CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
7. Menemani Akira


__ADS_3

Selamat datang di karya kedua author,, semoga kalian menyukainya 🤗🤗


.


.


Jangan lupa juga baca karya pertama author "JODOH PILIHAN KAKEK ITU MUSUHKU"


.


.


Jangan lupa dukung dengan memberi like,, koment atau pun ⚘ dan ☕


.


.


🌻🌻🌻🌻


"Bunyii apa itu?" Dira mendengus dan menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya,, bunyi itu tak kunjung berhenti makin membuatnya kesal karna memengkakan telingga nya dan mengganggu kesenangannya bangun siang.


Dengan masih bergelung dibawah selimut dan dengan mata terpejam ia mengulurkan tangannya meraba raba nakas disampingnya dan menggambil jam beker yang sedari tadi mengeluarkan bunyi dan tanpa melihat,, Dira langsung mematikannya serta melempar jam itu ke sembarang arah dan melanjutkan tidurnya.


Tak lama bunyi kembali terdengar kali ini berasal dari alarm ponsel nya,, dengan aksi yang sama Dira meraba ranjangnya mencari keberadaan ponselnya yang semalam ia letakkan seusai bertelpon dengan Arshaka,, setelah mendapati apa yang ia cari lalu ia segera mematikan alarm ponselnya dan kembali tidur,, ia harap kali ini dia tidak mendapat gangguan dari apa pun juga.


Namun harapannya salah,, baru beberapa menit menutup matanya kembali,, Dira dikejutkan dengan dering ponsel yang tepat disebelah telinganya yang membuatnya meringgis karna suara dering itu cukup membuat telinganya sakit.


Tanpa melihat siapa yang menelpon karna matanya sangat sulit untuk dibuka seolah direkat oleh powerglue,, ia mengangkat telpon itu dengan malas


📞👩 iyaa hallo


📞👱 Dira wake up


📞👩 apaan seh luh pagi pagi berisik,, ganggu kesenangan gue aja


📞👱 dasar gadis pemalas lu,, gue tau weekend adalah waktunya lu bangun siang dan gak mau di ganggu


📞👩 nah tuh lu tau *dira menjawab dengan mata masih terpejam


📞👱 yaa ampun diraa,, oke gue ga akan ganggu kesenangan lu lama lama,, gue cuma mau minta tolong nanti sore jam 4 lu bisa jemput gue dibandara kan


📞👩 hemmm *jawab dira malas


📞👱 inget yaa dir lu jemput jam 4 sore,, oke sekarang udah pukul 10.30 gue mesti lanjut meeting


📞👩 Apaaa??


📞👱 kenapa lu


📞👩 lu bilang tadi disana jam berapa?


📞👱 jam 10.30


📞👩 kalau disana jam 10.30 jadi disini jam 9.30 dong,, ampus gue


Dira langsung menutup telponnya secara sepihak dan itu membuat Arshaka heran dan ia akan menanyakannya nanti seusai meeting karna takut telat.


Sedangkan Dira dia langsung terperanjat dari tempat tidurnya,, dan berlari menuju kamar mandi,, karna ia baru ingat akan janjinya yang menemani Akira,, karna terburu buru ia sampai tak melihat sekeliling kamarnya dan jatuh terjerembab karna menginjak jam beker yang ia lempar tadi pagi.


"Awwww,, sialan!!" Umpat nya lalu bergegas mandi tak ada waktu untuk mengumpat lebih lama karna waktunya mepet pikirnya.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


Sementara itu Akira yang sudah tiba tepat waktu di kafe dimana tempat mereka berjanji untuk bertemu,, melihat sekeliling ia mencari keberadaan gadis itu,, namun ia tak melihatnya,, lalu Akira pun menunggu Dira sambil menikmati cake dan secangkir coklat hangat.


20 menit telah berlalu bahkan Akira sudah menghabiskan sepotong cake dan secangkir coklatnya,, namun Dira masih belum juga nampak dan sangat Akira sayangkan jika dirinya tak meminta nomer ponsel Dira kemarin. Agar ia bisa menelpon gadis itu apakah gadis itu akan datang atau tiba tiba saja ada urusan lainnya. Jadi dia tidak akan sia sia menunggu gadis itu.


Oke,, Akira akan menunggu gadis itu 10 menit lagi jika gadis itu tidak kunjung datang maka ia memutuskan akan keliling jakarta seorang diri.


Mengherankan kan,, Akira sudah 2 tahun terakhir sering mengunjungi Indonesia dan transit di jakarta untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta namun ia sama sekali tidak berniat untuk jalan jalan baik itu di Jakarta ataupun Yogyakarta,, biasanya ia akan sibuk dengan tujuannya ke Indonesia semenjak kematian ibunya dan ia tau rasa itu,, bagi Akira Indonesia adalah mimpi buruk baginya,, namun ia harus menghadapi mimpi buruk itu demi ibunya.


"Maaf aku terlambat" ucap Dira sambil terenggah enggah pasalnya ia sangat terburu buru karna ia sudah pasti terlambat. Akira mengangkat wajahnya ke arah Dira dan tersenyum.


"Sudah lama yaa" tanya Dira merasa tak enak pada Akira.


"Yaa lumayan lama" ucap Akira dengan seulas senyuman ia tak mau jika gadis dihadapannya itu merasa bersalah karna keterlambatannya.


"Maaf kan ku" kata Dira lagi dengan raut wajah bersalah " aku sudah memasang beker dan alarm di ponsel ku dan nyatanya itu tak mempan" ujarnya sambil tersenyum lebar "untunglah Arshaka menelpon jadi aku tersadar telah kesiangan" ujarnya lagi.


"Tidak apa Dira,, aku yang harus nya meminta maaf pada mu karna telah mengajakmu menemaniku pagi pagi di waktu weekend mu" ucap Akira


"Baiklah,, mau kemana kita sekarang?" Tanya Dira


"Hmm.. aku ingin ke kota tua jakarta" ujar Akira


"Baiklah kita kesan,, tapi sebaiknya naik KRL saja yaa karna jika memakai mobil akan macet" ujar Dira


"Terserah kamu saja Dira" ucap Akira.


🌻🌻🌻🌻


Kota Tua Jakarta


f



Akhirnya mereka telah sampai di kota tua jakarta,, Akira langsung membidik setiap sudut yang ia lalui dan dianggapnya menarik di tempat tersebut.


Ia menyaksikan aksi pantomin jalanan yang terdapat di sana,, memfoto orang orang yang bepakaian ala none none Belanda yang sangat menarik perhatiannya,, Akira tengah sibuk dengan kamera mencari sesuatu yang menarik baginya sedangkan Dira hanya mengekori nya dari belakang.


Selanjutnya mereka menuju Gedung Fatahillah,, Akira membayar tiket masuk untuk mereka berdua,, lalu mereka menelusuri gedung tersebut yang mana dulunya adalah sebuah balai kota Batavia.


Dimana musium ini memiliki berbagai macam objek sejarah seperti perjalanan sejarah jakarta,, replika peninggalan kerajaan Tarumanegara dan padjajaran,, serta hasil penggalian arkeologi di jakarta. Dan juga memiliki penjara bawah tanah.


Setelah puas mengelilingi Musium Fatahillah,, Akira mengajak Dira duduk duduk didepan kota tua,, mereka saling diam mengamati hiruk pikuk orang orang yang seperti mereka menikmati liburan ada yang berfoto dengan noni noni Belanda,, menyewa sepeda,, mencari objek foto dan vidio seperti yang akira lakukan atau hanya duduk seperti dirinya.


"Maaf" satu kata terucap dari bibir Akira yang membuat Dira terkejut.


"Untuk apa?"


"Karna membuat mu bosan menemani ku?"


"Ooh,, aku tidak bosan hanya sedikit ngantuk jika berdiam diri" ucap Dira


"Pantas karna kamu sudah 12 kali menguap sepanjang kita memasukki galeria fatahillah dan musium fatahillah" terang Akira sambil tersenyum. Membuat Dira melonggo


"Jadi kau menghitung berapa kali aku menguap?" Tanya Dira terkejut


"Yaa" jawab Akira malu


"Dasar tidak ada kerjaan saja" dengus Dira.

__ADS_1


"Ayoo sebagai imbalan karna kamu telah menemani ku seharian makan aku akan teraktir kamu" ucap Akira sambil mengulurkan tangannya pada Dira. Dan Dira dengan senang hati menerima uluran tangan Akira.


Mereka menuju cafe Batavia,, salah satu restoran yang terdapat dikota tua yang merupakan icon kolonial yang menghadap alun alun taman fatahillah,, bagunan kafe tersebut merupakan bangunan tertua kedua di kota tua setelah musium fatahillah.


Kafe tersebut berkonsep vintage and old school dimana pengunjung akan diajak menjelajahi zaman dahulu ketika jakarta masih bernama batavia. Dengan nuansa arsitektur kuno belanda yang kental.




foto by pinters


"Dira kamu pesankan saja untuk saya,, saya mau ke toilet dulu" ujar Akira lalu beranjak mencari toilet.


Sedangkan Dira tengah sibuk memilih milih menu untuk mereka berdua. Mereka memilih meja dekat jendela agar dapat melihat hiruk pikuk taman fatahillah. Dira pun menopangkan dagu dilengannya sambil memandangi ke arah luar dan menunggu pesanannya tiba.


Akira yang telah selesai dari toilet pun,, tertegun kala melihat Dira dari kejauhan,, ia melihat Dira dari pintu kaca yang menjadi pembatas wastafel dan toilet,, tiba tiba hatinya menghangat melihat Dira,, gadis ituu... pikiran Akira melayang 2 tahun silam dimana ia terpikat dengan gadis indonesia yang ia temui 2 kali tanpa sengaja dibandara,, apakah itu Diraa pikirnya. Lalu lamunannya buyar ketika tanpa sengaja pelayan menabrak bahunya.


"Maaf" ucap pelayan itu sopan


"Its oke" jawab Akira tersenyun,, lalu ia segera menuju mejanya karna Dira telah menunggunya dan pesannya telah tiba.


"Sudah selesai?" Tanya Dira sambil menyantap menu pilihannya


"Yaa" jawab Akira tersenyun


"Semoga kau suka dengan pilihan ku,, dan seharusnya kau suka karna kau bukan tipe orang pemilih makanan" ucap Dira


"Yaa aku suka,, tunggu dari mana kamu tau aku bukan tipe orang pemilih makanan?" Tanya Akira heran


"Awal kita bertemu kau telah mengatakannya" jawab Dira,, Akira hanya berkata "ooh" sungguh ia lupa bahwa pernah mengatakan hal itu.


Tengah tengah menikmati makanannya,, Akira bertanya pada Dira "Diraa ?"


"Yaa" jawab Dira yang langsung mengalihkan pendangannya menatap Akira


"Apa kamu dan Shaka,,, pacaran?" Tanya Akira penasaran karna melihat kedekatan Dira dan Shaka.


Mendapat pertanyaan itu Dira hanya tertawa terbahak bahak "aku dan Shaka pacaran oooh tidak mungkin" jawab nya.


"Ooh aku kira kalian pacaran" ujar Akira


"Dulu,, dulu sekali aku sempat suka dengan dia,, tapi itu tak lama,, aku dengan nya hanya sahabat yaa sudah seperti adik kakak,, dan persamaan nasib juga membuat kita dekat,, kami sama sama anak tunggal,, dan dari keluarga broken home tapi aku beruntung walau kedua orang tua ku bercerai tapi mereka peduli sama aku tak seperti Shaka yang ibunya telah melupakannya" jelas Dira


"Hmm,, lalu kata mu waktu itu,, kamu sering ke indonesia terutama yoygakarta dan jakarta tapi tidak pernah berkeliling,, jadi untuk apa kamu kesini?" Tanya Dira penasaran


"Untuk mencari seseorang" jawab Akira


"Siapa?" Tanya Dira penasaran


"Maaf aku belum bisa cerita padamu" ujar Akira karena ia merasa belum siap menceritakan masalahnya pada orang yang baru ia kenal.


"Ooh baiklah" ucap Dira. Ia walaupun milikk sifat penasaran dan kepo tapi ia sangat mengerti ada hal hal yang menurutnya sensitif.


Akhirnya mereka selesai makan dan berjalan menuju statiun jakarta kota,, untuk kembali ke kafe tempat tadi mereka bertemu,, karna mobil Dira ditinggal disana.


"Diraa,, terima kasih telah menemaniku hari ini"


"Sama sama,, aku juga senang menemanimu"


"Lalu setelah ini kamu mau kemana?" Tanya Akira

__ADS_1


"Aku harus menjemput Shaka kataya dia kembali hari ini dari bali,, apa kamu mau ikut?" Tawar Dira


"Ooh tidak,, aku ada janji dengan kawanku yang tinggal disini".


__ADS_2