fantasi) dikawasan ancol. Setelah bermacet macet ria menuju tempat rekreasi ini dan belum lagi antri panjang di depan pintu masuk ancol, kini mereka harus mencari parkiran yang terdekat dengan pintu masuk wahana Dufan dan itu tak mudah.
Selepas mendapatkan parkir dan memeriksa semuanya aman,, Dira langsung menarik tangan Akira untuk mengajaknya antri membeli tiket masuk dan Dira memilih tiket annual pass yang walau lebih mahal tapi mereka dapat akses ke dufan selama setahun,, jadi dira fikir itu lebih baik dan dia akan mengajak kembali akira kesini.
Memasuki gate Dufan,, Dira sudah kegirangan seperti anak kecil dia tak segan segan menarik lengan Akira dan mengajaknya menjelajahi berbagai wahana disana. Dan wahana yang ia pilih adalah kora kora,, wahana yang terletak tak jauh dari wahana bianglala (kincir raksasa). Akira pun terkejut dengan pilihan gadis itu,,
"Dira chan,, apa kamu tak salah pilih dengan wahana ini? "tanya Akira kepada dira.
"tidak,, aku ingin naik ini" jawab dira sambil menarik tangan akira untuk segera ambil bagian antri di wahana tersebut. Mau tak mau akira pun yang telah ditarik oleh gadis itu mengikutinya.
Ditengah antrian akira mencoba mengalihkan dira untuk mencoba wahana lain. "Dira chan apa tak sebaiknya kita naik bianglala saja?" tanyanya sambil menunjuk kearah wahana bianglala.
"no,, itu nanti kita naiknya sore hari saja,, biasanya sore hari lebih indah kita bisa melihat pemandangan ancol dari atas sana" jelas dira. Akhirnya giliran mereka tiba,, nasi sudah menjadi bubur istilahnya mau tak mau akhira yang telah antri ikut naik kewahana itu.
"lumayan" gumam akira setelah menaiki wahana tersebut walau kepalanya sedikit berputar. Lalu dira mengajaknya lagi ke wahana lain kali ini wahana roller coster menjadi pilihannya. Tak puas berteriak teriak di wahan roller coster,, dira kembali mengajak akira menaiki wahan Baling baling dimana kita akan dibawa berputar putar diatas ketinggian. Lagi lagi akira dibuat pusing oleh wahana pilihan dira.
"diraa chan sebaiknya kita istirahat dulu? " ucap akira yang sudah pusing dan menahan mual perutnya. Namun dilihatnya gadis itu masih ceria dan bersemangat,, akira merasa tak enak merusak keceriaan gadia itu.
"ini baru sembentar akiraa,, ayook dua lagi baru kita istirahat dan setelah itu baru aku ikuti pilihanmu ya,, yaa? "ujar dira dengan tatapan pupy eyes dan tangan dikepalkan seperti memohon,, mana tega akira menolaknya,, gadis itu sangat menggemaskan.
Akiraa pun menarik napas panjang lalu menghelanya "baiklah" ucapnya,, walaupun dia menahan sekuat tenaga rasa mual diperutnya. Tapi kehilangan keceriaan dira rasanya sangat sulit.
"horee" teriak dira kegirangan hingga gadis itu refleks memeluk akira dan akira membalas pelukkan itu dan mengelus rambut dira.
"ayook" ajak dira setelah melepaskan pelukkan itu kini gadis itu menggenggam tangan akira.
Kali ini gadis itu tak kalah ekstrim ia memilih wahana histeria,, dimana wahana itu kita akan diterbangkan diketinggian dan lalu dihempaskan. Ternyata pilihannya untuk meng"iya"kan permintaan gadis itu menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
ππ Flasback π
"ayoo kemari kita duduk disana" ajak dira setelah turun dari wahan histeria dan melihat wajah pucat akira.
Akira membiarkan gadis itu menuntunnya ke bangku kayu panjang itu. Setelah menghempaskan tubuhnya dibangku itu akira memejamkan matanya sesaat dan merasa dunia telah baik baik saja dan tidak berputar dengan cepat,, lalu ia menoleh ke arah gadis periang itu. Dia tak salah menjuluki gadia itu periang karna memang benar gadis itu sangat periang lihat saja dia bisa bersikap baik baik saja setelah menaiki berbagai wahana yang memacu adrenalin itu. "ku harap kau senang diraa tetap tersenyum seperti itu" gumam akira lirih,, namun masih terdengar samar oleh dira "apa? " tanya dira. "ku harap kau senang melihatku menderita begini" jawab akira.
Dira hanya tertawa mendengarnya,, gadis itu nampak bahagia terlihat dari pancaran dimata indahnya. "kamu benar benar payah" ucap dira sambil tertawa "baru aja naik histeria kamu sudah pucat seperti itu dan nyaris pingsan padahal kita belum mencoba tornado dan ontang anting".
"apa katanya hanya naik histeria"batin akira. Lalu akira menyipitkan matanya yang tidak sipit seperti kebanyakkan orang jepang dan tersenyum ke arah dira "apa katamu hanya naik wahana histeria?? Satu kali wahana histeria,, satu kali wahana roller coster,, satu kali wahan kora kora dan apa itu tadi wahan yang seperti kincir kita berputar putar. Dan kurasa aku harus beristirahat sebentar untuk memulihkan tubuhku,, rasanya perutku begitu mual" jelas akira
"baiklah,, sepertinya aku juga sedikit lelah" jawab dira. Mereka berdua istirahat dalam keheningan.
"bagaimana setelah ini kita coba wahana kereta mysteri?" tanya akira "kurasa itu menyenangkan".
"kereta mysteri?? " ulang dira. Mendengar namanya saja dira sudah ngeri dia sangat tidak suka sesuatu yang berbau horor. Dan lagi dia baru dengar wahana itu. "memang ada? " tanyanya
"ck,, kau payah dira chan,, ada ini lihat lah" ucap akira sambil menunjukkan peta arena permainan di dufan.
Akira yang melihat ekspresi muka dira yang berubah pun tersenyum lalu berkata "kenapa? Jangan bilang kamu takut? "
"kamu tak bisa menyalahkanku kalau aku tak suka sesuatu yang berbau misteri karna pasti tak jauh dari hantu" jelas dira.
"iyaa tapi kan beda" dira tetap saja alasan
"kan kamu sendiri yang bilang setelah wahana itu kamu membolehkan aku memilih wahana apa saja pilihanku? " ucap akira mengingatkan perkataan dira beberpa jam lalu
"iyaa aku ingat,, tapi kenapa kamu tak ajak aku ke wahana rumah bonek,, rumah miring atau arena arung jeram itu menyenangkan" jelas dira masih berharap akira berubah pikiran.
"no,, aku pengen kereta mysteri" ucap akira sambil tersenyum.
"yaa baiklah demimu aku akan mencoba menguatkan diri" akhirnya dira kalah. "bagus kau anak baik" jawab akira.
Keheningan pun kembali lagi terjadi,, mereka berdua masih duduk disana memperhatikan hiruk pikuk orang orang,, bahu mereka bersentuhan. Akira menoleh ke arah dira,, ia melihat gadis itu tersenyum seperti memikirkan sesuatu. "sedang berfikir apa gadis itu? Jangan bilang ia sedang berfikir cara menghindar dari wahana itu" batin akira
"ah" seru dira tiba tiba dan tersenyum kearah akira dengan jari telunjuk keatas seperti mendapatkan ide. Akira hanya merespon dan mata nya "apa"
"aku lapaar akiiraa sepertinya makan bakso enak nih panas panas gini? "ajak dira pada akira.
__ADS_1
"kamu bukan mau coba hindarin wahana pilihan aku kaan? "tanya akira yang tau pikiran dira. Sedangkan dira hanya nyengir dengan menampilkan gigi putihnya.
"ayook" ajak akira mengulurkan tangannya kepada dira. "kemana? "tanya dira bingung
"katanya laper mau makan bakso,, hmm" jawab akira
"iyaa benar aku lapeer" ucap dira girang dan menyambut uluran tangan akira. "aku mana tega sih biarin kamu ketakutan" batin akira. "gue kira mau diajakkin masuk wahana kereta mysteri"batin dira.
Akhirnya mereka masuk kedalam kedai yang menjual bakso. Dan mereka menikmati bakso pilihan mereka. Betapa akira sangat senang melihat dira menikmati bakso dengan lahap. Entah perasaan apa yang sedang ia rasakan ia merasa begitu dekat dengan gadia itu,, serasa telah mengenal lama.
"sudah kenyang?" tanya akira pada dira
"iya aku sudah kenyang" jawab dira
"jadi sekarang kita bisa lanjutkan?" tanya akira
"tentu,, aku sudah kenyang dan kuat untuk menahan rasa takut" kelakar dira
"ayook kita naik bianglala" ajak akira
"bianglala? " tanya dira heran karna ia fikir akira akan mengajaknya ke kereta mysteri
"iyaa bianglala,, ayook" ajak akira dan dira pun senang
Kini dira dan akira sedang berada diwahan bianglala,, mereka menikmati pemandangan ancol dari atas. Sangat indah pemandangan itu jika dilihat dari atas. "dira chan apa kamu senang?" tanya akira,, "tentu aku sangat senang, terima kasih akira sudah mau menemaniku kesini" ujar dira.
"aku yang sangat berterima kasih kepadamu dira,, kamu telah memberi warna dihidup ku dan asal kamu tau aku baru pertama kali menikmati wahana itu semua,, dan kamu berhasil mengajakku" terang akira
"waah senangnya aku" ucap dira gembira. "akira boleh aku bertanya sesuatu? "
"silahkan dira chan"
"apa yang akan kamu lakukan jika bertemu dengan ayah kandungmu? " taya dira hati hati
"entahlah diraa,, yang pasti aku hanya ingin menyampaikan pesan ibuku saja dan memberitahunya jika ia memiliki anak dari ibu ku. Itu saja terserah ia mau mengakui ku atau tidak,, karna aku tak peduli juga,, cukup otousan kobayashi saja ayahku karna ia begitu baik padaku".
"maaf jika pertanyaanku membuatmu sedih" ujar dira menyesal
__ADS_1
"ooh tidak apa dira". Lalu hanya hening yang tercipta diantara mereka, entah apa yang mereka masing masing pikirkan, hanya mereka yang tau dan saat ini pandangan keduanya mengarah lurus memandangi keindahan ancol dari ketinggian.