Cinta Dokter Bian

Cinta Dokter Bian
#16 (mengikhlaskan)


__ADS_3

assalamualaikum...,


happy reading guys 🤗


...****************...


saat waktu menjelang siang..., bian membawa Dias ke makam Nanda. kebingungan dias nampak sangat jelas terlihat...,


namun genggaman erat tangan bian mampu membuatnya tetap tenang. bian menuntun Dias untuk duduk di samping makam dengan batu nisan bertuliskan nama Nanda.


"ias..., kenalin dia Nanda", ucap bian dengan tatapan mata ke arah batu nisan d depannya


"Nanda...??? dia udh meninggal..???


ini beneran Nanda yg tdi ka aldo bilang..???", tanya Dias dengan wajah bingung & tak yakin


"iya..., dia meninggal 18th lalu.., sa'at kami usia 17th.


dia tukang bo'ong & keras kepala. dia nyuruh aq bli minum biar aq gk liat wajah kesakitannya. dia maksain diri utk ttp sekolah hanya Krn mau ketemu aq.


dia ttp bilang suka sma aq pdahal aq bilang benci sma dia,


dia yg nyuruh utk jujur dg perasaan q sndiri.


dia yg trs merasa khawatir tentang aq bahkan sa'at kematian hampir datang. dia yg nyuruh aq makan dg baik & LBH sering senyum.", ucap bian dengan terisak masih dengan menggenggam erat tangan dias.


bian terisak cukup lama..., Dias menatap sendu dengan mengusap lembut bahu tegap bian yang nampak bergetar.


bian mengatur nafasnya & melanjutkan ceritanya yang sempat terjeda.


"bahkan sa'at dia sndiri tengah ketakutan...,


dia hanya memikirkan perasaan q. dia minta aq utk hidup bahagia & lbh banyak senyum. gadis ceria yg terkurung d RS.


gadis yg sibuk membuat orng lain bahagia...,


dia melupakan deritanya sendiri...,


seolah dia hidup utk orng lain.",. ucap bian dengan tersenyum menatap batu nisan Nanda


"dia gadis yg baik..., pasti menyenangkan pu'a temen kya nanda", ucap dias menimpali utk pertama x'a


"sgt...,sgt baik.

__ADS_1


km gk kalah baik & cantik. aq izin ngobrol sma nanda boleh...??? mungkin keliatan konyol Krn ngobrol sma batu nisan. jgn ngira aq gila yh...??", ucap bian dengan senyum lembut ke arah dias.


"lakuin yg bisa bikin kk lega", jawab Dias dengan senyum lembutnya


bian mengangguk lalu mencium punggung tangan Dias dengan tersenyum lembut penuh sayang.


Dias membalas dengan senyuman yang sama.


bian menatap nama Nanda yang tertulis di batu nisan,


ia menghela nafas untuk menenangkan hati yang di kuasai kesedihan juga rasa sakit sekaligus keinginan untuk ikhlas.


"nan...., gw dateng bareng calon istri,


namanya DIAS..., dia cantik kn...?? dia jga baik...,


18th bkn waktu yg singkat buat gw utk mencoba berdamai dengan hati..., ma'af klo sikap gw selama ini bikin lo gk tenang di sana..., ini bnr2 x terakhir gw dateng...,


gw...., nglepasin rasa sayang & cinta gw buat lo...,


kita bnr2 berakhir..., gw cinta sma dias...,


gw akan bahagia & banyak senyum bareng dia...,


makasih utk semua kenangan & pengorbanan Lo buat gw...,


ma'af Krn gw sering nyakitin hati Lo...,


semoga Lo dpt tempat terbaik di sisi alloh. gw pamit nan",


bian tersenyum lalu menatap Dias dengan perasaan lega.


bian memeluk Dias dengan perasaan damai yang baru x ini ia rasakan. bian bertekat untuk bahagia bersama dias.


mengikhlaskan Nanda & berdamai dengan masalalu menjadi langkah awal untuk'a.


kini bian masuk ke dlm mobil bersama Dias dengan wajah bahagia. Dias memasang sabuk pengaman sedangkan bian masih diam dengan tersenyum menatap Dias yang tengah menatap lurus ke depan.


Dias menengok ke samping sa'at menyadari bian yang tetap diam. Dias nampak bingung karena bian terus menatapnya .


"ayo jalan ka..., nunggu apa lg...??? ", tanya Dias dengan wajah bingung


"mulai sa'at ini..., kk hanya akan melihat dias.

__ADS_1


tak ada lagi2 bayang Nanda dalam hidup aq,


kk berharap km mau jadi istri sekaligus ibu dri anak2 q kelak",


ucap bian dengan suara lembut & seulas senyum yang mampu membuat Dias tersenyum malu


"bismillah insyaallah Dias mau..", Dias membalas senyuman bian tak kalah lembut


"makasih....,


insyaallah bsok kita ke solo.


gk sabar mo nglamar km & njadi'in km sbg istri aq",


ucap bian dengan senyum penuh kebahagiaan


Dias menunduk malu dengan ucapan bian yang terdengar seperti rayuan. kini Dias merasa sangat lega melihat & mendengar bian yang telah berdamai dengan masalalu'a.


ia berharap semua hal berjalan dengan lancar & kebahagiaan senantiasa menyertai setiap langkah mereka.


Dias pun selalu berdo'a agar apapun yang ia putuskan akan mendapat ridho dari Alloh & orang tua'a.


setelah pergi dari area pemakaman..., kini mereka memilih makan bakso di pinggir jalan.


ini adalah pengalaman pertama untuk bian makan di pinggir jalan bersama pasangan.


bian hanya 1x pacaran & itu adalah Nanda.


sa'at bersama nanda..., hanya sekolah & RS yang menjadi tempat mereka bersama.


kini ia benar2 membuka hati seutuhnya untuk Dias.


sifat manja & pemalu dias selalu bisa membuat bian tersenyum. 1 hal yang paling bian suka adalah kejujuran Dias...,


Dias selalu ekspresif menunjukkan perasaannya sekalipun dengan malu2.


hal itu membuat bian lebih tenang...,


awalnya ia takut Dias akan sama dengan Nanda yang selalu menyembunyikan perasaannya & membuat bian Was2.


...****************...


#tbc

__ADS_1


#thanks buat yang baca 🥰


__ADS_2