
assalamualaikum...,
happy reading guys...,🤗
...****************...
bian kembali ke kelas setelah makan siang lebih dulu, setelah jam pulang sekolah..., bian pergi membeli 2 jenis bunga untuk kemudian di titipkan pada fani. setelah memberikan bunga pada fani..., bian langsung pergi untuk menemui sang ayah di salah 1 hotel milik keluarganya. bian duduk di kursi yang ada di ruang kerja ayahnya..., bian menatap ke arah luar jendela sa'at menunggu sang ayah datang.
"gimna sekolah mu...??", tanya sang ayah sesaat setelah masuk ke ruangannya
"baik", jawab bian singkat
"gk bikin masalah lg..??", tanya kembali sang ayah yang kini sudah duduk tak jauh dri posisi bian
"gk ada", lagi2 jawaban acuh dri bian
"kk km akan pulang ke Jakarta bulan depan", ucap sang ayah dengan menatap bian
"ya", bian ttp acuh
"kita akan makan malam bersama nanti ", ucap sang ayah dengan tetap menatap bian
"baik", lagi2 jawaban acuh yang bian berikan untuk sang ayah
"sudah mkn siang...???,",tanya sang ayah
"sudah.
daddy...??? setelah lulus SMA, aq akan ikut mommy & tinggal di Inggris. aku akan sekolah dengan rajin & tak membuat masalah lagi. jadi daddy..., ku mohon jangan mengatur ku lagi". jawab bian dengan tegas & tenang
"Krn gadis penyakitan itu....???", ucap sang ayah dengan nada tak suka
"ya, bian permisi", acuh bian & langsung beranjak dari duduknya
"daddy tdk mengizinkan km dekat dengan gadis itu", ucap ayah bian dengan nada tak suka
"aq tdk butuh izin dari siapapun, trmasuk Daddy", jawab bian dengan suara dingin
"dia memintamu meninggalkan Daddy...???! dia ingin menguasai mu seutuhnya & menjadikan mu pesuruh...??!!!!",
ucap ayah bian dengan penuh emosi
"bahkan dia tdk tau sosok sprti apa orng tua q,
tolong mengertilah dad..., ini bkn Krn siapapun...,
kita hanya akan saling terbebani kalau tetap Kya gini.
orng yg menginginkan ini adalah Daddy...,
Daddy trs menyuruhku pergi pada mommy,...,
itu Daddy..., jgn menyalahkan orang lain apalagi Nanda" ucap bian dengan nafas memburu karena menahan diri agar tak bicara keras pada sang ayah
"lakukan sesukamu..! anak tak tau diri ..! susah di atur..! ", ucap ayah bian dengan penuh amarah
"permisi", bian memilih untuk pergi
bian pergi dari hotel lalu langsung menuju RS untuk menemui Nanda. baru saja masuk ke kamar perawatan.., Nanda sudah langsung memeluk bian dengan wajah amat bahagia di sertai senyum yang nampak indah.
"udh enakan badannya...???", tanya bian dengan membalas pelukan Nanda
"enak.., sehat pake bgt.., hehehe", jawab Nanda dengan senyum bahagia
"udah mkn & minum obat???", tanya bian masih dengan mendekap tubuh Nanda yang lebih pendek darinya
"udh, Lo udh mkn..???" tanya balik Nanda dengan melepas pelukannya dengan perlahan
"mkn mlm' nya yg blm, nanti bareng lo aja", timpal bian dengan menatap manik mata sang kekasih yang mampu membuat perasaannya membaik
Bian memeluk nanda dengan erat, mencoba menenangkan hati & fikirannya. perdebatan bersama sang ayah membuat perasaan bian semakin tak karuan, ingin ia berteriak atau menangis...., namun ia tak bisa karena sudah terbiasa menahan semuanya seorang diri. namun setelah Nanda hadir ke dalam kehidupannya..., ia merasa hatinya mulai pulih, mental yang awalnya hancur kini perlahan mulai utuh.
sudah sangat muak dengan sikap keras sang ayah yang terus menyalahkannya tanpa sekalipun bertanya alasan di balik sikap buruk bian. ia yang di besarkan selayaknya pengganti oleh sang ayah..., tak pernah sekalipun ia merasakan bagaimana kebebasan yang banyak orang perjuangkan.
bian hanya berjalan sesuai dengan arahan sang ayah, ia tak pernah punya mimpi..., tak tau apa itu pilihan..., ia hanya tau hidupnya adalah milik sang ayah.
sejak bersama nanda lah bian mulai punya mimpi..., harapan & kepercayaan diri. dia kini melangkah menuju mimpinya dengan cara berpisah dari sang ayah & lebih memilih ibunya.
__ADS_1
"gw sayang sama lo..., gw gk akan ninggalin lo...,
jgn khawatirin apapun, cukup fokus sama kesembuhan lo", bian mempererat dekapannya pada tubuh nanda
"*gw percaya apapun yg l*o bilang..,,", nanda membalas dekapan bian dengan lebih erat
"walaupun nanti misalnya gw bo'ong...???", bian melepas dekapannya lalu menatap mata Nanda dengan seulas senyum tipis
"gw mau jdi bodoh kalo buat lo, gw dah bucin parah sama lo...",, Nanda tersenyum penuh ketulusan
"paling bisa ngomong manis..., tpi bucin itu ap...??", tanya bian dengan wajah bingung
"budak cinta", Nanda terkekeh dengan ucapannya sendiri
"mo jalan2 ke taman gk.???", tanya bian dengan menuntun Nanda ke arah kasur perawatan
"boleh...??? tpi gk mau pke kursi roda.., gk suka di perlakuin kya orng sakit", ucap Nanda dengan tatapan sendu
"tadinya mo gw gendong..., tpi kyanya gw gk kuat kena lo trlalu berat", bian terkekeh melihat wajah Nanda yang nampak tidak terima dengan ucapannya
"gw gk gendut...!!!!", ucap Nanda dengan wajah kesal
"cuma berbobot & bervolume...??", bian tertawa pelan lalu kembali memeluk nanda dengan erat
"gw gk tau gimana jadinya hidup tanpa lo nan...,
lo harus sembuh, temenin gw utk waktu yang lama",
ucap bian dalam hati masih dengan memeluk erat tubuh nanda.
mata bian mulai berkaca-kaca membayangkan bagaimana hidupnya tanpa sosok seorang Nanda yang ceria & penuh perhatian. tak akan ada lagi sosok yang mampu membantunya pulih & kuat..., tak akan ada lagi sosok cantik yang mampu membuatnya tersenyum. ia berharap Tuhan menakdirkan Nanda untuk bisa sembuh & hidup bersamanya sampai tua nanti.
Nanda duduk di kursi roda dengan jarum infus masih terpasang d punggung tangannya, bian mendorongnya dengan pelan menyusuri taman RS lalu duduk di kursi yg merupakan tempat pertama mereka bertemu tanpa sengaja. mereka duduk di kursi yang sama seperti awal mereka bertemu, kini Nanda menyandarka kepalanya di bahu bian dengan wajah bahagia. Nanda merasa sangat senang seolah baru terbebas dari penjara.
"haus", ucap Nanda
"trs..??", tanya bian berlagak acuh
"beli'in minum lah bian...", ucap Nanda geram
"knp gk bli sendiri..??? katanya gk mau di perlakukan kya orang sakit...??", jawab bian dengan senyum usil
tpi sayangnya..., si pacar gk peka & cuek Kya bebek buluk",
lagi2 Nanda bicara dengan nada ketus
"y udh tunggu di sini..., pacar yang peka & perhatian kya angsa emas ini mau beli minum dulu buat pacar galak", ledek bian lalu bergegas pergi meninggalkan Nanda dengan tawa recehnya
Bian pergi untuk membeli minuman, Nanda menatap punggung bian yang kian menjauh dengan wajah meringis menahan sakit di kepalanya. Nanda memegang kepalanya yang terasa luar biasa sakit sampai darah mengalir di selang infusnya. sa'at bian kembali..., Nanda berusaha terlihat baik2 saja. ia tersenyum menyambut kedatangan bian yang nampak tengah membawa kantong plastik berisi minuman untuknya.
melihat Nanda yang nampak pucat membuat bian curiga, darah yg mengalir di selang infus Nanda pun semakin memperkuat kecurigaannya. bian mulai gusar & khawatir.
"kita balik ke kamar aja yh...?? di sini dah mulai dingin",
ucap bian membujuk Nanda dengan seulas senyum.
"masih pengen di sini...,", ucap Nanda dengan wajah sendu
"nan...," ucah tegas bian
"di kamar juga gpp.., di sini dingin.., balik ke kamar aja deh",
Nanda pun pasrah setelah mendengar nada tegas dri bian
"pacar pinter..., calon istri Sholehah..,",
ucap bian dengan mendaratkan 1 kecupan di kening nanda
akhirnya mereka kembali masuk ke dalam kamar rawat nanda. nampak ibu Nanda & Fani ada di sana denga wajah cemas. menyadari raut kekhawatiran mereka..., Nanda langsung mengulas senyum manisnya.
"kami abis apel..,., iya kn sayang...???"
ucap Nanda dengan penuh harap ke arah bian
"iya", bian menjawab seadanya
"mana benderanya pe-yang.. ???", tanya Fani dengan senyum jail
__ADS_1
"jones klo iri sok gitu..., so' ngledek pdhal di hati menjerit iri",
ucap Nanda dengan wajah sombong
"gw mah mo ta'aruf aja biar gk dosa, gw kan Sholehah",
timpal Fani dengan wajah tak kalah sombong
"mana ada cw sholehah sombong...??!!!", ledek Nanda
"ada, gw..., fani sanjaya..., mo apa loh...?? hah..???!", jawab Fani dengan lebih sombong
"mo bilang..., OH ", Nanda tertawa meledek Dani
Bian membantu Nanda untuk naik ke atas kasur perawatan, suster datang membersihkan selang yang sudah berwarna merah karena darah. suster keluar setelah membersihkan darah & memastikan cairan infus kembali mengalir dengan lancar. bian dengan telaten menyuapi Nanda makan sampai minum obat.
"lo gk mkn...??", tanya Nanda pada bian yang terus membantunya
"ntar aja gampang", jawab bian dengan santai
"lo jga hrs mkn biar ttp idup, biar kuat & bisa bertahan di dunia yang jahat ini", Nanda mengusap pipi kanan bian dengan lembut
"gw bsa idup dg kuat krn ada lo nan..., lo penyemangat idup gw..., lo kekuatan gw..., ", bian menggenggam telapak tangan Nanda yang masih betah berada di pipi kanannya
"apa lo bahagia...?? lo gk takut...??",
tanya Nanda dengan menatap intens ke mata indah bian
"selama ada lo..., gw bahagia & gk takut apapun nan",
bian mencium telapak tangan nanda
"lo sayang gw kn...??? bsa kabulin 1 permohonan gw...??",
tanya Nanda dengan seulas senyum
"apa...??", tanya bian membalas senyuman Nanda
"hidup dg bahagia..., perbanyak senyum.., dengan ataupun tanpa adanya gw di samping lo..., ttp lah kuat ",
Nanda tersenyum menatap bian, tanpa sadar air mata jatuh dri pelupuk matanya.
"ikhlasin apa yg memang harus pergi..., Alloh tau yg terbaik utk hambanya,. percayalah tdk ada takdir yang keliru.
gw bahagia karena lo yang jdi cinta pertama seorang nanda,
terimakasih sudah memberi banyak kebahagiaan buat gw...,
ma'af karena gk bsa kya pacar2 pada umumnya,..,
bian adlh salah 1 takdir terbaik seorang nanda",
Nanda trs tersenyum menatap mata bian yang mulai mengembun
"istirahat..., gw mo nyari mkn dlu di kantin RS", bian mencium dalam2 kening Nanda lalu memeluk kekasihnya dengan erat
"makan yg banyak", Nanda tersenyum
"hmmm..., istirahat biar cpt sehat lagi", usapan lembut bian mendarat d kepala nanda
"iya..., gw cape mo istirahat, jangan d bangunin yah sayang..",
Nanda tersenyum lalu menutup matanya perlahan
bian menyelimuti Nanda sampai dada lalu ia keluar dari kamar menghampiri orang tua Nanda & Fani yang tengah duduk di kursi tunggu pasien. ia pamit untuk ke kantin RS karena memang belum makan dari siang. 1/2 jam kemudian bian kembali setelah selesai makan. namun ia tertegun dengan detak jantung yang serasa berhenti..., ia melihat orang tua Nanda & Fani tengan menangis di depan kamar rawat Nanda.
rasa takut mulai menguasai hati bian, tangis mereka sempat terhenti sa'at ayah Fani keluar dari kamar rawat Nanda.
"ini akhir dari perjuangan Nanda..., alloh lbh sayang nanda..., waktu nanda telah berakhir", ucap ayah Fani dengan memeluk sang putri yang langsung histeris
...****************...
..."sesulit2nya memulai..., pasti lebih sulit melepaskan....
...sesulit2nya mengingat..., pasti lebih mustahil utk melupakan"...
...----------------...
__ADS_1
#tbc
#thanks semoga terhibur 🥰