CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
Bab. 22 (Ramalan Gelas Bambu)


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼


Sampailah Dira dan Akira disebuah cafe tempat pertemuan antara Dira dan kliennya tersebut membuat temu,, Dira melihat tante Catherin sudah tiba di cafe tersebut dengan kedua calon pengantin serta calon besannya,, mereka pun segera menghampiri nya dengan Akira yang setia mengekor dibelakangnya.


"hai diraa,, sampai juga kamu nak? Gimana perjalanannya lancar? " ucap tante catherin begitu dira dan akira tiba dimejanya.


"alhamdulillah lancar tan" jawab dira sambil membalas pelukkan tante Catherine dan tante canthrine memperkenalkan siapa saja yang ia bawa.


"maaf yaa mengganggu waktu liburan kalian berdua" kali ini calon mempelai wanita yang bersuara setelah melihat dira bersama seorang pria


"ooh tidak menganggu kok,, malah karna diajak ketemuan disini kami jadi nambah liburannya" ucap dira sambil tersenyum. "oh kenalkan ini Akira teman saya tan? " ucap dira pada tante catherine memperkenalkan Akira yang berada disampingnya.


"temen apa temen nie? " goda tante catherin sambil menyalami Akira


"hanya teman kok tan" jawab dira dengan senyum mengembang,, dirinya merasa aneh mengapa bahagia jika orang beranggapan bahwa dirinya dan akira sepasang kekasih.


"dira chan,, kamu silahkan selesaikan pekerjaan mu,, aku akan berkeliling sekitar sini,, jika sudah bisa hubungi aku jika aku belum kembali" ucap akira pada dira,, pasalnya ia tak mau mengganggu urusan dira dan takut merasa dira tak enak jika dirinya menunggunya.


"kamu mau kemana?" tanya dira pada akira


"mau mencari objek foto" ucapnya sambil mengangkat kamera SLR yang dikalungkam di lehernya.


"baiklah" ucap dira,, lalu akira pun pamit kepada mereka semua.


Dimana dira tengah sibuk meeting dengan kliennya,, Akira kini tengah berada di Gereja Blenduk Immanuel,, ia mengambil beberapa foto dari sudut luar halaman gereja tersebut,, akira mengambil foto dengan shutter panjang,, jalanan sekitar gereja,, ia terus berjalan melihat mencari objek yang menarik baginya,, karena menurutnya didaerah kota lama ini banyak sekali hal yang menarik untuk jadi objek fotonya. Keluar dari jalan letjen suprapto ia melewati jembatan kecil yang melintasi kanal dan ia berhenti setelah melihat pasar djohar,, dikiri dan kanan pasar juga masih terdapat bangunan tua seperti kantor pos dan bank Jateng tak lupa sederetan kios kios bergaya kuno mendominasi area itu. Lelah berjalan dan puas mengambil banyak foto akira pun teringat pada dira. Lalu ia dengan menaiki ojek kembali ke cafe tempat dira berada.


Sesampainya di cafe tempat dira berada rupanya gadis itu telah selesai dan dilihatnya dia sedang duduk sendiri,, akira lalu bergegas menghampirinya.


"maaf lama menunggu? " ucap Akira yang membuat dira terkejut


"aah kamu bikin kaget saja,, baru saja aku akan menghubungi mu" ucap dira

__ADS_1


"sudah beres? " tanyanya


"yaa sudah,, mereka sudah pergi lagi,, ayook sekarang kita makan dulu aku sangat lapar" ucap dira sambil memegang perutnya dan membuat akira tertawa.


"apa saja yang kamu foto? " tanya dira disela sela menikmati makan siang mereka,, lalu akira menunjukkan hasil jepretannya kepada dira.


"waah kamu curang,, jalan jalan sendiri" ucap dira merajuk


"setelah ini kita akan jalan dira chan,, ada tempat yang ingin kudatangi tadi aku melihatnya" ucap Akira


"begitu kah,, ayoo kita habis kan makannya aku ingin jalan jalan" ucap dira yang kembali ceria.


Akira mengajak dira menuju kawasan pecinaan yang masih terletak didalam kota lama,, begitu masuk kedalamnya mereka merasakan sensasi yang berbeda,, ini bukan sensai yang berbau misteri atau semacamnya tapi mereka merasakan serasa berada di negara cina.


"kamu tau dira hampir disetiap negara di dunia pasti memiliki china town" ujar dira


"masa hampir di setiap negara ada,, aku kira hanya diindonesia saja seperti yang aku tau yaa disini salah satunya,, ada lagi di bogor di jalan suryakencana deket kebun raya bogor kamu harus kesana akira karena disana surganya kuliner" ucap dira antusias,, akira hanya menanggapi dira dengan senyuman entah mengapa senyuman dira membuatnya selalu menghangat. " akira apa di jepang juga ada china town? " tanyanya


Mereka terus berjalan memasuki sebuah gang dikawasan pecinana yang bernama gang lombok,, mereka melihat ada sebuah bangunan khas cina bernama klenteng Tay Kak Sie,, dimana pintunya tebal dengan beragam ukira dewa menghiasinya,, dibagian depan klenteng tersebut terdapat miniatur kapal milik Laksamana Cheng Ho. Mereka masuk ke dalam klenteng tersebut aroma hio, asap dan lilin yang berpedar dan minyak bersatu menguap diudara,, menjadi aroma dominan dihidung mereka. Ada beberapa orang yang sedang berdoa di altar dengan khusyu,, Akira yang dari tadi mengambil gambar segera mematikkan blitz kameranya karena takut mengganggu orang orang yang tengah beribadah.


Masih di area klenteng terdapat aula besar disana terlihat anak anak tengah berlatih wushu,, mereka melihat anak kecil yang sedang melompat seirama seperti kungfu sungguh sangat indah gerakan mereka,, akira tak lupa mengabadikan aktivitas anak anak itu. Masih di gang yang sama tak jauh dari klenteng,, dira melihat penjual lumpia ia lalu segera mengajak akira untuk membelinya,, karena bagi dira wisata tanpa kuliner terasa hampa. Lalu mereka melanjutkan lagi jalan jalannya,, akira mengambil foto toko toko yang berjajar disepanjang gang sangat bernuansa china.


Tiba tiba ada seorang nenek menghampiri keduanya,, dan membuat baik akira ataupun dira terkejut,, pasalnya nenek itu sedari tadi memperhatikan mereka berdua dan kini mata nenek itu menatap mata akira dan dira dengan tajam dan lekat.


"cah ayu dan cah bagus mau nenek ramal? " tanya sang nenek dengan ramah sambil tersenyum,, hilang lah sudah ketakutan keduanya kepada sang nenek, "ooh ternyata nenek ini peramal" bisik dira pada akira. Dan akira menanggapinya dengan senyuman. Tanpa berfikir panjang dira mengiyakan ajakan sang nenek dan mengajak akira juga turut bersamanya.


Nenek tersebut mengajak mereka kesebuah kuil kecil yang terletak tak jauh dari mereka. Dan mereka mengikuti dari belakang,, lalu mereka disuruh berdoa berdasarkan keyakinannya masing masing sebelum akan diramal. Akira dira pun menuruti perintah sang nenek setelah selesai berdoa keduannya secara bergantian mengocok gelas bambu,, yang sebelumnya disodorkan sang nenek dimana gelas bambu besar itu berisi bilah bilah bambu,, dira yang pertama mencoba dia mengocok gelas bambu itu sampai salah satu bilah bambu itu melompat keluar dan setelah itu akira pun melakukan hal yang sama.


Sementara sang nenek memungut bilah bambu yang keluar itu baik milik dira maupun akira dan melihat angka yang tertera diatas bambu tersebut. Lalu sang nenek izin pergi kedalam kuil untuk mencocokkan nomor yang tertera pada bilah bambu dengan peti yang berisi lembar ramalan. Lalu nenek membawa lembaran tersebut kedepan mereka berdua untuk dibacakan ramalannya. Dira yang sangat penasaran lalu ia melihat lembaran tersebut namun alisnya merenyit karna ia tak bisa membaca huruf huruf yang tertulis dalam lembaran tersebut.


"ini syair dalam bahasa china cah ayu,, kamu pasti tidak mengerti? " ucap nenek yang melihat ekspresi dira barusan,, "nenek bacakan untuk kalian satu persatu yaa" ucap nenek sambil teesenyum.

__ADS_1


Lalu sang nenek kembali fokus membaca hasil ramalan dira dan Akira. Nenek terlihat tenang membaca tulisan dalam lembaran tersebut,, lalu ia membaca lembaran satunya lagi dan memperhatikan wajah dira dan Akira secara bergantian. Wajahnya tak lagi tenang kini memancarkan gurat gurat serius diwajahnya lalu ia menghela napas.


"jadi benar yang nenek liat ketika pertama kali melihat kalian datang kesini" ucap nenek mengawali Penjelasannya setelah ia membaca hasil ramalan tersebut. "apakah kalian memiliki hubungan maksud nenek berpacaran? "


"oh kami hanya berteman" ucap dira kikuk


"yang nenek lihat dari ramalan kalian,, hasil ramalan kalian saling berkaitan" ucapnya membuat dira dan akira bingung


"maksudnya? " tanya akira dan nenek pun tersenyum


"kamu cah bagus,, pasti kamu bukan orang indonesia,, selain Karna urusan pekerjaan kamu sedang menjalankan amanah tertentu dan akan membuka asal usul mu" ucap nenek


Akira dan dira tentu sangat tercengang dengan perkataan sang nenek yang sangat tepat. "di indonesia kamu akan menemukan takdir mu,, takdir baik dan buruk akan datang bersamaan,, tapi nenek yakin kamu bisa dewasa menjalaninya,, selalu berfikiran positif yaa mas,, dan hati hati jika melakukan sesuatu jangan kamu sampai abai dan tidak fokus karna akan membahayakan diri mu,, kamu anak baik cah bagus,, lupakan masa lalu dan berdamai dengan masa depan yaa". Ucap nenek


"dan untuk cah ayu,, nenek lihat kamu adalah gadis periang dan energik,, aura mu bagus cah ayu,, kamu membawa keceriaan bagi orang sekitar dengan begitu penuh cinta kasih yang berlimpah. Kadang hidup tak selamanya sesuai dengan yang kita harapkan,, takdir baik dan buruk akan silih berganti tergantung kita menyikapinya. Kamu memiliki rasa cinta yang sangat besar,, asal kamu tau sesuatu yang berlebihan itu tidak baik cah ayu,, kedepannya takdir akan memberikanmu pelajaran menjadikanmu gadis dewasa,, mungkin awalnya akan terasa sakit namun perlahan tapi pasti kamu akan bisa melewatinya".


"dan nenek lihat kedepannya kalian akan di satukan dalam sebuah takdir entah apa dari masa lalu seseorang,, awalnya akan menyakitkan kalian namun kedepannya kaliam akan dapat menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada" ujar nenek menutup ramalannya.


"maaf nek jadi berapa yang harus kami bayar?" tanya dira dengan kaku namun sangat sopan setelah mendengar ramalan sang nenek


Nenek hanya tersenyum sambil memegang tangam dira dan berkata " tak usah cah ayuu,, nenek senang bertemu kalian" ucapnya sambil menatap dira dan akira lekat. "kalian harus tetap rukun dan kompak yaa apapun yang terjadi kedepannya yaa,, kalian anak anak baik". Kemudian nenek memegang tangan akira " cah bagus,, titip cah ayu yaa kamu bisa bersikap bijaksana" ucap nenek.


Akira dan dira pun pamit kepada sang nenek untuk meneruskan perjalanan,, namun entah mengapa dira masih sangat memikirkan perkataan sang nenek "takdir bersama akira,, kehilangan apa maksudnyaa" bathin dira


"heii dira chan kenapa kamu melamun?? Masih ada 2 jam lagi sebelum kita ke bandara kamu mau kamana lagi? Tanya akira


"aku udah gak mood akira,, kita balik ke hotel saja yaa" jawab dira


"apa kamu memikirkan kata kata nenek barusan? " tanya akira


"iyaa aku jadi kepikiran takdir bersama?? Apa coba maksudnya? "

__ADS_1


"sudah lah dira chan,, tak usah terlalu kamu fikirkan itu hanya sebuah ramalan,, yang terpenting kita jalani hari kita sebaik mungkin dan hadapi apapun masalah di depan sana dengan rasional" jelas akira.


__ADS_2