
Seorang pelayan lewat di samping Arsya dengan membawa sebuah minuman.
"nona ini wine anda" ucap pelayan itu seraya memberikan Arsya segelas wine di tangannya.
"tidak. Aku tidak meminum itu. Tapi bisakah kau memberikanku segelas jus saja" ucap Arsya dengan sopan
"baik nona"
Pelayan itu lalu pergi mengambilkan jus yang di inginkan Arsya lalu kembali dengan segelas jus ditangannya.
Arsya lalu menerima jus itu dengan senang. Sembari meminum minuman nya Arsya melihat sekeliling. Iya mencari keberadaan elvano yang sejak tadi tidak kelihatan.
"orang kaya sungguh berbeda" ucap Arsya.
Saat tengah menikmati jus nya seorang wanita berbaju ungu dengan wajah yang cantik menghampiri Arsya.
"jadi kau wanita yang datang dengan tuan elvano. aku kira begitu cantik. Ternyata hanya sampah saja" ucap wanita itu seraya duduk di samping kursi Arsya dengan kaki jenjang yang di silangkan.
"oh." Arsya tidak mau peduli dengan apa yang di katakan wanita itu.
"tuan elvano memiliki selera tinggi akan wanita. Aku yakin dia pasti membayar mu untuk malam ini bukan" ucap wanita itu dengan tatapan jijik melihat Arsya
"nona . Aku rasa kita tidak memiliki masalah."
"masalah. Tentu. kau tahu aku sudah lama menyukai tuan elvano. dan kau wanita ****** berani sekali mendekatinya. Aku tidak akan membiarkan wanita manapun menggoda pria yang aku suka" wanita itu begitu sombong dan percaya diri dengan kecantikan dan status nya.
"maaf. Tapi aku is.." ucapan Arsya terhenti.
Iya takut jika iya mengatakan jika iya istrinya itu akan memperburuk keadaan. Elvano saja belum tentu mengakuinya sebagai istri. bagaimana iya mengatakan bahwa iya istrinya.
"apa. Kau ingin mengatakan bahwa kau istri tuan. Jangan bermimpi. " ucap wanita itu.
"tuan elvano sangat tampan dan berwibawa. Tapi dak semua wanita bisa menjadi istri nya. Hanya wanita seperti ku yang memiliki status terhormat yang bisa berdiri di sampingnya" sambung wanita itu.
Arsya hanya dapat terdiam mendengar ucapan wanita itu. iya tidak bisa membantah setiap perkataan wanita itu jika dihadapkan dengan kehormatan. iya Bahakan telah merendahkan kehormatan nya saat menikah Dengan elvano.
__ADS_1
"maaf. Saya permisi" Arsya ingin pergi meninggalkan wanita itu. Iya tidak ingin mendengar hinaan wanita itu padanya.
Namun saat berdiri tangan nya tiba-tiba terasa begitu lemas dan mati rasa. Gelas di tangannya terjatuh begitu saja mengenai gaun wanita itu.
Arsya kaget dengan tangannya sendiri yang tidak dapat menyeimbangkan gelas di tangannya.
"ah.. Kurang ajar. Dasar.. apa kau tahu gaun ku ini sangat mahal" ucap gadis itu seraya menampar Arsya tak terima dengan gaunnya yang di kotori oleh Arsya.
Arsya terdiam merasakan perih di pipinya akibat tamparan wanita itu. Iya memegang pipinya menahan rasa sakit itu.
"maaf. Aku sungguh tidak sengaja" ucap Arsya seraya menundukkan tubuhnya di hadapan wanita itu.
"maaf?!. Bahkan jika menjual tubuhmu pun kau tidak akan bisa membayar gaun ini. Ini di rancang oleh desainer khusus dari Prancis. Apa kau tahu berapa mahalnya gaun ini". wanita itu mendorong tubuh Arsya hingga jatuh kelantai.
Arsya ingin sedikit melawan wanita itu namun tubuhnya begitu lemah. Kepalanya juga terasa pusing. Jadi iya hanya bisa diam mendengar celotehan wanita itu.
wanita itu begitu kesal karena gaunnya menjadi kotor. Iya padahal sudah memilih gaun ini untuk tampil cantik dan mendekati elvano berharap elvano akan tergoda dengan kecantikan nya
terdengar keributan banyak orang yang menatap Arsya dan wanita itu. Sementara wanita itu terus melontarkan kata kata menghina dengan Arsya karena berfikir Arsya adalah wanita sewaan.
"berani sekali menindas wanitaku" ucap sebuah suara di tengah kerumunan.
"tu..tuan elvano. Ini salah wanita sewaan ini dia menyiram ku dengan minumannya sa..saya hanya membalas saja" ucap wanita itu terbata bata.
"wanita sewaan?!." elvano menyipitkan matanya melihat Arsya. Tidak di sangka ada orang yang berani menyebutnya seperti itu tanpa bertanya dulu padanya.
Elvano lalu membuka jas yang iya pakai dan memberikannya pada Arsya untuk menutupi tubuhnya. Elvano melihat pipi Arsya yang merah akibat tamparan wanita itu membuat elvano marah dan tak senang
"tangan mana yang kau gunakan untuk memukulnya" ucap elvano dengan suara berat
"sa..saya_"
"katakan" bentak elvano membuat wanita itu takut
"tu..tuan mengapa anda membela wanita itu. Dia hanya wanita yang anda sewa saja bukan. untuk apa begitu_" wanita itu sungguh tidak menyangka elvano akan begitu marah hanya untuk wanita seperti Arsya.
__ADS_1
"wanita sewaan. Siapa yang mengatakan nya. dia istriku. Istri elvano argantara." mendengar ungkapan elvano membuat wanita itu terbelalak tak percaya.
Bahkan para tamu undangan juga kaget mendengarnya. Sejak kapan elvano menikah? Itulah pertanyaan dari setiap orang.
"kau berani menyentuhnya aku akan memberikanmu hadiah atas perbuatanmu" setelah mengatakan itu dua orang pria dengan stelan jas hitam berbadan tegap yang datang entah dari mana berdiri di belakang wanita itu
melihat dua pria itu. Wanita itu mulai ketakutan.
"tuan. Maaf saya salah. Tuan tolong_"
"bawa dia dan berikan hadiahnya" ucap elvano pada dua pria yang tak lain adalah bawahannya.
Mereka seperti mengerti kata hadiah yang di maksud elvano lalu segera membawa wanita itu pergi menjauh hingga tak terlihat.
Arsya yang melihat itu tak berani berkata kata. Iya juga takut jika iya salah berbicara itu hanya akan membuat dirinya sendiri dalam masalah.
elvano lalu menggendong Yani dalam pelukannya.
"tuan. Maaf atas masalah ini. Bagaimana jika saya meminta maaf pada nyonya" ucap seorang pria paruh baya dengan sopan.
"elvano. Bisakah kita pergi dari sini" ucap Arsya yang sudah tidak ingin berlama lama di tempat itu.
Arsya merasa tempat itu Memang tidak cocok untuknya. Iya tidak mungkin bisa pantas berbaur dengan orang orang kaya itu.
elvano lalu mengabaikan orang orang di dalam pesta yang mencoba menyenangkan nya dan pergi keluar membawa Arsya.
Elvano membawa Arsya kembali ke mobilnya dan akan membawanya pergi dari pesta itu.
"mengapa kau diam saja saat mereka menindas mu" tanya elvano sedikit tidak senang orang lain merendahkan nya selain dirinya.
"untuk apa. Lagipula apa yang mereka katakan itu benar. Aku hanya lah wanita bayaran" ucap Arsya seraya memandang keluar jendela mobil.
Elvano tidak senang dengan jawaban Arsya. Elvano memilih diam dari pada iya akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri nanti.
"elvano. Tolongnya mulai sekarang jangan bawa aku kepesta seperti ini lagi. Aku tidak pantas berada di kalangan seperti itu" ucap Arsya yang masih menatap keluar jendela.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan elvano air mata Arsya telah jatuh dari kelopak matanya.