
assalamualaikum...,
happy reading guys 🤗
...****************...
Kesedihan..., keputusasaan..., kekhawatiran...,
menjadi hal yang merenggut kebahagiaan seorang gadis remaja bernama NANDA FERLI.
Di usia yang baru menginjak 16thn ia harus berjuang melawan sakitnya. Bermula sa'at ia baru masuk sekolah menengah ...,
sa'at keceriaan Nanda mendadak hilang, keramahan Nanda mendadak lenyap, dia hanya diam mengurung diri menghindar dari teman2nya & RS menjadi rumah utama baginya sejak 6bln silam.
ia adalah anak tunggal dari orang tua yang harmonis, mereka adalah sosok lembut & perhatian. sang ayah merupakan dokter di RS yang menjadi tempat harapan Nanda untuk bisa sembuh. suport sistem nanda adalah orang tua & sahabat yang bernama FANI, sahabat yang datang saat hari libur untuk bermain & belajar bersamanya, sahabat yang membantunya kembali ceria. ayah Fani adalah dokter yang menangani nanda.
Hari ini Nanda berjalan menyusuri taman RS tanpa seragam pasien ataupun selang infus, lalu duduk di slah 1 kursi membuat siapapun tak mengira bahwa ia adalah seorang pasien. menikmati udara luar sangatlah menyenangkan namun tak bisa ia rasakan dengan bebas. saat ia tengah asik dengan pemikirannya..., tiba2 datang seorang remaja pria (BIAN) dg selang infus terpasang d punggung tangannya, duduk di samping Nanda tanpa permisi atau menyapa.
"tawuran....???", tanya Nanda ke arah bian
"apa....???!", jawab bian tanpa menoleh sedikitpun
"luka2 itu...?? lo dpt dri tawuran kn???", Nanda kembali bertanya dengan menatap wajah bian yg nampak tak perduli
"hmm", ucap bian dg sikap yg masih sama cueknya
"gw nanda.., nama lo siapa???", Nanda mengukir senyum ke arah bian dengan tangan yang terulur berharap di balas dengan jabatan ramah
"cw ko' bodus..., aneh.", kalimat terakhir yang bian ucapkan & lagi2 tanpa menoleh pada lawan bicaranya
Bian bangkit pergi meninggalkan Nanda yang tetap duduk dg menyunggingkan senyum ke arah bian yang sudah semakin menjauh. tak lama kemudian Nanda kembali masuk ke kamar rawatnya & melihan sang ibu bersama Fani tengah memotong beberapa jenis buah di atas meja yang ada di ruang tersebut.
Nanda duduk d sofa bersma mereka dengan menunggu sampai buah siap untuk di makan.
"dah dtng...??? knp gk chat gw..??", tanya Nanda sembari melangkah duduk di dekat ibu & Fani
"lo lagi asik pdkt ama cwo berinfus tdi, takut ngganggu",
jawab Fani dengan senyum meledek masih dengan memegang jeruk yang baru selesai ia kupas
"cwo berinfus...?? siapa...?? ko ibu gk tau..?? knp gk prnah cerita ke ibu..?" timpal ibu dengan keingin tautan tinggi
"boro2 pdkt, pas nanda nanya nama dia siap.....,
dia malah bilang " cw ko' modus, aneh", ucah Nanda dengan wajah kesal
"really...?!! woah..., daebak...,
penolakan tanpa basa-basi hahahaaaaaaaa...," gelak tawa fani membuat suasana kamar inap menjadi LBH hangat
"untung ganteng, jadi gpp lah. hehee...,". ucap Nanda dengan senyum yang terbit d bibir pinknya
"orng cakep mah bebas..., mo bilang
bentuk bumi segitiga jga gw mah percaya aja." saut Fani msh dlm mode meledek
"ih..., gw mah gk segitunya jga x.", sewot Nanda yg mulai jengah dengan sikap fani
ibu menyuapkan buah melon dengan garpu untuk Nanda.
stlh mkn buah..., Nanda makan nasi & kembali menelan obat2an yg harus di minum selama 6bln terakhir tanpa seharipun terlewat.
"btw.., bakal ada murid baru katanya," ucap Fani dg antusias
" jangan di ajak kenalan yah..." timpal ibu dg wajah serius
"knp tante..??", Fani balik bertanya dg rasa penasaran
"takutnya nanti dia bilang..., cw ko' modus, aneh", jawab ibu tersenyum dengan pandangan mata ke arah Nanda
" huwahahahaha....,", Fani sontak terbahak dengan jawaban ibu , membuatnya semakin bahagia karena bisa meledek Nanda
...----------------...
tak lama setelah Fani pulang.., Nanda drop & segera mendapat penanganan khusus dari beberapa dokter di sana termasuk ayah Fani yang merupakan dokter utama Nanda.
sa'at pagi datang, Fani segera menemui Nanda sebelum berangkat sekolah. ia melihat Nanda tengah berbaring dg selang oksigen & jarum infus terpasang. wlwpun dalam kondisi seperti itu..., Nanda masih tetap tersenyum seolah semua baik2 saja. Fani pun bersikap sama, sekalipun dalam hati dia sangat khawatir & sedih melihat sahabat baiknya dalam kondisi demikian.
"padahal ada murid baru, tpi mo gimna lg.
ntar gw fotoin orng'a biar lo gk penasaran.", ucap Fani dengan memegang tangan sahabatnya
__ADS_1
"dri depan-blakang-samping-atas-bawah yh", timpal Nanda dengan seulas senyum
"ntar gw fotoin jempol kaki'a sekalian, biar lo puas", balas Fani dengan seulas senyum yang d paksakan untuk terlihat baik2 saja di depan Nanda
"thanks... ," senyuman yang tak pernah lepas dari bibir Nanda
"gw school dlu, bsok lo hrs dh baikan biar bsa
brangkat & liat murid baru yg ganteng'a paripurna", Fani bangkit memakai tas ranselnya
"gw usahain.", jawab Nanda tanpa ragu
Tangis Fani tak dapat lagi di bendung sesa'at setelah keluar dari kamar rawat Nanda, ia memeluk sang ayah yang berada di depan kamar bersama orang tua Nanda.
"Nanda gpp kn pah...?? nanda gk akan pergi kn pah...??",
tanya Fani masih dalam dekapan sang ayah di iringi dengan Isak tangis yang masih belum bisa berhenti
"dia akan baik2 aja, skrng km brangkat sekolah..,", jawab ayah Fani dengan mengusap kepala sang putri tercinta
"padahal Fani dah janji gk akan nangis..., ma'af y tante-om",
Fani mengusap air matanya sembari melepas diri dari dekapan sang ayah lalu menatap sendu ke arah orang tua Nanda
"km udh bersikap baik sayang.., Nanda akan baik2 aja.., km blajar yg rajin.", usapan lembut ibu Nanda di kepalanya sangat menenangkan, mampu membuat fani menghentikan tangisnya.
"iya tante.,., fani brangkat dlu", pamit Fani mencium punggung tangan ibu Nanda lalu mengatupkan ke-2 telapak tangannya ke arah ayah Nanda. d balas senyum oleh ke-2nya.
"utk bsa menguatkan nanda.., kita hrs jdi lbh kuat,..,
pasrahkan semua sama sang pencipta", ayah Fani mencoba menguatkan hati sahabat2nya lalu berjalan pergi untuk mengantarkan sang putri ke sekolah.
Ini bkn kali pertama Nanda drop, bukannya terbiasa justru Fani semakin Was2 & khawatir. ia takut Nanda akan benar2 pergi. namun bersyukur seminggu setelahnya Nanda membaik & mulai masuk sekolah lagi. Nanda terlambat masuk ke kelas karena harus menunggu hasil tes kesehatannya LBH dulu.
Nanda masuk ke kelas sa'at jam pelajaran sudah berlangsung.
"pagi bu..., ma'af saya terlambat.", ucap Nanda dengan mencium punggung tangan ibu gurunya
"pagi.., langsung duduk", jawab sang guru menatap Nanda
"makasih bu .,", balas Nanda kemudian melangkah menuju tempat duduknya
"knp dia tdk d hukum juga bu..,?" bian protes dengan perasaan kesal
"makasih bu", bian langsung duduk d kursinya dengan acuh
Nanda duduk 1 bangku dengan Fani sedangkan bian berada tepat di samping kursi Nanda. sa'at menyadari tatapan bian ke arahnya sontak membuat Nanda tersenyum. Fani memberi tau bahwa bian lah anak baru yang kemarin ia ceritakan.
...----------------...
Saat jam istirahat, Nanda menyapa bian dengan senyum ramahnya ia mencoba untuk bisa dekat dengan bian.
"inget gw...?? kita prnah ketemu d RS,..., Nanda si cw modus & aneh" tanya Nanda dengan antusias & penuh harap
"trs...???", jawab bian acuh
"nama lo siapa??" kembali pertanyaan Nanda terlontar
" tmn lo pasti tau", jawab bian masih dg sikap yang sama
bian pergi meninggalkan Nanda & Fani dengan sikap acuh.
Fani tertawa meledek ke arah Nanda yg justru tengah kesal.
"stop ngledekin gw." ucap Nanda menatap Fani kesal
"sorry..., btw lo bnrn suka ama bian...??", ucap Fani masih dengan senyum terukir di wajahnya
" bian...?? jdi nama'a bian?? dh masuk kls dri kpn??", jawab Nanda dengan penasaran
"orng na'a malah blik nanya, dia masuk 4hri lalu pindahan dri jkrta.", Fani menghembuskan nafas pasrah
"gw kira Bandung,", respon Nanda dengan cengiran konyol
"ngayal dia bakal Kya dilan gitu...???", Fani menatap Nanda jengah
"tau aja isi otak gw, hehe" kali ini tawa kecil Nanda berikan pada sang sahabat rasa saudaranya itu
"otak halu lo gampang d tebak", ucap Fani dengan tawa kecilnya pula
mereka tertawa bersama lalu keluar kelas menuju kantin.
__ADS_1
pandangan Nanda hanya terfokus pada 1 sosok "BIAN" ,
nama yang terdengar bagus di telinganya, wajah cool & penampilan badboy nya menarik perhatian Nanda.
Fani membawa makanan & bingung dengan ekspresi Nanda.
" lo kesurupan atau mulai sedeng nan..?? senyum2 sndiri aneh bgt dah" ,ringis Fani Krn melihat sikap Nanda yg kian aneh
"gw cuma lg...., jatuh cinta..., hehe" senyum konyol Nanda berikan sebagai respon dri ucapan Fani
"boleh muntah gk sh gw", Fani menutup mulutnya dengan telapak tangan, seperti memperagakan adegan orng menahan muntah
"muntah aja gpp", Nanda justru masih tersenyum
"btw lo hrs minum obat", Fani mengingatkan sang sahabat
" ketinggalan di tas" jawab Nanda dengan entengnya
"lo mkn aja dluan, gw ambil obat dlu", Fani berlari untuk mengambil obat di kelas
Fani bergegas mengambil obat Nanda di tas yang ada di ruang kelas. sedangkan Nanda justru tengah duduk d kursi yang letaknya tepat berhadapan dengan posisi bian.
Nanda menatap bian dengan tetap mengunya makanannya sendiri.
"hai..., lg mkn ap??", tanya Nanda dengan tersenyum manis ke arah bian yang tengah makan bakso
"paku", ketus bian
" tapi itu bakso", jawab Nanda dengan heran
"dh tau ngapain nanya, konyol", bian tetap fokus dengan semangkuk bakso yang sedang ia santap
Tiba2 datang 1 siswa menghampiri mereka. tersenyum menatap Nanda sdngkan yg di tatap justru fokus pada bian.
"hai nan..?? lg mkn ap..?", tanya Riko dengan senyum merekah
"gw gk lg mkn", acuh Nanda
"mo gw bli'in makanan..?", kembali tanya penuh perhatian Riko berikan
"gk usah mksh", Nanda tetap acuh dengan menjawab sekenanya
"lo anak baru kn??", tanya Riko dengan nada yang ketus
"trs knp??" jawab bian dengan tak kalah ketusnya
"gpp, ngapain lo bareng dia nan???", kembali Riko bertanya dengan menatap mata cantik nanda
"pengen aja, emang knp??", lagi2 sikap acuh yang Nanda berikan
"gw cemburu lh, gw gk auka lo deket ama cwo
model kaya dia, cwo gk bnr nan", suara Riko sedikit meninggi & tegas
"mksd lo apa...???!!!!", bian yg mulai jengah pun menimpali
"mksd gw...??! lo anak yg selalu bikin onar d sekolah
lama lo. klo lo anak bnr gk mungkin d cap Kya gitu", ucap Riko dengan nada angkuh & marah
"lo tau apa tentang idup gw hah...?!!!?!", bian meninggikan nada suaranya karena sudah sangat marah
"jauhin Nanda..!", tatapan tajam terarah pada bian
"cukup...! Riko..., bian gk prnah ndeketin gw,
justru gw yg ndeketin dia.", jawaban jujur Nanda membuat Riko seperti kebakaran jenggot
"gk mungkin, lo pcr gw nan.", ucap Riko penuh penekanan
"pcr...?? kpn jadian'a..?? kita cuma tmn riko, sorry.", Nanda tetap bersikap acuh
"ini gra2 lo...!", riko mulai emosi, tiba2 menyerang bian tanpa bisa di cegah
...***************...
#tbc
thanks🤗
__ADS_1
#bian&nanda