
Arsya kemudian berjalan di jalanan untuk mencari taxy karena taxi online yang dicarinya tidak juga datang.
Namun baru saja berjalan tidak jauh dari rumahnya sebuah mobil hitam menghampiri nya dan membawanya dengan paksa.
"siapa kalian. mengapa kalian menculikku" tanya Arsya pada orang orang itu namun tidak di jawab.
Orang orang itu terus membawa Arsya pergi tanpa perduli dengan teriakan Arsya.
Tak lama mereka sampai di sebuah rumah yang terlihat sangat besar dan megah.
Rumah itu terlihat sangat besar dan megah bak sebuah istana. pandangan yang menatap rumah itu Pasti tidak akan bisa lepas begitu menatap rumah itu.
Arsya merasa heran dan bingung melihat orang orang yang menculik nya membawanya kerumah besar itu.
"lepaskan. Mengapa kalian membawaku ke sini. Aku tidak mengenal kalian dan tidak memiliki masalah dengan kalian."
Arsya berusaha melepaskan diri saat orang orang itu membawa paksa Arsya masuk kerumah itu.
Setelah masuk kedalam rumah orang orang itu meninggalkan Arsya di dalam rumah itu.
Arsya cukup kagum dengan isi rumah itu. Tidak hanya luarnya yang terlihat megah namun didalamnya juga tidak kalah menarik dari di luar.
Namun Arsya tidak memperdulikannya iya hanya fokus mencari jalan keluar dari tempat itu.
"tidak perlu takut. Aku yang membawamu kesini" ucap seorang wanita paruh baya namun cantik sedang menuruni tangga.
Arsya yang melihat wanita itu cukup terkesan karena kecantikannya.
"lama tidak berjumpa" ucap wanita paruh baya itu.
"nyonya argantara." ucap Arsya yang mengenali siapa wanita itu.
"baguslah jika kau masih mengingatku" wanita itu lalu berjalan menuju sofa ruang tamu dengan anggun dan bermartabat.
"ada apa nyonya membawaku kemari" tanya Arsya.
"aku hanya ingin bertemu denganmu."
"tidak aku sangka. Setelah pergi dari kehidupan anakku kau malah kembali dan menjadi istrinya. Sepertinya trik mu sungguh hebat"
Dari kata kata wanita tua itu iya terlihat tidak bersahabat dengan Arsya.
"aku tidak menggunakan trik apapun. Cinta kami lah yang menyatukan kami" ucap Arsya.
"cinta?! Kau kira aku percaya dengan bualanmu itu.."
"aku yakin kau pasti sudah bertemu dengan calon tunangan elvano bukan"
Arsya terkejut mendengarnya. Jadi Lita itu benar benar tunangan yang di pilih untuk elvano.
"ya. Aku sudah bertemu dengannya."
"baguslah. Harusnya kau sudah tahu perbedaan dengan nya. Dia adalah wanita terhormat yang memiliki status yang standar dengan elvano."
Arsya terdiam mendengar itu. Jika disandingkan dengan elvano iya memang bukanlah apa apa. Iya hanya dokter kecil yang tidak memiliki status apapun yang pantas di sanding kan dengan elvano.
"aku hanya mengingatkanmu. segeralah tinggalkan elvano dan menjauh darinya" ucap wanita itu seraya memberikan sekoper uang pada Arsya
__ADS_1
"nyonya argantara. Dahulu aku bisa meninggalkan nya karena aku tidak mau iya menderita bersamaku sata itu. Namun sekarang aku akan berusaha untuk dapat bersanding dengannya. Aku bukan lah aku yang dulu" ucap Arsya percaya diri.
"tidak sama. lihatlah penampilan mu. bahkan tidak ada yang berubah masihlah kampungan. Kau bahkan tidak sebanding dengan seujung kuku Lita calon istri untuk elvano"
Wanita itu adalah ibu elvano nyonya Klara argantara.
Flash back tiga tahun lalu
Saat itu Arsya bertemu dengan seorang wanita dan mengajaknya untuk mengobrol santai di sebuah cafe.
"jadi kau yang gadis pilihan elvano" tanya Klara.
"nyonya mengenal pacar ku" Arsya tidak sangka elvano mengenal wanita kaya seperti dia
"he..apa kau tidak tahu atau berpura pura bodoh "
"apa yang nyonya katakan. Aku benar-benar tidak mengerti "
"dasar wanita kampungan. Jangan pura pura bodoh. Dia adalah elvano putraku pewaris keluarga argantara. Kau mendekati nya demi uangnya bukan" ucap Klara memandang rendah Arsya.
"penerus keluarga argantara? Apa maksud nyonya. dia_"
"jika bukan karena wanita seperti mu elvano sudah akan keluar negri untuk meneruskan perusahaan argantara."
"ambillah uang ini dan tinggalkan putraku. Jika dia terus disini dia tidak akan bisa meneruskan perusahaan ayahnya dan menjadi sampah" ucap Klara memberikan sebuah cek pada Arsya.
Arsya hanya memandang cek itu tanpa mengambilnya. iya berpikir apa yang harus iya lakukan. Elvano telah membohongi nya. Iya tidak pernah mengatakan apapun tentang keluarga nya.
Sekarang Arsya malah merasa bersalah karena iya elvano harus menderita. Jika elvano terus bersamanya dan tidak pergi keluar negri elvano akan menjadi susah dan kehilangan masa depannya.
Namun satu sisi. Iya benar benar tidak ingin kehilangan elvano. Arsya sangat mencintai elvano.
"ambillah uang ini. Aku tidak membutuhkan nya. Jika itu demi masa depan elvano aku akan meninggalkan nya. Aku akan berpisah dengannya" ucap Arsya dengan berat hati.
"jangan sombong. Ambil saja anggap saja ini kompensasi mu." ucap Klara
"aku tidak membutuhkan nya. Namun setelah kami berpisah tolong pastikan kamu tidak pernah bertemu lagi"
Arsya kemudian meninggalkan tempat itu dengan sedih. Iya tidak menyangka akan berpisah dari elvano. Mereka padahal sudah merencanakan kehidupan masa depan yang bahagia. Namun sekarang semua harus berubah dan hancur.
kembali ke masa sekarang .
"apa kau masih tidak mengerti posisimu."
Arsya menggertak kan giginya mendengar perkataan Klara.
"aku tahu. kau ingin aku bercerai dengan elvano lalu membiarkan elvano dan Lita menikah dan memiliki keluarga bahagia. Aku akan melakukan nya" ucap Arsya tidak berdaya.
"baguslah. Aku akan menunggu kabar baikmu."
setelah di antar kembali oleh bawahan Klara Arsya hanya diam di ruang kerjanya di rumah sakit..
Saat sedang bengong seseorang menutup matanya dari belakang.
__ADS_1
"kau bersedih" ucap sebuah suara di belakang Arsya.
"arkha" Arsya sangat mengenal suara arkha apalagi wangi parfum yang sangat khas dari arkha. Bagaimana bisa iya melupakannya.
"kemana saja kau. Mengapa kau pergi dan tidak mengabari ku" Arsya sepontan memeluk arkha begitu melihatnya.
"apa kau begitu merindukan ku" goda arkha.
"iya. Aku merindukan mu"
arkha sedikit tertegun mendengar perkataan Arsya yang mengiyakan bahwa Arsya merindukan arkha. Arkha kemudian menyentuh pipi Arsya berusaha untuk menenangkan nya.

"jangan sedih. Lihatlah aku membawakan sebuah martabak coklat yang sangat kau sukai"
arkha memberikan kotak ditangannya pada Arsya. Lalu mengambil isinya dan berniat menyuapi Arsya.
"buka mulutmu" pinta arkha yang diikuti oleh Arsya.
"akh...kau mhembherikannya therlealu bhanyahk dimhulukku" ucap Arsya kesal dengan martabak yang penuh di mulutnya karena keisengan arkha.
"pfttt" arkha tertawa melihat ekspresi kesal Arsya.
"kau sangat lucu Arsya. Lihatlah" ejek arkha.
"arkha. Ini tidak lucu. kau harus memakannya juga"
arkha berlari saat Arsya ingin balas dendam karena perbuatannya. Arsya tak diam saja iya kemudian mengejar arkha dengan kesal.
__ADS_1
Arsya bahkan sesekali memaksa arkha memakan kuenya. keduanya bersenang senang dengan hal kecil itu dan itu berhasil membuat Arsya kembali tertawa.