Cinta Dokter Bian

Cinta Dokter Bian
#26(sikap dingin Dias)


__ADS_3

assalamualaikum...,


happy reading guys 🤗


...****************...


"biar Dias ikut mommy dulu...,", ucap sang ibu dengan suara tegas & tatapan dingin


untuk pertama kalinya bian melihat sang ibu bersikap demikian, tak pernah sekalipun ia melihat tatapan dingin juga suara tegas penuh kekecewaan dari sang ibu.


bian menatap Dias dengan penuh penyesalan.


ia melihat Dias memejamkan mata dalam dekapan ibu nya dengan wajah basah & hidung memerah, nampak jelas itu karena tangisan yang tak berhenti dalam waktu lumayan lama.


bian pun menjauhkan tubuh lemasnya dari mobil sang istri.


sa'at mobil melajupun ia hanya mampu menatap penuh penyesalan. ia merutuki sikapnya yang berakhir membuat sang istri menangis & sang ibu kecewa.


bian menyusul ke rumah orang tuanya saat sudah menjelang malam. bain masuk ke dalam rumah besar tersebut & melihat sang istri tengah tidur dalam dekapan ibu bian di ruang keluarga.


"mom...,", bian duduk di samping sang ibu dengan menunduk


"gendong Dias ke kamar km,


biar dia bisa istirahat dengan nyaman.", ucap sang ibu tanpa ekspresi


bian menurut..., ia menggendong sang istri dengan perlahan tak mau tidur Dias terganggu.


bian membaringkan tubuh dias dengan perlahan ke atas kasur.


melepas hijab Dias lalu menyelimuti sebatas dada.


bian mencium kening dias dengan sgt lembuh...,


ia menatap wajah sembab sang istri dengan penuh rasa bersalah. bian ikut berbaring di samping Dias lalu mendekap tubuh mungil itu & mengusap lembut perut yang sudah nampak membuncit.


"ma'af..., ma'af in kk sayang..., ma'afin papa ya de..., udah bikin Mama nangis. jangan di contoh y sayang..., km hrs njagain mama & jgn bikin mama nangis.", ucap bian dengan menatap wajah Dias


"kk minta ma'af sayang..., kk salah.., kk nyesel..,", bian menangis karena merasa sangat menyesal


Dias nampak menggeliatkan tubuhnya mencari kenyamanan dalam dekapan sang suami. bian memeluk erat tubuh istri tercintanya, membuat Dias tenang & membalas pelukan bian.


malam berlalu & pagi yang mendung menyambut hari baru dengan perasaan sendu. seolah alam tau suasana hati sepasang suami-istri yang tengah terdiam di atas kasur yang sama.


"sayang...,", panggil bian dengan penuh penyesalan


Dias beranjak dari kasur menuju kamar mandi meninggalkan bian yang hanya bisa pasrah dengan penuh sesal.


Dias keluar kamar mandi dengan tubuh yang jauh lebih segar..., bau wangi sabun menyeruak menandakan Dias baru saja selesai mandi. bian mendekat dengan wajah sendu..., Dias tetap diam, duduk di atas kursi meja rias sembari menyalakan hairdryer.


"biar kk bantu", ucap bian lembut sembari mengambil alih hairdryer dari tangan sang istri


Dias hanya diam..., tak meng-iyakan ataupun menolak tindakan bian. setelah rambut Dias di rasa sudah kering..., bian mematikan hairdryer & merapikannya ke tempat semula.

__ADS_1


Dias mengenakan jilbabnya lalu keluar kamar tanpa sekalipun menatap bian. lagi2 ini pengalaman pertama yang blm prnah bian alami..., ia tak pernah menyangka rasanya akan sesulit ini di diamkan oleh sang istri.


bian memilih untuk membersihkan diri & mengganti pakaiannya, lalu menyusul Dias ke meja makan.


ia melihat Dias tengah tertawa bersama sang ibu namun langsung diam sa'at menyadari kedatangannya.


ke-2 wanita yang sangat ia cintai kini sama2 mendiamkannya.


bian pun melenggang pergi tanpa sarapan lebih dulu.


sang ayah beranjak dari meja makan lalu keluar untuk berangkat ke kantor.


"minta ma'af sebanyak yang km bsa...,


kasih dia waktu untuk menenangkan diri.


km hrs ttp fokus jangan sampai membahayakan pasien2 mu",


ucap ayah bian sembari masuk ke dalam mobilnya


bian pun pasrah..., akhirnya ia berangkat ke RS tanpa pamit pada Dias ataupun sang ibu.


perasaannya sedang tak menentu, bersyukurnya karena hari ini tak ada jadwal operasi.


bian berfikir hanya sehari dias mendiamkannya..,


namun ternyata Dias mendiamkannya hampir 1 Minggu & memilih tinggal di rumah orang tuanya.


di sisi lain...., Dias tengah duduk berdiam diri di balkon kamarnya. ia menonton YouTube..., ada 1 video ceramah yang mengingatkan bahwa tak di perbolehkan seorang istri meninggalkan rumah & di larang bagi seorang muslim bertengkar lbh dri 3 hri.


Dias menangis merasa sangat berdosa.


ia memutuskan untuk pergi ke RS di antar oleh supir pribadi sang mertua . Dias menunggu di depan ruang praktek bian hampir ½jam.


Dias masuk ke ruang praktek bian setelah melihat hanya tinggal ia seorang yang berada di depan ruang praktek.


suster nampak bingung sa'at Dias masuk karena jam tugas bian sudah usai.


"kk...,", ucap Dias lirih menatap sang suami yang nampak fokus membaca berkas2 pasien


bian sontak mengalihkan pandangannya ke asal suara & melihat sang istri tengah berdiri di hadapannya.


"ini istri saya..., jam tugas selesai. terimakasih sus", ucap bian ramah pada suster senior yang tadi menjadi asistennya


"sama2 dok, saya permisi. mari Bu", ucap sang suster ramah menatap Dias dengan sebuah senyum


"mari..", balas Dias dengan tak kalah ramah


pintu di tutup dari luar oleh sang suster. bian menuju pintu untuk menguncinya dari dalam lalu berbalik menatap sang istri tercinta yang sudah hampir seminggu ini mendiamkannya


Dias langsung masuk ke dalam dekapan hangat sang suami,


ia terisak dengan mempererat pelukannya.

__ADS_1


bian membalas pelukan Dias dengan tak kalah erat.


"ma'af..., Dias salah..., ma'af...,", Dias mengucap ma'af dengan terisak


"kk yang seharusnya minta ma'af sayang...,


ma'af udh bikin km nangis..., ma'af Krn terlalu posesif..., ma'af Krn aq blm cukup memahami istri cantik ku ini...,", ucap bian denga menatap mata Dias dengan seulas senyum penuh kasih sayang


"gk suka kalo km galak..., nglarang dalam semua hal...,


Dias bingung & takut kalo mo ngapa2in ka...,


setres jadinya tau gk..., rasanya Kya di penjara.", ucap Dias mengungkapkan unek2nya pada bian yang masih tetap menatap wajah sang istri


"iya..., insyaallah km akan berusaha merubah diri.


perlahan yh...?? gpp kn...???", tanya bian dengan mengusap salah 1 pipi chubby Dias dengan lembut


"iya..., gpp asal konsisten", Dias tersenyum mencium slah 1 pipi bian dengan malu2


"ko' jdi malu2 gitu...??? biasanya jga langsung sosor aja", kekeh bian membuat Dias mengerucutkan bibirnya kesal


"mo makan siang di mana...?? aq laper blm makan dari pagi.", ucap bian dengan wajah sendu


"kantin, Dias jga udh laper", tanggap Dias dengan wajar berbinar


...****************...


..."1 kesalahan mampu meremukkan hati,...


...bkn soal berapa jumlahnya melainkan kadarnya....


...wanita lahir dengan segala hal yang kompleks,...


...emosi yang kadang sulit di mengerti....


...membesar2kan masalah yang kecil...


...mengabaikan kesalahan yang besar...


...Di satu sisi...


^^^mampu menyelesaikan sekian banyak masalah yang ada,^^^


...namun di sisi lain...,...


^^^mencari atau bahkan menciptakan masalah yang blm ada^^^


...sulit di terima tapi mau tak mau harus di hadapi"...


#tbc


#thank yang sudah baca 🤗

__ADS_1


__ADS_2