Cinta 16 Hari Di Sweet Cruise

Cinta 16 Hari Di Sweet Cruise
Bab 13


__ADS_3

Setelah mengatakan semua keluh kesahnya pada Hendra. Ella langsung bangkit berdiri dan bergegas meninggalkan Hendra yang masih terduduk lemas di tempatnya. Ella berjalan dengan cepat, tujuannya hanya ingin pergi sejauh-jauhnya dari Hendra.


Hingga dirinya mendengar suara orang memanggil-manggil nama Hendra. Ella yang merasa familiar akan suara itu lantas berlari menuju ke arah sumber suara tersebut.


"Dokter Imran!" panggil Ella ketika melihat ran datang bersama dengan beberapa orang yang sepertinya adalah tim penyelamat dari kapal pesiar milik Hendra.


"Ella!" sahut Imran yang langsung menghampiri Ella dengan berlari.


"Syukurlah kami menemukan mu, dimana Hendra?" tanya Imran yang wajahnya terlihat panik.


Ella langsung menunjuk ke arah dia meninggalkan Hendra tadi.


"Di sana!" tunjuk Ella.


"Dia baik-baik saja kan?" tanya Imran.


Cukup lama Ella terdiam karena dia tidak tahu setelah semua yang dia katakan pada Hendra. Pria itu akan baik-baik saja atau tidak.


Menunggu cukup lama jawaban Ella, Imran pun akhirnya memutuskan untuk mencari Hendra.


"Kalian jaga Ella dan bawa dia kembali ke kapal! aku akan cari Hendra!" ujar Imran memberi pengarahan pada semua tim nya.


Ella pun di persilahkan mengikuti beberapa petugas. Ella sempat menoleh ke arah belakang, dia baru menyadari kalau sepertinya apa yang dia katakan pada Hendra tadi sedikit berlebihan.


Namun para petugas memintanya agar segera kembali ke kapal. Karena mereka akan segera meninggalkan pulau ini, takut kalau ada angin beliung susulan. Itu pasti sangat tidak bagus untuk para penumpang kapal yang ingin melanjutkan wisata mereka.


Imran dan beberapa petugas yang lain masuk ke dalam semak yang tadi di tunjukkan oleh Ella. Namun Imran begitu terkejut, ketika melihat Hendra bahkan sudah pingsan di bawah pohon.


"Hendra!" pekik Imran yang langsung memeriksa Hendra dengan cepat.


"Bawa ke kapal, cepat!" seru Imran yang jelas sekali wajahnya sangat panik.


Beberapa orang yang membawa Hendra berjalan dengan cepat. Bahkan sudah melewati orang-orang yang bersama dengan Ella.


Karena merasa terkejut Hendra tidak sadarkan diri, Ella pun lantas berlari mendekati Imran yang juga berjalan sangat cepat.


"Ada apa dengannya?" tanya Ella cemas.

__ADS_1


"Detak jantungnya melemah, apa kalian bertengkar?" tanya Imran menduga-duga.


Ella pun terdiam.


"Sebenarnya apa yang terjadi padanya, apa di pingsan!" tanya Ella.


"Apa sebelum kamu meninggalkannya dia belum pingsan?" tanya Imran lagi.


"Belum!" jawab Ella cepat.


"Aku akan katakan ini padamu untuk terakhir kalinya Ella. Jantung Hendra masih berdetak hanya untuk mencari mu. Sekarang dia sudah menemukan mu, maka yang bisa memastikan jantung Hendra tetap berdetak juga adalah dirimu. Aku sarankan jika kamu akan marah atau kesal padanya, ingat yang pernah aku katakan padamu. Dia dulu bahkan memilih satu tahun yang singkat agar tidak menyakiti mu. Apa kamu mengerti maksudnya itu?" tanya Imran pada Ella.


Wanita itu memperlambat langkahnya. Dan membiarkan Imran berjalan terlebih dahulu. Sepanjang jalan Ella berpikir, kalau dia memang telah keterlaluan pada Hendra.


Sesampainya di kapal, Hendra segera mendapatkan pertolongan medis. Ella juga sudah bertemu dengan teman-temannya. Di dalam kamar, Ella masih terus berusaha menghubungi Agra. Namun masih tidak bisa. Sementara dia juga sudah menghubungi ayahnya dan ayahnya masih seperti kemarin, masih bilang kalau mereka tidak tahu dimana Agra. Juga tidak bisa menghubungi nya.


Keesokan harinya...


Setelah banyak berpikir, dan hampir tak tidur semalaman. Ella pun akhirnya memutuskan untuk memaafkan Hendra. Selain karena dia merasa setiap manusia itu pasti tak luput dari kesalahan. Ella juga tidak nyaman kalau terus memikirkan kondisi Hendra yang menurun karena dirinya juga secara tidak langsung.


Ceklek


"Ella, apa kamu tidak ingin melihat kondisinya?" tanya Imran yang keluar menyapa Ella.


Ella langsung berbalik melihat ke arah Imran.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Ella canggung.


"Masuklah, dan kamu bisa lihat sendiri seperti apa kondisi Hendra!" ujar Imran.


Ella sempat menunduk dan terdiam, tapi kemudian dia melangkah maju dan akhirnya mengikuti Imran masuk ke dalam kamar Hendra.


Ella sempat melihat ke sekeliling, karena sebelum menuju ke tempat tidur ada sebuah ruangan besar yang banyak sekali fasilitas lengkapnya. Benar-benar seperti di rumah saja.


"Ayo!" ajak Imran karena Ella malah terpesona pada ruangan kamar Hendra.


Hingga saat Ella melewati sebuah ruangan yang yang hanya di batasi dinding kaca, dia melihat sebuah tempat tidur besar dengan Hendra yang tengah duduk bersandar di sandaran tempat tidur sambil melihat ke arah kedatangan Ella.

__ADS_1


"Kamu datang?" tanya Hendra.


"Duduklah, aku akan tinggalkan kalian. Jika butuh sesuatu, tekan tombol di sebelah tempat tidur Hendra itu!" ujar Imran sambil menunjuk ke arah tombol berwarna hijau metalik di sebelah tempat tidur Hendra.


'Apa penyakitnya belum sembuh, kenapa Imran harus selalu siaga menjaganya?' batin Ella bertanya-tanya.


Setelah memberitahu apa yang seharusnya dia beritahu. Imran pun keluar dari ruangan itu dan terdengar pula pintu tertutup. Artinya Imran sudah keluar dari ruang kamar Hendra yang besar itu.


"Kamu sudah lebih baik?" tanya Ella mencoba mengawali perbincangan.


Hendra pun tersenyum.


"Aku senang kamu perduli padaku!" jawab Hendra santai.


"Apa penyakitmu parah? apa penyakitmu yang dulu belum sembuh benar?" tanya Ella penasaran.


"Jika aku bilang iya, apa kamu akan selalu perduli padaku?" tanya Hendra yang malah balik bertanya pada Ella.


"Ck... tidak juga. Aku kan sudah bilang. Akhir bulan ini aku akan menikah!" terang Ella yang tidak ingin memberi harapan palsu pada Hendra.


Hendra kembali menunduk sedih. Tapi dia tidak ingin menyerah. Dia sudah menemukan Ella setelah berusaha mencarinya selama enam tahun. Dan wanita itu datang sendiri ke hadapannya. Dia sudah berjanji tidak akan pernah melepaskan Ella lagi.


"Bagaimana kalau selama 16 hari sebelum pernikahan mu. Kita berkencan?" tanya Hendra yang membuat Ella langsung melotot ke arahnya.


"Kamu pikir aku perempuan apaan? tidak mau? mas Agra itu sangat baik. Aku tidak mau menduakan nya!" tegas Ella.


"Baiklah, begini saja. Beri aku kesempatan selama 16 hari yang tersisa. Jika dalam waktu itu aku tidak bisa membuatmu kembali jatuh cinta padaku. Aku tidak akan mengejar mu lagi!" ujar Hendra lagi sambil mengulurkan tangannya.


Tawaran Hendra kali ini cukup bagus di dengar oleh Ella.


'Artinya, aku hanya harus bertahan untuk tidak kembali jatuh hati padanya selama 16 hari kan? dan jika dia gagal, dia akan cari wanita lain dan tidak mengejar ku lagi. Itu terdengar bagus!' batin Ella.


"Baiklah, setuju!" jawab Ella sambil menjabat tangan Hendra.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2