Cinta 16 Hari Di Sweet Cruise

Cinta 16 Hari Di Sweet Cruise
Bab 24


__ADS_3

Hendra yang pada akhirnya menyadari ada orang lain di sana pun segera menoleh ke arah Ella.


"Kamu sudah datang, duduklah. Aku sedang buat adonannya. Kamu suka rasa apa?" tanya Hendra pada Ella.


"Apa saja!" jawab Ella yang langsung duduk di kursi yang ada di dekat meja makan.


"Baiklah, aku punya coklat dan kacang di sini. Aku akan campur keduanya!" lanjut Hendra lagi.


Ella memperhatikan Hendra yang terlihat serius membuatkannya kue.


"Oh ya, Dinda bilang kamu akan membeli perumahan dari agen kami. Itu bukan salah satu sogok4n untuk...!"


"Anggap saja begitu. Apalagi kalau kamu jadi nyonya Adirja. Semua perumahan dari agen mu akan ku beli!" sela Hendra membuat Ella menghela nafas panjang.


"Sudah ku bilang aku tidak akan pernah kembali padamu!" seru Ella tegas.


Hendra pun berhenti mengerjakan aktivitasnya dan tertunduk diam. Ternyata apa yang Imran katakan itu benar, kalau Ella mungkin memakannya tapi tidak akan pernah kembali padanya.


Ella yang melihat Hendra sedih pun segera berdiri dan berjalan mendekati Hendra.


"Aku minta maaf, tapi aku tidak akan merubah keputusanku!" ucap Ella lalu berbalik dan hendak pergi dari sana.


"Baiklah, aku tidak akan mengharapkan mu lagi. Tapi bisakah kita habiskan beberapa hari yang tersisa dengan terus bersama? setelah itu aku tidak akan lagi mengganggu mu!" ucap Hendra dengan berat hati.


Meski berat hati, namun Hendra sadar kalau apapun yang dia lakukan tidak akan merubah apapun. Alhasil, 10 hari waktu tersisa di Sweet Cruise mereka habiskan bersama. Saat kapal bersandar pun mereka jalan-jalan berdua dan menikmati perjalanan berdua. Berdansa dan menikmati semua wisata di taman bermain bersama. Tapi Ella selalu menolak jika Hendra akan mengambil gambar mereka berdua.


Hingga hari terakhir mereka di Sweet Cruise, Hendra mencoba memberikan sebuah hadiah berupa kalung kepada Ella. Namun Ella menolaknya. Hendra sadar kalau dia memang tidak ada kesempatan lagi. Namun 16 hari menghabiskan waktu bersama dengan Ella tanpa permasalahan masa lalu mereka membuat rasa rindu Hendra sedikit terobati.


Hingga saat Ella dan teman-temannya akan turun dari kapal. Mereka berpamitan pada Hendra.

__ADS_1


"Jangan lupa datang untuk tanda tangan ya tuan Hendra!" ucap Dinda yang sangat senang karena Hendra akan benar-benar membeli properti lewat mereka.


"Baiklah, Selly akan mengurus semuanya!" jawab Hendra.


Hendra pun melihat ke arah Ella. Ella meminta Dinda dan yang lain turun dari kapal terlebih dahulu.


"Senang menghabiskan waktu selama 16 hari bersama mu El. Aku harap kamu bahagia dengan pernikahan mu!" ujar Hendra yang merentangkan tangannya pada Ella.


Imran yang melihat pemandangan itu bisa merasakan apa yang Hendra rasakan. Tapi dia juga sudah banyak menasehati Hendra agar iklhas, mungkin Ella memang bukan jodohnya.


Ella memeluk Hendra untuk terakhir kalinya. Dan turun dari kapal pesiar itu. Ella sangat lega bisa mengakhiri hubungan dan masalah tentang masa lalunya dengan Hendra dengan baik tanpa pertengkaran.


Sekarang dia sangat ingin bertemu dengan Agra.


Beberapa jam perjalanan, Ella akhirnya sampai di rumahnya yang juga klinik tempat praktek dokter Agra. Tapi tidak seperti biasanya, klinik itu sepi. Ella pun masuk dan menemukan sang ayah sedang mengobrol dengan ibunya. Ella sengaja tidak memberi salam dan mengendap-endap untuk memberi kejutan. Tapi dia malah terkejut mendengar obrolan ayah dan ibunya.


"Hari ini Ella akan pulang, haruskah kita beritahu apa yang terjadi pada nak Agra padanya?" tanya Kartika.


Brukkk


Ella membanting kopernya, Kartika dan Yudhi pun akhirnya melihat ke arahnya.


"Ella!" ucap Kartika yang berdiri bersamaan dengan Yudhi.


"Mas Agra!" lirih Ella yang sudah menangis.


Dengan cepat Ella berbalik dan mengendarai motor maticnya yang ada di depan rumah. Ella segera melajukan motornya menuju rumah Agatha.


"Ayah bagaimana ini? apa kita perlu menghubungi nak Agra?" tanya Kartika.

__ADS_1


Yudhi langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak Bu, biar Ella dan nak Agra yang menyelesaikan ini sendiri!" jawab Yudhi yang langsung di balas anggukan oleh Kartika.


Ella melaju dengan kencang sambil menangis. Dia tahu, dia sudah mengira kalau pasti terjadi sesuatu pada Agra sampai pria.yang biasanya tiga kali sehari menghubungi dirinya itu sampai berhari-hari tidak bisa di hubungi. Ella sangat sedih karena dia bersenang-senang saat agar sedang sedih dan sendirian.


Begitu tiba di depan rumah Agatha, tanpa mengetuk pintu atau membunyikan bel, Ella langsung membuka pintu dan masuk ke dalam rumah itu. Ella bahkan tak memberi salam lagi, dia berlari ke arah kamar Agra.


"Non Ella!" sapa asisten rumah tangga Agatha.


Ella bahkan tak menyahut dan terus berlari menuju kamar Agra.


Ceklek


Seorang pria yang duduk di sebuah kursi dekat jendela langsung berdiri melihat kedatangan Ella.


"Mas Agra!" lirih Ella yang langsung berlari memeluk Agra.


Tangis mereka berdua pun pecah. Ella memeluk Agra dengan sangat erat.


"Kenapa membohongi ku mas, kenapa kamu menyimpan kesedihan mu sendirian?" tanya Ella sambil terisak.


"Aku sudah tahu semuanya, apapun yang terjadi aku akan selalu mendampingi mu mas. Selalu bersama mu, aku mencintaimu mas Agra!" ucap Ella yang membuat Agra sangat tersentuh dan menangis.


Agatha yang melihat pemandangan itu dari pintu ikut terharu dan mencurahkan air matanya. Ternyata meskipun Ella dan Agra sudah berpisah cukup lama, dan kenyataan kalau Agra tak sempurna tapi Ella tetap menjaga cintanya untuk Agra.


Agatha pun menjelaskan semuanya pada Ella, apapun yang dikatakan oleh dokter. Dan Ella menyemangati Agra agar dia ikut terapi untuk bisa sembuh lagi. Berapa tahun pun Ella akan sabar menemani Agra.


Akhir bulan, akhirnya Ella dan Agra menikah. Hendra yang mendapatkan berita itu dari postingan Dinda di media sosialnya hanya bisa tersenyum meskipun senyuman itu di iringi dengan air mata di pipinya. Hendra hanya berharap Ella bisa bahagia dengan Agra, kebahagiaan yang tidak bisa dia berikan dulu dan saat ini.

__ADS_1


...***...


...TAMAT...


__ADS_2