cinta dalam luka

cinta dalam luka
bab 22


__ADS_3

Hari ini menjadi hari yang melelahkan untuk Arsya. Entah mengapa jika tidak ada arkha di rumah sakit rasanya seperti sepi. Biasanya akan ada yang menyemangati dan membantunya.


"kemana dia pergi" ucap Arsya menatap layar ponselnya seraya berbaring di atas kasurnya.


krukkk...


Perut Arsya tiba tiba berbunyi. Karena sangat sibuk sebelumnya Arsya sampai lupa makan. Iya baru merasakan lapar dan sakit di perutnya karena lapar.


"duh. Karena terlalu sibuk aku melupakan kesehatan tubuhku sendiri"


Arsya lalu bangkit dari kasurnya dan keluar menuju dapur untuk mencari makanan.


beberapa hari ini elvano mengusir semua pelayan yang menjaga dan mengawasi arsya selama ini. Hanya ada beberapa pelayan saja di rumah ini itupun hanya pagi sampai sore yang betugas untuk masak dan membersihkan rumah karena Arsya yang sibuk di rumah sakit dan elvano yang sibuk di perusahaannya


Arsya mencari cari makanan di dapur namun tidak menemukan apapun. selain menemukan beberapa sayur dan bahan makanan Arsya tidak menemukan makanan jadi.


Iya ingin masak namun tidak tahu untuk masak. iya benar benar bingung. Jika memesan makanan ini terlalu larut.


Mau tidak mau Arsya mencoba memasak makanan yang ada di kulkas menggunakan resep dari internet.


Namun setelah beberapa saat Arsya tidak berhasil membuat makanannya melainkan membuat dapur menjadi berantakan.


Tepat pada saat itu elvano kembali. Iya melihat seseorang berada di dapur dan menghampiri nya.


elvano cukup terkejut melihat Arsya dengan dapur yang berantakan.


"apa yang kau lakukan" tanya elvano melihat dapurnya yang berantakan.


"hehe.. Aku lapar dan ingin memasak"


elvano hanya menggeleng kan kepalanya melihat gadisnya yang begitu bodoh. mengapa Arsya tidak menghubunginya saja jika ingin meminta makanan tanpa harus merepotkan dirinya.


"hais. Sudahlah biar aku saja yang memasak."


Elvano lalu membuka jasnya dan memulai memasak untuk Arsya.


Arsya merasa malu namun juga senang secara bersamaan.


Arsya hanya memperhatikan elvano memasak dari belakang. Arsya benar benar mengakui kehebatan elvano jika itu urusan memasak.


Beberapa saat kemudian elvano selesai memasak makannya dan menghidangkannya untuk Arsya.


"wah ini sangat wangi." ucap Arsya dengan cepat memakan makanan itu.


"kau pelan pelan saja. Ini semua untukmu"

__ADS_1


"apa. Apa kau tidak makan" tanya Arsya.


"tidak. Aku sudah kenyang"


Arsya berpikir bagaimana iya akan menghabiskan makanan yang begitu banyak ini sendirian.


Tapi karena perut nya yang sudah lapar iya tidak perduli..


Akhirnya setelah beberapa saat Arsya selesai menghabiskan semua makanan itu. Bahkan karena begitu kekenyangan iya sampai tidak mampu untuk bangkit dari kursinya.


Elvano hanya melihat Arsya yang terlihat sangat lucu menurutnya.


Melihat Arsya yang kesulitan bangkit dari kursinya elvano pun mengambil inisiatif menggendongnya kembali kekamar.


"dasar kau ini. Kau makan seperti babi saja" ejek elvano saat menggendong Arsya.


"siapa yang kau katakan babi. Aku ini sedang masa pertumbuhan" kesal Arsya di ejek elvano.


"baiklah. Terserah kau saja"


Saat sampai di kamar elvano meletakkan Arsya di kasurnya.


"istirahatlah. Ini sudah malam jangan keseringan bergadang itu tidak baik untukmu" ucap elvano kemudian mengecup kening Arsya.


Tanpa berkata apa apa lagi Arsya langsung tertidur. Sementara elvano iya masih belum tidur. Iya hanya duduk di kasur dan membuka komputernya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


Pagi hari Arsya terbangun dan tak melihat elvano di sampingnya karena sudah pergi bekerja sejak pagi pagi sekali.


Arsya lalu bangkit dari tempat tidurnya lalu membersihkan dirinya. Hari ini adalah hari liburnya iya berpikir ingin menjaga ibunya di rumah sakit saja .


Begitu turun keruang tamu Arsya melihat seorang wanita tengah duduk cantik di ruang tamunya.


karena penasaran Arsya lalu menghampiri wanita itu.


"siapa kau" tanya Arsya pada wanita itu.


"hai." wanita itu terlihat cantik dan ramah. Iya tersenyum cantik pada Arsya.


"apa kau istri elvano" tanya wanita itu.


elvano?! Wanita itu terdengar begitu akrab mendengar panggilannya pada elvano.


"iy. Aku istrinya." ucap Arsya membalas senyuman wanita itu.


"maaf ya mengganggu mu. Aku kesini untuk bertemu denganmu"

__ADS_1


"aku. Mengapa. Siapa kau" tanya Arsya.


"bagaimana jika kita duduk dan mengobrol dengan santai saja." ajak wanita itu.


Arsya menyetujuinya dan duduk bersama dengan wanita itu di ruang tamu.


"sebelumnya aku perkenalkan padamu aku Lita teman masa kecil elvano sekaligus tunangan yang dipilih oleh keluarga argantara untuknya" ucap wanita itu dengan bangga.


Arsya terkejut tidak percaya bahwa elvano memiliki tunangan sementara dirinya sudah menikah dengan elvano.


"kau tidak perlu begitu terkejut. Aku tahu elvano memaksamu menikah bukan. Aku akan membantumu untuk berpisah dengannya" ucap wanita itu.


"kami sudah menikah dan tidak berpikir untuk bercerai " ucap Arsya .


"tidak ingin bercerai tidak apa. Tapi bagaimana pun kau ini bukanlah wanita yang di akui oleh keluarga argantara."


"setidaknya keluarga argantara akan memilih wanita yang sebanding dengan status keluarga argantara" ucap wanita itu.


"tapi kami sudah menikah. Dan itu sudah tercatat di negara secara sah."


"namun tetap saja. Jika keluarga argantara sudah bertindak maka kau bisa saja di hapuskan oleh mereka."


Arsya terdiam mendengar perkataan lita.


"apa kau pikir dirimu bisa bersanding dengan layak di sisi elvano."


Benar apa yang di katakan Lita. Iya tidak mungkin bisa layak jika bersanding dengan elvano.


"apa kau tahu. Elvano menikahi mu itu hanyalah obsesi nya saja." ucap Lita seraya menyerahkan sebuah amplop coklat pada Arsya.


"di dalam diri elvano mengalir dara keluarga argantara. Apa kau tau keluarga argantara sangat suka bermain tarik ukur lalu membasmi" ucap Lita dengan nada seperti menggertak.


Arsya mengambil amplop itu dan melihat isinya. Setelah melihatnya sebentar Arsya melempar amplop itu karena ngeri melihat isinya.


Di dalam nya banyak foto foto wanita yang terlihat penuh darah dan ada yang di siksa.


"apa maksudmu memberikan ku ini." kesal Arsya.


"kau tidak bertanya siapa mereka"


Arsya hanya diam. Iya pun juga penasaran siapa wanita wanita itu. Mengapa mereka di siksa seperti itu.


"itu adalah wanita yang dekat dengan elvano selama ini. Kau tahu wanita ini di siksa oleh elvano dengan tangannya sendiri."


Arsya membuka matanya lebar lebar tidak percaya dengan apa yang di katakan Lita. Elvano memang kejam padanya dulu. Namun tidak mungkin jika elvano akan bersikap seperti monster seperti itu.

__ADS_1


"jika kau tidak percaya kau bisa cari data data tentang wanita wanita itu di ruang kerja elvano. Aku yakin dia masih menyimpannya"


Setelah mengatakan itu Lita lalu pergi dengan sopan dari rumah Arsya meninggalkan Arsya yang masih shock dengan ucapan Lita.


__ADS_2