cinta dalam luka

cinta dalam luka
bab 20


__ADS_3

Elvano kembali ingin memukul wajah arkha namun arkha berhasil menghindarinya dan memukul kembali elvano.


Keduanya saling adu kekuatan.


"menjauh dari istriku atau aku akan membuatmu menderita" ancam elvano


"aku tidak takut. Tapi aku tidak akan bisa diam saja melihat kau menyakiti Arsya"


Elvano lalu melihat Arsya yang berantakan berfikir bahwa arkha melakukan sesuatu dengan Arsya.


"kau berani menyentuhnya" ucap elvano.


"kau kira aku se brengsek dirimu." ucap arkha yang mengerti pikiran elvano


uhukk..uhukk...


Mendengar suara Arsya elvano dan arkha menghentikan perkelahian mereka.


"demi Arsya aku akan mengalah malam ini. Namun jika kau masih menyakiti nya aku tidak akan diam saja" ucap arkha yang tak tega melihat keadaan Arsya.


"dia istriku aku tahu apa yang aku lakukan."


"baik.aku akan melihatnya." arkha meninggalkan Arsya bersama elvano.


Elvano mendekati tubuh Arsya dan memberikan jas nya pada Arsya untuk menutupi tubuhnya. Tercium bau alkohol yang menyengat dari Arsya.


"kau begitu berani minum di belangku Arsya"


Elvano lalu menggendong Arsya dan membawanya kembali.


begitu sampai di rumah elvano langsung membawanya kekamar dan meminta pelayan untuk membuatkan sup anti mabuk.


"arkha .." gumam arsya.


Elvano kesal saat Arsya menyebut nama pria lain di depannya.


"arkha jangan bilang benci aku ya" ucap Arsya tiba tiba bangun dan memeluk pinggang elvano.


"apakah kau begitu takut kehilangan pria itu" tanya elvano kesal.


"eh. Elvano. Itu kau. Pantas saja begitu wangi" racau Arsya yang mabuk.


"mengapa kau minum begitu banyak. Kau tahu kau tidak bisa minum masih saja minum begitu banyak. Kau tidak takut aku menghukum mu"


"tidak. Aku tidak peduli."


"kau sudah berani" tatap elvano tajam


"hehe..tidak berani" ucap Arsya yang mabuk.


"Arsya. Mengapa kau mabuk dan berkeliaran di jalanan " tanya elvano.

__ADS_1


"itu karena takdir. Iya takdir" racau Arsya.


Arsya terlihat begitu menggoda dengan pakaiannya. Membuat elvano hampir tidak tahan ingin memakannya.


"Arsya.kau itu_"


Belum sempat elvano selesai berbicara Arsya sudah muntah di bajunya. sehingga membuat mood nya tidak baik.


Arsya mengotori baju elvano dan baju Arsya juga. melihat Arsya yang begitu kotor elvano merasa jijik dan membawanya kekamar mandi untuk membersihkan nya.


"elvano ini dingin" bentak Arsya saat elvano memasukkannya kedalam bathtub.


"diam lah." semakin Arsya banyak bergerak itu semakin menggoda untuk elvano. Iya takut jika seperti ini terus elvano akan benar benar memakannya.


"kenapa kau begitu kejam padaku" tanya Arsya tiba tiba namun di balas diam oleh elvano


"apa kau tidak mencintaiku..."


"elvano jawab aku" Arsya menarik elvano untuk mendapatkan jawaban.


"aku mencintaimu ok"


"bohong kau benci aku. Hanya aku yang mencintaimu"racau Arsya lagi.


"kau tahu seperti apa sakitnya hatiku saat melihatmu bersama wanita lain saat itu.aku tahu aku tidak berhak mengatakan ini. Tapi hatiku tidak bisa berbohong"


Elvano terdiam mendengar ungkapan hati Arsya saat mabuk.


"aku bodoh. Padahal aku tahu cintaku hanyalah debu di matamu tapi aku dengan naif nya masih mencintaimu." Arsya menangis mengatakan isi hatinya sendiri.


"aku tidak mau mati elvano. Aku mau menjaga mama" Arsya kemudian menangis sejadinya di pelukan elvano.


"apa yang kau katakan. Kau tidak akan mati. Aku ada bersamamu" elvano berusaha menenangkan Arsya yang menangis


"takdir jahat. Aku benci dengan takdirku. Aku benci dengan diriku yang bodoh" Arsya memeluk erat tubuh elvano.


Elvano bisa merasakan seperti apa kesedihan Arsya. Iya merasa bersalah telah menyakiti Arsya selama ini.


Setelah beberapa saat elvano selesai membersihkan tubuh Arsya. Dan Arsya juga sudah jauh lebih tenang dan akhirnya tertidur.



Pagi hari Arsya terbangun dengan kepala yang pusing. Iya melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa iya berada di kamarnya.


"mengapa aku bisa sampai di sini." Arsya mencoba mengingat kejadian sebelumnya namun iya tidak bisa. Semakin di ingat hanya akan membuat kepalanya terasa sakit karena efek alkohol.


"pakaianku.." Arsya terkejut melihat pakaian nya telah berganti.


"mengapa kau berteriak pagi pagi sekali" ucap seseorang yang masuk kedalam kamar Arsya.


Dia adalah elvano.

__ADS_1


Elvano masuk dengan membawa segelas susu dan sepiring makanan untuk Arsya


"mengapa aku bisa ada di sini" tanya Arsya.


"apa . Apa kau tidak mengingatnya" elvano lalu meletakkan makanan diatas meja lalu duduk di samping kasur Arsya.


Arsya hanya menggelengkan kepala karena iya benar benar tidak ingat dengan kejadian semalam.


"huh... siapa yang mengijinkan mu mabuk begitu berat" tatap elvano begitu tajam pada Arsya.


"i..itu.. Maaf. Aku tidak bermaksud. Hanya saja" Arsya menunduk tidak berani menatap mata elvano.


"jika kau memiliki masalah kau bisa mengatakannya padaku" elvano lalu menyentuh pipi Arsya dengan lembut.


Arsya lalu menatap elvano merasakan kehangatan tangan kekar elvano.


"tidak. Aku tidak memiliki masalah apapun" ucap Arsya kembali menunduk kan wajahnya.


"lihat aku dan katakan dengan jujur" ucap elvano.


"untuk masalah ibumu kau tidak perlu khawatir lagi. Aku akan membiayai semua pengobatan ibu" ucapan elvano membuat Arsya terkejut.


Iya tidak pernah mengatakan apapun tentang ibunya. Bagaimana bisa elvano tahu jika ibunya sakit. Lalu mengapa elvano menjadi berbaik hati membantunya bukankah iya membencinya.


"kau tidak perlu membohongi ku lagi. Aku sudah mengetahui semuanya. Bahkan apa yang terjadi tiga tahun lalu aku sudah tahu"


Mendengar hal itu Arsya kembali terkejut dibuatnya. Apa yang diketahui elvano. Namun sedetik kemudian Arsya menyadari semuanya sudah tidak penting. Itu sudah menjadi masa lalu.


"lalu setelah mengetahui nya apa kau akan melepaskan ku dari hubungan ini" tanya Arsya yang berharap hubungannya segera berakhir dan menjalani kehidupannya sendiri


"bagaimana bisa. Kau istriku aku tidak mungkin melepaskan mu. Apa kau ingat yang aku katakan sejauh apapun kau pergi aku akan menemukanmu"


Arsya terdiam mendengar ucapan elvano.


"mengapa kau harus meninggalkan ku waktu itu. Bukankah kita berjanji akan bersama selamanya" tanya elvano.


"maaf. Tapi aku tidak bisa mengekang mu. Aku tidak bisa membiarkanmu menderita bersamaku" ucap Arsya tanpa berpikir mengatakannya begitu saja.


"jadi itu artinya kau masih mencintaiku".


"itu dulu. Sekarang semuanya sudah berubah"


"tidak. Tidak ada yang berubah begitupun aku. Aku masih mencintaimu arsya."


"aku tidak pantas lagi mendapatkan cintamu. Aku bukan wanita yang baik untukmu. Untuk pantas elvano" ucap Arsya menyeka airmata nya.


"jika kau tidak pantas maka tidak ada wanita yang lebih pantas darimu" ucap elvano seraya mencium bibir Arsya.


"maafkan aku. mulai sekarang biarkan aku menjagamu. mati kita memulainya dari awal lagi" ucap elvano memeluk Arsya.


"Arsya aku mencintaimu "

__ADS_1


"elvano. Terimakasih".


Sudah sampai 20 bab mau di lanjut apa gak ni.. Plis bantu like komen dan favorit jika kalian suka untuk mendukung author. Jangan lupa bintang 5 nya😊😊🥰🥰🥰


__ADS_2