
Elvano dan Arsya menghabiskan waktu ulang tahun Arsya untuk bersenang senang di kamar mereka bersama.
"Arsya. Ini untukmu" elvano memberikan sebuah kotak pada Arsya.
Arsya mengambilnya dan melihat isi di dalamnya.
"ini cantik sekali elvano. Apa ini untukku" tanya Arsya memastikan jika benda itu untuknya.
"tentu saja. Liontin ini sangat pantas jika kau yang mengenakannya" ucap elvano seraya mengambil liontin itu lalu meminta izin pada Arsya agar bersedia memakai liontin itu.
"iy. Tolong ya" Arsya lalu menarik sedikit rambutnya untuk memudahkan elvano memakaikan liontin itu di lehernya.

"sangat cantik" elvano lalu mencium tengkuk leher Arsya .
"apa aku boleh menjualnya" goda Arsya.
"coba saja atau akan akan patahkan tanganmu" ucap elvano kesal.
"hehehe.. Aku hanya bercanda. Tidak akan tidak akan"
Elvano benar benar mengerikan. Arsya tidak akan mau bercanda seperti itu lagi dengan elvano.
Arsya benar benar merasa bahagia iya berharap kebahagian ini bisa bertahan selamanya. di hari ulang tahunnya iya berharap agar ibunya bangun dan melihat kebahagiaan Arsya yang sekarang. Juga berharap elvano menemukan kebahagiaan sejatinya.
Elvano juga memberikan Arsya sebuah mobil untuk Arsya pergi bekerja. Namun Arsya tidak bisa mengendarainya dan sedikit sedih karenanya.
"kau tidak perlu sedih. Ayo aku akan mengajarimu caranya" ucap elvano membawa Arsya memasuki mobil barunya.
pertama elvano membantu Arsya memasang sabuk pengamannya. Kesempatan itu tak lepas dari elvano mengecup bibir Arsya membuat Arsya malu dan kesal.
__ADS_1
"jangan melakukan nya. Bagaimana jika ada yang melihat." ucap Arsya.
Setelah puas berbincang bincang elvano mulai mengajari Arsya. Saat pertama kali terlihat dari wajah Arsya iya sangat ketakutan. Namun karena ada elvano iya merasa aman dan perlahan iya bisa mengemudi kan mobilnya.
Elvano mengajari Arsya hingga Arsya benar benar mahir dalam mengendarai mobilnya tanpa ada kesalahan. Elvano tidak mau jika ada kesalahan dan itu akan membahayakan Arsya
Kring kring...
Saat sore hari ponsel elvano berdering. Elvano segera mengangkat ponselnya tak lama lalu mematikan ponselnya
"ada apa" tanya Arsya.
"tidak ada. Hanya urusan kantor saja"
"ouh".
"aku harus pergi. Kau tunggulah di rumah. Aku akan segera kembali." ucap Arsya.
"apakah mendesak" tanya Arsya yang sebenarnya tidak ingin elvano pergi.
"iya. Kantor benar benar rumit"
"baiklah. Berhati hatilah. Aku menunggumu di rumah." ucap Arsya.
Elvano lalu menyentuh tangan Arsya. Iya juga ingin lebih lama dengan Arsya. Namun ini tidak bisa iya tinggalkan jadi mau tidak mau iya haru pergi.
elvano mencium lembut kepala Arsya lalu pergi menggunakan mobilnya.
Saat akan masuk. Arsya mendengar ponsel elvano berdering.
"dia meninggalkan ponselnya. Bagaimana jika ada hal penting di sini. Sepertinya dia lebih ceroboh dari pada aku."
Walaupun baru belajar mengemudi. Arsya cukup pintar dalam belajar. Iya mengemudikan. Mobilnya dengan sangat baik.
Arsya melihat mobil elvano dari kejauhan lalu mengikutinya dari belakang.
"ini bukan jalan menuju kantor elvano. Kemana dia" Arsya merasa heran dengan tujuan sebenarnya elvano.
Elvano mengatakan jika ada urusan penting di kantor lalu mengapa iya malah mengambil jalan yang berlawanan dari arah kantor.
Arsya terus mengikuti elvano. Hampir saja Arsya kehilangan jejak elvano. Kemudian Arsya melihat mobil elvano dari kejauhan sedang terparkir di sebuah tempat yang sepi yang hanya ada beberapa bangunan yang terlihat kosong.
"apa yang elvano lakukan disini"
Arsya kemudian turun dari mobilnya dan berniat untuk melihat elvano lebih dekat.
Perlahan lahan Arsya berjalan hingga semakin dekat dengan tempat elvano.
Di dalam bangunan kosong itu ternyata cukup banyak bawahan elvano yang berjaga. Arsya berusaha mengendap endap masuk kedalam karena penasaran.
Semakin Arsya mendekat Arsya mencium bau anyir dari tempat itu. Setiap langkahnya mendekat bau itu semakin pekat di hidungnya bahkan hampir membuatnya muntah.
"tempat apa sebenarnya ini. mengapa ada bau seperti ini. Apa yang elvano lakukan. Aku harap dia baik baik saja"
Arsya merasa cemas dengan keadaan elvano melihat tempat itu begitu mengerikan.
setalah berjalan cukup jauh Arsya melihat elvano dari balik dinding. Iya tetap bersembunyi agar tidak ketahuan. Terlihat elvano sedang duduk di sebuah kursi dan terdapat beberapa orang sedang berdiri di depan elvano.
__ADS_1
"katakan siapa yang mengutusmu" ucap elvano pada seseorang.
Arsya berusaha mendengar pembicaraan elvano.
"matipun aku tidak akan mengatakannya. Kami pasti akan menghancurkan mu" ucap seseorang.
"mati. Aku akan membuatmu merasakan penderitaan sebelum kematian mu" ucap elvano yang terlihat mengerikan dari elvano yang biasanya.
"aku tidak takut"
Syuuttt..
Elvano memotong lengan orang tersebut sehingga membuat orang itu berteriak. Arsya yang melihat pemandangan itu sangat terkejut bukan main. Matanya terbuka sangat lebar melihat elvano memotong tangan seseorang dengan mudah.
"hahh" Arsya mencoba menutup mulutnya sendiri agar tidak mengeluarkan suara karena keterkejutan nya.
dirinya sangat bergetar melihat kekejaman itu.
"katakan. Jika tidak kau akan lebih menderita" ucap elvano.
"tidak akan. Mau bunuh. Silahkan aku tidak akan berkhianat pada majikanku" ucap seseorang itu dengan tegas.
"tidak berguna".
Syuttt...
elvano yang sudah jengkel langsung menebas lebar orang itu hingga ke*alanya terlepas dari tu*uhnya. dan darah mengalir mengenaik pakaian elvano.
Arsya semakin terkejut bukan main. rasa takut membuat darahnya mengalir dengan deras di tubuhnya.
Tubuhnya terasa dingin jika disentuh karena rasa takut. Bahkan tubuhnya bergetar dengan hebat melihat kebiadaban itu.
Arsya tanpa sadar berjalan mundur hingga tak sengaja menjatuhkan sebuah kaleng yang ada di dekatnya.
Trangggg...
Suara itu mendapat perhatian dari elvano dan juga bawahannya yang lain. Arsya yang merasa dirinya ketahuan segera pergi dari tempat itu.
"periksa siapa disana" perintah elvano pada bawahannya.
Bawahan nya segera memeriksa namun tidak menemukan apapun.
"tidak ada siapapun di sana tuan. Tapi saya menemukan ini" bawahan itu lalu memberikan sebuah kunci mobil yang iya temukan di tempat Arsya mengintip tadi pada elvano.
Melihat kunci itu elvano tahu milik siapa. Wajahnya terlihat tidak senang dan gelisah. Iya segera bangkit dari kursinya dan memerintahkan bawahannya untuk mengejar Arsya.
Elvano pun tak tinggal diam iya mencoba mencari dan mengejar Arsya. Iya yakin Arsya masih belum jauh dari tempatnya.
"ah.. Sial mengapa Arsya bisa datang ketempat ini. " elvano sangat kesal dengan dirinya dan juga Arsya.
"tidak bisa. Aku harus menemukannya." elvano melanjutkan pencarian nya.
Arsya terus berlari hingga ke jalanan. Arsya
 berlari dengan rasa takut karena tak percaya bahwa apa yang dilihatnya sama persis dengan foto foto yang iya temukan itu. Tak sadar Arsya terus berlari hingga akhirnya sebuah mobil melintas dan menabrak Arsya.
"ahhhkk..." Arsya tertabrak mobil itu cukup keras. Ada beberapa darah yang keluar dari tubuhnya namun kesadarannya masih terjaga. Dengan tubuh yang tertatih tatih menahan sakit iya berusaha bangkit dan terus berjalan.
__ADS_1
Elvano terus mencari Arsya namun tidak menemukannya. Iya hanya melihat noda darah yang cukup banyak di jalanan. Wajahnya elvano terlihat panik saat melihat darah itu. Iya sangat khawatir jika itu darah Arsya yang terluka di jalan.