
🌼🌼🌼🌼
Setelah sekian lama berkeinginan pergi ke yogjakarta bersama gadis periang itu akhirnya saat ini adalah waktunya karena pekerjaannya yang sedikit lebih longgar bisa mengambil jatah liburnya selama 3 hari dan begitu pula dengan dira gadis itu telah selesai mengerjakan pesenan para pelanggannya walau belum 100% selesai tapi setidaknya bagian terpenting dari sebuah gaun telah ia selesaikan selebihnya bisa dipekerjakan oleh para pekerjanya. Seolah semesta mendukung perjalanan mereka kali ini.
Pada awalnya mereka mengalami perdebatan dalam hal transportasi yang akan mereka gunakan untuk pergi kesana,, dimana Akira menginginkan menggunakan kereta api karna ia belum pernah melakukan perjalanan jauh mengunakan moda transportasi KA selama di indonesia,, sedangkan dira menginginkan menggunakan pesawat terbang yang ia pikir akan sangat cepat sampai tapi lagi lagi akira ingin menikmati perjalanan dan kereta api dirasa sangat cocok. Hingga akhirnya mereka sepakat menggunakan kereta api.
Kini mereka telah sampai di statiun gambir,, mereka sedang menunggu kereta api tasaka yang akan membawa mereka menuju yogjakarta,, dan diperkirakan mereka akan sampai jogjakarta pukul 15.30 sore karna perjalanan jakarta - yogjakarta ditempuh kurang lebih 6 jam. Akhirnya kereta yang mereka nantikan tiba dan mereka bergegas masuk kedalamnya untuk mencari tempat duduk.
Dira mendapatkan kursi didekat jendela sedangkan akira disamping dira. Karna melihat keantusiasan akira yang ingin mengenal indonesia akhirnya dira memberikan kursinya pada akira agar pria itu dapat melihat pemandangan yang sangat menakjubkan yang akan mereka lewati. Tak terasa perjalanan mereka diisi dengan obrolan yang hangat,, dira sendiri heran mengapa ia tak pernah kehabisan bahan mengobrol jika bersama akira dan begitu sebaliknya,, kini mereka terdiam menikmati pemandangan dari balik jendela kereta dengan ditemani lagu dari ponsel dira via headphone,, tak terasa dira terhanyut dalam lagu yang berputar sehingga tanpa sadar ia meletakkan kepalanya dibahu akira dan tertidur dengan nyaman. Akira yang menyadari dira bersandar dibahu nya dan tertidur entah mengapa ia merasa hangat tanpa ia sadari ia tersenyum dan mengelus rambut dira. Membiarkan gadis itu terlelap dibahunya.
Jam 15.45 akhirnya kereta tasaka tiba di statiun tugu, akira dan dira pun bergegas keluar dari dalam statiun menuju parkiran dimana sepupu dari pihak bundanya telah menjemput. Ia melihat lelaki jangkung dengan jaket denim dan celana jeans robek robek berdiri disampai mobil sejuta umat milik masyarakat indonesia berwarna hitam itu.
"woii mas galih" seruu dira memanggil sepupunya itu dan berlari kearahnya sementara akira mengikuti gadis itu dari belakang sambil tersenyum melihat aksinya.
Laki yang dipanggil itu segera melambaikan tangan ke arah sepupunya itu yang imut dan sedikit bar bar. "baru sampe kamu nduk,, mas kira mas telat jemputnya?" ucap nya
"baru turun kok mas,, masih fresh the train" jawab dira sambil berkelakar dan memeluk sepupunya itu. "oh ya mas aku lupa" serunya sambil melepaskan pelukan itu. Dan berjalan ke arah akira yang tak jauh darinya yang sedang menyaksikan pertemuan dira dan sepupunya itu, "kenalkan mas temen aku namanya akira dan akira kenalkan ini saudara ku" ujarnya memperkenalkan keduanya dan keduanya pun saling berkenalan.
"kamu orang jepang asli?" tanya galih penasaran karna gaya dan logat bicara akira kental dengan orang jepang sedangkan mukanya seperti orang indonesia dan ia lancar berbahasa indonesia
"iya,, saya lahir dan besar di jepang kedua orang tua saya juga orang jepang" jawab akira namun ketika mengatakan kedua orang tua dia sedikit kelu.
"ooh saya cuma kaget karna kamu lancar bahasa indonesia" jelas galih yang merasa tak enak dan takut menyinggung akira
"tak apa" jawab akira sambil tersenyum "okaasan yang mengajarkan saya bahasa indonesia karna ia pandai berbahasa indonesia" jelasnya lagi
Tak mau banyak berbasa basi,, dira pun Menyela perbincangan kedua laki laki itu "sudaah lanjut ngobrolnya nanti aja,, aku udah lelah" ujarnya
"lets go" seruu galih sambil membuka pintu mobil dan mereka bertiga pun bergegas masuk kedalam mobil. "kita langsung ke rumah nih? " tanya galih
"tidak bisa tolong antarkan saya ke hotel xx,, saya telah membooking kamar disana" jawab akira
"loh kamu udah booking kamar? "tanya dira terkejut dan akira menggangguk. "aku kira kamu mau tinggal di rumah bundaku padahal disana ada kamar kosong" jelas dira
"terima kasih dira chan,, aku tak mau merepotkan kalian" jawab akira
"huh apa yang merepotkan" dengus dira
"besok aku bisa berkunjung kerumah bunda mu kok" ujar akira
"benar yaa kamu harus main kesana,, aku akan kenalkan kamu sama bunda"
__ADS_1
"siap tuan putri" jawab akira sambil tersenyum. Dira yang mendapat panggilan tuan putri pun terlihat merona dan itu tak luput dari perhatian galih
Akhirnya mobil yang membawa mereka telah sampai di depan hotel xx,, dan akira segera turun untuk melakukan cek in. Namun sebelumnya ia mengucapkan terima kasih pada galih dan dira yang telah mengantarnya "terima kasih telah mengantar saya"
"sama sama" jawab galih
"akira besok aku jemput kamu jam 10 aku akan ajak kamu keliling yogjakarta" ujar dira.
"baiklah dira chan,, kamu harua segera istrirahat setelah sampai agar besok kamu lebih fit" jawab akira. Akhirnya dira pun melanjutkan perjalanannya menuju kediaman sang bunda.
🌼🌼🌼🌼
Kediaman Bunda Almira
"bundaaaa anakmu pulaang" teriak dira begitu turun dari mobil mencari keberadaan sang bunda yang sudah pasti sedang di kamar.
Sedangkan galih yang ditinggalkan begitu saja di dalam mobil hanya bisa menahan napasnya melihat sepupunya itu.
Mendengar teriakkan dari puteri semata wayangnya yang kini tinggal berjauhan dari dirinya membuatnya segera menuju sang puteri "yaa ampuun anak bunda,, bunda kangen sama kamu nduk" ucap bunda almira sambil memeluk sang puteri
"sama dira juga kangen sama bunda,, sama masakan bunda juga dira kangen" ucapnya manja
"siap bun,, dira mandi dulu" ujar dira sambil berlalu menuju kamar tidurnya.
" le,, kamu jangan pulang dulu kita makan sekalian" ucap bunda pada galih
"iyaa bude,, oh ya bude sepertinya bude bakal punya calon mantu orang asing deh bude" ucap galih pada almira
"orang asing bagaimana maksudmu?" tanya almira penasaran
"orang luar negeri bude,, orang jepang bude" jawab galih sambil memakan camilan yang ada dimeja
"maksud mu dira pacaran sama orang jepang? " tanya almira penasaran
"gak tau juga bude mereka pacaran apa gak,, tapi aku ngeliatnya dira suka sama orang itu bude" terang galih yang menyaksikan kedekatan antara dira sama akira.
"kamu tau dari mana le?"
"aku tau bude, wong tadi dira datang sama cowok itu tapi cowok itu nginep dihotel xx" terang galih lagi.
"bude kira dia datang sendiri,, mungkin itu shaka kali le,, kan shaka juga bule orangnya" tanya almira yang masih tak percaya ucapan ponakannya itu karna setau almira puterinya hanya dekat sama lawan jenis yaa cuma shaka saja, meskipun ia dan dira tak tinggal satu kota tapi hubunganereka sangat dekat dan almira lah tempat curhat dira.
__ADS_1
"shaka itu aku juga tau de,, ini namanya akira,, coba besok juga bude ketemu sama dia"
Beberapa menit kemudian dira yang telah selesai membersihkan diri menghampiri sang bunda yang tengah ngobrol dengan galih. "ayook aku lapeer" ajak dira pada bunda dan galih
"iyaa ayook kita makan,, ayok le kita makan dulu ghibahnya lanjut nanti" ucap almira pada sepupunya
"bunda sekarang suka ghibah yaa,, mas galih jangan ajakin bunda gibah dong" ucap dira pada almira dan galih
"udah aah katanya laper udah makan,, gak baik ngobrol sambil makan" lerai almira. Almira tak mau membahas apa yang ponakannya itu ceritakan menurutnya biarlah dira sendiri yang bercerita kepadanya. Toh kata galih besok laki lakk itu akan menemuinya. Akhirnya mereka menikmati makan mereka
🌼🌼🌼🌼
Hotel xx
Lain halnya dengan akira pria itu setelah beristirahat sebentar lalu bergegas keluar dari hotel. Ia akan kembali ke alamat itu,, alamat yang selama 3 tahun terakhir ini selalu ia tuju ketika ke kota ini. Ia harus bisa mendapatkan Jawabnnya saat ini dan ia tak mau lagi menundanya walau rasa takut pun menghadangnya namun ia haru bertekad melaluinya agar ia bisa melanjutkan hidup dengan tenang.
Taksi onlen pun berhenti di alamat yang ia tuju, setelah membayar ongkos taxi tersebut. Akira mengamati rumah yang akan ia tuju. Masih sama seperti terakhir ia kunjungi, rumah berlantai 2 itu kini telah menjadi penginapan. Ia masih berfikir bagaimana caranya ia mendapatkan informasi dari pemilik rumah itu karna sebelumnya ia sempat menanyakan pada pegawai yang bekerja di rumah itu mereka tak mengetahui apa apa.
Akira pun memberanikan diri menanyakan ke warga sekitar,, dan ternyata jika malam hari didepan rumah itu terdapat penjual nasi goreng yang mangkal setiap malam sepertinya karna sewaktu siang hari akira kesana tak ada yang berdagang satu pun.
Ternyata penjual nasi goreng itu seorang pasangan paruh baya usianya sekitar 60 tahunan. Akira pun mencoba memesan nasi goreng tersebut sembari mengajak penjualnya berbincang karna kebetulan warung itu sedang tak ramai.
"maaf buk,, ibu sudah lama berjualan disini? "tanyanya sopan
Ibu penjual nasi goreng itu menatap heran pelanggannya itu orang asing tapi fasih berbahasa indonesia. "sudah lama cah bagus,, sudah hampir 35 tahun" jawabnya ramah.
"berarti ibu kenal dengan pemilik rumah itu sebelum dijadikan penginapan?"
"gak kenal sih cah bagus, tapi cukup tau karna pemilik rumah itu yang dulu orang sugih"
"jadi ibu tau dengan tuan omar alexander" tanya nya
"ibu gak kenal tapi memang pemilik rumah itu dulunya punya pak mark alexander dan beliau punya dua anak laki laki,, tapi yang satu meninggal karna kecelakaan,, dan gara gara itu istrinya pak mark jadi stress dan dibawa ke luar negeri,, itu yang saya tau" jawab ibuk itu sambil memberikan nasi goreng pesanan akira
"sepertinya cah bagus mencari keluarga pak mark geh?" tanya bapak penjual kali ini yang dari tadi asyik mendengarkan obrolan akira dan istrinya
"iya pak,, saya sedang mencari pak omar alexander"
"coba cah bagus temui bapak dandy,, setau saya dia sahabat baik keluarga alexander,, biasanya dia kalau weekend suka main di angkringan xx di jalan malioboro sana,, tanya aja ke yang jual mereka kenal" terang bapak itu.
"terima kasih banyak infonya pak" jawab akira sambil menghabiskan Makanannya dan bergegas menuju angkringan yang dimaksud.
__ADS_1