cinta dalam luka

cinta dalam luka
bab 13


__ADS_3

Arsya sampai di ruangan ibunya terlihat arkha berada di ruangan itu sedang memberi pertolongan pertama pada ibunya.


"ma.." ucap Arsya memasuki ruangan.


Arsya kemudian mengambil alih tugas arkha dan melakukan pertolongan pada ibunya. Ibunya dalam kondisi yang sangat kritis. Detak jantungnya begitu lemah hingga kapan saja bisa berhenti.


Arsya tidak menyerah iya terus memeriksa ibunya dan berusaha menolong ibunya agar stabil.


"ku mohon ma. bertahan. Jangan tinggalin Arsya"


Sembari mengobati ibunya air mata Arsya tak berhenti mengalir melihat kondisi ibunya yang semakin memburuk.


"sya. Ibumu harus segera melakukan operasi sekali lagi" ucap arkha yang tidak ada pilihan lain.


"tapi jika melakukan operasi saat ini dengan kondisi mama yang seperti ini aku takut mama akan celaka kha". Ucap Arsya yang dalam kebimbangan.


"tapi kita tidak ada pilihan lain. setelah 24 jam kita harus segera melakukan operasi." ucap arkha.


Arsya benar benar takut dan juga bingung. Sebelumnya iya telah meminta dokter terbaik untuk mengoperasi ibunya. Namun karena masalah waktu itu kondisi ibunya menjadi memburuk.


jika dengan kondisi seperti ini di lakukan operasi itu sama saja dengan membunuh ibunya. Hanya 30% kemungkinan operasi akan berhasil.


Setelah selesai Arsya keluar dari ruangan ibunya dan duduk di lorong rumah sakit sendirian.



"kau tenang saja. Kali ini kau dan aku sendiri yang akan melakukan operasi ini juga dibantu oleh dokter terbaik di rumah sakit ini" ucap arkha yang tiba tiba datang menenangkan Arsya.


Arkha tahu kondisi Arsya saat ini benar benar sedih.


"arkha. Aku takut banget. Aku takut mama akan ninggalin aku." ucap Arsya sembari menangis.


"kau itu calon dokter terbaik. Kau ingat ibu hamil yang kau selamatkan waktu itu. dia saja bisa kau selamatkan. Bagaimana mungkin operasi kecil ini akan membuatmu patah semangat sya" ucap arkha berusaha menghibur Arsya


"tapi itu berbeda. Aku takut dengan kondisi mama yang sekarang hanya ada 30% kemungkinan operasi berhasil."


"hais.. Arsya yang aku kenal sepertinya bukan seperti ini. Atau jangan jangan jangan ini hanya setannya saja" ucap arkha menghibur Arsya.


"apa sih arkha. Gak ada setan tahu" ucap Arsya


"ya siapa tahu aja. Arsya yang ku kenal di rasuki setan cengeng dan penakut jadi tidak berani melakukan hal kecil dan terus menangis"


"mana ada setan kayak gitu" ucap Arsya sembari sedikit tersenyum.


"nah gitu. Senyum sya. Kau jelek saat menangis. Jadi sering sering lah tersenyum. Juga di depan ibumu. Tersenyumlah jangan biarkan dia sedih melihatmu sedih" ucap arkha seraya berlutut di depan Arsya dan menyentuh tangan Arsya.

__ADS_1


"makasih arkha. " ucap arsya seketika memeluk erat arkha.


tanpa sadar sepasang mata misterius memandang arkha dan Arsya dengan penuh kebencian.


berkat arkha. Hati arsya menjadi lebih baik. Namun kini iya harus memikirkan biaya operasi dan biaya pengobatan ibunya yang akan datang. Bagaimana cara dia agar mendapat uang cepat dalam satu malam.


Jika iya meminta pada elvano. Iya takut elvano akan kembali kesal padanya. sebelumnya iya sudah meminta uang yang cukup banyak demi ibunya sekarang tidak mungkin meminta uang lagi.


Masih setengah bulan lagi elvano akan mengirim uang perjanjian nikah mereka. Arsya tidak bisa menunggu Selama itu.


Arsya kemudian teringat dengan seseorang. Iya adalah Andra sekretaris elvano. Mungkin iya akan mau membantu Arsya untuk meminjamkan uang tanpa sepengetahuan elvano.


"halo" ucap Arsya pada ponselnya.


"halo nona" ucap Andra sekretaris elvano


"ehmm. Andra aku ingin minta tolong." ucap Arsya dengan suara tak jelas.


"ada apa nona" ucap Andra penasaran. Mengapa nona nya minta tolong padanya bulan pada tuannya elvano.


"ehmm. Itu. Bisakah kau meminjamkan aku uang. Aku janji akan segera membayarnya" ucap Arsya


"apa. Tapi nona_"


"aku mohon. kali ini saja. Eku benar benar butuh bantuanmu" ucap Arsya berharap Andra akan membantu nya.


"tidak..tidak.. Jangan beritahu elvano. Jangan katakan padanya aku meminjam uang darimu" ucap Arsya .


"tapi nona_".


"tidak. Aku tidak ingin dia tahu".


tanpa Arsya sadari elvano sebenarnya telah mendengar semuanya karena secara kebetulan elvano dan sekretarisnya sedang membahas proyek. dan kemudian Arsya menghubungi sekretaris nya. Tentu saja sekretaris itu me loud speaker handphonenya dihadapan elvano.


"baik. Saya akan meminjamkan nona uangnya. Saya akan segera mengirim uang itu. Nona cukup berikan saja rekeningnya"


"sungguh. Terimakasih. Aku janji akan segera mengembalikan nya" ucap Arsya senang karena berhasil mendapatkan uang untuk biaya pengobatan ibunya.


elvano benar benar merasa marah. Arsya begitu berani meminjam uang pada orang lain tanpa mengatakan padanya.


"apalagi kelakuan wanita ini. Beraninya iya meminta uang pada orang lain" ucap elvano dengan tangannya yang terkepal erat.


"tuan. Jika tuan tidak senang saya tidak akan mengirimkan uang itu" ucap Andra.


"tidak. Kau kirim saja. Aku akan mengirim uangnya padamu." ucap elvano yang tidak ingin Arsya menggunakan uang dari laki laki lain.

__ADS_1


"baik" ucap Andra patuh.


Jika dipikirkan uang yang di berikan elvano tidaklah sedikit. Elvano berpikir mengapa Arsya begitu menjadi materialistis.


Elvano ingat tiga tahun lalu Arsya adalah gadis polos yang tidak gila dengan uang. Mengapa sekarang semua berubah.


Flash back tiga tahun lalu.


"elvano lihat. awannya sangat cantik" ucap arsya dengan senang menatap lautan di pinggir pantai. Iya kemudian berlari lari kecil di sekitar pantai tanpa mengenakan sendalnya.


Melihat itu elvano diam diam memotret Arsya yang sedang bermain seperti anak kecil.



"elvano. Jangan foto aku. Itu pasti jelek" ucap Arsya yang sadar dirinya sedang difoto diam diam oleh elvano


"tidak. Ini sangat cantik"


"tidak mungkin. Cepat berikan foto itu padaku. Aku akan menghapusnya" ucap Arsya seraya ingin mengambil ponsel di tangan elvano.


Namun elvano menghindar agar ponselnya tidak di ambil oleh Arsya.


"elvano. Berikan ponselnya" Arsya kesal karena elvano terus menghindar darinya.


Arsya mengejar elvano untuk mengambil ponselnya. Mereka berlari seperti anak kecil yang rebutan permen.


"aduh.." Arsya kemudian berhenti mengejar elvano saat merasakan kakinya sakit karena menginjak sesuatu.


"ada apa" elvano terlihat panik saat melihat wajah Arsya seperti kesakitan.


"kakiku sakit. Sepertinya aku menginjak sesuatu" ucap Arsya .


elvano kemudian menggendong Arsya dengan posisi bridal style. Elvano membawa Arsya sedikit menjauh dari pantai dan membawanya ke pondok kecil dekat situ.


"berikan kakimu" ucap elvano meraih kaki Arsya.


"sakit Van" ucap Arsya manja.


"mengapa kau tidak memakai sepatumu. lihatlah sekarang kakimu terluka bukan." ucap elvano sedikit marah karena kecerobohan Arsya.


"hei. Jika kau marah ini akan menjadi sakit".


elvano kemudian perlahan mengeluarkan duri yang tertancap di kaki Arsya. Iya kemudian membuka bajunya sendiri untuk membersihkan kaki Arsya yang berdarah.


"elvano. Terimakasih ya" ucap Arsya.

__ADS_1


"sudahlah. Lain kali jangan begitu ceroboh. Jika kau terluka itu malah akan menjadi masalah" ucap elvano seraya memegang lembut kepala Arsya.


__ADS_2