Cinta Dokter Bian

Cinta Dokter Bian
#14(memperkenalkan Dias)


__ADS_3

assalamualaikum...,


happy reading guys 🤗


...****************...


"ma'af, km...??", ucap Aldo menatap Dias yang nampak bingung


"dia calon istri bian ka..., namanya DIAS", bian menjawab tanpa persetujuan Dias


"ouhhh...., kenalin saya Aldo kk'a bian", Aldo hanya tersenyum tipis ke arah Dias


"aq Dias om..., salam knl", Dias tersenyum ramah


ucapan DIAS sontak membuat bian & sang ibu terbahak2...,


Dias memanggil aldo OM sedangkan faktanya usia bian pun tak terpaut jauh dri Aldo.


ALDO memang sudah pantas di panggil om...,


selain karena selisih usia yang lumayan jauh dri Dias..,


Aldo pun merupakan ayah dari seorang putri kecil yang cantik


mereka berhenti tertawa sa'at mendengar langkah sang ayah yang tengah menuruni anak tangga.


dengan cepat sang ibu berlari memeluk erat Daddy dari 2 anaknya. ia menempelkan pipinya di atas dada yang masih terlihat bidang di usia yang menjelang senja.


"kangen km pake bgt mas...,


dada ternyaman & paling pas komposisinya...,


gk ke lembekan ataupun kekerasan...,", ucap sang mantan istri dengan mengeratkan pelukannya


"lepas", ucap dingin sang ayah


"iya2..., untung dah punya 2 anak yang pasti lebih cakep & mantep bodynya dari pada pria paruh baya yang sudah menjelang senja", ucap sang mantan istri dengan kesal lalu duduk di antara ke-2 anak nya


suasana mendadak hening setelah kehadiran sang ayah yang memang memiliki aura dingin & dominan.


"dias..., ini Daddy'a bian & Aldo...,


sekaligus mantan suaminya mommy.


dulu mommy nikah umur 18 thn & Daddy 28thn...,


pedofil'a bian ternyata genetik..., turunan dari daddy'a",


sang ibu menjelaskan dengan blak2an pada calon mantunya


"salam kenal om..., saya Dias", Dias memperkenalkan diri tanpa berani menatap calon ayah mertuanya.


"km anaknya Adam...???", tanya sang ayah dengan sikap tenang yang masih sama


"iya om...,", jawab Dias dengan gugup


"kalian istirahatlah...., ", ucap sang ayah dengan beranjak pergi kembali ke kamar


"Daddy emang begitu..., dia itu titisan Elsa dri kartu Frozen & mommy itu sosok Anna yang cantik..., ceria..., baik hati & tidak sombong."ucap sang ibu pada calon menantunya


"gk ada orang baik yang mengklaim diri sendiri baik mommy sayang...", ledek bian pada sang ibu


"ada..., 1 di dunia..., yaitu mommy cantik kalian.


BINTANG cw pemilik hati 3 cwo ganteng yang super duper paripurna dgn body yang bisa bikin anak gadis jejeritan",


ucap sang ibu jumawa


"Daddy dh gk termasuk mom...,", jawab bian jengah


"masih..., kake ganteng itu cuma gengsi untuk mengakui.


coba siapa yang gk tergila2 dgn mommy cantik kalian ini.


cw cantik seantero negri rumah kita ini" ceroco sang ibu dengan tawa ceria


bian mengabaikan tawa konyol sang ibu lalu mengantarkan Dias ke salah 1 kamar tamu. bian membawakan tas Dias ke kamar tamu yang berada di lantai bawah.

__ADS_1


bian berhenti sa'at telah berada di depan kamar.


"km tdur d sini..., kk d kamar samping", bian menyerahkan tas yang ia bawa pada dias


"kk..., apa daddy'a kk nolak aq...??", tanya Dias menundukkan pandangan karena perasaan sedih yang tak bisa di sembunyikan


"Daddy emang gitu orng'a...,


dingin Kya freezer. Dias gk usah khawatirin apapun...,


biar KK yg urus semuanya", ucap bian mengusap lembut kepala Dias yang tertutup hijab


Dias pun mengangguk lalu masuk ke dalam kamar dengan membawa serta tas miliknya, sedangkan bian masuk ke dalam kamar yang berada tepat di samping kamar Dias.


semua orang istirahat di kamar masing2 sampai akhirnya pagipun tiba.


mereka sholat subuh berjama'ah di mushola kecil yang tersedia di lantai 3..., lantai paling atas yang di khususkan untuk sholat.


Sholat terlaksana dengan khusyuk, Daddy menjadi imam seperti dulu sebelum keluarga mereka tercerai-berai.


mereka turun kembali ke kamar masing2 setelah selesai sholat terkecuali mantan pasangan suami-istri.


mereka dzikir ber-2 seperti waktu masih bersama.


ayah bian bangkit dari duduknya & melihat sang mantan istri tengah tertidur di atas sajadahnya, tanpa sadar seulas senyum menghias di bibir pria paruh baya itu.


"km masih blm berubah bi...,


karna inilah aq susah membuka hati.


km masih jadi pemilik hati seorang NARENDRA", ucap ayah bian dalam hati dengan menatap ibu dari anak2nya


...----------------...


setelah belasan rahun..., akhirnya untuk pertama kali keluarga bian sarapan dalam formasi lengkap (ayah-ibu-bian-aldo).


x ini Dias ikut di tengah2 mereka, akan lbh lengkap jika istri serta anak Aldo ada d sana.


tak ada obrolan apapun karena sudah menjadi kebiasaan sekaligus aturan..., tak boleh bicara sa'at tengah makan.


setelah selesai makan mereka bersantai di area kolam renang, ini hari libur pertama yang d ambil sang ayah setelah lebih dari 4thn terakhir.


"ka Ratna gk ikut ke sini...???", tanya bian menatap sang kk


"anaknya ada acara jalan2 di sekolah", jawab Aldo


"anak yang mana...??", tanya bian tersenyum usil


"aq lh",jawab Aldo ketus dwngan sorot mata tajam


"ucapan kk bikin orang lain berfikir sisi hanya anak ka' siska",


kekeh bian mengalihkan pandangan ke arah langit


"kenyata'annya emang begitu....,


buat sisi mama adalah segalanya sedangkan aq d anggap papa cuma pas bawa mainan atau boneka.


sisi gk mau aq gendong kalo gk ada mama'a ",


ucap Aldo frustasi


"salah sendiri sibuk mulu sampe anak gk kenal papa'a",


ucap sang ibu yang baru datang membawa 2 piring buah potong


"Aldo kerja jga buat mereka mom", ucap aldo membela diri


"kita emang butuh duit buat bertahan hidup...,


tapi perhatian jauh lebih penting terutama buat anak2.


gk sah kaget kalo sisi justru lebih Deket & kenal sama mang-ujang(supir) dari pada papa'a sendiri", ucap sang ibu beranjak menemani Dias di kursi samping pintu


"Aldo udh mulai ngurngin lembur2,


Aldo takut suatu sa'at di panggil OM sma sisi", ucap Aldo pasrah

__ADS_1


"ayah masih rajin lembur...??", tanya sang ibu dengan tatapan tajam


"jarang", jawab sang ayah dengan singkat & nampak acuh


"jaga kesehatan..., sadar diri udah kake2..., cucu dah gede.


badan dah mlehoy gk se-strong dulu..., banyakin ibadah.


jangan dunia Mulu yang di kejar..., duit dah banyak mo nyari apa lagi. istri jga gk perlu nyari jauh2... mommy jga mau jadi istri Daddy utk ke-2 x'a", ucap sang ibu dengan panjang lebar dengan senyum sumringah menatap ayah dari anak2nya


"masih aja usaha", ucap Aldo geleng2 kepala


"gas pol mom..., pantang mundur sebelum ijab kabul", tawa bian menatap sang ibu


"gimana dad...?? daddy..., dad.....Dy....., mas...???", goda sang ibu dengan senyum lebar


"Dias yakin mo nikah sma bian...??", tanya sang ayah pada calon menantunya mengabaikan ucapan sang mantan istri


"insyaallah yakin om..," jawab Dias dengan tersenyum masih dengan menunduk


"panggil Daddy aja, km calon istri anak saya", ucap sang ayah dengan tenang


"iya dad-dy", ucap Dias canggung karena belum terbiasa


"kondisi keluarga kami agak rumit.., saya & mommy'a anak2 sudah bercerai. kami sudah bukan suami istri. km sudah tau fakta ini...??", ucap sang ayah dengan kalimat yang cukup panjang


"Dias baru tau sekarang dari daddy", jawab Dias


"kami bercerai 19th lalu..., ", lanjut sang ayah


"selama itu pula mrka masih setia dg status single.


masih saling sayang tpi cerai..., emang agak aneh tapi ya emang beginilah kenyata'annya", terang Aldo dengan pandangan masih lurus ke langit biru


"kami pisah bkn karna orng ke-3..,


tpi Krn sikon sa'at itu sangat teramat sangat tdk kondusif,


gk mau klo sampe saling nyakitin akhirnya lbh milih pisah."


jelaskan sang ibu pada calon menantunya


"klo skrng gimna...??? msh blm kondusif jga...??", tanya bian


"udah kondusif bgt..., tinggal nunggu lamaran dari mantan suami", ucap sang ibu dengan menatap seseorang yang masih tetap tenang tanpa ekspresi


"nunggu punya cucu cwo..,


sisi terlalu cerewet Kya km", ucap sang ayah tanpa ekspresi


"Al..., cucu cantiknya mommy d katain cerewet sma kake kanebo..., belain donk. gimana sh jadi papa", rengek sang ibu pada anak sulungnya


"itu kenyata'annya mom..., sisi bener2 fotocopy mama & nene'a", ucap Aldo tanpa menoleh


"kita nikah dulu mas..., trs bikin Ade buat mereka ber-2",


ucap sang ibu sumringah tanpa rasa malu sekalipun ada Dias d sana


semua orang sontak menatap ke arah sang ibu dengan tatapan tajam penuh dengan peringatan,


sedangkan sang ibu masih saja acuh malah tersenyum konyol membayangkan memiliki anak bayi di usianya yang tak lagi muda. membuat semua orang menggelengkan kepala karena heran dengan sikap konyol wanita kesayangan mereka.


...****************...


..."pasangan ada untuk melengkapi...


...berada di samping bkn di dpn atau belakang...


...saling mengingatkan sa'at salah...


...saling menguatkan sa'at tengah kesulitan...


...menjadi rumah untuk kembali"...


...----------------...


#tbc

__ADS_1


#thanks buat yang udah baca 🥰


__ADS_2