
Ella duduk diam di tempat itu hampir satu jam. Sebenarnya Ella merasa akan lebih baik jika dia tidak tahu cerita tentang Hendra. Maka hatinya tidak akan se-bimbang ini sekarang.
Rasanya akan mudah melupakan Hendra kalau Ella membencinya dan tak tahu alasan Hendra menyakiti Ella.
Tapi sekarang, setelah tahu semuanya. Hari Ella rasanya merasa sangat bersalah pada Hendra karena selalu bersikap dan berkata kasar pada Hendra sejak pertemuan mereka kembali itu.
Ella mengusap wajahnya kasar. Dia pun tak tahu harus apa sekarang, kalau dia bertemu dengan Hendra apa yang harus dia katakan. Ella menyeka perlahan air matanya, dia merasa dirinya yang dulu benar-benar tidak peka. Hendra sakit separah itu, dia bahkan tidak menyadarinya sama sekali. Semua itu karena perhatian dan cinta Hendra padanya begitu berlimpah, hingga dia tak menyadari di balik senyuman Hendra itu ada kesakitan yang dia sembunyikan dan dia tahan sendiri.
Ella hanya bisa menundukkan kepalanya melihat ke lantai putih kapal pesiar itu. Saat matahari semakin naik, Ella pun bangkit dan kembali ke dalam kamarnya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? bahkan undangan pernikahan ku dengan mas Agra pun sudah di cetak!" lirih Ella sambil menutup wajahnya dengan bantal.
Sementara itu di tempat lain, di kota Seroja. Tempat dimana Agra dan keluarga Ella tinggal. Di sebuah rumah sakit yang cukup besar di kota itu, dimana dokter Agra juga pernah bekerja di sana sebelum membuka klinik sendiri.
"Ini operasi besar nak Agra, setidaknya kami harus mengajari hal ini pada Ella kan?" tanya Yudi Wijaya, ayah Ella.
Agar yang terbaring lemah di atas tempat tidur pasien pun tersenyum tipis. Saat dia mengembangkan senyum yang sedikit lebar, dia pasti akan meringis menahan sakit di tubuhnya.
"Jangan paman, Ella sudah memimpikan hal ini sejak lama. Liburan di kapal pesiar dari hasil kerja kerasnya sendiri. Aku akan baik-baik saja paman!" ujar Agra yang berusaha menunjukkan wajah baik-baik saja pada Yudi. Padahal dia sedang merasakan rasa sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya, apalagi di bagian punggung.
Dua hari lalu, setelah Agra menghubungi Ella. Dia masih menangani satu pasien di kliniknya. Namun dia ingat ada pertemuan penting di rumah sakit besar, untuk membahas tentang penanganan penyakit baru yang ada di kota mereka. Karena sudah terus di hubungi, Agra akhirnya berangkat dengan terburu-buru karena saat menangani pasien dia harus sangat teliti dan tidak bisa terburu-buru.
Hingga dia memutuskan mengemudi dengan cepat, namun sayangnya keadaan jalan yang habis di guyur hujan membuatnya tidak menyadari kalau kecepatannya mengemudi mobil seperti itu sebenarnya tidak di anjurkan di jalanan yang licin dan tergenang air. Tapi bukan itu yang menyebabkan dirinya berada di rumah sakit, bukan karena dia tidak fokus dan celaka. Tapi ada mobil lain dari arah depan yang mengambil jalurnya, Agra yang berniat membanting setir ke arah kiri pun malah tidak melihat adanya lubang di jalan itu. Mobil yang dia kendarai lost control dan akhirnya terbalik setelah menabrak pembatas jalan.
Saat itu keadaan Agra sangat tidak baik, untung saja dia berada tidak jauh dari rumah sakit. Hingga beberapa orang menolongnya dengan cepat dan membawanya ke rumah sakit dengan segera.
__ADS_1
Semua yang mengenal Agra di rumah sakit itu, langsung menanganinya dengan baik. Bahkan beberapa dokter yang tidak bertugas dengan sigap datang ke rumah sakit begitu mendengar dokter Agra mengalami kecelakaan.
Berkat penanganan cepat, akhirnya dokter Agra selamat. Dan lolos dari masa kritisnya dengan cepat. Bahkan saat dokter yang menangani mengatakan kalau Agra membutuhkan donor darah, semua berlomba-lomba memeriksakan darah dan kesehatan mereka untuk bisa transfusi ke dokter Agra.
Agra memang di kenal sangat baik di kalangan pekerjaan nya sebagai dokter. Dia juga sangat murah hati, setiap hari Jum'at Agra bahkan akan mengadakan pengobatan gratis di kliniknya.
Keluarga Yudi juga begitu mendengar kabar itu dari rumah sakit, dari salah satu teman Agra yang tahu kalau dia bertunangan dengan Ella langsung datang ke rumah Yudi Wijaya. Namun saat Yudi akan memberi kabar itu pada Ella, Agra mencegahnya.
"Aku sudah meminta ibu mematikan ponselku. Jika Ella menghubungi paman, katakan saja paman tidak tahu aku dimana. Kalau aku sudah lebih baik dan bisa video call dengannya aku akan jelaskan padanya!" ujar Agra sambil tersenyum, meski sebenarnya dia memaksakan senyumnya.
Agra tidak ingin Ella cemas melihat keadaan nya, dan tidak menikmati liburannya. Padahal Agra tahu itu adalah impian Ella sejak dulu.
Yudi pun mengangguk paham, menyetujui permintaan calon menantunya itu. Tidak ada yang memang bisa dia katakan lagi jika Agra ingin seperti itu. Yudi bahkan sangat terharu, Agra benar-benar sangat perduli pada Ella.
Kartika ibu Ella juga sangat kagum pada sosok dokter Agra. Dia pun merangkul lengan Yudi dan berkata.
"Semoga operasinya berhasil ya yah! dokter Agra sangat baik, pasti banyak yang mendoakannya iya kan yah?" tanya Kartika.
Yudi pun langsung mengangguk menyetujui apa yang di katakan oleh istrinya.
***
Malam harinya, Ella masih memilih diam saja di dalam kamarnya. Dia hanya memesan layanan kamar untuk makan malam. Dia sangat tidak ingin keluar dari dalam kamarnya.
Setelah menyerah menghubungi Agra, Ella pun menghubungi ayahnya.
__ADS_1
"Halo nak!" sapa Yudi Wijaya.
"Halo ayah, maaf aku mengganggu. Ayah sedang apa?" tanya Ella.
"Kamu ngomong apa? kenapa anak menghubungi orang tuanya malah di bilang mengganggu, ayah sangat menunggu kamu menghubungi ayah. Bagaimana kabarmu? keadaan mu disana baik-baik saja kan?" tanya Yudi.
"Loh, memangnya mas Agra gak kasih tahu ayah? aku kan bilang sama mas Agra titip salam sama ayah?" tanya Ella mulai curiga.
"Tidak nak, tapi ayah senang kamu baik-baik saja!" jawab Yudi Wijaya.
"Em... ayah, apa mas Agra dua hari ini ke rumah? apa terjadi sesuatu pada mas Agra?"
"Apa maksudmu nak?" tanya Yudi pura-pura tidak mengerti.
"Ayah, kemarin mas Agra menghubungi ku saat aku mulai berangkat berlayar, tapi setelah itu aku tidak bisa menghubunginya lagi. Sejak pagi malah ponselnya tidak aktif. Ayah, apa terjadi sesuatu pada mas Agra?" tanya Ella yang mulai khawatir karena biasanya Agra tak pernah absen untuk menghubungi nya.
"Nak... ayah...!"
Yudi Wijaya sendiri ragu merahasiakan kondisi Agra pada Ella.
"Kenapa yah? mas Agra baik-baik saja kan?" tanya Ella mulai panik.
***
Bersambung...
__ADS_1