
Elvano tahu Arsya sedang sedih namun iya hanya diam saja dan terus mengendarai mobilnya.
Saat di jalan Arsya melihat taman hiburan yang sebelumnya pernah iya lihat. Terlihat tempat itu lebih indah saat di malam hari dengan lampu lampu yang bersinar.
Elvano menyadari Arsya menatap taman hiburan itu. Entah mengapa iya memutar mobilnya dan membawanya ke taman hiburan itu.
"apa yang kau lakukan" tanya Arsya heran melihat elvano membawanya ke taman hiburan.
"kau ingin melihatnya bukan. aku akan membawamu" ucap elvano sedikit malu.
"sungguh" wajah Arsya terlihat kembali ceria. iya tersenyum pada elvano setelah sekian lama membuat elvano salting.
elvano tak berbicara lagi. Iya lalu memarkirkan mobilnya di parkiran. Mobilnya terlihat begitu mencolok di antara mobil lain sehingga membuat banyak mata menatap mobil mereka kagum.
"pipimu_" ucap elvano menatap pipi Arsya yang di tampar tadi.
"tidak apa apa. aku baik baik saja" Arsya merasa rasa sakit ini tidak lah seberapa dari apa yang selama ini iya rasakan.
Elvano dan Arsya lalu turun dari mobil menuju taman hiburan. Elvano meminta Arsya menunggunya sejenak untuk membeli tiket Arsya.
Ini bukan pertama kalinya elvano ketaman hiburan. Dulu iya juga sering pergi bersama Arsya saat masih pacaran.
"aku sudah membelinya ayo kita masuk" ucap elvano seraya mengandeng tangan Arsya.
Saat ingin masuk kedalam taman hiburan seseorang memberi mereka sebuah pakaian couple yang menjadi salah satu bagian dari taman hiburan itu.
"nona cantik. Ini pakaian couple kalian" ucap seorang wanita memberikan pakaian pada Arsya.
"ini..." Arsya sedikit bingung dan ragu untuk mengambil baju itu
"ini adalah salah satu bagian dari taman hiburan kami. Dan kebetulan nona terlihat sangat serasi dengan pacarnya" ucap wanita itu membuat Arsya malu.
*pacar? Sudah jadi suami kali*
Awalnya elvano menolak namun melihat wajah Arsya yang penuh harap mau tidak mau elvano menyetujuinya.
Mereka lalu mengambil baju itu dan menggantinya di ruang ganti yang tersedia.
keduanya terlihat begitu serasi memakai pakaian itu.
Elvano juga begitu lucu dan menggemaskan saat iya menggunakan pakaian kasual tidak hanya memakai formal saja.
Mereka pun memasuki tempat itu. Terlihat begitu indah dan ramai. Arsya terlihat begitu senang saat berada di tempat itu.
"elvano. Lihat di sana ada kuda putar" ucap Arsya lalu berlari menuju tempat itu. elvano hanya mengikuti Arsya dari belakang
"i..itu .bolehkan aku menaikinya" tanya Arsya berharap akan di izinkan.
"kau bisa bermain apa saja disini" ucapan elvano membuat Arsya semakin senang.
Arsya lalu pergi menaiki permainan itu sementara masalah pembayaran di serahkan pada elvano.
Arsya juga memainkan banyak permainan dan membeli beberapa makanan.
di tempat itu Arsya seakan melupakan semua masalah nya dan bersenang senang tanpa ada beban di pundaknya.
tanpa sadar Arsya bermain dan menarik elvano seperti mereka pacaran dahulu. tidak ada rasa takut ataupun formal pada elvano.
Semua masalah seakan tidak pernah ada. Elvano pun menikmati malam mereka.
"Arsya. teruslah seperti ini" ucap elvano menarik tangan Arsya dan memeluknya dalam dekapan nya.
Arsya terdiam melihat perlakuan hangat elvano. elvano tiba tiba saja mencium lembut kening Arsya membuat Arsya terdiam tak percaya.
Setelah puas bermain mereka akhirnya kembali. Karena kelelahan Arsya pun tertidur di dalam mobilnya.
setelah beberapa hari dan kondisi Arsya telah membaik iya akhirnya di izinkan untuk kembali kerumah sakit..
__ADS_1
"Arsya. Kemana saja kau" tanya arkha yang tidak mendapat kabar apapun dari Arsya.
"aku ada sedikit keperluan. Maaf ya" ucap Arsya tersenyum kecil.
"hais. Kau ini. Membuatku takut saja." ucap arkha.
Arsya dan arkha lalu berjalan bersama di lorong rumah sakit sembari mengobrol santai. Keduanya terlihat senang bercanda dan tertawa.
Arsya lalu memasuki ruangannya. Saat di dalam ruangannya seorang perawat memasuki ruangannya.
"dokter. Ini hasil pemeriksaan kesehatan yang dokter minta sebelumnya" ucap perawat itu seraya menyerahkan sebuah syarat putih pada Arsya.
"oh. Terimakasih." setelah mengatakan itu perawat itu lalu pergi dari ruangan Arsya.
Itu adalah hasil pemeriksaan yang di lakukan Arsya beberapa hari yang lalu. Iya lalu membuka kertas itu dan melihat isinya.
Perlahan iya membaca kertas itu lalu terkejut dengan isi keterangan surat itu.
"bagaimana bisa ini terjadi. Aku masih muda. Bagaimana bisa penyakit seperti ini jatuh padaku" ucap Arsya menjatuhkan kertas di tangannya.
Iya tidak bisa menahan kesedihan menghadapi fakta bahwa iya mengidap penyakit jantung kronis akut. Sangat kecil kemungkinan untuk sembuh dari penyakit seperti ini.
Arsya kemudian mengambil kertas itu dan menyimpannya di laci agar tidak ada yang mengetahuinya.
Arsya lalu menangis di meja kerjanya. Iya tidak tahu lagi harus bagaimana. Seakan penderitaan nya bukannya berkurang tetapi semakin bertambah.
Iya masih harus merawat ibunya. Sekarang bagaimana iya akan melakukan nya jika dirinya sendiri seperti ini.
Arsya benar benar lelah rasanya ingin mengakhiri segalanya.
elvano terlihat sedang duduk di ruang kerja perusahaannya. Bersama dengan sekretaris nya Andra.
"sudah tuan" ucap Andra menyerahkan sebuah map coklat pada elvano.
Elvano lalu mengambil map itu lalu membuka dan melihat isi dari mao itu.
"tiga tahun lalu nyonya besar menemui nona Arsya dan melakukan pertemuan rahasia."
"nyonya memberikan uang pada nona dalam jumlah besar namun uang itu tidak di ambil oleh nona." ucap Andra panjang lebar menjelaskan.
"ibu. Apa sebenarnya yang kau lakukan." ucap elvano.
"menurut hasil penyelidikan saya. pria kaya yang bersama nona dulu bukanlah kekasihnya melainkan teman kuliahnya. Nona sengaja berbohong jika dia adalah orang kaya untuk memutuskan hubungan dengan tuan" lanjut Andra.
"seberapa banyak kebohongan yang kau lakukan Arsya. Sampai kapan kau akan terus menyembunyikan kebenaran dari ku"
Elvano menatap tajam pada isis map yang ada di tangannya. Iya kembali teringat masa masa dahulu saat mereka bersama.
__ADS_1
*Flash back masa lalu*
setiap hari elvano akan menjemput Arsya pulang dari sekolahnya menggunakan sepeda motor. Arsya tidak tahu bahwa elvano adalah pewaris sah perusahaan argantara. Perusahaan besar nomor satu yang berdiri sejak bertahun-tahun lamanya.
"Arsya. Kau pulang dengan motor itu" tanya teman Arsya dengan tatapan aneh.
"iya. itu pacarku. Iya selalu menjemput ku dengan motor kesayangan nya" Arsya dengan bangga memperkenalkan pacarnya pada teman-teman nya.
"sya. Kau itu cantik dan murid terbaik. Sebaiknya kau cari yang lebih baik sedikit. Kau harus juga memikirkan tentang masa depanmu" bisik salah satu teman Arsya
"tidak apa apa. Kami akan berjuang bersama. Lagipula mengapa harus memikirkan masa depan jika masa depan itu sudah di depan mata" Arsya lalu mendekati elvano dan meninggalkan teman temannya.
"apa kau lelah" tanya elvano
"sedikit. Tapi melihatmu menjemput ku aku tidak lelah sama sekali"
"Arsya. Maaf ya. karena aku kau harus menderita. Aku tahu kau pasti malu denganku. Jika kau\_"
"apa yang kau katakan. Aku senang bersamamu. Aku ini calon dokter hebat. Tunggu setelah aku lulus aku akan mendapatkan uang yang banyak lalu hidup bahagia berdua bersamamu"
Harapan kecil Arsya membuat elvano senang. Seandainya ibunya tidak memaksa iya untuk keluar negri elvano tidak mungkin membiarkan Arsya kesulitan sendiri.
Sekarang semua uang dan kartunya telah di ambil oleh ibunya dan tak meninggalkan sepeserpun untuk nya.
"elvano. Mengapa kau melamun. Ayo kita pergi aku sudah lapar" ucap Arsya menyadarkan elvano dari lamunannya.
"iya. Ayo"
Arsya lalu naik ke motor elvano. Arsya memeluk erat pinggang elvano sesekali di jalan berangin dipinggir pantai Arsya berteriak
\*aku mencintai elvano\*
Elvano juga mengatakan hal yang sama sembari berteriak
\*aku mencintai Arsya selamanya\*
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE NYA YA SYANG... BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT UPDET DITENGAH KESIBUKAN SENDIRI 🥰🥰