CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)

CINTA. (STORY OF NADIRA DAN AKIRA)
12. Rahasia Akira


__ADS_3

🌺🌺🌺🌺


Kafe xx


Disini lah Akira berada di kafe xx,, dia sedang menunggu si gadis periang siapa lagi jika bukan Dira,, tak lama ia menunggu dari dari kejauhan diluar kafe dilihatnya gadis itu keluar dari mobilnya dan bergegas masuk kedalam kafe.


Dira yang baru tiba pun,, menyapu penglihatannya mencari sosok pria jepang yang telah membuat janji dengannya. Dilihatnya Akira yang melambaikan tangan ke arahnya,, dengan senyum ceria Dira menghampiri pria itu.


"Gomennasai, telah lama menunggu" ucap Dira,, Akira pun tertawa mendengar ucapan Dira. "Kenapa tertawa apa aku salah berucap ya?" Tanya Dira sambil tersenyum


"Tidak,, kamu tidak salah kok Dira Chan,, aku hanya kagum kamu bisa bahasa jepang ya" tanya Akira


"Ooh tidak,, aku hanya aktif bahasa indonesia dan inggris saja,, tapi aku suka budaya jepang dan korea jadi sedikit sedikit aku pelajari" jawab Dira sambil nyengir memamerkan gigi putihnya.


"Ooh,, sama aku juga hanya menguasai bahasa jepang dan inggris jika bahasa indonesia aku pelajari otodidak karna mendiang ibu ku" ujar Akira


"Ooh yaa aku jadi penasaran ketika awalnya aku lihat kamu,, kamu tidak seperti orang jepang asli,, apa kamu ada keturunan indonesia,, jujur kami seperti orang indonesia dari segi wajah dan warna kulit" ucap Dira yang penasaran dari awal pertemuan mereka.


"Nanti aku akan ceritakan dan jawab rasa penasaran kamu dira chan,, tapi lebih baik kita pesan makanan atau minuman dulu yaa" ucap Akira,, yang sedikit gugup ingin memceritakan kisahnya pada orang lain yang ia tutupi selama 3 tahun terakhir hanya ayahnya Nakamura Kobayashi dan Sakura edogawa yang tau hal itu.


20 menit sudah mereka menyantap pesanan mereka yang diselingi obrolan ringan ternyata Dira teman mengobrol yang menyenangkan,, dirinya tak menyangka bahwa akan mendapatkan teman yang sangat menyenangkan di negara yang amat dia benci ini. Kebecian dan ketakutan dia akan negara ini perlahan hilang karena sosok gadia periang dihadapanya ini.


"Jadi sekarang apa kamu siap buat cerita Akira?" Tanya Dira melenyapkan keheningan keduanya.


"Kamu rupanya tak sabaran Dira chan?" Goda Akira


"Isshh,, sudah aku tak memaksa" dengus Dira kesal.


Melihat tinggah Dira yang merajuk seperti itu membuatnya senang,, Dira begitu manis dimatanya.


"Baiklah,, tapi tidak disini,, tadi kulihat ada taman disekitar sini" ucap Akira.

__ADS_1


"Yaah ada disana,, apa kamu mau kesana?" Tanya Dira antusias


"Yaa,, ayook kita kesana" ajak Akira


🌺🌺🌺🌺


Taman kota


Kini mereka telah sampai di taman kota,, taman yang begitu ramai dengan muda mudi yang bersenda gurau baik dengan teman temannya,, komunitas bahkan dengan kekasih mereka. Tak lupa lampu lampu lampion yang menghiasi taman menambah semarak dan ditambah bayaknya pedang gerobakan yang menjajakan dagangan mereka.


"Disini begitu ramai yaa Dira Chan" seru Akira yang terkejut dengan keramaiannya tak seperti di kotanya taman begitu tenang apalagi pada malam hari.


"Yaah,, begitu lah disini,, taman sangat ramai,, tempat hiburan mereka yang low budget" ucap dira sambil tertawa


"Itu ada bangku kosong,, ayook kita kesana" ajak Akira ketika melihat bangku kosong di tengah taman dan tak begitu ramai disekitarnya.


"Ayook,, tapi kamu duluan saja nanti aku menyusul" jawab Dira sambil berlari kearah berbeda dengan Akira.


"Kamu bawa apa Dira chan?" Tanya Akira heran dan membantu mengambil bawaan Dira


"Aku membeli makanan teman kita mengobrol,, dan pasti kamu belum pernah mencobanya karna di negara mu pasti tak ada" ujar Dira


"Ini ciloor namanya aci telur terbuat dari katakuriko dan Tamago,, yang Cilok aci dicolok terbuat dari katakuriko juga cuma ditusuk,, ini jasuke atau jagung susi keju dan terakhir ini tansu itu ketan susu" ujar Dira sambil memperkenalkan semua makanan yang dia beli.


"Enaak" ujar Akira yang sedang menyantap cilok bumbu kacang.


"Sekarang ceritakan yang mau kamu ceritakan" kata Dira


"Baiklah,, seperti kataku kemarin diapartementku aku sering ke indonesia selama 3 tahun terakhir,, tapi aku benci indonesia,, kamu tau kenapa??" Tanya Akira. Dira hanya diam mendengarkan ucapan Akira selanjutnya tanpa berani memotong.


"Itu karena pesan dari mendiang okaa san,, sebelum meninggal ia berpesan pada ku untuk mencari mantan kekasihnya,, dan memberikan sebuah amplop kepada ku untuk diberikan kepada pria itu,, hati ku sangat sedih ketika itu,, aku berfikir kurang apanya otou san hingga okaa san masih saja mengingat mantan kekasihnya menjelang ajalnya,, dan anehnya otou san tak marah sama sekali. Dan setelah okaa san tiada aku penasaran dengan isi amplop tersebut dan aku buka,, dan kamu tau apa isi nya itu??" Ucap Akira tercekat.

__ADS_1


Dira melihat gurat kesedihan dari raut wajah akira yang terpancar juga suara nya,, pria itu menahan kesedian yang mendalam,, Dira tak berani memotong dia akan menjadi mendengar yang baik buat Akira.


"Isi amplop itu adalah foto mantan kekasih okaa san dan foto okaa san sewaktu mereka muda dan sebuah surat dari okaa san untuk mantan kekasihnya itu dan isinya membuat aku terkejut,, dan itu menyangkut diri ku,, ternyata selama ini aku bukan lah anak kandung otousan melainkan anak okaa san dan mantan kekasihnya itu" Akira pun tak sanggup meneruskan ceritanya. Air matanya pun lolos begitu saja tanpa ia bisa bendung,, entah mengapa ia tak tau malunya di depan Dira bisa menanggis


Dira menatap Akira yang menanggis pun langsung memeluk pria itu memberikan ketenangan dan dukungan. Air pria itu sedikit lega.


"Menanggis lah jika itu bisa membuat mu sedikit lega" ucap Dira sambil mengelus punggung Akira.


Entah mengapa pelukan Dira sungguh menenangkan dirinya. Akira merasa kuat kembali.


"Dan selama 3 tahun itulah aku sering ke indonesia mencari keberadaan pria itu namun belum berhasil,, karna itu aku sangat benci indonesia terutama yogyakarta karna pria itu. Otousan yang terus menyemangati ku agar tidak menyerah untuk mencari pria itu. Padahal aku tak peduli keberadaannya karna bagi ku otousan sudah cukup". Ucap Akira


"Apa karna dia tinggal di yogyakarta jadi kamu membenci yogyakarta?" Tanya Dira pelan


"Iyaa karna itu,, tapi kau tau Dira chan,, berkat mu aku mulai menyukai indonesia dan tidak sesak menghirup udara indonesia karna kamu memberikan warna baru" ucap Akira tulus.


"Jika aku membantu mu menemanimu mencari ayah kandung mu ke yogyakarta apa kamu masih benci yogya karna yogya sangat indah dan sayang untung dibenci" ujar Dira


"Apa kamu mau menemaniku ke yogyakarta Dira chan?" Tanya Akira antusias


"Tentu,, aku lama tinggal disana dan bunda ku sekarang tinggal disana" jawab Dira. " lalu kapan kita akan kesana?" Tanya nya


"Next aku kabari kamu Dira chan jika pekerjaan ku telah sedikit"


"Baiklah,, aku juga sedang banyak pesanan"


"Baiklah,, sudah malam Dira chan mari kita pulang".


Seperti biasa Akira selalu mengantar Dira pulang ke apartementnya lalu ia kan pulang ke apartementnya menggunakan taxi.


"Dira cha" panggil Akira sebelum naik kedalam taxi yang ia pesan. Dira pun menenggok ke arah Akira

__ADS_1


"Terima kasih atas hari ini" ucap Akira yang dibalas senyuman oleh Dira.


__ADS_2