cinta dalam luka

cinta dalam luka
bab 10


__ADS_3


Drrtttt....


Saat sedang tidur ponsel Arsya tiba tiba saja berdering membuat Arsya terbangun. iya dengan segera mengecek ponselnya.


Melihat siapa yang menghubunginya iya segera mengangkat telponnya.


"halo"


"halo dengan dokter Arsya".


"iya. siapa ya".


"kami dari rumah sakit modern hospital membutuhkan semua dokter untuk segera datang karena banyak pasian korban kecelakaan."


"apa" Arsya kaget dan membuka matanya lebar lebar.


"benar. kami berharap dokter bisa segera datang karena keadaan darurat ini."


"baik. Aku akan segera ke sana"


Arsya kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan bersiap akan pergi. Saat berjalan Arsya tak sengaja melihat elvano yang sedang memakan sarapannya di meja makan.


"kemana kau. Mengapa begitu terburu-buru"


"maaf. Aku ada keadaan darurat di rumah sakit. Aku harus segera ke sana."


"kau bisa sarapan dulu baru pergi".


"tidak perlu.. Ini sungguh keadaan darurat. Maaf"


Arsya langsung pergi begitu saja tanpa memperdulikan jika elvano akan marah atau tidak. Saat ini yang ada di pikiran nya adalah pasien.



"dokter tolong mama"



"dokter tolong istriku"



"dokter"



"dokter".



Arsya begitu di sibukkan dengan banyaknya pasien. Mereka adalah korban dari runtuhnya sebuah bangunan sehingga menyebabkan banyak korban yang terluka dan ada juga yang meninggal.



Dengan sekuat tenaga Arsya berusaha menolong semua orang. Semua dokter begitu sibuk dengan pasien yang semakin bertambah.



"dokter. Di sini ada pasien yang mengalami luka parah . Jika tidak segera di tangani takutnya itu dia akan kehilangan nyawa." ucap seorang suster pada Arsya.



Arsya dengan cepat menghampiri pasien itu. Terlihat banyak luka dan sebuah besi yang tersangkut di bagian perut ibu hamil.



Arsya cukup terkejut dengan pemandangan itu. Namun iya harus tetap bersikap profesional.



"segera siapkan ruang operasi. Dan panggil dokter spesialis yang ahli dalam hal ini". Ucap Arsya dengan tegas.



"tapi dokter saat ini tidak ada dokter yang bisa melakukan nya. Semua dokter spesialis sedang pergi keluar negri. Hanya ada kita dan beberapa dokter biasa yang ada di sini" ucap seorang suster.



Arsya merasa bingung apa yang harus iya lakukan dengan pasien ini. Iya tidak bisa berlama lama berfikir atau itu akan membahayakan nyawa ibu dan anak.

__ADS_1



"siapkan ruang operasi. Aku akan melakukannya sendiri" ucap Arsya mengambil keputusan sendiri.



Arsya tidak bisa diam saja dan melihat orang lain mati begitu saja tanpa melakukan apapun.



ini bukanlah operasi pertama Arsya. Namun untuk kondisi seperti ini memang pertama kali baginya.



"dok..Ter.. To..tolong.. Selamatkan ba..bayiku" ucap wanita yang sedang kritis itu berharap iya menyelamatkan bayinya ketimbang nyawanya.



"ya. Aku akan menyelamatkan kalian." ucap Arsya percaya diri.



Ruang operasi pun di siapkan Suster dan beberapa dokter yang di persiapkan untuk membantu pun telah siap.



Wanita yang sekarat itu akhirnya di masukkan kedalam ruang operasi untuk menjalankan operasi.



operasi ini di pimpin sendiri oleh Arsya dan di dukung oleh arkha.



![](contribute/fiction/7640002/markdown/5641180/1696006185431.jpeg)



Arsya dengan sangat berhati hati dalam melakukan operasi nya. yang ada dalam pikirannya hanya menyelamatkan nyawa ibu dan anak.



Beberapa jam kemudian Arsya akhirnya selesai melakukan operasi dengan di bantu oleh arkha.




bahkan besi yang menancap dekat area berbahaya wanita itu bisa di atasi oleh arsya. bahkan dokter ahli sendiri pun masih belum tentu bisa melakukan operasi itu. namun Arsya membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi calon dokter hebat di masa depan.



Wajah Arsya terlihat sangat kelelahan. Setelah operasi iya bahkan lanjut untuk mengontrol pasien lain.



Arsya tiba tiba mendengar sebuah tangisan anak kecil. Iya langsung menghampiri suara itu dan melihat seorang anak laki laki sedang menangis di depan ranjang seorang pria paruh baya.



"adik kecil. Mengapa kau menangis." ucap Arsya pada anak kecil itu.



"kakak dokter. Aku sedih kakek sakit. Dan dokter bilang kaki kakek tidak akan bisa berjalan lagi nanti" ucap anak itu.



Arsya terkejut mendengar ucapan anak itu lalu melihat ke arah pasien itu.



terlihat seorang pria paruh baya sedang terbaring dengan kaki yang telah teramputasi di salah satu kakinya.



"kakek adalah keluarga ku satu satunya. Jika kakek sakit tidak ada yang akan menjagaku" ucap anak itu.



"di mana ibumu"

__ADS_1



anak itu hany menggelengkan kepala sambil menangis.



Arsya yang merasa iba dengan anak itu langsung memeluknya. Iya seperti merasakan apa yang anak itu rasakan. Memiliki satu satunya keluarga namun hanya terbaring tak berdaya.



"tidak apa apa. Kakekmu pasti baik baik saja."



"sungguh. Apa kaki kakek bisa di sambung kembali" tanya anak itu dengan polos.



Arsya hanya menggelengkan kepala.



"tidak. Tapi kakekmu masih bisa berjalan dengan bantuan kursi roda." ucap Arsya.



"sungguh. Jadi kakek masih bisa bermain dan jalan jalan denganku" ucap anak itu dengan lebih semangat.



"iya. Kakak dokter tidak akan berbohong" ucap Arsya seraya tersenyum hangat dengan anak itu.



"yeyy.. Kakek akan baik baik saja.yey" anak itu berteriak bahagia dengan hiburan kecil dari Arsya



Melihat anak itu bahagia Arsya juga merasa bahagia..



Akhirnya keadaan jauh lebih tenang. Arsya kemudian istirahat didalam ruangannya.


"huh.. kakiku sakit. Sepatu ini menyakiti kakiku." ucap Arsya seraya membuka sepatunya.


kaki Arsya terlihat terluka di sekitar pergelangan kakinya. Iya memijit lembut kakinya agar rasanya lebih baik


Sudah tiga hari Arsya berada di rumah sakit. Bahkan elvano tidak ada menghubunginya walau hanya sekali.


Brakkk...


Tiba tiba saja pintu ruangan Arsya di buka dengan keras oleh seseorang.


"huh. Ternyata disini kau ******" ucap seorang wanita sexy dengan marah pada Arsya.


"ada apa. Kau memiliki keluhan penyakit" ucap Arsya.


Arsya mengenali siapa wanita sexy itu. Iya adalah selingkuhan elvano sebelumnya. Entah apa yang membuatnya datang padanya. Arsya tidak yakin kapan iya pernah mengganggunya


"maaf dokter. Saya tidak bisa mencegah wanita ini masuk" ucap seorang perawat dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


"tidak apa. Kau bisa keluar sekarang" ucap Arsya.


"dasar tidak tahu diri. Kau masih bersikap tenang" ucap gadis sexy itu.


Gadis sexy itu bernama Luna. adalah seorang artis papan atas yang dekat dengan elvano. Iya menjalin hubungan gelap di belakang Arsya dengan elvano entah berapa lama.


"aku tahu kau sangat suka uang. Aku akan memberikanmu berapapun yang kau minta jika kau bersedia meninggalkan elvano." ucap Luna.


"hmm.. " Arsya hanya mengangguk Santai.


"ini ada cek. Kau bisa mengisinya sendiri. Aku akan membantumu mengurus surat cerai dengan elvano."


"sungguh. Aku ambil cek ini. Jika kau memang bisa melakukannya. silahkan, aku menunggu kabar baik darimu" ucap Arsya seraya bersikap seolah iya tidak peduli.


"heh. ****** sepertimu hanya dengan sedikit uang saja sudah bisa di singkirkan." ucap Luna seraya pergi dari ruangan Arsya.


BANTU SUPPORT AUTHOR YA BIAR BISA TERUS UPDATE DENGAN LIKE KARYA INI YA ...👉👈


YANG PUNYA IDE BUAT CERITA SELANJUTNYA BOLEH BERITAHU AUTHOR DI KOLOM KOMENTAR🥰

__ADS_1


JIKA ADA KATA KATA YANG TIPO/ KURANG/ TIDAK PUAS AUTHOR MINTA MAAF YA🥺🥺


__ADS_2