
assalamualaikum....,
happy reading guys 🤗
...****************...
"nunggu punya cucu cwo..,
sisi terlalu cerewet Kya km", ucap sang ayah tanpa ekspresi
"Al..., cucu cantiknya mommy d katain cerewet sma kake kanebo..., belain donk. gimana sh jadi papa", rengek sang ibu pada anak sulungnya
"itu kenyata'annya mom..., sisi bener2 fotocopy mama & nene'a", ucap Aldo tanpa menoleh
"kita nikah dulu mas..., trs bikin Ade buat mereka ber-2",
ucap sang ibu sumringah tanpa rasa malu sekalipun ada Dias d sana
semua orang sontak menatap ke arah sang ibu dengan tatapan tajam penuh dengan peringatan,
sedangkan sang ibu masih saja acuh malah tersenyum konyol membayangkan memiliki anak bayi di usianya yang tak lagi muda.
membuat semua orang menggelengkan kepala karena heran dengan sikap konyol wanita kesayangan mereka.
"ntar Aldo pesenin ke ratna...
Daddy mau berapa...?? ", tanya Aldo dengan santai
"Daddy akan pensiun setelah km pu'a penerus perusahaan", ucap sang ayah tak kalah santai
"sisi penerus Aldo dad....,", ucap Aldo dengan nada tegas
"lbh baik d rumah mengurus suami & anak2'a...,
nyari uang bkn tugas perempuan", ucap tegas sang ayah tanpa mau di bantah
"sisi bisa cari suami yg bsa jadi penerus perusahaan", Aldo kembali menimpali
"hanya keturunan q yg bsa jdi penerus", tegas sang ayah dengan tatapan tajam
"bian akn ngasih cucu laki2 sesuai yg daddy mau,
__ADS_1
knp trs menekan q padahal ada aldo juga", Aldo menatap sang ayah dengan jengah
"bian tdk akn mengizinkan anak'a melakukan keinginan Daddy", ucap sang ayah yang kembali nampak acuh
"Daddy mengenal q dg baik..., anak q akan jdi dokter ",
bian nampak percaya diri dengan nada pongah
"sifat pengatur & pemaksa jdi cirikhas cwo2 keluarga ini...,
semoga cucu2 q meniru sifat mama'a aja",
sang ibu menimpali dengan raut wajah khawatir
"aamiin", bian mengamini dengan tersenyum ke arah sang ibu
hubungan keluarga bian sudah mulai mencair. mereka berbincang banyak hal & Dias berada di tengah2 mereka meskipun hanya sebagai pendengar sekaligus pengamat situasi yang baik.
waktu berlalu terganti dengan hari baru. hari ini cuaca nampak cerah dengan angin yang berhembus lembut membuat mayoritas manusia merasa nyaman.
pagi ini keluarga bian telah selesai sarapan bersama di meja makan.
"hari ini bian mo ke pondok indah", ucap bian dengan wajah datar
yang hidup harus ttp hidup..., yang mati ikhlaskan...!!
itu takdir yang mau gk mau akan tetap ada..!!
jgn jdi orng bodoh yang terus meratapi takdir..!!" ucap sang ayah dengan nada marah & langsung bangkit meninggalkan semua orng
tak ada seorang pun yang menimpali ucapan sang ayah,
ucapan sang ayah mampu membisukan bian seketika.
semua orang hanya melihat sang ayah yang keluar kamar dengan membawa tas kerja menuju luar rumah.
tak lama setelah itu terdengar mobil ayah yang meninggalkan area rumah.
pondok indah kata kunci untuk menuju kenangan bian ke 18th silam, tempat di mana kisah cinta SMA'a di mulai & berakhir.
tempat sang pemilik hati berada.. , tempat yang berhubungan erat dengan sosok nanda..., gadis yang pernah menjadi sumber kekuatan sekaligus kelemahan seorang bian selama 18th terakhir.
__ADS_1
sang ibu menatap sendu ke arah bian..., sedangkan Dias hanya diam Krn bingun dengan sikon yang tak dia mengerti.
"bian...", panggil sang ibu dengan nada sedih
"18th..., udh terlalu berlebihan BIAN ARGA NARENDRA", ucapan Aldo menatap tajam sang adik dengan menekan nama lengkap bian
"perlu berapa lama lg...??? sampe km tidur di sampingnya...??!!", kembali suara Aldo terdengar dengan lebih keras
"yg mati cukup d kenang & yg hidup harus ttp hidup", Aldo mulai menurunkan nada suaranya
"bian sayang....??", panggilan lirih sang ibu kembali terdengar
"ini yg terakhir, bian cuma mau ngenalin Dias sama dia...,
bian akan bener2 nglepasin dia mom..., bian akan mengikhlaskan'a..., bian akan memulai hidup dengan dias.",
ucap bian menatap sang ibu untuk meyakinkan
"ada cw namanya Nanda..., dia pacar bian pas SMA..,
km berhak tau masalalu bian", Aldo menjelaskan sedikit agar Dias sedikit mengerti dengan sikon sa'at ini
"Dias akan mundur klo ka bian udah punya pacar", ucap Dias dengan menunduk sedih
"buat bian berhenti mengenang masa lalu.., rebut bian biar bsa jdi milik km seutuhnya. km masa depan bian .
pastikan bian lepas dri Nanda seutuhnya", Aldo kembali menasehati Dias yang nampak sedih
"km masa depan kk..., aq pasti'in bsa melepas Nanda seutuhnya. nanti agak siangan..., km hrs ikut biar bsa liat keseriusan dri ucapan aq",
ucap bian menatap Dias dengan wajah penuh keyakinan
saat waktu menjelang siang..., bian membawa Dias ke makam Nanda. kebingungan dias nampak sangat jelas terlihat...,
namun genggaman erat tangan bian mampu membuatnya tetap tenang. bian menuntun Dias untuk duduk di samping makam dengan batu nisan bertuliskan nama Nanda.
"ias..., kenalin dia Nanda", ucap bian dengan tatapan mata ke arah batu nisan d depannya
...****************...
#tbc
__ADS_1
#thanks buat yg baca 🥰