Cinta 16 Hari Di Sweet Cruise

Cinta 16 Hari Di Sweet Cruise
Bab 16


__ADS_3

Semua petugas kapal bahkan manager yang tadinya bicara sangat arogan pada Jacky dan Ella kini terlihat ketakutan dan mundur menjauh dari Jacky dan Ella.


Sementara mbak Lusi dan Dinda langsung mendekat ke arah Ella. Juga menatap Ella dengan tatapan sejuta tanya pada sahabat sekaligus rekan kerjanya itu. Sontak saja Ella langsung mengedipkan matanya pada Dinda. Dinda yang mengerti isyarat Ella itu pun langsung berbisik pada mbak Lusi.


"Dia hanya bersandiwara, untuk membantu kita!" bisik Dinda pada mbak Lusi.


Mbak Lusi pun langsung mengangguk paham. Sedangkan Jacky masih melihat ke arah Ella dengan tatapan mengintrogasi karena dia tidak mengerti maksud dari kedipan mata Ella itu padanya.


Bahkan tuan Curtis langsung tampak canggung, pria tua genit itu mendekati Hendra Adirja namun Hendra Adirja langsung berjalan mendekat ke arah Jacky dan Ella.


Merasa di acuhkan, tuan Curtis nampak menahan kesal dan malunya. Terlihat dari raut wajahnya yang masam karena Hendra mengabaikannya.


"Apa kamu terluka?" tanya Hendra pada Jacky.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya membela temanku saja. Pria tua tidak tahu diri itu melecehk4n temanku!" jelas Jacky yang masih terlihat kesal sekali pada tuan Curtis.


"Gugun!" panggil Hendra pada asisten pribadi nya.


Gugun yang sejak tadi memang terus berada di dekat Hendra, lantas menghampiri bos nya itu.


"Iya tuan!" sahut Gugun dengan sopan.


"Keluarkan perahu kecil, antar tuan Curtis keluar dari kapal ini. Barang-barangnya akan ku kirimkan dengan truk pada pemberhentian selanjutnya!" seru Hendra dengan tegas.


Tuan Curtis langsung mendekati Hendra dan terlihat ingin meraih lengan Hendra. Namun secepatnya Hendra menghindar.


Lalu tuan Curtis melipat tangannya di depan Hendra.


"Tuan Hendra, aku minta maaf. Aku sungguh tidak tahu kalau wanita itu adalah teman calon istrimu. Aku benar-benar minta maaf. Jangan turunkan aku, juga jangan mengeluarkan semua barang-barang ku. Aku tidak akan mungkin pernah di terima lagi di tempat lain nanti tuan Hendra!" pinta tuan Curtis dengan wajah memelas.

__ADS_1


Semua orang tampak merasa tuan Curtis sungguh menyedihkan. Beberapa orang bahkan sudah membicarakannya di belakangnya.


"Tadi dia sombong sekali ya, bahkan mengatakan hal-hal yang tidak-tidak tentang teman-teman calon istri tuan Hendra itu!" seru penumpang lain.


"Iya, tadi dia tertawa terbahak-bahak. Eh sekarang lihat dia malah menangis dan merengek seperti anak bayi!" sahut temannya yang berdiri dekat dengan penumpang yang pertama bicara tadi.


Bahkan ada juga yang terkekeh pelan menertawakan sikap tuan Curtis itu yang menurut mereka sangat menggelikan.


"Biarin aja tuh, tangannya gak sopan banget. Aku lihat sendiri loh, pas dia tadi tepok itunya si cewek yang lagi nangis itu. Pengen aku pelintir itu tangannya orang tua itu. Udah tua bangka, gak tau malu! mentang-mentang orang kaya gitu! Rasain sekarang dia kena batunya kan!" oceh ibu-ibu yang menggandeng erat anak perempuannya di dekatnya.


Restoran itu lumayan ramai, tentu saja hal seperti itu menjadikan peristiwa semacam itu menjadi tontonan banyak orang.


Tuan Curtis masih terus memohon pada Hendra agar tidak mengusirnya dari kapal pesiar ini. Hal itu akan mengakibatkan hal yang buruk baginya. Bisnisnya juga akan hancur kalau begini.


Tapi Hendra sama sekali tak perduli dengan permohonan dari tuan Curtis itu. Dia terlalu kesal, karena selama ini dia tidak tahu ternyata salah satu orang yang bergabung dalam bisnisnya adalah orang yang sangat tidak beradab seperti tuan Curtis itu.


Gugun yang tahu kalau bosnya sudah tidak ingin melihat tuan Curtis lagi pun, segera meminta orang-orang nya untuk membawa tuan Curtis pergi dari tempat itu.


Mbak Lusi dan Dinda lantas mendekat ke arah Ella dan Jacky yang berada di dekatnya.


"Tuan Hendra, terimakasih telah membela ku. Sampai anda mau bersandiwara menjadi calon suami Ella. Aku tidak menyangka anda sebaik ini!" ujar Dinda.


Hendra yang niatnya memang ingin memberitahu semua orang tentang kedekatannya dengan Ella baru ingin menyangkal kalau dia melakukan semua ini bukan karena sandiwara semata. Namun gelagat Hendra itu lebih dulu dapat terbaca oleh Ella yang langsung berseru.


"Iya benar, tuan Hendra. Terimakasih banyak atas bantuan anda. Anda memang orang yang baik. Kalau begitu kami permisi dulu ya!" ucap Ella sambil sesekali menganggukkan kepalanya.


Hendra baru akan bicara lagi, tapi Ella langsung menarik Dinda dan mbak Lusi pergi dari tempat itu. Sementara Jacky yang masih ada di situ juga bicara pada Hendra.


"Aku juga menyampaikan terima kasih tuan, dan aku akan sampaikan padamu. Ella itu sudah punya calon suami, yang jomblo itu Dinda tuan!" ucap Jacky mencoba mempromosikan Dinda pada Hendra.

__ADS_1


Hendra hanya mengangguk datar, lalu pergi meninggalkan Jacky. Jacky juga langsung mengejar Dinda, Ella dan mbak Lusi.


"Kamu tidak apa-apa kan Dinda?" tanya Jacky yang memang sangat perduli pada teman-temannya.


"Tidak apa-apa, terimakasih banyak ya Jack. Kamu baik sekali, aku tidak menyangka kamu sampai segitunya membelaku!" kata Dinda yang benar-benar berterima kasih pada Jacky.


"Benar Jack, aku tidak sangka kamu sekeren itu?" tanya Ella.


"Aku memang keren, kalian saja yang tak menyadari hal itu!" ujar Jacky membanggakan dirinya, meski sebenarnya hanya bercanda saja.


Setelah mengantarkan Dinda kembali ke kamarnya. Ella juga kembali ke kamar, dia lagi-lagi mencoba menghubungi Agra. Tapi nomer ponsel Agra tak kunjung bisa di hubungi.


"Mas, kamu dimana sih? kenapa tidak bisa di hubungi?" gumam Ella merasa sangat sedih.


Baru sebentar dia meletakkan ponselnya, tiba-tiba ponselnya berdering. Ella yang sudah sangat antusias mengira itu dari Agra pun langsung menerima panggilan itu tanpa melihat siapa nama pemanggilnya.


"Mas, akhirnya kamu menghubungi ku...!"


"Sejak kapan kamu panggil aku dengan sebutan mas?" tanya suara yang ada di seberang sana.


Ella yang mengenali suara itu lantas menjauhkan ponselnya dari telinga nya lalu melihat layar ponselnya.


'Hendra!' batin Ella.


"Kamu, ada apa?" tanya Ella yang sedikit kecewa karena yang menghubungi nya bukan Agra.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2