
Setelah hari itu hubungan Arsya dan elvano menjadi lebih baik. Elvano tidak menyakiti Arsya lagi. Iya selalu bersikap baik pada Arsya.
Begitupun Arsya iya menjadi lebih ceria dari sebelumnya. Setiap hari mereka akan melakukan aktivitas bersama. Setiap pulang dari rumah sakit elvano akan menyempatkan waktu untuk MW jemput Arsya di rumah sakit.
"kau tidak perlu selalu menjemputku. Bukankah pekerjaanmu masih banyak." ucap Arsya duduk di samping kursi mobil
"pekerjaan ku tidak sepenting dirimu." ucap elvano mengelus lembut rambut Arsya.
malam ini adalah malam tahun baru. Suasana jalanan terlihat begitu ramai banyak orang yang menunggu pergantian tahun.
"elvano. Bisakah kau menghentikan mobilnya di sini" ucap Arsya yang langsung di setujui elvano.
Elvano lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan di tepi jembatan.
"lihat tempat ini begitu ramai. Ayo kita bermain disini" ajak Arsya sembari keluar dari mobil.
Elvano juga mengikuti Arsya dari belakang.
"malam ini malam tahun baru. Ayo kita bersenang-senang" Arsya lalu menarik tangan elvano.
Di jalanan banyak para pedagang yang berjualan makanan di pinggir jalan. Arsya dan elvano bersenang senang sembari membeli makanan itu..
Banyak mata yang menatap kearah elvano karena ketampanan nya yang terlalu mencuri perhatian.
entah mengapa Arsya merasa kesal dengan elvano. Elvano terlihat biasa saja saat orang orang itu menatapnya.
"wah kau sangat tampan. Apa boleh meminta nomor kontakmu" ucap seorang wanita menghampiri elvano.
Wanita wanita itu seakan tidak menganggap kehadiran Arsya di samping elvano.
"ha.. Apa apaan ini." ucap Arsya pelan menatap wanita wanita itu mengerubungi elvano.
"dia bahkan terlihat senang." ucap Arsya membuat wajahnya terlihat jelek menatap elvano diam saja melihat banyak wanita di sampingnya.
Elvano menyadari Arsya cemburu padanya. Hal itu membuat hati elvano tertawa senang melihat ekspresi Arsya.
"permisi semua. Aku sudah punya istri. sekarang aku takut dia akan marah padaku" ucap elvano seraya berjalan menghampiri Arsya.
Wanita wanita itu tidak menyangka elvano sudah menikah padahal iya terlihat begitu muda.
"apa kau cemburu sayang" ucap elvano pada Arsya.
"tidak.. Untuk apa aku cemburu" Arsya berusaha bersikap biasa saja karena enggan mengakui bahwa iya cemburu.
"kalian lihat kan. Istri ku sudah marah. Jadi maaf aku pergi bersama istri ku" ucap elvano memeluk Arsya menunjukkan pada wanita wanita itu bahwa Arsya adalah istri nya.
Setelah semua pergi Arsya melepaskan pelukan elvano.
"lepas. Jangan peluk aku sembarangan" Arsya masih ngambek.
"jangan marah. itu bukan salahku. salahkan saja ketampanan ku yang menarik minat mereka " ucap elvano percaya diri.
"baiklah kau yang tertampan jadi kau bisa pergi mencari wanita wanita itu lagi."
"apa kau masih cemburu "
"siapa yang cemburu. Aku tidak cemburu"
"kau tidak pandai berbohong. Lihatlah telingamu begitu merah saat berbohong" elvano mendekatkan wajahnya di wajah Arsya sehingga nafas mereka bisa saling beradu.
Arsya menyentuh telinganya karena merasa malu.
"kau terlihat lebih menggoda dari wanita manapun Arsya" ucap elvano membuat pipi Arsya memerah karena malu.
"kau.. Kau mesum elvano."
__ADS_1
Saat tengah beromantisan. beberapa orang berkumpul ramai ramai melihat langit di atas lautan.
"lihat hitung mundur akan segera dimulai" ucap salah seorang yang berada di sana.
Mendengar suara orang lain Arsya segera menjauhkan dirinya dari elvano. Dadanya berdebar begitu kencang. Pipinya juga terasa hangat. Iya bahkan tidak berani menetap elvano.
orang orang akan memulai menghitung mundur waktu pergantian tahun.
elvano lalu memeluk tubuh Arsya dengan erat dari belakang.
"Arsya aku hanya aka mencintaimu seorang. Tidak perduli dahulu, sekarang, esok atau bahkan nanti. Tidak peduli kehidupan ini maupun kehidupan akan datang, selamanya aku hanya mencintaimu Arsya" ucap elvano di telinga Arsya.
"iya. Aku Pun mencintai mu elvano. Aku berharap tidak akan ada lagi dinding yang memisahkan kita"
Arsya lalu berbalik dan memeluk elvano dengan erat seakan tidak ingin melepaskan nya.
Elvano lalu berlutut di hadapan Arsya sembari mengeluarkan sebuah kotak cincin dari sakunya.
"Arsya menikahlah denganku. kali ini biarkan aku memberikanmu pernikahan yang tidak aku berikan padamu dengan layak sebelumnya" ucapan elvano diiringi oleh kembang api di langit yang menandakan tahun telah berganti.
Arsya begitu senang sampai mengeluarkan airmata nya. Iya tidak menyangka akan ada hari seperti ini.
Arsya mengangguk setuju dengan lamaran elvano. Dengan bahagia elvano lalu memasangkan cincin itu di jari Arsya.
Keduanya saling berpelukan dengan senang.
"mulai detik ini kau akan selamanya menjadi Arsya ku" ucap elvano mendekatkan wajahnya dengan wajah Arsya sehingga nafas keduanya saling beradu.
Malam semakin larut. Elvano dan Arsya akhirnya kembali.
Arsya begitu senang hingga terus menatap cincin di jarinya.
Beberapa hari ini Arsya tidak melihat arkha. Iya bahkan bertanya pada perawat dan dokter di rumah sakit tapi tidak ada yang mengetahuinya.
"kemana arkha. Dia bahkan tidak menjawab ponselnya".
Arsya kesal namun bercampur dengan khawatir karena arkha yang hilang tanpa kabar.
saat tengah berjalan Arsya melihat ke salah satu ruangan. Di dalam ruangan itu terlihat seorang wanita yang seperti tidak asing dengannya.
Arsya lalu berjalan memasuki ruangan itu untuk memastikan nya.
"Laurent?!"panggil Arsya pada seorang wanita yang tengah menggendong seorang bayi dan terdapat pria yang duduk di samping ranjang nya.
"Arsya" ucap wanita itu.
__ADS_1
"Laurent ini sungguh kau" Arsya tidak percaya akan bertemu dengan sahabat lamanya.
"kau sudah menikah. Mengapa tidak memberi kabar padaku" ucap Arsya seraya mendekat dan menatap bayi di pangkuan Laurent.
"iy. Aku sudah menikah setahun yang lalu dan ini putri pertama kami. Aku ingin memberitahumu tapi aku kehilangan nomor mu"
"ah. Aku sungguh tidak menyangka"
"Arsya apa kau jadi dokter di sini"
"iya. Aku bekerja di sini. Bagaimana denganmu. Apa kau masih jadi dokter"
"tidak. Suami ku tidak ingin aku kelelahan. dia memintaku agar tidak bekerja. Suami ku sangat posesif terhadapku "
"kau sangat beruntung memiliki suami yang baik Laurent."
Arsya dan Laurent berbincang bincang sembari mengenang masa masa mereka dulu.
"Arsya apa kau sudah menikah" tanya Laurent.
"iya aku baru saja menikah beberapa bulan lalu "
"apa kau menikah dengan arkha" goda Laurent.
"tidak. Aku menikah dengan pria lain. Aku dan arkha hanya teman"
"sungguh.. Siapa dia" tanya Laurent penasaran.
Arsya hanya tersenyum saja tidak ingin memberitahu pada sahabatnya. Arsya takut jika sahabat nya tahu dia menikah dengan elvano pewaris perusahaan argantara akan membuat jiwa keponya semakin besar.
"sepertinya aku harus pergi sekarang. Maaf ya. Aku ada jadwal operasi hari ini. Aku akan menemui mu lagi nanti" ucap Arsya lalu pergi meninggalkan wanita itu di ruangannya.
__ADS_1
Arsya cukup senang melihat sahabatnya bahagia dengan keluarga kecilnya. Melihat Laurent menggendong bayi dengan suami disampingnya Arsya merasa sangat iri berharap iya juga bisa bahagia seperti Laurent.