
assalamualaikum....,
happy reading guys 🤗
...****************...
Abi menjabat tangah bian dengan tegas hingga akhirnya
"saya trima nikah & kawinnya
DIAS AISYAH PUTRI binti ADAM RAHARJA
dengan mas kawin tersebut, tunai", ucap bian dengan lantang & lancar
"bagaimana saksi...???", ucap penghulu dengan menengok ke arah para saksi
"*****SAH*****..., Alhamdulillah....,", serentang semua tamu berucap syukur
semua orang ikut bahagia dengan terselenggaranya pernikahan bian & dias.
usai ijab qobul..., resepsi pun langsung di adakan di gedung hotel yang sama. kebanyakan tamu yang hadir merupakan rekan bisnis ayah & Abi, kenalan bian lebih banyak di Inggris sedangkan teman2 Dias hampir semuanya ikut suaminya di luar kota.
keluarga bian & Dias masuk ke kamar hotel masing2 setelah semua rangkaian acara telah usai.
bian & Dias tengah nonton tv setelah sebelumnya membersikan diri juga mengganti pakaian dengan yang lebih nyaman.
Dias melepas hijabnya dengan hati berdebar kencang.
perlahan..., tergerailah rambut panjang berwarna hitam legam milik Dias di hadapan bian untuk pertama kalinya.
bian terpaku melihat kecantikan Dias dengan tersenyum penuh kekaguman.
sedangkan Dias nampak menunduk malu sa'at mendapat tatapan intens dari sang suami.
dari usia 8th..., ini kali pertama baginya tak berhijab di depan lawan jenis selain sang Abi.
"masyaalloh...,
knp malu..??? aq suami km skrng ias", ucap bian dengan mengusap rambut indah dias
"gk pernah buka hijab selain d dpn abi...,", ucap Dias masih dengan menunduk
"ntar jga terbiasa...,
km cantik & aq bersyukur jadi satu2nya cwo yg bsa ngliat kecantikan km.", bian menggenggam telapak tangan Dias dengan lembut
"kk..., aku...., emmm..., aq...,", dias nampak gugup & panik sa'at merasa bian mulai mengikis jarak di antara keduanya
"aq akan nunggu sampai km siap...,
akan sabar nunggu km dengan sukarela meminta nafkah batin", ucap bian dengan seulas senyum yang menenangkan
"ma'af...,", Dias menatap mata bian dengan berkaca-kaca karena merasa bersalah
"gpp sayang...., semua butuh proses begitupun hubungan kita.
kita pacaran halal dulu aja buat saling mengenal", ucap bian dengan mengusap kepala Dias
"pacaran halal...??? nonton bioskop trs jalan2 kulineran....,
Selfi romantis & gandengan tangan di depan umum...??? MAU", Dias berbicara tanpa jeda dengan semangat 45
"gemes aq sma km..., bikin makin sayang", bian memeluk tubuh mungil dias dengan penuh kasih sayang
perlakuan manis bian sontak membuat dias tersipu malu.
di sa'at dias masih terdiam..., bian melepas dekapannya lalu mengecup kening sang istri dengan lantunan do'a & harapan baik yang ia ucapkan dalam hati.
mereka tidur dengan posisi dias berada dalam dekapan hangat bian.
hari ini menjadi awal untuk mereka menjalani bahtera rumah tangga..., dengan do'a juga harapan untuk bisa beribadah bersama..., berjuang mendapat ridho Alloh.
hari berjalan dengan baik...,
mereka pun sudah menempati rumah 1 lantai yang bian beli sebelum menikah...,
rumah yang nyaman sekalipun tidak semegah rumah sang ayah.
pagi hari selalu menjadi waktu paling menyenangkan terutama untuk dias. ia sibuk menyiapkan keperluan bian di antaranya..,
menyiapkan air mandi.., pakaian kerja.., sarapan & bekal makan siang.
setelah semua beres..., dias menyiapkan menu makanan untuk mereka sarapan.
di rumah mereka ada 1 art namun khusus utk keperluan bian..., dias sendiri yang mengurus semuanya.
mereka duduk di meja makan...,
Dias menyendokkan nasi & lauk pauk ke atas piring bian tak lupa menuangkan segelas air yang ia letakkan di samping piring makan.
"makasih sayang...", ucap bian sa'at menerima menu sarapannya
"sama2...., hari ini aq gk bikin bekel buat kk...,
__ADS_1
mo makan siang bareng aja bisa gk..???", tanya dias dengan menyendokkan nasi beserta lauk-pauk untuk dirinya sendiri
"ma'af kayanya gk bsa sayang...,
kk ada jadwal operasi sampe sore.
besok aja gimna...??? insyaallah besok cuma praktek biasa sampe jam 11 siang trs lanjut jam 2 siang, kita bisa makan di kantin RS.. ,
katanya km penasaran sama jajanan di sana...??",
bian menjelaskan dengan wajah tak tega
"ok",ucap dias dengan singkat
"marah...??", tanya bian dengan mengusap lembut pipi kanan sang istri
"gk..., bsok insyaallah aq ke RS.
mo makan masakan aq apa mba2 kantin...??", tanya Dias dengan mengunyah makanannya
"masakan km donk sayang...,
bsok makan di ruangan aq aja.
apa lebih baik aq pulang aja...??? biar km gk cape2 ke RS..??",
tawar bian dengan menggenggam 1 telapak tangan Dias
"aq aja yang ke RS..., pengen liat tempat krja km", senyum Dias membalas usapan lembut bian di tangannya
Bian berangkat ke RS setelah selesai sarapan.
Dias membereskan meja makan di bantu art lalu kembali masuk ke dalam kamar & melihat hp bian tertinggal di atas meja yang ada di samping ranjang.
"hp ka bian ketinggalan..., gimana yh...???
apa aq anter aja ke RS...??? tpi kk bilang ada jadwal operasi,
gimana yh...??? emmmmm...., aq titip ke ka rudi aja x yah",
Dias beranalog sendiri
Dias bersiap untuk ke RS, dengan memakai setelan syar'i berwarna cream dengan sepatu & tas warna putih.
dias sudah menelfon rudi untuk menitipkan hp milik bian yang tertinggal.
Dias langsung menuju kantin karena mereka janjian akan bertemu di sana.
rasa bosan hampir tak bisa di tahan namun ia memaklumi karena memang waktu praktek rudi belum usai.
pandangan dias menajam sa'at melihat bian sedang makan siang bersama seorang wanita dengan d selingi tawa akrab.
hal itu membuat darah dias serasa mendidih...,
ia menghampiri bian & meletakkan hp sang suami di atas meja.
"sayang...???!", bian nampak kaget dengan keberadaan dias di depannya
"hp km ketinggalan, permisi", dias lnagsung berjalan meninggalkan bian yang masih nampak kaget
"tunggu sayang...,
km udh mkn..??? mkn siang breng kk yh....??", ucap bian dengan menggenggam telapak tangan dias namun di lepas oleh dias
"gk makasih, dias pulang dulu.., assalamualaikum",
tolak dias dengan menepis tangan bian yang hendak meraih tangannya kembali
"wa-waalaikumsalam..,
ntar dlu sayang..., hei..., makan dula yh...??? ias sayang...",
bian mengikuti langka sang istri dengan berusaha meraih tangannya
"gk perlu", ketus dias dengan tatapan tajam ke arah bian
"eh.., katanya mo nitip hp...?? malah dah ketemu langsung.",
ucap rudi yang baru datang
"iya ma'af ka gk jdi...,
tadinya aq fikir dia sibuk makanya mo di titipen ke ka rudi...,
tapi nyatanya gk sesibuk yg dias kira.
dias pulang duluan ka..., assalamualaikum",
ucap dias bergegas pergi tanpa menoleh sedikitpun ke arah bian
"eh.., loh..., waalaikumsalam", Rudi menjawab bingung dengan sikap dias pada bian
Dias berjalan terburu-buru menuju ke jalan depan RS.
__ADS_1
dia memesan taxi online dengan tetap berjalan.
bian mengejar dias namun sang istri sudah lebih dulu pergi dengan menaiki taxi onlin.
bian kembali ke kantin RS menghampiri Rudi yang tengah menyantap menu makan siangnya.
"knp dias bsa marah...??", tanya Rudi dengan mengunyah makanannya
"gw jga bingung", ucap bian frustasi
"Lo nglarang dia dtng ke sini..., nolak ajakan makan siang dia..., dia jauh2 ke sini nunggu gw selesai praktek buat nitipin hp lo yg ketinggalan. dia nunggu hampir 1 jam cuma buat nitipin hp lo.
setelah lama nunggu dia malah liat lo makan siang bareng cw lain.., lo kira apa yang dias fikirin...??? ", ucap Rudi menjelaskan sikon yang ia lihat
"dia ngira gw bo'ongin dia...??", ucap bian memastikan
"dia cemburu..., lo makan ber-2 bareng cw lain.
istri mana yang gk marah & salah faham...??", kembali Rudi menjelaskan
"cemburu...???", tanya bian dengan senyum2 bahagia
""ngapain lo senyum2...??? setres lo ya..??!", tanya Rudi
"gw seneng kalo dia cemburu...,
itu artinya dia sayang sma gw. Alhamdulillah", senyum bahagia terpancar dari wajah bian
"semerdekanya Lo aja lah.., buruan abisin makanan lo.
bentar lagi harus lanjut operasi", ucap rudi dengan menatap heran pada bian yang masih terus tersenyum
wanita yang bersama bian tadi adalah kenalannya sa'at bekerja di RS Korea, ia sudah menikah bahkan memiliki 3 orng anak.
sa'at sore hari..., bian pulang ke rumah & langsung menuju ke kamar. ia mendapati dias tertidur di atas kasur, bian mengusap kepala sang istri dengan penuh kasih sayang & melabuhkan 1 kecupan di tempat yang sama.
perlahan Dias mengerjapkn matanya yang nampak sembab karena menangis senang siang tadi hingga ketiduran.
"udh mkn...??", tanya bian dengan mengusap pipi dias
"kk mau mkn...??", Dias justru bertanya balik pada bian
"mau mkn mlm d luar...??", tanya bian kembali menimpali pertanyaan dias
"masakan ias gk enak...??? makanya kk mo makan d luar...?? atau berharap di masakin sama cw lain...???", pertanyaan demi pertanyaan dias ucapkan dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"km kenapa...?? marah...?? kk nglakuin salah apa sampe bikin km nangis...?? hemm...?? coba kk mau denger..., km jelasin biar kk ngerti", bian berbicara dengan sangat lembut pada sang istri yang tengah di kuasai rasa cemburu
"kk selingkuh..., kk..kk... kk dah gk sayang sama aq.
cw itu lbh cantik Krn itu kk selingkuhin aq",
Dias mulai terisak
bian menarik lembut tubuh dias ke dalam dekapan hangatnya. awalnya Dias menolak dengan berusaha keras mendorong tubuh tegap bian namun tenaganya tak ada apa2nya jika di banding tenaga sang suami.
perlahan bian melepas dekapannya lalu menatap mata Dias dengan penuh kasih sayang, usapan sayang juga ia berikan di kepala dias.
"dia kenalan aq pas krja di Korea...,
dia sudah bersuami dengan 3 anak.
kk cuma sayang sma km & gk da rencana buat selingkuh.
km sempurna di mata aq sayang...,
gk da hal yang aq keluhkan dari diri km.", ucap bian dengan lemah lembut agar dias mengerti
"klo dia blm nikah & pu'a anak..., kk mau sama dia...???!
gitu maksudnya...??!!", dias kembali terisak dengan telapak tangan menutupi wajahnya
"gk-sayang..., kk gk bunga bahkan apa lagi niat selingkuh.
cukup 1..., km..., Dias Aisyah Putri binti bapak adam Raharja",
ucap bian dengan tegas
"trs kenapa kk bo'ong & bilang sibuk...???
klo gk mau makan siang bareng y tinggal bilang jujur aja jangan bo'ong", tanya Dias dengan menghapus air matanya
"aq gk bo'ong sayang...,
jadwal operasi d undur jadi jam 1 siang...,
makanya aq makan siang dulu. ", jelaskan bian dengan sangat lembut
...****************...
#tbc
#thanks yang dah baca 🥰
__ADS_1