
assalamualaikum....,
happy reading guys 🤗
...****************...
Bian & Dias langsung menuju restoran Padang dengan mengendarai mobil bian, jarak yang harus mereka tempuh tak bisa di bilang dekat.
butuh waktu hampir 1½jam hingga akhirnya mereka sampai.
Dias masuk dengan raut wajah ceria, ia nampak sangat senang melihat berbagai jenis menu makanan khas Padang berjejer Rapa di etalase.
bian memilih untuk duduk di salah 1 meja yang ada di dalam restoran. dekorasi resto benar2 kental dengan aksen kota Padang.
Dias pun masuk lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan bian. mereka memesan beberapa jenis makanan tak terkecuali rendang & ayam bakarnya.
mereka menikmati menu makanan yang telah terhidang di atas meja dengan wajah bahagia.
bian menatap Dias sesekali lalu tersenyum.
sedangkan Dias justru nampak acuh dengan keada'an sekita karena terlalu fokus pada makanannya.
"makannya pelan2 sayang....,
gk ada yang mo nyolong makanan km", ucap bian dengan tersenyum usil ke arah Dias yang menikmati pesanannya
"kk jgn sayang2 ih risih", ucap Dias dengan wajah kesal
"latian dlu biar ntar pas dh nikah gk canggung lg",
ucap bian tersenyum
cukup lama mereka berada di resto tersebut.. ,
mereka kembali ke dalam mobil setelah selesai mkn & membayarnya. tak langsung jalan..., mereka memilih diam di dalam mobil & sibuk dengan pemikiran masing2.
bian berinisiatif bersuara lebih dulu untuk menghilangkan kecanggungan yang ada di antara mereka.
"Dias....???", bian memanggil Dias dengan sangat lembut
"iya ka...??", tanya Dias yang nampak sangat gugup
"gimana...??? lamaran kk di terima atau gk.. ??", tanya bian dengan menatap wajah cantik Dias yang tertunduk sejak masuk mobil
"knp km milih aq...??? aq masih kekanakan...,
muka gk cantik2 amat..,., pinter pun gk terlalu..., ambekan jga kadang2..., moodyan...., trs-", Dias berhenti bicara saat bian memotong ucapannya
"sengaja njelek2in diri biar ada alasan nolak aq..??", tanya bian dengan raut wajah sendu
"gk.., gk gitu kk...,
aq cuma gk mau kk nyesel nantinya", jawab Dias dengan wajah tak kalah sendu
__ADS_1
"km 12th lbh muda..., klo kekanakan y wajar aja & aq bsa trima itu. klo km gk cantik mana mungkin aq suka...,
gk harus pinter2 banget cukup gk bodoh aja..., klo soal ambekan aq akn berusaha untuk gk bikin km kesel...,
moodyan...?????? semua cw kan begitu sayang..., gk cuma km jdi y bsa d bilang wajar", ucap bian panjang lebar sembari tersenyum menatap Dias
"kpn nglamar Dias secara resmi...??", tanya Dias tersenyum malu
"Minggu depan rencananya aq sma mommy
ke rumah orang tua km..., gimana...", tanya bian dengan penuh harap
"kk mo ke solo...??? beneran...???!" Dias nampak kaget dengan keseriusan bian
"knp...?? orang tua km pindah kota..??", tanya bian tersenyum
"gk. mah sama...,
kk..., beneran yakin ias bsa jdi ma'mum yang baik..??", tanya Dias kembali meyakinkan
"insyaallah yakin ", bian mengusap kepala Dias yang terbungkus hijab pasmina
"kita selisih 12th...?? aq 23 brarti kk...?? 35..???!!!!", Dias nampak syok dengan usia bian
"knp...?? mo bilang tua...??", bian menatap kesal ke arah Dias yang tengah tersenyum usil
"lbh cocok OM dri pd KK...", Dias tertawa dengan menutup mulut dengan telapak tangannya
"knp gk manggil SAYANG aja biar lbh enak..??", bian tersenyum dengan menaik turunkan alisnya
...----------------...
setelah izin cuti...,
bian..., ibu bian & Dias pergi menuju Indonesia.
sebelum ke solo..., mereka lebih dulu ke Jakarta untuk bertemu ayah & kk bian,
sekaligus menemui seseorang yang pernah menjadi alasan kebahagiaan sekaligus keterpurukan untuk bian.
setelah mendarat di bandara Soekarno-Hatta....,
mereka lanjut ke kediaman ayah bian dengan menaiki taxi.
perjalanannya lumayan jauh, mereka di dalam mobil ±1jam hingga akhirnya sampai di depan rumah megah dengan pagar tinggi menjulang bak istana.
mereka masuk setelah satpam rumah membukakan gerbang,
taxi di larang masuk jadi terpaksa semua barang2 di bawa secara manual oleh para pekerja rumah laki2.
di depan pintu rumah utama..., nampak Aldo tengah berdiri gagah menunggu kedatangan ibu jga sang adik.
Aldo menghampiri dengan senyum ramah & berwibawa namun tetap tampak sangat mempesona.
__ADS_1
"masuklah..., kalian pasti lelah ", Aldo mengiringi mereka masuk ke dalam rumah yang dulu pernah menjadi tempat berkumpul sebagai keluarga
"mba..., tolong bikinin minum yah", perintah Aldo pada salah 1 pekerja rumah
"mommy kangen sama anak bujang sulung q ini...,
masyaalloh makin cool macam es balok tukang cendol.
makin ganteng Kya daddy'a & manis Kya mommy'a",
cerocos sang ibu dengan memeluk erat tubuh tegap Aldo
"Minggu lalu kan udh ketemu mom....,
knp msh seheboh ini", ucap Aldo dengan pasrah
"uuuhhhh..., dadanya makin keras tapi empuk dah macam kasur mahal yang anti membel", ucap sang ibu tanpa filter
"dada bian juga bagus kenapa jarang di peluk...??", tanya bian yang mulai merasa iri
"punyamu terlalu keras Kya balok kayu", jawab sang ibu dengan masih mendusel di dada anak sulungnya
"ma'af km...??", ucap Aldo menatap Dias yang nampak bingung
"dia calon istri bian ka..., namanya DIAS", bian menjawab tanpa persetujuan Dias
"ouhhh...., kenalin saya aldo kk'a bian", Aldo hanya tersenyum tipis ke arah Dias
"aq dias om..., salam knl", Dias tersenyum ramah
ucapan Dias sontak membuat bian & sang ibu terbahak2...,
Dias memanggil aldo OM sedangkan faktanya usia bian pun tak jauh berbeda dari Aldo.
Aldo memang sudah pantas di panggil om...,
selain karena selisih usia yang lumayan jauh dri Dias & Aldo pun merupakan ayah dari seorang putri kecil yang cantik
...****************...
..."memulai pasti lebih mudah dari mengakhiri...,...
...sama halnya dengan mengenal pasti lebih mudah dari melupakan......
...kadang takdir terasa tak masuk akal..., tak adil...,...
...bahkan tak jarang menyebalkan....,...
...namu tak ada pilihan selain tetap bertahan & menjalaninya....
...percaya...., takdir tuhan yang terbaik "...
...----------------...
__ADS_1
#tbc
#thank yg dh baca 🥰